Footprint Consulting

Footprint Consulting Build Business With Energy

Building Leadership In You Kump**an artikel-artikel kepemmimpinan & pengembangan diri.

Ajaran dari John C Maxwell, Mother Theresa, Mahatma Gandhi, dll

Perbedaan antara pemimpin dan bos sering kali terletak pada cara mereka memotivasi, berinteraksi, dan berperan dalam seb...
31/10/2024

Perbedaan antara pemimpin dan bos sering kali terletak pada cara mereka memotivasi, berinteraksi, dan berperan dalam sebuah tim. Berikut ini beberapa perbedaannya:

1. Cara Memotivasi:

Pemimpin: Memotivasi tim dengan memberi contoh, mendukung, dan menginspirasi. Pemimpin biasanya terlibat langsung dalam pekerjaan dan memberi dorongan dengan cara yang positif.

Bos: Lebih cenderung memberikan perintah dan ekspektasi tanpa terlibat langsung. Motivasi biasanya berbasis instruksi atau tuntutan, bukan inspirasi.

2. Interaksi dengan Tim:

Pemimpin: Berfokus pada hubungan kerja yang baik dan mendengarkan mas**an tim. Pemimpin menghargai ide, memperhatikan kebutuhan individu, dan membuat suasana yang mendukung.

Bos: Bisa lebih dominan dan jarang meminta atau menerima mas**an. Bos cenderung menjaga jarak, mengutamakan hierarki, dan fokus pada hasil ketimbang hubungan.

3. Tujuan dan Visi:

Pemimpin: Memiliki visi jangka panjang yang jelas dan melibatkan tim dalam mencapainya. Pemimpin sering kali berusaha mengembangkan orang-orang di dalam timnya untuk mencapai potensi terbaik.

Bos: Cenderung fokus pada pencapaian target jangka pendek dan hasil yang lebih langsung. Pengembangan individu sering kali bukan menjadi prioritas utama.

4. Pengambilan Keputusan:

Pemimpin: Melibatkan tim dalam proses pengambilan keputusan dan mempertimbangkan perspektif yang berbeda. Keputusan diambil dengan mengedepankan kolaborasi.

Bos: Sering kali membuat keputusan sendiri, tanpa melibatkan tim. Mereka biasanya menetapkan aturan dan mengharapkan tim mengikuti.

5. Cara Menghadapi Kesalahan:

Pemimpin: Melihat kesalahan sebagai kesempatan belajar bagi semua orang, termasuk dirinya sendiri, dan membantu tim untuk bangkit.

Bos: Cenderung lebih kritis terhadap kesalahan, mungkin memberi sanksi atau menyalahkan anggota tim, yang bisa mengurangi motivasi dan semangat.

Intinya, seorang pemimpin cenderung mengutamakan kolaborasi, perkembangan tim, dan ikatan emosional yang positif, sementara bos lebih fokus pada kontrol, hasil, dan kepatuhan terhadap aturan yang ditetapkan.

Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua PihakBanyak Pemimpin terjebak, mau menyenangkan semua pihak. Takut untuk tidak dis**a...
08/07/2020

Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Pihak

Banyak Pemimpin terjebak, mau menyenangkan semua pihak. Takut untuk tidak dis**ai, dan mencari Aman.

Diplomasi memang diperlukan, tetapi ketegasan Itu penting. Orang tidak akan mengikuti Anda Ketika setengah setengah akan suatu Hal.

Ambil sikap, Tahu ke mana yang dituju, Tahu masing masing anggota mu, dan Jangan pernah takut untuk mengarahkan ke hal yang dituju. Anda Pemimpin karena diikuti,. tidak Semua keinginan follower diikuti Begitu saja. Resiko tidak dis**ai, itu biasa. Perkembangan perusahaan di tangan mu, Jangan sampai keputusan yang diambil malah menghambat kemajuan perusahaan.

Footprint Consulting
Make a better Life
Better company
Better in You

To coaching every one to be better






https://t.me/Footprint_Life_Coach

Lead and inspire people. Don't try to manage and manip**ate people. Inventories can be managed but people must be lead. ...
07/07/2020

Lead and inspire people. Don't try to manage and manip**ate people. Inventories can be managed but people must be lead. - Ross Perot

Kepemimpinan itu seni, walau Ada rumus cukup baku untuk setiap kondisi dan kepribadian; dalam implementasinya, itu memerlukan waktu Dan pengalaman dari refleksi pembelajaran.

Leadership sebagai tehnik akan terjebak Kepada manip**asi. Yaitu bagaimana orang lain tergerak melakukan sesuatu untuk tujuan yang dibuat 'bagus'.

People adalah human dengan perasaan dan intuisi alami, yang bisa merasakan, apakah seorang Pemimpin ini benar benar tahu ke mana arah nya, benar benar bisa merasakan apakah Pemimpin ini Punya integritas dari perkataan perkataan bijak nya. Dalam Tahun ke tahun, Kata Kata baik yang terlontar Akan 'dievaluasi' pengikut nya, dan hal inilah yang menjadi taruhan, apakah pengikut Ini terus ikut dalam Tujuan yang sama dengan Pemimpin nya atau tidak.

Banyak terjadi, mereka merasa 'tertipu' karena merasa dimanfaatkan, karena merasa dimanip**asi.

Dalam satu titik, harus Ada jeda, di mana semuanya berpikir dan merenung, kemana Akan dibawa, bagaimana cara melangkah. Sudah tuluskah aku sebagai Pemimpin? Apakah aku sebagai Pemimpin, benar benar memperhatikan pengikut nya, sehingga kepedulian ini dirasakan.

Pemimpin yang bervisioner mempunyai visi, ke mana kelompok nya akan menuju, mempunyai konsep dan strategi, di mana pengikut nya, tahu harus melangkah ke mana dan seperti apa.

Orang orang, tidak bisa seperti disuruh ikut saja, tanpa Tujuan yang jelas, Hanya sekedar loyalitas. Semuanya harus mempunyai kesadaran yang sama, untuk mencapai tujuan yang lebih besar, dan Pemimpin lah yang Sudah Tahu, ganbaran jelas nya di 'mimpinya' Itu. Bagaimana pendapat Anda?

Footprint Consulting
Make a better Life
Better company
Better in You

To coaching every one to be better






https://t.me/Footprint_Life_Coach

Hukum Nomer 21WarisanNilai Ketahanan Seorang Pemimpin Diukur Dari SuksesiHukum ke-21. Wow. Berapa di antara anda yang be...
25/06/2020

Hukum Nomer 21
Warisan
Nilai Ketahanan Seorang Pemimpin Diukur Dari Suksesi

Hukum ke-21. Wow. Berapa di antara anda yang berpikir Yesus akan datang sebelum saya mulai membahasnya? Tidakkah menjengkelkan jika tepat saat kita mau mempelajari hukum-hukum ini dan Dia datang? Hukum Kepemimpinan ke-21, Hukum Warisan. Nilai ketahanan seorang pemimpin diukur dari suksesi. Max Dupree, yang—saya menyarankan anda untuk membaca apa saja yag ditulis Max Dupree mengenai kepemimpinan. Ia penulis bidang kepemimpinan yang hebat. Ia menulis buku Leadership as an Art, yng merupakan buku yang sangat bagus. Pokoknya, kalau itu karangan Max Dupree, dijamin bagus.

