14/05/2026
Cerita Kita, Kuatkan Indonesia
Ken Makanan favoritku
Habie-Elelim, 27 Januari 2026, saya pulang ke kampung halaman di Kabupaten Yalimo untuk mengabadikan sebuah cerita sederhana tentang budaya dan kehidupan masyarakat Papua Pegunungan. Dengan kamera HP android sederhana, saya mencoba memperkenalkan kepada Indonesia tentang “ken”, yang dalam bahasa daerah Yalenimi/Mek berarti Buah Merah.
Ken bukan sekadar makanan bagi masyarakat kami. Ia adalah identitas, warisan leluhur, dan simbol kebersamaan. Sejak kecil saya tumbuh bersama aroma ken yang dimasak melalui tradisi bakar batu. Saat api mulai menyala dan batu dipanaskan, seluruh keluarga berkumpul. Ada yang menyiapkan daun, ada yang membawa petatas, ada yang mengatur batu, dan ada yang memeras sari ken merah pekat yang penuh gizi. Semua dilakukan bersama-sama sebagai tanda persaudaraan.
Melalui foto esai ini, saya ingin menunjukkan bahwa Papua memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Dari proses memetik ken di kebun, memasak dengan cara tradisional, hingga makan bersama keluarga di honai, semuanya mengajarkan arti gotong royong, cinta terhadap alam, dan rasa syukur atas kehidupan.
Ken juga mengandung banyak manfaat bagi kesehatan. Leluhur kami sudah mengenal nilai gizi buah merah jauh sebelum dunia modern mengetahuinya. Hari ini, saya percaya bahwa budaya lokal Papua tidak boleh hilang oleh perkembangan zaman. Tradisi ini harus tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi saya, ken adalah cara mencintai tanah Papua dan Indonesia. Karena Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang menghargai budaya dari setiap daerah, termasuk dari pegunungan Papua.
“Cerita kita, kuatkan Indonesia. Dari Yalimo, dengan cinta — ken untuk bangsa.”
Waniel Weth
Mahasiswa Universitas Cenderawasih
Suku Yalenimi/Mek Kabupaten Yalimo
BuahMerah BakarBatu Papua IndonesiaUniversitasCenderawasih