Rakyat Bersuara

Rakyat Bersuara Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Rakyat Bersuara, Jakarta.

Posko Komunitas Pelayanan Pengaduan Masyarakat Indonesia untuk keadilan dan kebenaran demi Indonesia lebih baik 🇮🇩
jangan diam membisu melihat ketidakadilan sosial, setidaknya bantu sebarkan pesan kebaikan untuk sesama rakyat Indonesia dimanapun berada

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran seb...
01/09/2026

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran sebelumnya mencapai 77,6 persen. Kini, angka tersebut berhasil ditekan menjadi kurang dari 5 persen melalui pemanfaatan teknologi digital dan integrasi data pemerintah.

"Ketika kami melakukan uji coba di Banyuwangi, kami memahami bansos atau transfer tunai yang tidak tepat sasaran sekitar 77,6 persen," kata Luhut dalam Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2026 di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Menurut Luhut, tingginya angka ketidaktepatan sasaran menunjukkan masih adanya persoalan dalam penyaluran bantuan kepada masyarakat yang berhak. Pemerintah kemudian mengembangkan sistem digital untuk meningkatkan akurasi data penerima.

"Anda bisa membayangkan betapa besarnya angka ketidaktepatan sasaran tersebut. Namun hari ini, kita telah menyelesaikannya sehingga angka kesalahan tersebut bisa ditekan hingga di bawah 5 persen," ujar Luhut.

Pemerintah menargetkan tingkat ketepatan penyaluran bansos dapat mencapai lebih dari 90 persen pada akhir 2026. Target tersebut didukung integrasi berbagai data pemerintah untuk memetakan kondisi masyarakat secara lebih akurat.

Calon penerima cukup memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan melakukan pemindaian wajah menggunakan teknologi pengenalan wajah. Data biometrik kemudian dicocokkan dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk proses verifikasi.

Calon penerima juga memasukkan nomor meteran listrik untuk mengetahui rata-rata penggunaan listrik selama enam bulan terakhir. Sistem selanjutnya memeriksa data melalui sejumlah basis data pemerintah untuk menentukan kelayakan penerima.

"Jadi proses pendaftaran selesai dengan cepat dan mendapatkan umpan balik langsung apakah beliau layak atau tidak," ucap Luhut.

Sistem tersebut telah diuji coba di 256 kabupaten/kota di Indonesia. Hingga pekan lalu, penerapannya mencakup sekitar 16 juta orang dan didukung 400.000 agen untuk melakukan pemantauan.

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) menjadi bagian dari digitalisasi sistem pemerintahan tersebut. Teknologi ini dinilai dapat mengurangi interaksi langsun

Aku desil 9 itu artinya aku sangat mapan,, Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻Kalian desil berapa 🤔🤭
01/09/2026

Aku desil 9 itu artinya aku sangat mapan,, Alhamdulillah 🤲🏻🤲🏻
Kalian desil berapa 🤔🤭

Sudah 4 Hari, Kematian Pedagang Cermin Saat Demo 27 Agustus Terkesan DitutupiJAKARTA — Sudah empat hari berlalu sejak ke...
01/09/2026

Sudah 4 Hari, Kematian Pedagang Cermin Saat Demo 27 Agustus Terkesan Ditutupi

JAKARTA — Sudah empat hari berlalu sejak kericuhan dalam aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 yang berujung pada meninggalnya Bambang Setiyawan, seorang pedagang cermin. Namun hingga Senin (31/8/2026), kasus kematian Bambang belum menemukan titik terang. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi terhadap Bambang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Bambang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di tengah kericuhan kawasan Pejompongan. Polisi kemudian mengevakuasinya ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Polda Metro Jaya menyebut Bambang diduga menjadi korban pengeroyokan dan hingga kini penyidik masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap penyebab serta pihak yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Persoalan lain muncul terkait pemeriksaan medis terhadap jenazah. Polisi disebut telah membawa jenazah Bambang ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi dan visum, tetapi keluarga tidak mengizinkan dilakukan autopsi. Kondisi ini membuat penyebab pasti kematian Bambang belum dapat dipastikan secara medis.

Di sisi lain, sejumlah pihak mendesak aparat tidak berhenti pada penyelidikan awal. Rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi juga menjadi bagian penting untuk mengungkap rangkaian kejadian, terlebih terdapat laporan mengenai CCTV yang rusak atau dirusak saat kericuhan. Bukti visual, keterangan saksi dan barang bukti lain dinilai penting untuk menjawab siapa yang terakhir berinteraksi dengan Bambang dan bagaimana korban mengalami luka hingga meninggal.

Empat hari setelah kejadian, belum adanya tersangka dalam kasus kematian Bambang membuat kasus ini terkesan belum dibuka secara terang kepada publik. Namun, anggapan adanya upaya menutup-nutupi masih sebatas persepsi dan belum terbukti sebagai fakta. Karena itu, masyarakat menunggu transparansi kepolisian: siapa yang menyebabkan Bambang tewas, bagaimana kronologinya, serta apakah ada pihak yang harus mempertanggungjawabkan kematian pedagang cermin tersebut.

Dari Pansel KPK Jokowi hingga Gubernur BI Prabowo, Ini Jejak Destry DamayantiJAKARTA — Nama Destry Damayanti kembali men...
29/08/2026

Dari Pansel KPK Jokowi hingga Gubernur BI Prabowo, Ini Jejak Destry Damayanti

JAKARTA — Nama Destry Damayanti kembali menjadi sorotan setelah kariernya mencapai posisi puncak di Bank Indonesia. Namun, perjalanan Destry di lingkaran kebijakan negara ternyata sudah berlangsung sejak era Presiden Joko Widodo.

