Informasi Pasar Agribisnis Dalam & Luar Negeri

Informasi Pasar Agribisnis Dalam & Luar Negeri Informasi Pembeli Komoditas Agribisnis Dalam & Luar Negeri
Pelatihan Ekspor Bagi Pemula

Selain dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pellet sebagai bahan bakar, pupuk tanaman ternyata Tandan Kosong Kelapa Sawit ...
08/01/2021

Selain dapat dimanfaatkan untuk pembuatan pellet sebagai bahan bakar, pupuk tanaman ternyata Tandan Kosong Kelapa Sawit (empty fruit bunch) dapat diolah menjadi bahan baku kertas.

Balai Besar Pulp dan Kertas (BPPK) berkerjasama dengan konsorsium dari Jepang PICO Co.,Ltd dan Taizen Co.,Ltd mengolah limbah industri minyak kelapa sawit, yaitu Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi bubur kertas sebagai bahan baku kertas dan karton. Hal ini merupakan bagian dari program Japan International Cooperation Agency (JICA). Teknologi yang digunakan untuk pemanfaatan limbah sawit ini berasal Taizen Co. Nantinya teknologi tersebut akan dioperasikan di lingkungan BPPK Bandung.

Penggunaan teknologi ini, dapat turut berkontribusi dalam penyelesaian masalah lingkungan di Indonesia, terutama bagi industri kelapa sawit serta industri pulp dan kertas. Terlebih, selama ini, industri pulp dan kertas berkontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional.

Ingin produk atau komoditasnya dipasarkan ke luar negeri?Silahkan isi data produk sebagai berikut:Produk :Spesifikasi:Ke...
08/01/2021

Ingin produk atau komoditasnya dipasarkan ke luar negeri?

Silahkan isi data produk sebagai berikut:

Produk :
Spesifikasi:
Kemasan:
Kemampuan suplai:
Minimum pemesanan:
Harga (pabrik/gudang/pelabuhan/FOB):
Sistim Pembayaran:

Sertakan data diri
Nama:
Perusahaan (bila ada):
Alamat:
No tlp / WA:
Email:

Note: Produk dapat berupa hasil pertanian, perikanan/hasil laut, perkebunan, makanan/minuman (telah memiliki ijin edar BPOM dan Halal), kerajinan tangan (handicraft) dll.

Kirimkan data tersebut berserta beberapa foto (dengan resolusi terbaik), bila memungkin berserta video melalui email ke :
[email protected]

Tahukah Anda, Pertanian Satu-satunya Sektor Non Migas yang Paling Bertahan Dari Gejolak dan Krisis Termasuk Wabah Covid-...
12/06/2020

Tahukah Anda, Pertanian Satu-satunya Sektor Non Migas yang Paling Bertahan Dari Gejolak dan Krisis Termasuk Wabah Covid-19.

Para pakar ekonomi berpendapat bahwa sektor pertanian adalah sektor kunci untuk menstabilkan ekonomi negara, terutama dalam menghadapi pandemi virus corona. Sektor pertanian selama ini terbukti mampu bertahan dalam situasi apapun termasuk krisis moneter dan defisit perdagangan.

Hal tersebut karena sektor pertanian selalu menjadi kebutuhan sehari-hari, dan pengerjaannya tidak terlalu sulit yaitu hanya memakan waktu tanam selama 3 bulan.

Sedangkan ekspor hasil pertanian terus meningkat karena permintaan yang tinggi.
Hal ini ditunjukkan dengan naiknya ekspor beberapa komoditas, seperti biji kakao, sarang burung, tanaman obat, aromatik dan subsektor rempah-rempah, dari Indonesia di bulan Februari 2020 sebesar 2,24 persen atau setara USD13,94 miliar pada komoditas keseluruhan khususnya komoditas tersebut (Badan Pusat Statistik).

Kemudian, ekspor sub sektor peternakan pada Januari-Februari 2020 mencapai Rp1,7 triliun atau meningkat 30% dibandingkan ekspor Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp1,3 triliun.

Nilai ekspor pertanian mengalami kenaikan sebesar 0,91% month of month (mom) dan 28,04% year of year (yoy) dari total US$ 0,30 miliar pada bulan Februari 2020. Disaat bersamaan ekspor migas turun sebesar 0,02 persen.