Max Dupree mengatakan bahwa suksesi adalah salah satu tanggung jawab utama di dalam kepemimpinan. Saya akan bercerita, mengajar, dan bercerita lagi. Seperti anda tahu, saya berbicara untuk Promise-Keepers Orang-orang Yang Menepati Janji), dan mungkin, salah satu hal paling berarti di dalam hidup saya terjadi beberapa tahun lalu di Atlanta, pada konferensi Promise-Keepers. Saya bicara pada 41.000 pastur di Georgia Dome. Ada sekitar sepuluh orang lain yang bicara selama tiga hari itu. Nah, berbicara di depan 41.000 pastur—lebih banyak pastur dari yang pernah dikumpulkan oleh organisasi manapun di dalam sejarah—dan menjadi salah satu dari sepuluh orang di dalam tim yang melakukan itu adalah kehormatan besar. Jadi, begitu tiba giliran saya untuk bicara, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan. Salah satunya berkaitan dengan fakta mengenai ayah saya, yang sudah berkecimpung di dalam organisasi gereja selama 53 tahun. Ayah saya orang hebat. Mendirikan 40 gereja sepanjang hidupnya, pemimpin semasa kuliah, dia pastur yang hebat, masih aktif, dan orang yang sangat taat kepada Tuhan.

Ketika saya bicara hari itu, ayah saya ada disana dan saya ingin menghormati beliau. Toh saya akan berkhotbah soal kesetiaan. Jadi, begitu saya berdiri untuk bicara, saya bilang pada pastur-pastur lain, “Ayah saya disini. Beliau sudah lama sekali jadi pastur, dan saya ingin menghormati beliau. Tempat ini penuh orang dan saya tahu saya tak mungkin melihat beliau, tapi saya tahu beliau ada di bagian tempat duduk sebelah kanan.” Jadi, saya berkata, “Yah, saya hanya ingin ayah tahu saya sayang pada ayah. Ayah pahlawan saya, dan kalau saya tua saya ingin seperti Ayah, pemimpin yang taat kepada Tuhan, contoh yang baik. Saya ingin Ayah berdiri.” Dan begitu ayah saya berdiri, 41.000 pastur ini—mereka sangat baik—bertepuk tangan dan bersorak. Saya ikut bertepuk dan bersorak dan melihat ayah saya. Saya bisa melihatnya karena beliau berada kira-kira 30 yar dari saya.Saya dapat melihatnya tersenyum dan melambai pada orang-orang dengan rendah hati. Kami bertepuk cukup lama dan saya berpikir, “OK, saya harus kembali pada khotbah saya.” Lalu, saya beralih dari ayah saya. Ketika saya melakukan itu, saya kebetulan melirik layar besar di tempat itu. Layar itu menampilkan semua yang sedang terjadi. Yang saya tak sadari, ketika saya sedang memberi penghormatan pada ayah saya, tim media Promise-Keepers yang luar biasa itu mengarahkan para kru kamera agar menyorot ayah saya. Beliau ditampilkan di layar besar itu supaya semua orang bisa melihat. Begitu saya mendongak, saya melihat ayah saya bagai malaikat, dan seketika saya kehilangan kendali. Saya lalu berkata dalam hati, “Berapa anak yang menghormati ayahnya di depan kolega ayahnya?” Itulah saat yang terpenting di dalam hidup menggereja saya.

Lalu, saya terpikir tentang pastur-pastur di luar sana yang telah amat setia kepada Tuhan, dan saya punya ide—ini semacam ide mengenai saat spiritual. Saya berkata, “Jika anda 65 atau lebih tua dan anda menghabiskan hidup anda dalam organisasi gereja, saya ingin anda tinggal dan kami ingin menghormati anda dan kami ingin mengenali anda.” Di seluruh tempat itu, ratusan orang yang sudah amat setia pada Tuhan berdiri dan kami bersorak. Sisanya berdiri dan bertepuk tangan. Itulah satu saat yang tidak pernah saya lupakan. Sebuah penghargaan amat besar tengah terjadi. Max Dickey, teman saya yang hebat, bahkan berkata, “John, saya mau cerita.” Dia mengatakan ini pada saya setelah khotbah saya, katanya, “Diantara staf-staf saya di San Antonio, ketika anda meminta para pastur tua untuk berdiri, ada seorang pastur di antara seluruh staf saya. Ia begitu setia pada Tuhan dan begitu anda memintanya berdiri, ia berdiri. Staf-staf saya yang lain mengelilinginya, menaikkannya di atas bahu mereka, dan mengangkat tangannya seperti petinju juara.” Lalu ia berkata, “John, sampai hari ini dia masih bicara mengenai saat dimana dia dihormati di Atlanta Dome.” Dan begitu waktunya saya diwawancarai hari itu, mereka mengeluarkan saya lewat pintu belakang, dan mereka naik ke bagian lain dari Dome di mana wartawan harusnya melakukan wawancara. Ketika saya berjalan di gang, seorang lelaki berusia 85 tahun memanggil nama saya. Saya sama sekali tidak kenalnya, tapi dia memanggil nama saya dan saya berbalik. Dia datang—orang tua dari South Dakota ini—dan langsung memeluk saya sambil menangis. Begitu dia sudah dapat menguasai dirinya, dia berkata, John, biar saya cerita sesuatu. “Saya ingin datang ke pertemuan pastur ini karena sepanjang hidup saya, saya berada di dalam organisasi gereja. Namun, saya sekarang sudah tua, dan saya tidak mendirikan organisasi gereja yang besar, tetapi saya hanya ingin datang karena saya senang pada para pengkhotbah. Saya memutuskan untuk datang. Selama perjalanan, setan berbisik pada saya, “Untuk apa kamu kesana? Masamu sudah lewat. Kamu sudah mencoba ini. Untuk apa kamu melakukan ini? Kamu bakalan salah tempat.”. Lalu dia berkata, “John, saya datang karena saya ingin bersama pastur-pastur. Namun, sekarang, ketika anda meminta para pastur yang pernah berada dalam organisasi gereja untuk berdiri, ketika saya berdiri, orang-orang di sekitar saya bertepuk dan bersorak. Sekarang saya paham mengapa saya datang ke konferensi ini. Saya datang karena Tuhan ingin menegaskan saya di depan sesama saya.” Saya jadi ikut-ikutan menangis, memeluk dia saking sayangnya.

