Ray Export: The Global Connector

Ray Export: The Global Connector "Expertise in Global Trade, Networking, MICE & Digital Export Tools.

Banking → Ekspor →Trade Mission → Co Founder Chi 🇨🇳·My 🇲🇾·Thai 🇹🇭·Phil 🇵🇭·Aus 🇦🇺
Semua deal dimulai dari satu perkenalan

05/08/2026

Hari ini saya di Batam untuk coaching program bareng Bank Indonesia Batam, ketemu para pengusaha terpilih. Di mana pun berada, networking harus tetap jalan sampai ke ujung berung!

​Tapi ada satu hal unik soal Batam yang masih banyak orang gak paham:
​Batam itu NKRI, tapi statusnya adalah KPBPB (Kawasan Perdagangan Bebas & Pelabuhan Bebas). Secara hukum kepabeanan (UU No. 17/2006), Batam berada di luar daerah pabean Indonesia!

​Artinya secara regulasi:
📦 Kirim barang Jakarta ➡️ Batam = Ditreatment seperti EKSPOR
📦 Kirim barang Batam ➡️ Jakarta = Ditreatment seperti IMPOR
​Fasilitas utamanya: Bebas Bea Masuk, PPN, PPnBM, & Cukai untuk barang impor dari luar negeri! Tak heran Batam jadi surga manufaktur & investor.

​Paham regulasi kaya gini adalah bagian dari networking cerdas—semakin paham aturan, semakin luas peluang bisnis yang bisa kamu buka!

​💬 Sudah tahu status unik kepabeanan Batam ini sebelumnya? Tulis di kolom komentar! 👇

​📌 SAVE & SHARE buat sesama pejuang bisnis & ekspor!
​(Ref: UU No. 17/2006, Perpres No. 1/2024, PMK No. 113/2024)

04/08/2026

99% Orang Gagal Closing Bukan Karena Produknya Jelek. Tapi Karena Mulutnya Terlalu Cepat Jualan.

"Can I send you the catalogue?"

Stop.

Di situlah kebanyakan orang kehilangan buyer.

Baru kenal.
Langsung kirim katalog.
Langsung kirim price list.
Langsung minta closing.

Memangnya buyer sudah kenal kamu?

Closing itu bukan dimulai dari penawaran.

Closing dimulai dari percakapan.

Alurnya sederhana:

✅ DM secara personal.
✅ Bikin mereka membalas.
✅ Bangun percakapan.
✅ Ajak call atau ketemu.
✅ Baru bahas produk, harga, dan kerja sama.

Kalau setiap orang baru kamu tembak pakai katalog, kamu bukan sedang membangun bisnis.

Kamu cuma berharap ada yang kasihan lalu membeli.

Buyer membeli karena percaya.
Dan kepercayaan selalu dibangun lewat percakapan, bukan promosi.

Setuju atau tidak? Tulis pendapatmu di kolom komentar.

01/08/2026

Negara ini tidak punya akses ke laut sama sekali.
Tapi mereka minta produk Indonesia langsung ke saya.
Dan ini dimulai bukan dari urusan ekspor.
Tapi dari saya yang bantu promosi pariwisata mereka.
Prinsip saya: give dulu, baru take.
Tanpa batasi harus satu bidang.
Hasilnya nyata:
📊 Perdagangan Indonesia-Uzbekistan naik 63,9% dalam Q1 2024
💰 Potensi transaksi USD 11,1 juta dari satu misi dagang
🛒 Produk halal Indonesia — makanan, minuman, kosmetik, kopi — tumbuh signifikan ke pasar Asia Tengah
(Sumber: Kemendag RI, 2024)
Fakta Uzbekistan yang banyak orang tidak tahu:
🌍 Satu dari hanya 2 negara di dunia yang double-landlocked
👥 38 juta penduduk — terbesar di Asia Tengah
📈 Ekonomi tumbuh 6,5% di 2024
🕌 Tanah kelahiran Imam Bukhari & At-Tirmidzi
Uzbekistan bukan pasar kecil.
Mereka adalah pintu masuk ke seluruh Asia Tengah.
Dan pintu itu terbuka bukan karena saya jago ekspor —
tapi karena saya mau bantu tanpa ekspektasi dulu.
Masih batasi networking cuma sama yang satu bidang? Peluang lintas benua seperti ini akan terus lewat begitu saja.

29/07/2026

Pameran ini hasilkan
RM4,3 MILIAR
dalam 4 hari.

Dan saya ada di sana
setiap tahun.

Keyakinan saya sejak 2019:
Produk bagus tanpa jaringan — tidak akan kemana-mana.

Makanya saya tidak pernah absen ke Malaysia setiap tahun.

