11/11/2016
*Mengenang almarhum Ustadz Lani
(Drs. KH. Ruslan Effendi)
Cerita menarik dari seorang murid beliau :
Nasehat dari almarhum dan satu di antara nasehat tersebut yang senantiasa terngiang adalah pada saat kami berkeinginan menunaikan ibadah haji, tetapi tertunda-tunda karena dana yang sudah terkumpul, berkali-kali terkena inflasi, sehingga belum mencukupi. Nasehat tersebut akan saya uraikan sebagai berikut.
Saya resmi menjadi karyawan suatu BUMN dan ditugaskan di Jakarta terhitung mulai 1 Juni 1983. Setelah bekerja selama beberapa tahun dan sempat menjalani tugas belajar di Belanda selama 19 bulan, dengan penghasilan yang sedang-sedang saja, saya berkeinginan untuk menunaikan ibadah Haji. Oleh karena itu sejak tahun 1993-an (setelah 10 th bekerja) saya bersama istri saya yang juga bekerja sebagai staf pengajar PTN di Depok, mulai menabung (dalam Rupiah) untuk biaya Naik Haji.
Menurut informasi dari berbagai sumber, biaya Naik Haji dari Indonesia itu tetap, dalam dollar Amerika Serikat, yaitu 3.200 USD. Tapi apa yang kami alami? Setiap kali uang tabungan kami sudah terkumpul, kurs dollar naik, sehingga uang tabungan belum mencukupi.Hal itu berlangsung selama beberapa tahun.
Suatu saat (th 2003, setelah 20 th bekerja) saya ditanya oleh Alm. Ustadz Lani: _"Kapan antum mau Pergi Haji?"_
Saya jawab "Belum tahu Ustadz, karena tabungan kami belum cukup".
Beliau langsung memberi nasehat yang sungguh sangat *"mengagètkan"* saya.
Begini nasehatnya: _*"Jangan menabung, tapi perbanyak infaq!!! Amalkan QS 2: 261, Allah berjanji akan melipat gandakan 700 kali."*_ Masya Allah...
Kemudian beliau memberikan hitung2an kasar yg kalau diterjemahkan saat ini kira2 sbb.
Misalnya sekarang ongkos Naik Haji Rp 35 juta, kemudian bila dibagi 365 (jumlah hari dlm setahun) dan hasilnya dibagi lagi 700 (janji Allah), maka ketemunya kira2 Rp 137,-- (tidak sampai Rp 200,--). Jumlah yang relatif kecil bukan...?
Beliau menganjurkan supaya saya berinfaq minimal sekitar Rp 200,-- setiap hari sambil diniatkan untuk Naik Haji dan *HARUS YAKIN*. La haula wa la quwwata illa billah...
Tentunya saya sebisa mungkin menuruti nasehat tersebut dan Alhamdulillah belum genap setahun sudah ada kabar kalau saya bakal memperoleh uang halal yang dapat dipergunakan untuk Naik Haji. Allah memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (QS 65: 3). Allahu Akbar...
Saya menjadi semakin yakin dengan janji Allah dan segera memberi tahu Ustadz Lani. Beliau tersenyum sambil berkata _"Percaya kan? Jangan lupa, kalau nanti sudah sampai di Tanah Suci, di (dekat) Multazam dan di Raudhoh berdoa supaya dapat sering2 kembali ke sana lagi"_
Saya jawab "In sya Allah, terima kasih Ustadz".
Saya berdua dengan istri segera mendaftarkan diri untuk Naik Haji. Meskipun sempat tertunda 1 tahun, karena th 2004 tidak jadi ada penambahan quota, tapi Alhamdulillah akhirnya kami berangkat th 2005 dan di Tanah Suci kami banyak-banyak berdoa, di antara doa kami adalah supaya dapat sering2 kembali lagi. In sya Allah...
Mohon maaf, tidak bermaksud ria, tapi sekedar _sharing_, bahwa sekembali dari Tanah Suci, Alhamdulillah kami berusaha masih mengamalkan untuk berinfaq dengan ikhlas semampunya, in sya Allah sampai sekarang, meskipun tidak ada niat khusus untuk hajat tertentu.
"Kebahagiaan" yang dirasakan saat memberi sungguh sangat berbeda dengan yang dirasakan saat menerima .
Allahu Akbar, rupanya Allah mengabulkan doa kami.
Th 2007 kami sekeluarga (istri + 3 anak) diijinkan melaksanakan ibadah Umroh plus Istanbul.
Th 2011 kami berdua dg istri, diijinkan Umroh lagi.
Th 2013 kami berdua dikaruniai kesempatan melaksanakan ibadah Haji lagi, saat saya sudah berada di Malaysia.
Memang pada umumnya bagi yang sudah pernah ke Tanah Suci, rasanya selalu rindu ingin kembali ke Tanah Suci..., sungguh nikmat sekali.
Demikian cerita pengalaman spiritual saya, untuk mengenang nasehat dari almarhum Ustadz Lani yang tertanam dalam hati. Saya percaya bahwa tidak ada cerita orang berinfaq itu menjadi miskin, tetapi insya Allah justru dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT.
Semoga ada manfaatnya dan bagi yang belum berkesempatan *Pergi Haji*, in sya Allah segera dikaruniai kesempatan untuk mewujudkannya. Aamiin.
Parit Raja, 26 Muharram 1428H/28 Oktober 2016
Batu Pahat, Johor Darul Takzim, Malaysia