Sekarang, saya ingin mengajarkan sisi ini dengan amat hati-hati. Hidup bukan lari jarak pendek seratus yar. Hidup adalah lomba estafet, dan saya hanyalah satu di antara mata rantai pemimpin. Artinya, saya harus melakukan yang terbaik untuk mempersembahkan lomba terbaik bagi Tuhan dan orang yang menjadi pelari kunci. Yang terbaik yang terjadi, ketika saya selesai dengan bagian saya, tongkat akan saya alihkan ke orang lain. Saya harus mempersiapkan diri agar saya—saya sadar begitu saya sampai pada titik akhir, mereka tak akan berdiri dan bersorak untuk saya. Bukan begitu cara kerjanya. Cara kerjanya ialah kita mengalihkan tongkat itu ada generasi berikut. Dalam lari estafet, orang akan bilang, para pelatih akan bilang, ada jarak sekitar 20 yar di dalam lomba estafet dimana tongkat dialihkan dan itu disebut daerah pertukaran. Mereka akan berkata pada anda bahwa lomba tidak dimenangi karena kecepatan individu para pelari. Lomba akan dimenangi oleh tim yang paling mulus menyampaikan tongkat dari satu pelari ke pelari berikutnya, hingga pelari pada rantai selanjutnya mendapatkan sedikit keunggulan waktu dan mengungguli pelari lain untuk memenangi lomba.

Bagi saya lomba saya itu penting, tetapi bukan satu-satunya. Itu berarti saya harus berlari cepat dan baik, setia dan tetap fokus. Namun, arti sebenarnya adalah saya harus menyerahkan tongkatnya. Saya harus menyerahkannya pada generasi berikut. Saya harus membuat orang lain berlomba. Jika tak ada orang yang menerima tongkat itu, kita akan kalah lomba. Jadi, jika anda memperkenankan saya mengisi titik-titiknya sekarang dan menutup dengan sebuah cerita, prestasi tercapai ketka seseorang mampu melakukan hal-hal hebat untuk dirinya sendiri. Kita dikenal karena prestasi. Kita dapat piala dan medali. Sukses tiba jika seorang pemimpin memberdayakan pengikut-pengikut untuk melakukan hal-hal hebat bersama-sama. Kebesaran datang jika ia mengembangkan pemimpin untuk melakukan hal-hal hebat baginya. Namun warisan hanya ada jika ia membesarkan organisasinya untuk melaksanakan hal-hal hebat tanpa dirinya. Inilah yang ingin kita capai.

Kita ingin membesarkan gereja, organisasi, agar tumbuh melebihi kita. Kita ingin menyadari bahwa kita hanya sebagian dari suatu gambar bergerak, dan bahwa kita ingin, jika kita meninggalkan gereja kita, perusahaan kita, bisnis kita, kita ingin meninggalkannnya sedemikian rupa hingga dapat terus berjalan dan berkembang. Kita tak ingin nasibnya sepeti gereja pertama saya di Hillham. Kita tak ingin meninggalkannya dan menjadikannya berantakan. Kita ingin meninggalkannya untuk tumbuh.

Biar saya menutup dengan sebuah cerita surat-menyurat, lalu selesai. Pada 1980, ketika saya pergi ke San Diego, California, untuk bertugas di gereja itu, saya berkomitmen untuk membesarkan dan memperlengkapi gereja. Saya masuk ke dalam hidup orang-orang dan berkata pada mereka, “Pekerjaan saya adalah untuk mempekerjakan diri saya keluar dari pekerjaan. Pekerjaan saya adalah memperlengkapi anda.” Jadi, sama saja saya saya masuk ke sana dan mengatakan, “Saya tak akan melakukanya untuk anda tetapi saya akan menunjukan pada anda bagaimana melakukannya. Kabar baiknya, saya akan ikut melakukannya bersama anda sampai anda bisa, sampai anda bisa berbalik dan mengajarkannya juga pada orang lain.”

Ketika saya tiba di gereja itu, keadaan datar-datar saja selama sebelas tahun. Dari seribu jemaat, hanya seratus dua puluh yang datang rutin tiap minggu di gereja itu. Lalu, saya mulai bicara tentang keberkahan spiritual. Saya mulai mengajar mereka mengenai tanggung jawab spiritual untuk bertumbuh sebagai pribadi, menemukan berkah spiritual mereka dan mengunakannya demi kemuliaan Tuhan. Kami mulai memberi tes-tes keberkahan spiritual. Kita memulai seluruh proses itu, kami memulai pelatihan kepemimpinan. Saya mulai melatih staf-staf saya dalam kepemimpinan. Saya mulai melatih dewan gereja saya dalam hal kepemimpinan. Kami mulai melatih pemimpin-pemimpin potensial. Pada suatu periode di Skyline, kami melatih—kira kira ada 700 orang awam yang melatih orang awam lain, satu orang satu. Kami menghabiskan waktu mengembangkan orang.saya bahkan tertawa dan mengatakan pada kongregasi, “Akan ada harinya dimana saya ingin memperlengkapi anda dengan begitu baiknya hingga saya bisa membawa Margaret menyelinap keluar dari sini. Enam bulan kemudian. Anda akan melihat pada seseorang dan berkata, “Tahu tidak, ada orang yang lenyap dari gereja kita.”

Jadi, saya akan, dengan cara yang penuh tawa, mengatakan pada mereka, “Saya disini untuk memperlengkapi anda. Pada waktunya nanti saya akan menyelinap pergi. Saya disini bekerja untuk keluar dari pekerjaan.”

Setelah 14 tahun saya merasakan panggilan organisasi gereja Nasional demikian kuat. Pada suatu hari Minggu, ketika waktunya tepat, saya berdiri dan saya mengundurkan diri. Ketika saya selesai mengundurkan diri, semua menangis. Bill, partner doa saya, berdiri dan memeluk saya dan berdoa. Bagian pertama doanya membuat kami semua trenyuh. Ia memeluk saya begitu saya mengundurkan diri dan bilang akan pergi. Kata-kata pertamanya begitu memeluk saya adalah, “Tuhan, John sudah bekerja untuk mengeluarkan dirinya dari pekerjaaan.” Itulah yang saya lakukan.

Nah, dewan gereja, mereka tidak yakin. Mereka bilang, “Tidak. Anda harus tinggal beberapa bulan lagi.” Saya bilang, “Anda tak butuh saya. Anda lebih baik dari yang anda kira. Anda tak sadar betapa hebatnya anda. Anda sungguh bisa memimpin. Anda tak butuh saya.”

Setelah saya meninggalkan gereja beberapa lama, saya ada di Burger King pada suatu hari dan sedang makan siang bersama beberapa mantan anggota dewan saya. Mereka bilang, “John, gereja berjalan amat baik. Oh, John, sejak anda pergi, kedatangan meningkat! Penawaran meningkat, baptis meningkat, dana meningkat!John, anda benar sekali, kami tak butuh anda. Bahkan, John, jika kami dulu tahu apa yang kami ketahui sekarang, anda bisa meninggalkan kami beberapa tahun lalu!” Itu membuat saya senang, karna itulah yang saya inginkan. Saya ingin meninggalkan warisan.

Beberapa miggu lalu, saya di sana, datang beberapa kali karena pastur Jim Garland, yang melakukan pekerjaannya dengan sangat baik, meminta saya kembali. Ia meminta saya kembali ketika ia sedang mengumpulkan dana. Kami pergi ke balai sidang dan pada satu malam, kami menghasilkan 7,8 juta dollar. Omong-omong, itu malam yang hebat. Saya tahu itu akan menjadi malam yang hebat. Semangat sangat tinggi, jadi saya katakan pada Margaret sebelum kami pergi ke balai sidang. Saya berkata, “Sayang, dengarkan. Ini bukan gereja kita. Ini bukan umat kita. Saya akan bicara dan melakukan apapun yang diinginkan Jim, tetapi, kalau sudah selesai, ketika mereka menundukkan kepala untuk doa penutup, tarik tangan saya. Kita menyelip keluar, supaya begitu orang-orang selesai berdoa, satu-satunya yang akan menerima pujian dari mereka adalah si pastur, Jim Garland. Ini bukan gereja saya.”