Bukan cuma karena Musang King murah dan Bukit Bintang.

Tapi karena MIHAS.
Ini bukan pameran biasa:
✅ Guinness World Record — pameran halal terbesar di dunia
✅ 43.353 pengunjung dari 90+ negara
✅ 2.028 booth dari 66 negara
✅ Nilai perdagangan: RM4,3 miliar dalam 4 hari
✅ Buyer Eropa, Timur Tengah, Amerika — satu tempat, ongkos Asia Tenggara
(Sumber: MATRADE & Guinness World Records 2024)

Yang saya pelajari dari sini:
Networking bukan sekadar kumpulkan kartu nama.
Networking adalah fondasi kepercayaan, validasi pasar, dan partner jangka panjang.
Produk keren itu baru 10%.
90% sisanya — kualitas jaringan yang kamu bangun.
Jaringan kamu sudah sekuat produk kamu belum?

27/07/2026

MAIN KE "BEKASI-NYA" MELBOURNE, MALAH NEMU CERITA INI! 🇦🇺🇮🇩

​Iseng main ke Springvale (daerah penyangga ibarat Bekasi-nya Melbourne) buat makan di restoran Indonesia milik teman diaspora.
​Siapa sangka, di sana saya malah ketemu & akrab sama teman-teman diaspora yang kerja jadi pemetik apel. Obrolan hangat soal perjuangan & kesuksesan mereka berlanjut dari dalam restoran sampai ke luar ruangan di tengah udara dingin! 🥶🤝

​Sampai sekarang, saya masih rutin kontak mereka buat nanya chance bisnis di sana.
​Insight pentingnya:
1️⃣ Networking global itu cair & tanpa sekat.
2️⃣ Bukan sekadar kenal, tapi jaga relasinya.

3️⃣ Siapa pun yang ditemui adalah pintu kesempatan baru.
​Makin luas jaringanmu di luar negeri, makin lebar jalan bisnis berkembang! 🔥

​💬 DISKUSI: Pernah dapet peluang dari tempat yang gak terduga? Cerita di kolom komentar! 👇
​📌 SAVE & SHARE buat pengingat pentingnya koneksi global!

26/07/2026

JANGAN HARAP EKSPOR TEMBUS KALO NETWORKING MASIH GINI! 🚫🇦🇺🇮🇩

​"Produk bagus & sertifikat lengkap, tapi kok susah dapet buyer Australia?" 🤔

​Faktanya, mayoritas deal ekspor bernilai besar itu lahir dari koneksi & rasa percaya, bukan sekadar sebar proposal via email.

​Ini 3 rahasia networking biar produk Indonesia dihargai tinggi di sana 👇

​1️⃣ Stop Hard Selling! Di pasar maju, orang beli siapa kamu dulu baru apa produkmu. Bangun relasi yang tulus.
2️⃣ Beri Solusi, Bukan Cuma Jualan. Tunjukkan nilai tambah produkmu (misal: isu sustainability atau fair trade).
3️⃣ Hadir di Ekosistem Mereka. Ikut trade show, matchmaking, atau pop-up market lokal. Jangan cuma nunggu bola!

​Pasar global itu kompetitif, tapi peluang selalu ada buat yang berani jemput bola! 🔥

​💬 DISKUSI:
Coba tebak, produk Indonesia apa yang paling dicari pasar Australia saat ini? Tulis di komentar, kita bahas bareng! 👇

20/07/2026

Jangan cuma jago kandang, saatnya kuasai panggung dunia!

Hari pertama Global Connect di Mega Halal Bangkok 2 langsung pecah! Dari terjebak macet sampai beruntung dikunjungi langsung oleh Pak Dubes yang memberikan semangat untuk para UKM daerah dari Kalimantan, Medan, dan NTB.

​Booth kami juga langsung kedatangan buyer potensial dari Jepang, Singapura, Malaysia, hingga India. Di sinilah pentingnya ekosistem pameran: tempat paling efektif untuk membangun kepercayaan bisnis internasional secara riil.

​Sore harinya, kami lanjut melakukan riset pasar langsung ke IconSiam untuk membaca perilaku konsumen lokal dan berburu peluang networking di luar pameran. Ingat, peluang emas sering kali datang di saat-saat yang tidak terduga, asalkan kita peka melihat celah.

​Dengan membangun jaringan di ekosistem yang tepat, kita bisa mendapatkan akses ke gerbang pasar dunia.

​Istirahat total malam ini, bersiap untuk akselerasi di hari kedua! 🇮🇩✈️🇹🇭

​ InternationalNetworking UMKMGoGlobal IconSiam DayInMyLife

Address

Jakarta
Central Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ray Export: The Global Connector posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share