Sektor pertanian ini dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan ekonomi, baik dalam kontribusi ekspor maupun meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama saat pademi covid-19.

Saat ini kita membutuhkan banyak petani milenial , mereka dapat menjadi garda terdepan dalam menghadapi ancaman krisis pangan akibat pademi covid-19.

Saat ini yang menjadi tumpuan adalah petani lokal dan juga para pengirim (logistik) produk yang menjadi penolong saat kondisi susah. Cintailah produk lokal, cintai petani lokal dan Pertanian Indonesia tetap aman ditengah virus yang mewabah ini.

Bagi para pekerja yang terkena pemutusan kerja akibat pademi ini, mungkin menjadi petani dapat menjadi alternatif dalam menghadapi krisis saat ini.

Dan satu lagi sudah saatnya kita menjadi bangsa mandiri terutama pada sektor pangan, tidak terus bergantung pada impor bahan pangan dari luar.

Tahukah Anda, Dengan Menanam 1 Pohon Selamatkan 2 nyawa.Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji ...
12/06/2020

Tahukah Anda, Dengan Menanam 1 Pohon Selamatkan 2 nyawa.

Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih.
Jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon. (Pepatah Cina 500 SM)

Salah satu alasan positif menanam pohon adalah menyelamatkan kehidupan. Satu pohon mampu menghasilkan 1,2 kilogram (kg) oksigen per hari. Sementara setiap orang perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi satu pohon mampu menunjang kehidupan dua orang. Sebaliknya, menebang satu pohon berarti menghilangkan persediaan oksigen untuk dua orang.

Perlu Anda Tahu

Setiap 15 rim kertas A4 membutuhkan sekitar satu batang pohon. Setiap 7000 lembar koran yang dibaca setiap hari akan mengkonsumsi 10-17 pohon dari hutan. Hanya dalam sehari, jutaan lembar kertas digunakan oleh masyarakat Indonesia, dan ini berarti ada jutaan pohon hutan yang ditebang untuk memenuhi kebutuhan tersebut

Fakta

Jika kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4.100 Kwh listrik dan 31.780 liter air

Suatu lahan pepohonan kayu keras setinggi 4 kaki panjang 4 kaki dan lebar 8 kaki dapat menghasilkan 942.100 halaman buku atau setara dengan 4.384.000 perangko atau setara dengan 2.700 eksemplar koran.

Untuk memproduksi 3 lembar kertas membutuhkan 1 liter air

1 kilogram kertas membutuhkan 324 liter air

Untuk memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat.

Sudah saatnya kita semua bijak dalam menggunakan kertas dengan menghemat kertas.

Banyak bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, jangan salahkan alam.

Tahukah Anda, menurut  data dari PBB (sepanjang 2018) sebanyak 113 juta penduduk dunia masih mengalami kelaparan akut.Ba...
12/06/2020

Tahukah Anda, menurut data dari PBB (sepanjang 2018) sebanyak 113 juta penduduk dunia masih mengalami kelaparan akut.

Badan Pangan PBB (Food and Agriculture Organization of The United Nations/FAO) mencatat, sepertiga dari total makanan yang diproduksi di dunia terbuang percuma (food waste). Makanan terbuang ini terjadi selama proses produksi, distribusi, dan karena perilaku konsumsi manusia.

Di Indonesia sendiri, sebanyak 13 juta metrik ton makanan yang terbuang setiap tahunnya.
Dengan populasi sekitar 250 juta penduduk, kebutuhan makanan sekitar 190 juta metrik ton dan total makanan yang terbuang 13 juta metrik ton.

Ini artinya bahwa makanan yang terbuang tersebut, bisa untuk memberi makan hampir 11% populasi Indonesia, atau sekitar 28 juta penduduk setiap tahunnya. Angka yang hampir sama dengan jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Jika setiap orang menyisakan satu butir nasi setiap hari, dengan jumlah penduduk di Indonesia sekitar 250 juta jiwa. Maka dalam sehari sekali makan, akan terdapat 250 juta butir nasi yang sudah terbuang sia-sia.