Saya masih ingat ketika memegang tangannya dan kabur malam itu. Kita numpang naik mobil ke bandar udara supaya dapat pesawat untuk pergi ke konferensi pagi besoknya. Saya ingat ketika saya melihatnya. Ia menangis melihat sukses di organisasi gereja. Ketika mereka mulai membangun, Jim amat gembira. Ia berkata, “John, kami ingin anda datang kemari. Kami mulai membangun.” Saya memikirkan itu dan ingin datang, tetapi saya berpikir lagi, “Tak usah.” Saya katakan pada mereka, “Tidak, Jim. Saya tak akan kembali untuk ini.” Dia bilang, “Oh, John, anda mengumpulkan jutaan dolar. Ini hari yang anda tunggu untuk mulai membangun! Buldosernya semua sudah diluar sana!” Saya katakan, “Tidak. Jim, ini hari anda. Anda harus benar-benar menanamkan kepemimpinan anda. Saya sebaiknya jauh-jauh hari ini.” Saya menajuh, dan itu keputusan tepat. Jim mengalami hari yang menyenangkan. Putri saya, Elizabeth, yang mengawas di San Diego, ia mewakili saya dan harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang sedikit kasar. Saya kesana beberapa minggu kemudian dan ia berkata, “Astaga. Lihat tanahnya!” Jadi saya keluar dan melihat tanahnya dan buldosernya. Mereka sedang menggilas dan ada begitu banyak kesenangan hingga semuanya itu terlihat bagus.

Lalu, saya ingin menutup arena saya sedang membicarakan Hukum Warisan. Setelah beberapa hari pembangunan dimulai, Jim Garland mengirimi saya surat ini. saya pikir ini mengatakan segalanya, dan jika saya selesai membacanya, saya benar-benar selesai.

“Yang terhormat John. Kita baru saja memulai pembangunan dan itu luar biasa. Akhirnya pembangunan bisa dimulai. Itu benar-benar hari yang penuh kegembiraan. Namun, daripada membicarakan itu, saya ingin berterima kasih kepada anda karena warisan yang anda tinggalkan. Saya adalah ahli waris sebuah gereja yang sangat sehat dari anda. Ada beberapa hal-hal khusus yang membuat saya merasa amat berterima kasih kepada anda. Yang pertama adalah bimbingan per-pasangan. Saya sudah mengatakan kepada orang-orang beberapa kali bahwa saya percaya inilah warisan terhebat yang anda tinggalkan. Saya sudah mendengarkan kaset-kaset khotbah anda dimana anda membicarakan partner dengan amat sayang dan saya paham mengapa. Suatu hal yang menyenangkan untuk bertemu dengan partner lima belas menit sebelum pelayanan pertama dan memintanya berdoa untuk saya. Mereka benar-benar pemberi semangat. Saya tak s**a memikirkan situasi dimana saya harus naik podium untuk berkhotbah tanpa partner doa saya berdoa sebelumnya dan selama tiap-tiap jam dari empat jam pelayanan kami.

Kedua, saya amat berterima kasih pada warisan anda untuk bersenang-senang. rasa humor anda, bersama keriangan spiritual Pastor Oven Butcher mendirikan fondasi yang sangat saya syukuri. Beberapa gereja terlalu ‘berat’, beberapa amat kaku, beberapa terlalu serius, sementara Skyline menyenangkan. Benar-benar tempat paling baik.

Warisan ketiga yang anda tinggalkan adalah semangat juang. Jika ada gereja di Amerika yang terbebani selama 15 tahun dengan diskusi alot, pajak, fakta bahwa 7 juta dolar habis untuk mendapatkan hak membangun, kebanyakan pasti menyerah dan pergi. Namun, kongregasi kita amat kukuh. Mereka mengumpulkan hasil yang sekarang sedang dalam pembangunan. Terima kasih untuk semangat juang yang anda berikan di dalam jiwa Skyline.

Warisan berikut yang amat saya hargai adalah fokus. Ada intensitas fokus pada Skyline dan fokus itu sederhana. Kami ingin menciptakan pengikut-pengikut yang bersemangat untuk Yesus. Itu sudah terpatri di dalam gereja. Terima kasih untuk kejelasan fokus itu.

Warisan kelima adalah yang paling berarti bagi saya. Anda menolong saya. Bimbingan anda amat berharga. Anda memiliki pandangan sejauh empat belas tahun. Anda seperti kakak bagi saya—ingat, anda jauh lebih tua dari saya. Jauh lebih tua. Anda terus-menerus memberi pesan pada orang orang-orang, mengatakan, “Dia (Jim) pastur saya”. Dengan demikian, anda mengirim sinyal bahwa anda mendukung saya. Selama tiga tahun saya disana, tidak pernah berurusan dengan masalah karena anda telah menanamkan sebelumnya peran saya sebagai pastur baru disini. Anda sungguh-sungguh mengiyakannya dengan begitu dalam.

Tiap kali saya bertemu seseorang yang pernah berkhotbah disini dan anda bicara, mereka selalu mengatakan pada saya betapa di depan umum anda telah mengambil sikap untuk mempercayai saya. Dan saya amat berterima kasih tentang saat-saat anda mengajak saya ke Padre’s Games (Pesta Olahraga para Rohaniwan?) dan kita hanya duduk disana sambil ketawa. Anda membantu saya mendinginkan kepala. Ada tekanan yang telah saya rasakan begitu berat dan anda mengerti itu. Itu bukan tantangan berat, tetapi anda memahaminya dengan cara yang mungkin tidak bisa dilakukan orang lain di dunia. Anda melihat saya perlu pelepasan, jadi pergilah kita ke Padre’s Games. Kita hampir tidak nonton lombanya karena saya tertawa begitu keras pada gurauan anda. Terima kasih karena membantu saya merenggang ketika saya, jika tanpa bantuan anda, menjadi terlalu kaku.

Saya mengerti warisan terakhir ini tidak kedengaran begitu penting bagi orang lain, tetapi bagi saya ini sesuatu yang amat dalam. Terima kasih untuk warisan yang anda tinggalkan pada ahli waris anda yang berterima kasih, Jim Garland.”

Dan ia meletakkan pesan akhir. Bunyinya, “Ada satu warisan lagi yang saya merasa amat berterima kasih, satu terima kasih untuk tiap bulan. Saya mendengar anda selalu berkata berulang-ulang bahwa pastur-pastur senang memainkan, melemparkan dan menumpukkan masalah pada pastur pendahulunya selama tiga tahun pertama. Dan setelah tiga tahun anda tidak bisa lagi main-main dengan pendahulu anda. Itu masalah pastur baru sekarang. Nah, John, saya sudah disini dua tahun sebelas bulan. Jadi, kalau ada masalah, saya masih bisa bilang, “Itu gara-gara John!” Kedengarannya lebih baik daripada menyalahkan artis cilik atau El Nino, ‘kan? Sayangnya, saya hanya bisa melakukannya selama satu bulan lagi karena pada tanggal 15 Oktober, saya sudah tiga tahun disini. Saya ingin minta tolong. Bolehkah saya dapat perpanjangan?”

