24/06/2020
Hukum Nomer 20
Pertumbuhan yang Eksplosif
Untuk Menambah Pertumbuhan, Pimpin Pengikut—Untuk Melipatgandakan Pertumbuhan, Pimpin Pemimpin.
Untuk menambah pertumbuhan, pimpin pengikut, namun untuk melipatgandakan pertumbuhan, anda harus memimpin pemimpin. Ada perbedaan matematika pengikut dan matematika pemimpin. Begini. Matematikanya pengikut adalah penjumlahan, sedangkan matematuikanya pemimpin adalah perkalian; dan anda dan saya dalam Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif harus masuk ke dalam aliran perkalian. Masalahnya, 90 % pemimpin itu mengumpulkan pengikut, bukannya pemimpin. Ada tiga alasan mengapa demikian. Pertama, susah menemukan pemimpin. Nomor dua, s**ar mengumpulkan pemimpin, dan nomor tiga, susah mempertahankan pemimpin. Itu fakta!
Karena ketiga alasan itulah kita lebih cenderung memimpin pengikut daripada pemimpin. Dalam pelajaran ini, ini sebuah latihan yang penting, saya akan menjelaskan beda antara memimpin pemimpin dan memimpin pengikut. Saya akan memberikan latar belakangnya. Sepanjang yang saya tahu, ada pemimpin—dalam beberapa organisasi, dalam bisnis, di perusahaan, dan di gereja—yang memiliki pemimpin. Ada pemimpin yang, um membesarkan pemimpin. Anda juga bisa mengamati organisasi-organisasi lain, dimana pemimpinnya adalah pemimpin-pemimpin yang bagus, namun mereka ini tidak memiliki pemimpin. Pertanyaannya, “Mengapa ada pemimpin yang memiliki pemimpin dan ada pemimpin yang tidak mempunyai pemimpin?” Lewat proses mempelajari orang, Saya mengambil sebuah kesimp**an bahwa ada perbedaan-perbedaan yang mencolok. Saya memperhatikan dan mempelajarinya, saya menulis pikiran dan pendapat saya di dalam buku catatan saya. Ada beberapa perbedaan yang mencolok andata pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin. Pengetahuan ini akan sangat membantu dan sangat praktis untuk anda. Jadi ijinkan saya memberikannya kepada anda semua. Sebagian sudah pernah kita singgung, sebagian lagi segera saya berikan sekarang juga.
Nomor satu adalah hasrat. Hasrat seorang pemimpin yang mengembangkan pemimpin berbeda dari hasrat seorang pemimpin yang mengembangkan pengikut. Saya ingin mengilustrasikannya. Begini. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berkeinginan untuk dibutuhkan. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin berkeinginan untuk sukses. Ada perbedaan yang besar diantara keduanya. Hasrat keduanya terpisah jauh bagaikan jarak dari Timur ke Barat.
Pemimpin yang mengembangkan pengikut merasa perlu dibutuhkan. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin menginginkan kesuksesan. Dengan kata lain, satu ingin agar orang lain membutuhkannya, yang satunya ingin agar orang lain mengikuti jejaknya (menjadi pemimpin juga). Satu ingin mempertahankan pekerjaannya dan membuat orang lain mengatakan, “Oh, kami membutuhkan anda, kami tidak bisa apa-apa tanpa anda.” Sedangkan yang satunya lagi ingin membekali orang lain untuk melakukan pekerjaannya, agar dia bisa meninggalkan pekerjaannya (dengan tenang). Sekarang saya ingin anda melakukan sesuatu di sesi ini karena hal ini akan sangat membantu. Sementara saya menjelaskan beda antara pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin, saya ingin anda memberi tanda centang pada pemimpin yang anda s**ai. Jangan kuatir, saya tidak akan memeriksa catatan anda. OK? Silakan dipikirkan. Berusahalah jujur. Saya tidak ingin menekan anda, namun lakukan yang terbaik. Dengan kata lain, di kubu mana anda berada? Apakah anda orang yang senang jika anda dibutuhkan? Omong-omong, saya potong sejenak. Tidak ada yang salah dengan pilihan ini. Saya hanya ingin agar anda menetap di tempat dimana anda berada. Apakah anda orang senang jika dibutuhkan atau orang yang senang diikuti jejaknya.
