23/07/2026
Sesi guest speaker kemarin bener-bener bikin kita belajar banyak tentang arti sesungguhnya dari Community Based Tourism. Tim kami berkesempatan ngobrol dan dengerin cerita seru dari Purna Irawan, Ketua POKDARWIS Dewi Kusumo, soal transformasi keren di Desa Wisata Poncokusumo, Malang.
Terletak di kaki gunung dan jadi penyangga TNBTS, Desa Wisata Poncokusumo membuktikan kalau desa bisa maju banget kalau dikelola bareng-bareng sama warga. Nggak heran kalau mereka sukses borong prestasi nasional, mulai dari Local Champion Kemenparekraf sampai Juara 1 Trisakti Tourism Award!
Ini poin penting yang berhasil kami rangkum dari obrolan bersama Pak Purna:
1️⃣ Kreatif Mengemas Potensi: Mereka sukses bikin paket edukasi seru dari hal-hal di sekitar mereka. Mulai dari Forest Bathing, petik jeruk bareng petani, budidaya Jamur Ayu, sampai belajar bikin teh Ash*taba dan membatik langsung bareng warga setempat.
2️⃣ Standar Global, Aksi Lokal: Kerennya, tata kelola POKDARWIS Dewi Kusumo sudah menerapkan 4 pilar GSTC (Global Sustainable Tourism Council) secara nyata! Mulai dari manajemen Pokdarwis yang solid, menghidupkan ekonomi UMKM, melestarikan tradisi budaya, sampai aksi nyata jaga lingkungan (tanam pohon & kelola limbah).
3️⃣ Kunci Sukses = Kolaborasi: tidak ada lagi jalan sendiri. Poncokusumo sukses menyatukan elemen Pentahelix: Pemerintah, akademisi, komunitas warga, bisnis (BUMDes), dan media untuk jalan bareng.
4️⃣ Hadapi Masalah Bareng-bareng: Keterbatasan modal atau literasi digital bukan jadi alasan. Mereka rutin bikin pelatihan digital marketing dan bahasa asing buat warga, plus selalu mengedepankan prinsip transparansi di desa.
5️⃣ Dampak Riil ke Dompet & Lingkungan: Hasilnya kelihatan nyata! Ekonomi warga naik lewat sewa homestay dan warung kuliner, budaya lestari, dan anak-anak muda serta perempuan di desa ikut berdaya secara aktif.
Satu kutipan dari Pak Purna yang ngena banget: "Datang sebagai tamu, pulang sebagai saudara."