Sedangkan tiap 1 gram beras berisi 50 butir beras. Jika dikonversikan kedalam KG (kilo gram), maka 250 juta butir nasi sama dengan 5.000 Kg atau sekitar 5 ton yang akhirnya akan dibuang setiap hari dalam satu kali makan.

Kontribusi besar terbuangnya makanan disumbang oleh hotel, restoran, katering, supermarket, gerai ritel, dan perilaku masyarakat yang gemar tidak menghabiskan sisa makanannya.

Kita wajib bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas segala kebaikan-Nya kita lahir di tanah yang subur, mari kita saling berbagi dengan sesama.

Masih ingin membuang-buang makanan? Sedangkan di belahan dunia lainnya masih banyak orang yang merasakan kelaparan setiap harinya, menurut data dari PBB (sepanjang 2018) sebanyak 113 juta penduduk dunia masih mengalami kelaparan akut.

Limbah kulit udang dan rajungan merupakan salah satu komoditas ekspor yang digunakan untuk farmasi dan industri makanan,...
12/06/2020

Limbah kulit udang dan rajungan merupakan salah satu komoditas ekspor yang digunakan untuk farmasi dan industri makanan, Cina dan Korea salah satu negara pengimpor limbah tersebut.

Manfaat Bagi Tubuh
Ekstrak zat kerak pada limbah tersebut yang lebih populer dengan nama chitosan ini mampu mengatasi tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan hati, kanker, dan gangguan organ tubuh lainnya.
Chitosan pertama kali ditemukan oleh ilmuwan Perancis, Ojier, pada tahun 1823. Ojier meneliti chitosan hasil ekstrak kerak binatang berkulit keras, seperti udang, kepiting, dan serangga.

Dalam zat kerak/chitosan terdapat unsur butylosar yang bermanfaat bagi tubuh manusia.

khasiat butylosar, yakni meningkatkan fungsi pembunuh sel kanker. Dalam sebuah riset antitumor, butylosar mempunyai daya penekan terhadap penyebaran sel tumor sekaligus merangsang kemampuan kekebalan tubuh serta mendorong tumbuhnya sel T limpa dari pankreas.

Pengganti Formalin
Hasil uji aplikasi zat kerak/chitosan pada beberapa produk ikan asin, seperti jambal roti, teri, dan cumi. Dalam berbagai konsentrasi, chitosan dilarutkan dalam asam asetat, kemudian ikan asin yang akan diawetkan dicelupkan beberapa saat dan ditiriskan.

Hasilnya, pada konsentrasi 1,5 persen saja penggunaan chitosan dapat menyamai pemakaian formalin yang merupakan bahan berbahaya. Indikasinya, lalat yang hinggap lebih sedikit.
Pemakaian chitosan sebagai bahan pengawet juga tidak menimbulkan perubahan warna dan aroma.

Banyak yang mengatakan seorang petani padi / mengolah sawah memiliki penghasil segitu-segitu saja. Tahukah Anda bahwa li...
24/12/2019

Banyak yang mengatakan seorang petani padi / mengolah sawah memiliki penghasil segitu-segitu saja. Tahukah Anda bahwa limbah dari padi berupa sekam dapat diolah dan merupakan komoditas ekspor. Arang sekam padi (rice husk charcoal) banyak diminati pembeli luar. Fungsinya hampir sama dengan arang tempurung kelapa bisa dijadikan sebagai karbon aktif dan briquette (briket) selain itu dapat dijadikan sebagai media tanaman/fertilizer (pupuk). Dan juga dapat diolah menjadi pellets sebagai energi terbarukan.
Untuk industri, arang sekam padi juga dibutuhkan oleh industri pulp dan kertas serta pabrik peleburan baja.

Bila pada saat panen para petani dapat memanfaatkan limbah tersebut dengan mengolahnya kembali menjadi arang sekam tentu saja para petani akan mendapatkan tambahan penghasilan yang lebih besar. Walaupun pengolahannya sederhana tetap dibutuhkan bimbingan kepada para petani berupa pelatihan cara pengolahan limbah tersebut hingga menghasilkan nilai jual beserta pangsa pasarnya.