Misalnya, bolehkah saya memberi contoh ketika orang bertanya kepada saya waktu saya mengundurkan diri dari Skyline dan Margaret dan saya pergi. Mereka mengatakan, “Seberapa sulitnya menyesuaikan diri selepas meninggalkan gereja?” “Ya, Biasa saja. Anda meninggalkan orang-orang yang anda cintai; anda meninggalkan orang yang telah bersama anda selama 14 tahun, tetapi jika anda benar-benar ingin tahu yang sejujurnya, penyesuaian ini tidaklah sangat berat.” Tidak. Anda akan mengatakan, “Oh, John, tega-teganya anda...” Tidak, saya bukan tega. Saya sangat mengasihi mereka. Saya tertawa bersama mereka, saya menangis bersama mereka, saya bekerja bersama mereka, namun demikian anda harus memahami saya dan hidup saya. Pertama, hidup saya bukanlah gereja saya. Tolong direnungkan. Saya punya kehidupan, dan identitas saya bukanlah gereja saya, dan pemenuhan ego saya bukanlah gereja saya. Teman baik saya adalah isteri saya, Margaret. Kami bersahabat. Kami harus menjadi kekasih dalam beberapa hal lainnya—anda mempunyai bisnis, ‘kan? Namun yang mendasari semuanya adalah bahwa dia adalah sahabat saya. Oleh karena itu kami tidak pernah membenamkan diri ke dalam gereja dan mengatakan, “Oh, inilah segalanya.” Tidak. Tidak. Gereja memang sesuatu yang sangat istimewa, namun bukan segalanya. Bahkan akan ada suatu hari dimana saya tidak memiliki grup INJOY. Grup INJOY bukanlah segalanya. Saya mencintai INJOY, namun organisasi ini bukanlah segalanya. Akan ada hari dimana Margaret dan saya akan duduk di kursi goyang di beranda rumah, menanti kematian. Dan dia akan melihat ke arah saya dan mengatakan, ”Siapa namamu? Rasa-rasanya saya kenal kamu.” Ketika semuanya sudah berlalu, satu-satunya hal yang masih diperhitungkan dalam hidup ini adalah, ketika kehidupan telah lewat dan dia memandang saya dan berkata, ”John, kamu suami yang luar biasa.” Dan saya akan menatap dia dan bilang, ”Keputusan terbaik yang pernah saya ambil adalah menikah denganmu.” Dan anak-anak saya akan melihat kepada saya dan mengatakan, ”Pa, papa telah memberi kami semua manfaart hidup dan mengajarkan kami mencintai Tuhan. Kami mencoba memegang teguh semua yang papa wariskan.” Jika anda memikirkan hal ini, hidup sebenarnya tidak terlalu s**ar. Istri saya tidak pernah membiarkan (umat) gereja menjadikannya perempuan nomor satu di gereja. Dia bukan perempuan nomor satu di gereja. Dia perempuan nomor satu untuk saya. Dia memang harus menjadi seorang ibu di gereja, tetapi bukan perempuan nomor satyu, bukan ibu gereja. Kam i tidak punya singgasana, tidak punya tongkat kerajaan, dan kami tidak punya mahkota. Saya tidak pernah membiarkan gereja menempatkan saya sebagai raja dan sekarang setelah saya lengser mereka bilang, “Yang mulia, apa kabar?” Nama saya John. Saya tidak pernah mengganggap diri serius. Saya cinta gereja, tetapi saya bisa mengucapkan selamat tinggal dan tidak menoleh sekalipun. Sepanjang waktu saya disana, saya bekerja keras untuk membekali gereja, sehingga saya bisa melepaskan diri dari pekerjaan itu. Saya masih melakukan hal seperti itu sampai hari ini sambil membangun dan mengembangkan grup INJOY. Begitu saya mendapat pemimpin yang bagus, saya melatihnya, saya menyerahkan tugas kepada mereka, dan saya berhenti mengerjakan pekerjaan itu. Saya senang memberi orang lain tanggungjawab. Saya s**a bermain golf lebih sering...dalam nama Yesus.