Footprint Consulting
Make a better Life
Better company
Better in You

To coaching every one to be better





https://t.me/Footprint_Life_Coach

Hukum Nomer 20Pertumbuhan yang EksplosifUntuk Menambah Pertumbuhan, Pimpin Pengikut—Untuk Melipatgandakan Pertumbuhan, P...
24/06/2020

Hukum Nomer 20
Pertumbuhan yang Eksplosif
Untuk Menambah Pertumbuhan, Pimpin Pengikut—Untuk Melipatgandakan Pertumbuhan, Pimpin Pemimpin.

Untuk menambah pertumbuhan, pimpin pengikut, namun untuk melipatgandakan pertumbuhan, anda harus memimpin pemimpin. Ada perbedaan matematika pengikut dan matematika pemimpin. Begini. Matematikanya pengikut adalah penjumlahan, sedangkan matematuikanya pemimpin adalah perkalian; dan anda dan saya dalam Hukum Pertumbuhan yang Eksplosif harus masuk ke dalam aliran perkalian. Masalahnya, 90 % pemimpin itu mengumpulkan pengikut, bukannya pemimpin. Ada tiga alasan mengapa demikian. Pertama, susah menemukan pemimpin. Nomor dua, s**ar mengumpulkan pemimpin, dan nomor tiga, susah mempertahankan pemimpin. Itu fakta!

Karena ketiga alasan itulah kita lebih cenderung memimpin pengikut daripada pemimpin. Dalam pelajaran ini, ini sebuah latihan yang penting, saya akan menjelaskan beda antara memimpin pemimpin dan memimpin pengikut. Saya akan memberikan latar belakangnya. Sepanjang yang saya tahu, ada pemimpin—dalam beberapa organisasi, dalam bisnis, di perusahaan, dan di gereja—yang memiliki pemimpin. Ada pemimpin yang, um membesarkan pemimpin. Anda juga bisa mengamati organisasi-organisasi lain, dimana pemimpinnya adalah pemimpin-pemimpin yang bagus, namun mereka ini tidak memiliki pemimpin. Pertanyaannya, “Mengapa ada pemimpin yang memiliki pemimpin dan ada pemimpin yang tidak mempunyai pemimpin?” Lewat proses mempelajari orang, Saya mengambil sebuah kesimp**an bahwa ada perbedaan-perbedaan yang mencolok. Saya memperhatikan dan mempelajarinya, saya menulis pikiran dan pendapat saya di dalam buku catatan saya. Ada beberapa perbedaan yang mencolok andata pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin. Pengetahuan ini akan sangat membantu dan sangat praktis untuk anda. Jadi ijinkan saya memberikannya kepada anda semua. Sebagian sudah pernah kita singgung, sebagian lagi segera saya berikan sekarang juga.

Nomor satu adalah hasrat. Hasrat seorang pemimpin yang mengembangkan pemimpin berbeda dari hasrat seorang pemimpin yang mengembangkan pengikut. Saya ingin mengilustrasikannya. Begini. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berkeinginan untuk dibutuhkan. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin berkeinginan untuk sukses. Ada perbedaan yang besar diantara keduanya. Hasrat keduanya terpisah jauh bagaikan jarak dari Timur ke Barat.

Pemimpin yang mengembangkan pengikut merasa perlu dibutuhkan. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin menginginkan kesuksesan. Dengan kata lain, satu ingin agar orang lain membutuhkannya, yang satunya ingin agar orang lain mengikuti jejaknya (menjadi pemimpin juga). Satu ingin mempertahankan pekerjaannya dan membuat orang lain mengatakan, “Oh, kami membutuhkan anda, kami tidak bisa apa-apa tanpa anda.” Sedangkan yang satunya lagi ingin membekali orang lain untuk melakukan pekerjaannya, agar dia bisa meninggalkan pekerjaannya (dengan tenang). Sekarang saya ingin anda melakukan sesuatu di sesi ini karena hal ini akan sangat membantu. Sementara saya menjelaskan beda antara pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin, saya ingin anda memberi tanda centang pada pemimpin yang anda s**ai. Jangan kuatir, saya tidak akan memeriksa catatan anda. OK? Silakan dipikirkan. Berusahalah jujur. Saya tidak ingin menekan anda, namun lakukan yang terbaik. Dengan kata lain, di kubu mana anda berada? Apakah anda orang yang senang jika anda dibutuhkan? Omong-omong, saya potong sejenak. Tidak ada yang salah dengan pilihan ini. Saya hanya ingin agar anda menetap di tempat dimana anda berada. Apakah anda orang senang jika dibutuhkan atau orang yang senang diikuti jejaknya.

Misalnya, bolehkah saya memberi contoh ketika orang bertanya kepada saya waktu saya mengundurkan diri dari Skyline dan Margaret dan saya pergi. Mereka mengatakan, “Seberapa sulitnya menyesuaikan diri selepas meninggalkan gereja?” “Ya, Biasa saja. Anda meninggalkan orang-orang yang anda cintai; anda meninggalkan orang yang telah bersama anda selama 14 tahun, tetapi jika anda benar-benar ingin tahu yang sejujurnya, penyesuaian ini tidaklah sangat berat.” Tidak. Anda akan mengatakan, “Oh, John, tega-teganya anda...” Tidak, saya bukan tega. Saya sangat mengasihi mereka. Saya tertawa bersama mereka, saya menangis bersama mereka, saya bekerja bersama mereka, namun demikian anda harus memahami saya dan hidup saya. Pertama, hidup saya bukanlah gereja saya. Tolong direnungkan. Saya punya kehidupan, dan identitas saya bukanlah gereja saya, dan pemenuhan ego saya bukanlah gereja saya. Teman baik saya adalah isteri saya, Margaret. Kami bersahabat. Kami harus menjadi kekasih dalam beberapa hal lainnya—anda mempunyai bisnis, ‘kan? Namun yang mendasari semuanya adalah bahwa dia adalah sahabat saya. Oleh karena itu kami tidak pernah membenamkan diri ke dalam gereja dan mengatakan, “Oh, inilah segalanya.” Tidak. Tidak. Gereja memang sesuatu yang sangat istimewa, namun bukan segalanya. Bahkan akan ada suatu hari dimana saya tidak memiliki grup INJOY. Grup INJOY bukanlah segalanya. Saya mencintai INJOY, namun organisasi ini bukanlah segalanya. Akan ada hari dimana Margaret dan saya akan duduk di kursi goyang di beranda rumah, menanti kematian. Dan dia akan melihat ke arah saya dan mengatakan, ”Siapa namamu? Rasa-rasanya saya kenal kamu.” Ketika semuanya sudah berlalu, satu-satunya hal yang masih diperhitungkan dalam hidup ini adalah, ketika kehidupan telah lewat dan dia memandang saya dan berkata, ”John, kamu suami yang luar biasa.” Dan saya akan menatap dia dan bilang, ”Keputusan terbaik yang pernah saya ambil adalah menikah denganmu.” Dan anak-anak saya akan melihat kepada saya dan mengatakan, ”Pa, papa telah memberi kami semua manfaart hidup dan mengajarkan kami mencintai Tuhan. Kami mencoba memegang teguh semua yang papa wariskan.” Jika anda memikirkan hal ini, hidup sebenarnya tidak terlalu s**ar. Istri saya tidak pernah membiarkan (umat) gereja menjadikannya perempuan nomor satu di gereja. Dia bukan perempuan nomor satu di gereja. Dia perempuan nomor satu untuk saya. Dia memang harus menjadi seorang ibu di gereja, tetapi bukan perempuan nomor satyu, bukan ibu gereja. Kam i tidak punya singgasana, tidak punya tongkat kerajaan, dan kami tidak punya mahkota. Saya tidak pernah membiarkan gereja menempatkan saya sebagai raja dan sekarang setelah saya lengser mereka bilang, “Yang mulia, apa kabar?” Nama saya John. Saya tidak pernah mengganggap diri serius. Saya cinta gereja, tetapi saya bisa mengucapkan selamat tinggal dan tidak menoleh sekalipun. Sepanjang waktu saya disana, saya bekerja keras untuk membekali gereja, sehingga saya bisa melepaskan diri dari pekerjaan itu. Saya masih melakukan hal seperti itu sampai hari ini sambil membangun dan mengembangkan grup INJOY. Begitu saya mendapat pemimpin yang bagus, saya melatihnya, saya menyerahkan tugas kepada mereka, dan saya berhenti mengerjakan pekerjaan itu. Saya senang memberi orang lain tanggungjawab. Saya s**a bermain golf lebih sering...dalam nama Yesus.