Jejak itu bermula pada 2015, ketika Jokowi menunjuk Destry sebagai Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK. Saat itu, Destry dikenal sebagai ekonom dan profesional di sektor keuangan.

Penunjukan tersebut sempat menuai kritik. Latar belakang Destry yang bukan dari bidang hukum dipertanyakan sejumlah pihak. Selain itu, muncul p**a sorotan mengenai potensi konflik kepentingan karena Destry memiliki hubungan profesional dengan lingkungan Kementerian BUMN.

Meski demikian, pemerintah tetap mempertahankan pilihan tersebut. Destry kemudian menjalankan tugas memimpin proses seleksi calon pimpinan KPK.

Tidak lama berselang, kariernya kembali bergerak ke posisi strategis. Pada 2015, Destry masuk jajaran Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Empat tahun kemudian, kepercayaan dari pemerintahan Jokowi berlanjut.

Pada 2019, Jokowi mengusulkan Destry sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Ia kemudian resmi menduduki jabatan tersebut pada Agustus 2019 untuk periode 2019–2024.

Bukan berhenti di sana, pada 2024, Jokowi kembali mengusulkan Destry untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI untuk periode berikutnya.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Destry memang beberapa kali mendapatkan kepercayaan untuk menduduki posisi strategis negara selama era Jokowi.

Destry sendiri pernah membantah anggapan dirinya sebagai titipan Jokowi maupun pihak tertentu.

Kini, perjalanan itu berlanjut di era Presiden Prabowo Subianto. Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari posisi Gubernur BI, Prabowo mengusulkan Destry sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia.

DPR kemudian menyetujui Destry untuk memimpin BI periode 2026–2031.

Dengan demikian, satu hal sulit dibantah: Destry bukan nama baru yang tiba-tiba muncul di era Prabowo.

Dari Ketua Pansel KPK pada 2015, masuk LPS, kemudian menjadi Deputi Gubernur Senior BI, hingga akhirnya dipercaya menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia, perjalanan Destry melewati dua pemerintahan.

Pertanyaan yang kini lebih relevan bukan sekadar siapa yang pernah mengangkat Destry.

Melainkan: mampukah Destry menjaga independensi Bank Indonesia sekaligus mempertahankan kepercayaan pemerintah dan pasar?

Sebab, di kursi Gubernur BI, ukuran keberhasilannya bukan lagi kedekatan dengan penguasa, melainkan bagaimana ia menjaga stabilitas rupiah, inflasi, sistem keuangan, dan kredibilitas independensi bank sentral.

Ibarat mobil sudah dibibir jurang masih bilang mandat SIM saya masih lama masa berlakunya.. maksud looohhhDi tengah rama...
28/08/2026

Ibarat mobil sudah dibibir jurang masih bilang mandat SIM saya masih lama masa berlakunya.. maksud looohhh

Di tengah ramainya demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI, Kamis (27/8/2026), sebuah pesan politik berbeda muncul di JPO kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Spanduk yang mengatasnamakan Aliansi Kehendak Rakyat (AKHERA) terbentang dengan pesan dukungan agar Presiden Prabowo Subianto menuntaskan masa kepemimpinannya selama lima tahun.

“Mandat rakyat Prabowo Subianto Presiden RI 5 tahun, bukan 2 tahun,” demikian salah satu pesan yang terpampang. Spanduk itu juga memuat kalimat, “Mau jadi Presiden RI? Ikut Pemilu 2029,” yang menekankan bahwa pergantian kepemimpinan nasional semestinya ditempuh melalui kontestasi pemilu berikutnya.

Kemunculan spanduk di JPO dekat Jakarta Convention Center (JCC) tersebut berlangsung ketika pengamanan kawasan parlemen diperketat. Pada saat bersamaan, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) juga menggelar demonstrasi dengan membawa tuntutan berbeda, terutama mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan mendorong hukuman mati bagi koruptor.

Pesan AKHERA akhirnya menjadi salah satu warna politik di tengah padatnya aksi 27 Agustus. Jika massa AMPB berfokus pada agenda pemberantasan korupsi, spanduk tersebut secara khusus menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan pemerintahan Prabowo hingga masa jabatan lima tahunnya selesai serta mengarahkan perebutan kursi presiden berikutnya melalui Pemilu 2029.

Di tengah berlangsungnya aksi massa di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, beredar rekaman warga yang memperlihatkan mo...
28/08/2026

Di tengah berlangsungnya aksi massa di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, beredar rekaman warga yang memperlihatkan momen menarik di Polsek Pluit sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam video tersebut, sejumlah orang berpakaian serba hitam yang diduga merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) terlihat sedang mengantre untuk menerima bingkisan dari pihak kepolisian.

Beberapa personel polisi juga tampak berinteraksi akrab dengan orang-orang yang berada dalam antrean. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti tujuan maupun isi bingkisan berwarna biru muda yang dibagikan tersebut.

Akhirnya bisa bernapas lega tapi ini bukan dr Konoha
28/08/2026

Akhirnya bisa bernapas lega tapi ini bukan dr Konoha

Cuma mau ambil proyek dan bisa cair 1 sekian TRILIUN RUPIAH. Sudah selesai dilatih, tapi belum ada kejelasan tempat dina...
28/08/2026

Cuma mau ambil proyek dan bisa cair 1 sekian TRILIUN RUPIAH.
Sudah selesai dilatih, tapi belum ada kejelasan tempat dinas.

Address

Jakarta

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rakyat Bersuara posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share