Jika anda mempunyai keinginan yang kuat untuk dibutuhkan, anda tidak akan pernah menumbuhkan pemimpin. Anda bilang, Oh, tugas saya berat, bisakah anda memberi saya jawaban? Bagaimana menurut anda? Tolonglah bacakan doa ini untuk saya. Jika anda memiliki kebutuhan yang kuat, anda tidak akan pernah menumbuhkan pemimpin karena anda ingin agar setiap orang bergantung kepada anda. Saya mencintai anak-anak saya, tetapi saya tidak ingin anak-anak bergantung kepada saya. Putera saya, Joel, sekarang di kelas dua SMU. Puteri saya, Elizabeth, sudah di kelas tujuh, dan dia s**a sekali sekolah. Saya cinta anak-anak saya, keduanya anak-anak yang hebat. Saya senang mereka sangat dewasa. Saya ingin mereka tetap tumbuh. Saya ingin mereka menikmati hidup mereka. Saya ingin mereka mempunyai kehidupan sendiri dan saya senang berada di rumah yang kosong. Saya sedih, saya melihat mereka dan seharusnya saya merasa bersalah, namun Margaret dan saya senang hidup berdua saja. Sekarang saya bisa mengejarnya di kamar mana saja saya mau. Menyenangkan sekali!
Saya harus ke nomor dua sebelum terlanjur keterusan. Mungkin memang saya keterusan. Perbedaan tidak hanya dalam hasrat, melainkan juga dalam fokus. Akan saya terangkan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berfokus pada kelemahan orang. Ini fakta. Anda akan menyepelekannya. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berfokus pada kelemahan orang, sementara pemimpin yang mengembangkan pemimpin akan berfokus pada kekuatan orang. Saya ingin menyatukan anda semua karena kita semua sudah lama bersama-sama sehingga anda tahu nama saya John, dan saya teman anda, OK (seorang peserta mengatakan, “tidak” dan ketawa panjang menggema) Saya menganggapnya itu sebuah respons yang pantas. Sangat menyenangkan. Saya s**a. Omong-omong, para pastur—saya berhenti dulu—jika ada sesuatu yang lucu seperti ini terjadi ditengah khotbah anda, hentikan dulu khotbah anda dan nikmati saja. Tertawalah bersama orang-orang anda. Sesungguhnya itu merupakan pencerahan pagi. Saya belajar hukum ini seiring dengan berjalannya waktu—jangan melawan, ikuti arusnya. Sepuluh tahun kemudian, kalau mereka mengingat misa gereja anda, mereka akan mengingat hal-hal seperti ini, bukan apa yang anda katakan.
Jika saya berbicara perbedaan di dalam fokus, pemimpin yang mengembangkan pengikut memusatkan perhatiannya pada—saya ingin anda mengerti ini—taruh kata “konseling” di samping pernyataan itu.” Anda tidak akan menyukainya, namun kami akan melakukannya. Selain itu pemimpin yang mengembangkan pemimpin memusatkan perhatiannya pada kekuatan orang. Taruh kata “pembekal”. Saya baru saya memberitahu anda bahwa sebagian besar konselor tidak mengembangkan pemimpin, karena sebagian besar konselor jusru selalu berhadapan dengn kelemahan. . Sementara jika anda membekali orang, apa yang anda lakukan? Anda akan membekali mereka sesuai dengan kekuatan masing-masing.