Jika anda mempunyai keinginan yang kuat untuk dibutuhkan, anda tidak akan pernah menumbuhkan pemimpin. Anda bilang, Oh, tugas saya berat, bisakah anda memberi saya jawaban? Bagaimana menurut anda? Tolonglah bacakan doa ini untuk saya. Jika anda memiliki kebutuhan yang kuat, anda tidak akan pernah menumbuhkan pemimpin karena anda ingin agar setiap orang bergantung kepada anda. Saya mencintai anak-anak saya, tetapi saya tidak ingin anak-anak bergantung kepada saya. Putera saya, Joel, sekarang di kelas dua SMU. Puteri saya, Elizabeth, sudah di kelas tujuh, dan dia s**a sekali sekolah. Saya cinta anak-anak saya, keduanya anak-anak yang hebat. Saya senang mereka sangat dewasa. Saya ingin mereka tetap tumbuh. Saya ingin mereka menikmati hidup mereka. Saya ingin mereka mempunyai kehidupan sendiri dan saya senang berada di rumah yang kosong. Saya sedih, saya melihat mereka dan seharusnya saya merasa bersalah, namun Margaret dan saya senang hidup berdua saja. Sekarang saya bisa mengejarnya di kamar mana saja saya mau. Menyenangkan sekali!

Saya harus ke nomor dua sebelum terlanjur keterusan. Mungkin memang saya keterusan. Perbedaan tidak hanya dalam hasrat, melainkan juga dalam fokus. Akan saya terangkan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berfokus pada kelemahan orang. Ini fakta. Anda akan menyepelekannya. Pemimpin yang mengembangkan pengikut berfokus pada kelemahan orang, sementara pemimpin yang mengembangkan pemimpin akan berfokus pada kekuatan orang. Saya ingin menyatukan anda semua karena kita semua sudah lama bersama-sama sehingga anda tahu nama saya John, dan saya teman anda, OK (seorang peserta mengatakan, “tidak” dan ketawa panjang menggema) Saya menganggapnya itu sebuah respons yang pantas. Sangat menyenangkan. Saya s**a. Omong-omong, para pastur—saya berhenti dulu—jika ada sesuatu yang lucu seperti ini terjadi ditengah khotbah anda, hentikan dulu khotbah anda dan nikmati saja. Tertawalah bersama orang-orang anda. Sesungguhnya itu merupakan pencerahan pagi. Saya belajar hukum ini seiring dengan berjalannya waktu—jangan melawan, ikuti arusnya. Sepuluh tahun kemudian, kalau mereka mengingat misa gereja anda, mereka akan mengingat hal-hal seperti ini, bukan apa yang anda katakan.

Jika saya berbicara perbedaan di dalam fokus, pemimpin yang mengembangkan pengikut memusatkan perhatiannya pada—saya ingin anda mengerti ini—taruh kata “konseling” di samping pernyataan itu.” Anda tidak akan menyukainya, namun kami akan melakukannya. Selain itu pemimpin yang mengembangkan pemimpin memusatkan perhatiannya pada kekuatan orang. Taruh kata “pembekal”. Saya baru saya memberitahu anda bahwa sebagian besar konselor tidak mengembangkan pemimpin, karena sebagian besar konselor jusru selalu berhadapan dengn kelemahan. . Sementara jika anda membekali orang, apa yang anda lakukan? Anda akan membekali mereka sesuai dengan kekuatan masing-masing.

Saya tidak akan memberi anda pilihan ini atau itu, karena hal itu terlalu dogmatis, dan saya juga pasti tidak akan mengakhiri konseling, karena saya pikir konseling itu membantu. Konseling membantu saya dimasa lalu, membantu Margaret dan saya di dalam kehidupan perkawinan kami, juga membantu anak-anak kami. Jadi saya bukannya anti-konseling. Yang ingin saya katakan adalah bahwa jika anda pastur yang bertipe konselor, anda hampir selalu berurusan dengan kelemahan orang-orang anda. Jika anda tipe pastur yang membekali, anda hampir selalu berurusan dengan kekuatan orang-orang anda. Satu mengembangkan pengikut, lainnya mengembangkan pemimpin. Sebenarnya jurusan minor saya adalah konseling. Pada beberapa tahun pertama di organisasi gereja, saya banyak melakukan konseling sampai saya merasa bahwa hal tersebut tidak terlalu berguna untuk saya. Saya bukan konselor yang baik. Saya bahkan mengatakan kepada kongregasi saya, jika saya butuh pertolongan, saya tidak akan datang kepada diri saya buat berkonsultasi. Hari dimana saya beralih dari pastur yang memberikan konseling ke pastur yang memberikan bekal merupakan hari dimana saya beralih dari pastur yang mempunyai pengikut menjadi pastur yang memiliki pemimpin. Jika anda menghabiskan banyak sekali waktu untuk konseling, bekerja dengan kelemahan, saran saya, cari konselor yang bagus, cari psikolog yang bagus, cari pekerja sosial yang baik, dan cari juga psikiater yang bagus di antara komunitas gereja anda, orang-orang Kristen yang bisa membantu dan melakukan semua itu.

