01/09/2026
APA MAKNA “سَمَاحَةُ الشَّيْخِ”?
Bagi yang sering membaca kitab atau mendengar ceramah ulama berbahasa Arab, mungkin pernah menjumpai ungkapan:
سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ بَازٍ
سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ عُثَيْمِينٍ
Lalu, apa sebenarnya makna سَمَاحَة?
1. Kembali kepada akar kata س م ح
Kata سَمَاحَة berasal dari akar kata:
سَمَحَ – يَسْمَحُ – سَمَاحَةً
Di antara maknanya adalah:
السُّهُولَةُ، وَاللِّينُ، وَالْجُودُ، وَالْكَرَمُ
yaitu kemudahan, kelembutan, kemurahan, dan kedermawanan.
Makna ini dapat kita lihat dengan jelas dalam sabda Nabi ﷺ:
رَحِمَ اللهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى
“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari no. 2076.
Kata سَمْحًا dalam hadits tersebut bermakna orang yang mudah, tidak mempersulit, dan bersikap lapang dalam bermuamalah. Para ulama menjelaskan bahwa samāḥah dalam konteks ini mencakup sikap lembut dan tidak berlebihan dalam menuntut hak.
Jadi, secara bahasa:
السَّمَاحَةُ = السُّهُولَةُ وَاللِّينُ وَالْجُودُ وَالْكَرَمُ
---
2. Lalu mengapa “سَمَاحَةُ الشَّيْخِ” diterjemahkan “Yang Mulia Syaikh”?
Di sinilah kita perlu membedakan antara makna bahasa dan fungsi sebuah ungkapan sebagai gelar.
Dalam penggunaan kontemporer, سَمَاحَةُ الشَّيْخِ digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada seorang ulama.
Karena itu, ketika kita membaca:
سَمَاحَةُ الشَّيْخِ ابْنِ بَازٍ
tidak tepat jika diterjemahkan secara kaku:
❌ “Kemurahan hati Syaikh Ibnu Baz.”
Dalam konteks gelar, lebih tepat:
✅ “Yang Mulia Syaikh Ibnu Baz.”
Namun perlu dicatat:
“Yang Mulia” adalah terjemahan berdasarkan fungsi ungkapan, bukan terjemahan harfiah kata سَمَاحَة.
Secara harfiah, سَمَاحَة berkaitan dengan sifat murah hati, lapang, dan mudah dalam bermuamalah.
---
3. Lalu apa bedanya dengan فَضِيلَةُ الشَّيْخِ?
Kita juga sering menjumpai:
فَضِيلَةُ الشَّيْخِ
Faḍīlatusy-Syaikh.
Kata فَضِيلَة berasal dari:
فَضُلَ – يَفْضُلُ
yang berkaitan dengan الفضل, yaitu keutamaan, kelebihan, dan kemuliaan.
Secara bahasa:
فَضِيلَة = keutamaan atau kemuliaan.
Maka:
فَضِيلَةُ الشَّيْخِ
merupakan ungkapan penghormatan yang dapat diterjemahkan:
“Syaikh yang mulia”
atau dalam konteks tertentu:
“Yang Mulia Syaikh.”
Istilah فَضِيلَة lebih menonjolkan sisi keutamaan dan kemuliaan seseorang.
Sedangkan سَمَاحَة secara asal bahasa berkaitan dengan kelapangan, kemurahan, dan kemudahan dalam bermuamalah.
---
4. Bagaimana dengan مَعَالِي الشَّيْخِ?
Ada p**a ungkapan:
مَعَالِي الشَّيْخِ
Ma‘ālī asy-Syaikh.
Kata مَعَالِي adalah bentuk jamak dari مَعْلًى, yang berkaitan dengan sesuatu yang tinggi dan luhur.
المَعَالِي
berarti:
المَكَارِمُ وَالأُمُورُ الرَّفِيعَةُ
“kemuliaan dan perkara-perkara yang tinggi/luhur.”
Dalam penggunaan sebagai gelar kehormatan, مَعَالِي الشَّيْخِ merupakan bentuk penghormatan yang sangat tinggi.
Istilah ini banyak digunakan dalam lingkungan resmi, khususnya untuk tokoh yang memiliki kedudukan atau jabatan tertentu.
---
5. Ringkasnya
Jika kita sederhanakan:
سَمَاحَةُ الشَّيْخِ
→ menonjolkan makna samāḥah: kelapangan, kemurahan, dan kemudian menjadi gelar penghormatan.
فَضِيلَةُ الشَّيْخِ
→ berkaitan dengan faḍīlah: keutamaan dan kemuliaan.
مَعَالِي الشَّيْخِ
→ berkaitan dengan ma‘ālī: kedudukan atau kemuliaan yang tinggi.
Ketiganya merupakan ungkapan penghormatan, tetapi asal makna katanya berbeda.
Yang menarik, dalam penggunaan gelar seperti ini, kita tidak selalu bisa menerjemahkan setiap kata secara harfiah. Kita harus memperhatikan السِّيَاقُ (konteks) dan الاستعمال اللغوي (penggunaan bahasa).
Karena itu, menerjemahkan sebuah lafadz berbahasa Arab tidak cukup hanya dengan mengetahui maknanya secara bahasa, tapi kita juga harus tahu bagaimana orang Arab menggunakan ungkapan tersebut.
Di situlah kita mulai memahami bahasa Arab sebagaimana digunakan oleh penuturnya, bukan sekadar bahasa Arab sebagaimana tercantum di kamus.
والله أعلم.