Saya tidak akan memberi anda pilihan ini atau itu, karena hal itu terlalu dogmatis, dan saya juga pasti tidak akan mengakhiri konseling, karena saya pikir konseling itu membantu. Konseling membantu saya dimasa lalu, membantu Margaret dan saya di dalam kehidupan perkawinan kami, juga membantu anak-anak kami. Jadi saya bukannya anti-konseling. Yang ingin saya katakan adalah bahwa jika anda pastur yang bertipe konselor, anda hampir selalu berurusan dengan kelemahan orang-orang anda. Jika anda tipe pastur yang membekali, anda hampir selalu berurusan dengan kekuatan orang-orang anda. Satu mengembangkan pengikut, lainnya mengembangkan pemimpin. Sebenarnya jurusan minor saya adalah konseling. Pada beberapa tahun pertama di organisasi gereja, saya banyak melakukan konseling sampai saya merasa bahwa hal tersebut tidak terlalu berguna untuk saya. Saya bukan konselor yang baik. Saya bahkan mengatakan kepada kongregasi saya, jika saya butuh pertolongan, saya tidak akan datang kepada diri saya buat berkonsultasi. Hari dimana saya beralih dari pastur yang memberikan konseling ke pastur yang memberikan bekal merupakan hari dimana saya beralih dari pastur yang mempunyai pengikut menjadi pastur yang memiliki pemimpin. Jika anda menghabiskan banyak sekali waktu untuk konseling, bekerja dengan kelemahan, saran saya, cari konselor yang bagus, cari psikolog yang bagus, cari pekerja sosial yang baik, dan cari juga psikiater yang bagus di antara komunitas gereja anda, orang-orang Kristen yang bisa membantu dan melakukan semua itu.
Saya memandang orang-orang dan saya tahu ada pastur-pastur yang mengatakan, “Orang-orang saya hanya menginginkan saya.” Ini terjadi karena anda mau agar mereka menginginkan anda. Saya tahu masalah anda. Jangan datang kepada saya dengan masalah seperti itu karena untuk lepas dari beban konseling, anda cukup mengatakan kepada mereka bahwa anda tidak begitu bagus. Duduk bersama mereka dan katakan, “Saya cuma ingin mengatakan kepada anda bahwa sayapun tidak akan mengikuti nasehat saya sendiri.” Dan pada saat anda menertawakan diri anda sendiri, mereka tidak akan pernah muncul lagi atau mereka akan menertawakan anda. Jadi anda bisa melihat bahwa jika kita menarik orang kepada diri kita, hal itu dikarenakan adanya kebutuhan yang besar di dalam diri kita. OK?
Perbedaan yang ketiga terletak di bidang prioritas. Pemimpin yang meng mengembangkan pengikut akan mencurahkan perhatiannya kepada 20% yang berdiam di dasar piramida. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin akan memberikan perhatiannya pada 20% yang menduduki bagian atas piramida. Masuk akal? Ingat prinsip Pareto? Jika anda memberikan 80% kerja/usaha anda untuk 20% yang berada di posisi atas, maka anda akan memperoleh keuntungan sebanyak 80%, namun jika anda memberikan 80% usaha atau kerja anda untuk 20% yang berada di posisi bawah, maka kembalinya juga hanya 20%.
Nomor empat, kemampuan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut adalah pemimpin yang baik, tetapi pemimpin yang mengembangkan pemimpin adalah pemimpin yang hebat. Salah satu alasan mengapa banyak pemimpin tidak mengembangkan pemimpin adalah karena untuk mengembangkan pemimpin diperlukan pemimpin dengan kualitas yang lebih tinggi. Ijinkan saya untuk kembali menyodorkan sebuah ilustrasi yang pernah saya gunakan dan ini berhasil baik di dalam semua hukum. Hampir dalam semua hukum ilustrasi ini bisa digunakan. Meski demikian, saya akan memberikannya dalam kesempatan ini. Jika pada skala 1 sampai 10, nilai saya sebagai pemimpin 9 atau 10, atau dengan kata lain saya pemimpin yang sangat baik, dan jika saya siap di posisi puncak sebagai pemimpin, maka apa yang terjadi? Jika saya bernilai 10 maka akan banyak pemimpin bernilai 10 atau 9 lainnya yang akan berada di sekeliling saya. Benar, bukan? Karena itu saya mengembangkan pemimpin. Jika sebagai pemimpin nilai saya cuma 6, maka saya sebenarnya telah memotong semua yang terbaik, karena yang memiliki nilai 8, 9, dan 10 tidak akan mau mengikuti saya. Jadi jika saya pemimpin dengan nilai enam, maka yang saya punyai adalah segerombol orang dengan nilai 5 atau 4. Dan karena itu saya tidak akan bisa mengembangkan pemimpin karena saya tidak bekerja dengan orang-orang yang memiliki kualitas atau karakteristik, atau bakat dan kemampuan untuk menjadi pemimpin. Masuk akal ‘kan?