Saya memandang orang-orang dan saya tahu ada pastur-pastur yang mengatakan, “Orang-orang saya hanya menginginkan saya.” Ini terjadi karena anda mau agar mereka menginginkan anda. Saya tahu masalah anda. Jangan datang kepada saya dengan masalah seperti itu karena untuk lepas dari beban konseling, anda cukup mengatakan kepada mereka bahwa anda tidak begitu bagus. Duduk bersama mereka dan katakan, “Saya cuma ingin mengatakan kepada anda bahwa sayapun tidak akan mengikuti nasehat saya sendiri.” Dan pada saat anda menertawakan diri anda sendiri, mereka tidak akan pernah muncul lagi atau mereka akan menertawakan anda. Jadi anda bisa melihat bahwa jika kita menarik orang kepada diri kita, hal itu dikarenakan adanya kebutuhan yang besar di dalam diri kita. OK?

Perbedaan yang ketiga terletak di bidang prioritas. Pemimpin yang meng mengembangkan pengikut akan mencurahkan perhatiannya kepada 20% yang berdiam di dasar piramida. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin akan memberikan perhatiannya pada 20% yang menduduki bagian atas piramida. Masuk akal? Ingat prinsip Pareto? Jika anda memberikan 80% kerja/usaha anda untuk 20% yang berada di posisi atas, maka anda akan memperoleh keuntungan sebanyak 80%, namun jika anda memberikan 80% usaha atau kerja anda untuk 20% yang berada di posisi bawah, maka kembalinya juga hanya 20%.

Nomor empat, kemampuan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut adalah pemimpin yang baik, tetapi pemimpin yang mengembangkan pemimpin adalah pemimpin yang hebat. Salah satu alasan mengapa banyak pemimpin tidak mengembangkan pemimpin adalah karena untuk mengembangkan pemimpin diperlukan pemimpin dengan kualitas yang lebih tinggi. Ijinkan saya untuk kembali menyodorkan sebuah ilustrasi yang pernah saya gunakan dan ini berhasil baik di dalam semua hukum. Hampir dalam semua hukum ilustrasi ini bisa digunakan. Meski demikian, saya akan memberikannya dalam kesempatan ini. Jika pada skala 1 sampai 10, nilai saya sebagai pemimpin 9 atau 10, atau dengan kata lain saya pemimpin yang sangat baik, dan jika saya siap di posisi puncak sebagai pemimpin, maka apa yang terjadi? Jika saya bernilai 10 maka akan banyak pemimpin bernilai 10 atau 9 lainnya yang akan berada di sekeliling saya. Benar, bukan? Karena itu saya mengembangkan pemimpin. Jika sebagai pemimpin nilai saya cuma 6, maka saya sebenarnya telah memotong semua yang terbaik, karena yang memiliki nilai 8, 9, dan 10 tidak akan mau mengikuti saya. Jadi jika saya pemimpin dengan nilai enam, maka yang saya punyai adalah segerombol orang dengan nilai 5 atau 4. Dan karena itu saya tidak akan bisa mengembangkan pemimpin karena saya tidak bekerja dengan orang-orang yang memiliki kualitas atau karakteristik, atau bakat dan kemampuan untuk menjadi pemimpin. Masuk akal ‘kan?

Sekarang perhatikan ini. Seorang dengan nilai 10, jika anda bernilai 10 yang merupakan nilai tertinggi bagi seorang pemimpin, maka anda akan mempekerjakan orang-orang dengan nilai 10 juga karena anda akan merasa nyaman dikitari orang dengan nilai 10. Anda bernilai 10, anda menginginkan orang bernilai 10 juga. Anda 10, anda akan mempekerjakan orang yang bernilai 10 juga. Kalau anda 8, yang anda pekerjakan adalah mereka yang memiliki nilai 7. Perhatikan yang berikut ini. Jika nilai anda 6, anda akan mempekerjakan mereka yang bernilai 4, dan jika nilai anda 4, anda akan memakai orang-orang yang nilainya cuma 1. Makin rendah nilai anda, makin lebar kesenjangan yang anda inginkan antara diri anda dengan orang lainnya. Seandainya saya ada waktu mengajarkan hal ini kepada anda sekalian karena percayalah, saya akan memberikan anda beberapa kebijaksanaan seorang pemimpin, kebijaksanaan yang luar biasa. Jika saatnya telah tiba untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin di sekitar anda, maka makin tinggi kemampuan anda, makin bagus pemimpin yang akan anda kembangkan Dan sekali lagi, ini merupakan tantangan sebab anda bisa belajar bagaimana memimpin. Jika nilai kepemimpinan anda 6 atau 7sekarang, berusahalah naik ket tingkat berikutnya.

Setiap kali anda naik satu jenjang, anda meningkatkan kapasitas anda—oh, seandainya saya punya waktu untuk yang satu ini. Coba perhatikan yang ini—setiap kali anda naik jenjang satu tingkat, anda meningkatkan kapasitas sebanyak 10%. Masuk akal? Jika nilai kepemimpinan saya naik dari 5 menjadi 6, maka itu berarti saya telah meningkatkan kapasitas saya 10 %, Jika nilai saya 6 dan naik ke 7, maka kapasitas saya bertambah 10 %. Namun hal itu tidak selamanya benar. Anda tidak meningkatkan kapasitas anda 10 % karena setiap kali anda naik ke angka yang lebih tinggi, anda mendapatkan orang-orang yang lebih baik dan ini tidak berarti 10 % karena kenaikan pada setiap nomor jenjang itu tidak sama. Jika anda naik dari 8 menjadi 9, walaupun angkanya 10 %, anda bisa meningkatkan kapasitas sebesar 20 %! Hal ini disebabkan karena anda sendiri telah menjadi orang yang berkualitas lebih baik—oh, andai saja saya punya waktu untuk mengajarkannya.

Nomor lima. Ada perbedaan dalam sikap. Pemimpin yang mengembangkan pengikut mengangkat dirinya sendiri, pemimpin yang mengembangkan pemimpin mengangkat orang lain. Bedanya sangat besar. Jika anda ingin pengikut, anda ingin terkesan baik. Jika anda mengangkat pemimpin, anda ingin mereka terkesan baik. Kembali lagi ke ucapan Mark Twain—Pemimpin hebat sebuah organisasi tidak akan peduli siapa yang mendapat pujian.

Nomor enam. Pemimpin yang mengembangkan pengikut menghabiskan waktu bersama orang lain. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin menginvestasikan waktu bersama orang lain. Sangat berbeda.

Nomor tujuh. Harapan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut meminta komitmen sedikit saja. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin meminta banyak komitmen. Bedanya banyak sekali.

Nomor delapan. Kepemimpinan. Pemimpin yang mengembangkan pengikut memimpin semua orang secara seragam. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin memimpin setiap orang secara berbeda. Wow! Dengan kata lain, pemimpin yang mengembangkan pemimpin tidak memimpin setiap orang dengan cara yang sama. Dan omong-omong mencoba untuk bersikap adil. Hal-hal yang berbau adil ini membunuh kita. Mengapa anda—“Saya harus membagi waktu saya secara merata untuk orang-orang yang ada di dalam organisasi saya.” Mengapa anda mau melakukan hal sebodoh itu? Ketika Tuhan memberi pelajaran kepada kota kecil itu, Dia memberi kepada seseorang lima, seorang lain diberi dua, ada yang diberi satu. Dia tidak memberi jumlah yang sama kepada setiap orang. Mungkin anda bilang, “Saya tidak s**a hal seperti itu.” Saya tidak peduli anda s**a atau tidak. Bicaralah kepada Tuhan. Kemampuan orang-orang itu tidak sama—dan omong-omong, bukan cuma kemampuannya yang tidak sama, tanggungjawabnya juga tidak sama. Jadi memang benar, mereka yang kemampuannya lebih harus diberi tanggungjawab yang lebih p**a.