Sekelompok ilmuwan Rusia berhasil menemukan teknologi ramah lingkungan unik yang dapat mengekstrak silika amorf dari sekam padi. Teknologi tersebut akan dikembangkan di negara-negara penghasil beras, termasuk Indonesia, agar limbah sekam tidak terbuang sia-sia begitu saja.

Proyek yang diberi nama Rasilica tersebut menggunakan metode pengekstrakan yang ramah lingkungan dengan hanya bermodalkan sekam padi, air terdeionisasi, asam sulfat untuk pembersihan kimia, karbamida, dan udara. Produk akhir ekstraksi tersebut mengandung 99,99 persen silika amorf murni yang dapat bermanfaat bagi berbagai industri.

Konsumen potensial Risilica ialah produsen ban dan perusahaan konstruksi, dan mungkin akan diikuti oleh industri kosmetik dan perusahaan farmasi. Industri ban menggunakan silica amorf untuk meminimalisir gesekan gelinding, membuat kendaraan lebih aman, serta lebih ramah lingkungan karena lebih hemat bahan bakar.

Setelah membaca konten ini adakah yang masih memandang sekam padi sebelah mata?

Buah kelapa merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan. Tidak ada limbah yang terbuang, semuanya bagian buah kel...
24/12/2019

Buah kelapa merupakan komoditas ekspor yang sangat menjanjikan. Tidak ada limbah yang terbuang, semuanya bagian buah kelapa dapat diolah sebagai komoditas ekspor dan tentunya dapat menyerap banyak tenaga kerja serta menambah devisa negara.

Buah kelapa terdiri dari daging, air, tempurung dan kulit luar (bersabut). Daging buah kelapa dapat dijadikan Kopra sebagai bahan baku minyak masak (minyak kelapa), sedangkan bungkil kopra dapat dijadikan sebagai bahan pakan ternak seperti pakan sapi.
Selain itu juga daging kelapa dapat dijadikan kelapa parut kering yang dipasaran dunia dikenal dengan nama desiccated coconut. Bila daging kelapa kita parut dan peras akan menghasilkan santan atau disebut juga dengan coconut milk yang pangsa pasarnya juga jelas.

Air kelapa. Salah satu perusahaan di Indonesia melakukan ekspor air kelapa ke AS, diekspor dalam bentuk curah yang kemudian dikemas di AS, air kelapa sebagai pengganti cairan tubuh.

Sabut Kelapa. Sabut kelapa dapat diproses menjadi coconut fiber dan cocopeat dengan ekspor terbesar ke Cina, Taiwan, Korea

Tempurung Kelapa. Dapat diolah menjadi arang (coconut shell charcoal) salah satunya sebagai bahan baku karbon aktif, dlm bentuk briket untuk barbeque dan sh**ha. Bahkan telah dikembangkan untuk kecantikan dan farmasi. Permintaan Cina saat ini untuk arang mencapai 2 juta ton/thn. Ekspor lainnya ke Jepang, Korea, Amerika, Turki dan Timur Tengah.

Bisa dibayangkan bila membuat industri kelapa terpadu keuntungan yg akan didapat dan tentu saja banyaknya penyerapan tenaga kerja. Menarik bukan?

**hacharcoal

Sektor pertanian berkontribusi menyediakan 40% lapangan pekerjaan.Miris di negeri (yang katanya) agraris, petani di Indo...
24/12/2019

Sektor pertanian berkontribusi menyediakan 40% lapangan pekerjaan.

Miris di negeri (yang katanya) agraris, petani di Indonesia masih didominasi oleh generasi tua. Berdasar hasil survey LIPI hampir tidak ada anak petani yang ingin menjadi petani. Sekitar 4% pemuda usia 15-35 tahun berminat menjadi petani. Sisanya, sebagian besar tergiring industrialisasi. Dari jumlah petani yang ada, sekitar 65% sudah berusia di atas 45 tahun.

Saatnya milenial Indonesia menjadi pelaku usaha agribisnis, kita bertani, kita bisa ekspor.