Sekarang perhatikan ini. Seorang dengan nilai 10, jika anda bernilai 10 yang merupakan nilai tertinggi bagi seorang pemimpin, maka anda akan mempekerjakan orang-orang dengan nilai 10 juga karena anda akan merasa nyaman dikitari orang dengan nilai 10. Anda bernilai 10, anda menginginkan orang bernilai 10 juga. Anda 10, anda akan mempekerjakan orang yang bernilai 10 juga. Kalau anda 8, yang anda pekerjakan adalah mereka yang memiliki nilai 7. Perhatikan yang berikut ini. Jika nilai anda 6, anda akan mempekerjakan mereka yang bernilai 4, dan jika nilai anda 4, anda akan memakai orang-orang yang nilainya cuma 1. Makin rendah nilai anda, makin lebar kesenjangan yang anda inginkan antara diri anda dengan orang lainnya. Seandainya saya ada waktu mengajarkan hal ini kepada anda sekalian karena percayalah, saya akan memberikan anda beberapa kebijaksanaan seorang pemimpin, kebijaksanaan yang luar biasa. Jika saatnya telah tiba untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin di sekitar anda, maka makin tinggi kemampuan anda, makin bagus pemimpin yang akan anda kembangkan Dan sekali lagi, ini merupakan tantangan sebab anda bisa belajar bagaimana memimpin. Jika nilai kepemimpinan anda 6 atau 7sekarang, berusahalah naik ket tingkat berikutnya.
Setiap kali anda naik satu jenjang, anda meningkatkan kapasitas anda—oh, seandainya saya punya waktu untuk yang satu ini. Coba perhatikan yang ini—setiap kali anda naik jenjang satu tingkat, anda meningkatkan kapasitas sebanyak 10%. Masuk akal? Jika nilai kepemimpinan saya naik dari 5 menjadi 6, maka itu berarti saya telah meningkatkan kapasitas saya 10 %, Jika nilai saya 6 dan naik ke 7, maka kapasitas saya bertambah 10 %. Namun hal itu tidak selamanya benar. Anda tidak meningkatkan kapasitas anda 10 % karena setiap kali anda naik ke angka yang lebih tinggi, anda mendapatkan orang-orang yang lebih baik dan ini tidak berarti 10 % karena kenaikan pada setiap nomor jenjang itu tidak sama. Jika anda naik dari 8 menjadi 9, walaupun angkanya 10 %, anda bisa meningkatkan kapasitas sebesar 20 %! Hal ini disebabkan karena anda sendiri telah menjadi orang yang berkualitas lebih baik—oh, andai saja saya punya waktu untuk mengajarkannya.
Nomor lima. Ada perbedaan dalam sikap. Pemimpin yang mengembangkan pengikut mengangkat dirinya sendiri, pemimpin yang mengembangkan pemimpin mengangkat orang lain. Bedanya sangat besar. Jika anda ingin pengikut, anda ingin terkesan baik. Jika anda mengangkat pemimpin, anda ingin mereka terkesan baik. Kembali lagi ke ucapan Mark Twain—Pemimpin hebat sebuah organisasi tidak akan peduli siapa yang mendapat pujian.
