12/06/2020
Tahukah Anda, Pertanian Satu-satunya Sektor Non Migas yang Paling Bertahan Dari Gejolak dan Krisis Termasuk Wabah Covid-19.
Para pakar ekonomi berpendapat bahwa sektor pertanian adalah sektor kunci untuk menstabilkan ekonomi negara, terutama dalam menghadapi pandemi virus corona. Sektor pertanian selama ini terbukti mampu bertahan dalam situasi apapun termasuk krisis moneter dan defisit perdagangan.
Hal tersebut karena sektor pertanian selalu menjadi kebutuhan sehari-hari, dan pengerjaannya tidak terlalu sulit yaitu hanya memakan waktu tanam selama 3 bulan.
Sedangkan ekspor hasil pertanian terus meningkat karena permintaan yang tinggi.
Hal ini ditunjukkan dengan naiknya ekspor beberapa komoditas, seperti biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik dan subsektor rempah-rempah, dari Indonesia di bulan Februari 2020 sebesar 2,24 persen atau setara USD13,94 miliar pada komoditas keseluruhan khususnya komoditas tersebut (Badan Pusat Statistik).
Kemudian, ekspor sub sektor peternakan pada Januari-Februari 2020 mencapai Rp1,7 triliun atau meningkat 30% dibandingkan ekspor Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun.
Nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,91% month of month (mom) dan 28,04% year of year (yoy) dari total US$ 0,30 miliar pada bulan Februari 2020. Disaat bersamaan ekspor migas turun sebesar 0,02 persen.
Sektor pertanian ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspor maupun meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama saat pademi covid-19.
Saat ini kita membutuhkan banyak petani milenial , mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman krisis pangan akibat pademi covid-19.
Saat ini yang menjadi tumpuan adalah petani lokal dan juga para pengirim (logistik) produk yang menjadi penolong saat kondisi susah. Cintailah produk lokal, cintai petani lokal dan Pertanian Indonesia tetap aman ditengah virus yang mewabah ini.
Bagi para pekerja yang terkena pemutusan kerja akibat pademi ini, mungkin menjadi petani dapat menjadi alternatif dalam menghadapi krisis saat ini.
Dan satu lagi sudah saatnya kita menjadi bangsa mandiri terutama pada sektor pangan, tidak terus bergantung pada impor bahan pangan dari luar.