Inilah kebenaran yang jelas sekali. Berhentilah mencoba untuk—orang-orang gereja terkadang berbicara dengan pastur dan berkata, Pastur, anda menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka daripada dengan kami.” Dan sering sekali saya menjawab, “Tentu saja. Kalian ini bawel dan berisik sekali. Untuk apa saya menghabiskan waktu bersama kalian? Pasangan hidup kalian pun tidak s**a menghabiskan banyak waktu dengan kalian.” Apa yang harus anda lakukan? Gaji orang untuk melakukannya? Sekedar pemikiran. Silakan renungkan.

Kita harus mengerti, anda tidak diharapkan untuk memperlakukan setiap orang secara sama. Maksud saya jika Bulls sedang bertanding melawan Utah, dan sisa waktunya tinggal lima detik, dan katakanlah Utah sedang memimpin pertandingan yang menentukan dalam kejuaraan bolabasket.dunia, dan Phil Jackson tahun lalu berdiri dan minta “time-out”, lalu dia membawa timnya mengelilingi dia. Mereka mendapat bola di posisi setengah lapangan, waktunya tinggal lima detik dan satu tembakan. Dia mengeluarkan clipboardnya, menggambar aksinya, dan merancang rencana yang akan menentukan juara dunia, dan sementara dia melakukannya, 20,000 orang berdiri di atas kaki mereka di United Center, bertepuk tangan dan bersorak sorai. Omong-omong, ketika Phil Jackson sedang memetakan permainan terakhir itu, semua orang di seluruh arena tahu apa yang dikatakannya karena ketika dia menandai personil tim dengan x dan o, dia mengatakan akan memberikan bola kepada Michael. Ini tes IQ. Bisakah anda melihatnya? Dia selesai dengan menandai x dan o, siapa mengawal siapa, tempat masing-masing sudah jelas, dia akan melakukan “double pick up” disana dan Michael akan menyelip, dan seorang penjaga akan melemparkan bola melewati Michael dan Michael akan melompat kira-kira enam meter dari keranjang, melompat sambil menembakkan bolanya. Dia sudah siap dan mereka sudah siap masuk lapangan kembali. Phil meminta permainan dilanjutkan. Dia menginginkan agar Michael yang melakukan tembakan terakhir. Jika kejuaraan dunia berada di tangan seseorang, anda akan menginginkan itu berada di tangan Michael. Dan mereka siap masuk ke lapangan lagi, namun apa yang terjadi sesaat sebelum mereka masuk ke lapangan? “Maaf, Coach (pelatih), Bolehkah saya mengatakan sesuatu?” “Yeah, mau apa? Cepat! Kita harus...kamu mau apa?” “Coach, saya tidak tahu bagaimana mengatakannya, tetapi ada sesuatu yang mengganggu pikiran saya.” “Coach...saya pikir ini keliru, tetapi OK. Coach...saya pikir ini sebenarnya giliran saya yang menembakkan bola.” “Apa?” “Coach, Michael sudah menembakkan bola tujuhbelas kali dan saya baru empat kali. Demi keadilan, harusnya sayalah yang diberi kesempatan untuk menembak.”

Apakah anda melihat Coach Jackson? Apakah anda melihatnya menatap orang bawel ini? Apakah anda melihat dia bilang, “Maaf. Tolong maafkan ketidaksensitifan saya terhadapmu. Tentu saja ini giliranmu. Michael, berikan bola kepadanya..” Anda bergurau?

Kenyataannya, Phil Jackson memandang orang berisik ini dan berteriak, “Diam! Duduk!, tidak cuma Duduk—pergi sana ke lokermu! Kamu dipecat. Kamu bukan lagi anggota tim. Jangan kembali!”Mengapa Phil Jackson begitu? Akan saya terangkan mengapa—karena pelatih ini, sang pemimpin menyadari bahwa orang ini egois, menempatkan kepentingannya diatas kepentingan tim. Jika si tua Phil Jackson mengatakan, “Nak, tembaklah.” Dan tenyata dia gagal, maka pada hari berikutnya, halaman olahraga koran Chicago Tribune akan tercetak, “Phil Jackson, pelatih tolol!” Miachael ada di dalam tim, namun dia tidak memberikan kesempatan itu kepada Michael. Semua orang mengatakan itu hal yang paling bodoh!” Bolehkan saya mengajukan sebuah pertanyaan? Kalau 20,000 penggemar di lapangan United Center bisa menilai bahwa si pelatih bodoh, mengapa orang-orang di gereja tidak bisa memberi penilaian kepada pemimpin mereka? Silakan dipikirkan.

Anda tidak diharapkan untuk adil. Sebagai pemimpin anda tidak memperlakukan setiap orang—tidak, tidak. Anda memperlakukan mereka dengan kasih, anda akan memperlakukan mereka dengan rasa hormat, tetapi anda tidak akan menghabiskan waktu yang sama jumlahnya dengan setiap orang. Anda tidak akan memberikan sumber yang sama jumlahnya kepada setiap dari mereka. Tidak. Anda harus bekerja kembali dengan pemimpin-pemimpin yang anda kembangkan.

Satu hal lagi, nomor sembilan. Beda antara pemimpin yang mengembangkan pengikut dan pemimpin yang mengembangkan pemimpin terletak pada pengaruhnya. Pemimpin yang mengembangkan pengikut mempengaruhi generasi sekarang. Pemimpin yang mengembangkan pemimpin mempengaruhi generasi berikut, dan itulah yang sedang coba kita lakukan.—mempengaruhi generasi berikut. Dalam pertanyaan, saya ingin mendorong anda. Saya tidak akan membaca keduanya, tetapi untuk pertanyaan kedua, anda harus benar-benar bekerja keras. Saya ingin anda mempelajari kembali sembilan perbedaan antara pemimpin yang mengembangkan pemimpin dan pemimpin yang mengembangkan pengikut. Saya ingin saudara bertanya pada diri sendiri, di sisi mana saya berada? Mungkin anda menemukan bahwa enam kali anda berada di satu sisi dan tiga kali di sisi lainnya—saya tidak tahu. Yang penting anda tahu dimana letak kekuatan anda dan dimana letak kelemahan anda, dan jika anda ingin mengembangkan pemimpin, jelas anda harus berada di tempat pemimpin yang mengembangkan pemimpin. Saya memiliki sumber-sumber untuk anda disana.

Footprint Consulting
Make a better Life
Better company
Better in You

To coaching every one to be better





https://t.me/Footprint_Life_Coach

Address

Gading Griya Residence, Jalan Pelanduk Blok E1 No 7c
Jakarta
14250

Telephone

+628121886654

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Footprint Consulting posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Footprint Consulting:

Share