Nomor enam. Pemimpin yang mengembangkan pengikut menghabiskan waktu bersama orang lain. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin menginvestasikan waktu bersama orang lain. Sangat berbeda.
Nomor tujuh. Harapan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut meminta komitmen sedikit saja. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin meminta banyak komitmen. Bedanya banyak sekali.
Nomor delapan. Kepemimpinan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut memimpin semua orang secara seragam. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin memimpin setiap orang secara berbeda. Wow! Dengan kata lain, pemimpin yang mengembangkan pemimpin tidak memimpin setiap orang dengan cara yang sama. Dan omong-omong mencoba untuk bersikap adil. Hal-hal yang berbau adil ini membunuh kita. Mengapa anda—“Saya harus membagi waktu saya secara merata untuk orang-orang yang ada di dalam organisasi saya.” Mengapa anda mau melakukan hal sebodoh itu? Ketika Tuhan memberi pelajaran kepada kota kecil itu, Dia memberi kepada seseorang lima, seorang lain diberi dua, ada yang diberi satu. Dia tidak memberi jumlah yang sama kepada setiap orang. Mungkin anda bilang, “Saya tidak s**a hal seperti itu.” Saya tidak peduli anda s**a atau tidak. Bicaralah kepada Tuhan. Kemampuan orang-orang itu tidak sama—dan omong-omong, bukan cuma kemampuannya yang tidak sama, tanggungjawabnya juga tidak sama. Jadi memang benar, mereka yang kemampuannya lebih harus diberi tanggungjawab yang lebih p**a.
Inilah kebenaran yang jelas sekali. Berhentilah mencoba untuk—orang-orang gereja terkadang berbicara dengan pastur dan berkata, Pastur, anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka daripada dengan kami.” Dan sering sekali saya menjawab, “Tentu saja. Kalian ini bawel dan berisik sekali. Untuk apa saya menghabiskan waktu bersama kalian? Pasangan hidup kalian pun tidak s**a menghabiskan banyak waktu dengan kalian.” Apa yang harus anda lakukan? Gaji orang untuk melakukannya? Sekedar pemikiran. Silakan renungkan.
Kita harus mengerti, anda tidak diharapkan untuk memperlakukan setiap orang secara sama. Maksud saya jika Bulls sedang bertanding melawan Utah, dan sisa waktunya tinggal lima detik, dan katakanlah Utah sedang memimpin pertandingan yang menentukan dalam kejuaraan bolabasket.dunia, dan Phil Jackson tahun lalu berdiri dan minta “time-out”, lalu dia membawa timnya mengelilingi dia. Mereka mendapat bola di posisi setengah lapangan, waktunya tinggal lima detik dan satu tembakan. Dia mengeluarkan clipboardnya, menggambar aksinya, dan merancang rencana yang akan menentukan juara dunia, dan sementara dia melakukannya, 20,000 orang berdiri di atas kaki mereka di United Center, bertepuk tangan dan bersorak sorai. Omong-omong, ketika Phil Jackson sedang memetakan permainan terakhir itu, semua orang di seluruh arena tahu apa yang dikatakannya karena ketika dia menandai personil tim dengan x dan o, dia mengatakan akan memberikan bola kepada Michael. Ini tes IQ. Bisakah anda melihatnya? Dia selesai dengan menandai x dan o, siapa mengawal siapa, tempat masing-masing sudah jelas, dia akan melakukan “double pick up” disana dan Michael akan menyelip, dan seorang penjaga akan melemparkan bola melewati Michael dan Michael akan melompat kira-kira enam meter dari keranjang, melompat sambil menembakkan bolanya. Dia sudah siap dan mereka sudah siap masuk lapangan kembali. Phil meminta permainan dilanjutkan. Dia menginginkan agar Michael yang melakukan tembakan terakhir. Jika kejuaraan dunia berada di tangan seseorang, anda akan menginginkan itu berada di tangan Michael. Dan mereka siap masuk ke lapangan lagi, namun apa yang terjadi sesaat sebelum mereka masuk ke lapangan? “Maaf, Coach (pelatih), Bolehkah saya mengatakan sesuatu?” “Yeah, mau apa? Cepat! Kita harus...kamu mau apa?” “Coach, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya, tetapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya.” “Coach...saya pikir ini keliru, tetapi OK. Coach...saya pikir ini sebenarnya giliran saya yang menembakkan bola.” “Apa?” “Coach, Michael sudah menembakkan bola tujuhbelas kali dan saya baru empat kali. Demi keadilan, harusnya sayalah yang diberi kesempatan untuk menembak.”
