02/02/2026
"Mah, s*x itu apa?"
Doeeeng...!!! Dapat pertenyaan jekpot dari anak. Seketika megap-megap. 😱
Tenaaang, Mom... Tarik napas pelan-pelan. Tabayyun dulu, siapa tahu cuma mau ngisi formulir s*x male/female doang.
Etapi kita juga kudu siap dengan jawaban yang benar lho, Mom, ketika anak bertanya mengenai seks. Daripada sibuk menghindar atau memberikan jawaban yang “aman” namun cenderung tidak tepat ketika mereka bertanya, lebih baik bekali diri dengan jawaban yang benar. Dengan begitu, kita telah membantu perkembangan anak yang berhubungan dengan masalah seksualitas.
Yuk, kita belajar.
🚀Mengapa Ibu tidak punya p***s?
Kita dapat mengatakan kepada anak bahwa Allah menciptakan manusia, ada laki-laki dan ada perempuan. Dan untuk membedakannya, Allah pun memberikan ciri yang berbeda. P***s untuk laki-laki dan va**na untuk perempuan. Sebaiknya juga kita tidak menggunakan kata kiasan lain untuk menyebut p***s, misalnya “burung” karena akan membingungkan.
🚀Dada Ibu, kok, besar?
Jelaskan pada anak fungsi payudara dengan bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Jelaskan bahwa dia juga mengonsumsi ASI ketika bayi dulu dan payudara ini bisa menghasilkan air susu lagi saat nanti dia punya adik. Namun, itu hanya tugas Ibu, bukan Ayah, sehingga payudara Ayah tidak besar seperti payudara ibu.
🚀Apa itu Seks?
Kalau yang saya baca dari buku Pendidikan Seks Usia Dini karya dr. Boyke Dian Nugraha dan dr. Sonia Wibisono... Kita bisa jawab...
Seks adalah jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan yang berbeda tubuhnya.
Saat beranjak balita, kenalkan perbedaan laki-laki dan perempuan. Dimulai dari contoh terdekat misalnya papa laki-laki, mama perempuan. Lalu, terangkan perbedaan organ tubuhnya. Di tahap ini kita bisa kenalkan juga adab malu sesuai dengan agama dan norma kesopanan, lalu cara melindungi diri dari orang asing.
Menjelang pubertas, kenalkan kepada anak tentang tanda pubertas dan bagaimana menghadapinya jika mengalami fase tersebut. Beri dia rambu yang jelas dalam bergaul dengan lawan jenis.
Penjelasan seks yang berbau ilmiah atau memerlukan bahasa medis yang rumit, tunggulah sampai anak bertanya ketika logikanya sudah sampai tahap tersebut. Terangkan dengan jelas dan singkat. Gunakan bahasa yang mudah dipahami sesuai kemampuan berpikirnya.
Kalau dari buku balita "Little Abid" berjudul "Aku Berbeda dengan Syafa", perlu lho memberikan pendidikan seks sederhana pada balita agar mereka memiliki paradigma yang benar tentang jati dirinya dengan dimulai dari pemahaman, “Saya laki-laki, kamu perempuan, dan sebaliknya.” Laki-laki dan perempuan berbeda, beda bentuk tubuhnya, beda cara berpakaiannya.
Menurut Buku "Little Abid", ada beberapa hal sederhana yang bisa kita biasakan di rumah pada anak-anak, apa sajakah?
1. Pisahkan kamar tidur anak laki-laki dan anak perempuan.
2. Biasakan pada saat mandi, anak-anak menjaga privasinya dan tidak keluar kamar mandi tanpa minimal memakai handuk.
3. Berikan pemahaman kepada anak untuk menghormati saat pintu kamar ayah bundanya atau kakak adiknya tertutup, biasakan meminta izin sebelum masuk.
4. Jangan bercanda dengan memakaikan kerudung atau jepit rambut atau apa pun yang merupakan identitas perempuan kepada anak laki-laki atau sebaliknya.
Jika sejak dini anak sudah mendapat bekal pendidikan seks yang benar, harapannya dapat melindungi anak dari perilaku menyimpang.
Kuncinya adalah menjalin komunikasi yang baik. Pendidikan seks tidak tiba-tiba diajarkan ketika anak sudah akan beranjak dewasa, tapi kenalkan sesuai perkembangan usianya. Komunikasi yang dilakukan sejak dini akan membuat pendidikan seks pada tahap berikutnya menjadi lebih mudah.
Semoga bermanfaat. ^^
-Ervikadap