17/11/2019
Menurut ICO Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan jumlah produksinya...
17/11/2019

Menurut ICO Indonesia menduduki urutan keempat sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia dengan jumlah produksinya sebanyak 600 ribu ton kopi.
Adapun jenis kopi yang umum adalah jenis Arabika dan Robusta, dengan jumlah produksinya mencapai 600,000 ton per tahun.
Penghasil kopi no 1 dunia adalah Brasil dengan jumlah produksi mencapai 3,3 jt ton diikuti oleh Vietnam 1,53 jt ton dan Kolombia 840rb ton. ========================================

Telah terbit Ebook"Cara Mudah Mendapatkan Pasar Ekspor Komoditas Agribisnis"

Dilengkapi Dengan :
Pengetahuan Perdagangan Ekspor
Data Eksportir dan Pelaku Usaha Dalam Negeri
Data Importir / Pembeli Luar Nageri
Peluang Pasar Ekspor
Strategi Pemasaran Ekspor
dll

Daftar pembeli lengkap Kategori Pertanian, Perikanan, Perkebunan

Seperti rempah-rempah (kayu manis, lada, cengkeh, pala, kapulaga, jahe, kunyit, kemiri dll), buah dan sayur, perikanan (hasil ikan laut, ikan budidaya, udang, teripang, rumput laut dll), perkebunan (teh, kopi, kakao dll), Energi dan biomasa (wood pellet, arang /briket dll), Minyak atsiri(nilam, akar wangi, sereh wangi dll),serta kategori lainnya (pinang, gambir, gum rosin, damar batu, sarang burung walet, vanila, produk kelapa seperti desiccated coconut, coco fiber dll). Data dilengkapi dengan nama perusahaan, alamat, website/email/telp/fax, keterangan produk

Ebook ini memiliki banyak manfaat bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasarnya serta bagi para pelaku usaha pemula yang ingin memulai usaha ekspor agribisnis atau bagi yang ingin belajar ekspor agribisnis lengkap dengan pengetahuan/edukasi tentang pengetahuan ekspor, peluang ekspor dan strategi pemasarannya.

Pemesanan Hubungi :

Ig : tanamiku.indonesia
WA : 0822-6207-0237

Tahukan Anda?Indonesia adalah negara penghasil lada terbesar kedua di dunia setelah Vietnam.Walaupun Indonesia memiliki ...
17/11/2019

Tahukan Anda?

Indonesia adalah negara penghasil lada terbesar kedua di dunia setelah Vietnam.

Walaupun Indonesia memiliki luas lahan lada terbesar di dunia tetapi produktivitasnya masih rendah dibandingkan Vietnam. ================================
Telah terbit E-Book "Cara Mudah Mendapatkan Pasar Ekspor Komoditas Agribisnis"

Dilengkapi Dengan :
Pengetahuan Perdagangan Ekspor
Data Eksportir dan Pelaku Usaha Dalam Negeri
Data Importir / Pembeli Luar Negeri
Peluang Pasar Ekspor
Strategi Pemasaran Ekspor
dll

Daftar pembeli lengkap Kategori Pertanian, Perikanan, Perkebunan
Seperti rempah-rempah (kayu manis, lada, cengkeh, pala, kapulaga, jahe, kunyit, kemiri dll), buah dan sayur, perikanan (hasil ikan laut, ikan budidaya, udang, teripang, rumput laut dll), perkebunan (teh, kopi, kakao dll), Energi dan biomasa (wood pellet, arang /briket dll), Minyak atsiri(nilam, akar wangi, sereh wangi dll),serta kategori lainnya (pinang, gambir, gum rosin, damar batu, sarang burung walet, vanila, produk kelapa seperti desiccated coconut, coco fiber dll). Semua data update dilengkapi dengan website/email/telp/fax.

Buku ini memiliki banyak manfaat bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasarnya serta bagi para pelaku usaha pemula yang ingin memulai usaha ekspor agribisnis atau bagi yang ingin belajar ekspor agribisnis lengkap dengan pengetahuan/edukasi tentang pengetahuan ekspor, peluang ekspor dan strategi pemasarannya.

Pemesanan Hubungi

Ig : tanamiku.indonesia
WA : 0822-6207-0237

Address

Bandung

Telephone

+62895321759778

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Informasi Pasar Agribisnis Dalam & Luar Negeri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Informasi Pasar Agribisnis Dalam & Luar Negeri:

Share