Apakah anda melihat Coach Jackson? Apakah anda melihatnya menatap orang bawel ini? Apakah anda melihat dia bilang, “Maaf. Tolong maafkan ketidaksensitifan saya terhadapmu. Tentu saja ini giliranmu. Michael, berikan bola kepadanya..” Anda bergurau?
Kenyataannya, Phil Jackson memandang orang berisik ini dan berteriak, “Diam! Duduk!, tidak cuma Duduk—pergi sana ke lokermu! Kamu dipecat. Kamu bukan lagi anggota tim. Jangan kembali!”Mengapa Phil Jackson begitu? Akan saya terangkan mengapa—karena pelatih ini, sang pemimpin menyadari bahwa orang ini egois, menempatkan kepentingannya diatas kepentingan tim. Jika si tua Phil Jackson mengatakan, “Nak, tembaklah.” Dan tenyata dia gagal, maka pada hari berikutnya, halaman olahraga koran Chicago Tribune akan tercetak, “Phil Jackson, pelatih tolol!” Miachael ada di dalam tim, namun dia tidak memberikan kesempatan itu kepada Michael. Semua orang mengatakan itu hal yang paling bodoh!” Bolehkan saya mengajukan sebuah pertanyaan? Kalau 20,000 penggemar di lapangan United Center bisa menilai bahwa si pelatih bodoh, mengapa orang-orang di gereja tidak bisa memberi penilaian kepada pemimpin mereka? Silakan dipikirkan.
Anda tidak diharapkan untuk adil. Sebagai pemimpin anda tidak memperlakukan setiap orang—tidak, tidak. Anda memperlakukan mereka dengan kasih, anda akan memperlakukan mereka dengan rasa hormat, tetapi anda tidak akan menghabiskan waktu yang sama jumlahnya dengan setiap orang. Anda tidak akan memberikan sumber yang sama jumlahnya kepada setiap dari mereka. Tidak. Anda harus bekerja kembali dengan pemimpin-pemimpin yang anda kembangkan.
Satu hal lagi, nomor sembilan. Beda antara pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin terletak pada pengaruhnya. Pemimpin yang mengembangkan pengikut mempengaruhi generasi sekarang. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin mempengaruhi generasi berikut, dan itulah yang sedang coba kita lakukan.—mempengaruhi generasi berikut. Dalam pertanyaan, saya ingin mendorong anda. Saya tidak akan membaca keduanya, tetapi untuk pertanyaan kedua, anda harus benar-benar bekerja keras. Saya ingin anda mempelajari kembali sembilan perbedaan antara pemimpin yang mengembangkan pemimpin dan pemimpin yang mengembangkan pengikut. Saya ingin saudara bertanya pada diri sendiri, di sisi mana saya berada? Mungkin anda menemukan bahwa enam kali anda berada di satu sisi dan tiga kali di sisi lainnya—saya tidak tahu. Yang penting anda tahu dimana letak kekuatan anda dan dimana letak kelemahan anda, dan jika anda ingin mengembangkan pemimpin, jelas anda harus berada di tempat pemimpin yang mengembangkan pemimpin. Saya memiliki sumber-sumber untuk anda disana.
Footprint Consulting
Make a better Life
Better company
Better in You
To coaching every one to be better
https://t.me/Footprint_Life_Coach