24/03/2023
*SARUNG DAN BANGSA INI
Kain sarung sebeanrnya tidak hanya populer di Indonesia, tetapi kain ini banyak digunakan di sejumlah negara, terutama di Asia Tenggara. Sarung juga merupakan bagian kehidupan di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Mesir, Singapura, dan Myanmar, meski dengan sebutan yang berbeda. Di Mesir misalnya, sarung bukan digunakan untuk salat, tapi untuk baju tidur. Masuknya sarung ke Indonesia merupakan hasil dari bisnis dan perdagangan.
Seiring berjalannya waktu, sarung kemudian digunakan sebagai identitas dari perjuangan melawan penjajahan. Penggunaan sarung ini sendiri sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya barat yang dibawa oleh para penjajah waktu itu.
Sarung pun berkembang di seluruh pelosok Indonesia dengan beragam motif dan warna di masing-masing daerah. Dalam zaman penjajahan Belanda, sarung identik dengan perjuangan melawan budaya barat yang dibawa kaum penjajah.
"Waktu itu, masyarakat santri merupakan golongan masyarakat yang paling konsisten menggunakan sarung. Sementara kaum nasionalis abangan justru hampir meninggalkan sarung dan menggantinya dengan celana formal yang dianggap lebih praktis dan moderen," jelas Al Zastrow yang pernah menjadi juru bicara Abdurrahman Wahid alias Gus Dur saat menjabat Presiden RI ke-4.