29/03/2018
Pada kenyataannya PayTren dibutuhkan
Kehadiran PayTren bak kehadiran HP pada jaman dulu, jaman dimana orang masih ke wartel atau telpon umum untuk sekedar menelpon, saya pribadi sih pernah ada dijaman wartel, Anda ingat? Berarti umur Anda banyak, hehehe. Apakah sering? Saya yakin tidak, jarang, bahkan jarang banget, atau ada yang gak pernah, soalnya gak ada yang ditelpon juga kan? Hayo ngaku.
Setelah banyak orang buka jasa wartel alias Warung Telkom, kemudian eranya bergeser dengan kemunculan HP, awalnya sih mahal banget (yang punya kliatan kaya), kemudian kesininya mahalnya gak banget-banget, ya termasuk mahal juga, belum pulsanya? Telpon dan sms jaman old lebih mahal daripada jaman now (biar kekinian, hehe).
Disitulah terjadi masa transisi, ada yang beranggapan butuh (untuk komunikasi), ada yang beranggapan butuh tapi sayang duitnya, ada yang beranggapan tidak butuh, "ah ngapain juga beli HP, buat telpon siapa? HP dan pulsanya mahal, biasanya juga gak pernah telpon siapa-siapa, dll". Tapi kenyataannya, setelah semakin banyak pengguna HP, maka mau tidak mau ikutan beli.
Setelah menggunakan, ternyata emang butuh, bahkan bingung kalau pergi gak bawa HP, HP selalu dibawa kemanapun kita pergi.
Nah, hal itu sama dengan transaksi, isi pulsa, bayar listrik, pesen tiket, dan lain sebagainya, awalnya juga kita ke loket-loket (sama kayak di wartel), sekarang sudah ada aplikasi yang mempermudah transaksi kita, sebagian sudah merasakan manfaatnya, sebagian lagi masih berfikir tidak butuh karna belum tau manfaatnya, padahal sebagian selain sudah merasakan kemudahannya, juga sudah merasakan keuntungan finansial, seperti saya. Alhamdulillah sudah banyak yang saya dapatkan.
Hidup kita tidak akan berubah jika kita tidak mau merubahnya, setiap jaman punya tantangan masing-masing, jika kita tidak siap berubah maka kita akan punah.
Sukses bisnisnya berkah hidupnya.
Info aktifasi aplikasi PayTren bisnis ustad yusuf mansur hubungi 👇👇
WA 0819-0503-8044