Consumeri

Consumeri Bantu kamu naik kelas di bisnis & branding. Buku, webinar, dan bootcamp praktis untuk UMKM & pebisnis kreatif.

.UN-MISSABLEUN-SKIPPABLEDi tengah digitalisasi yg semakin mature dan masif, menimbulkan digital fatigue. Mulai muncul ke...
21/08/2026

.
UN-MISSABLE
UN-SKIPPABLE

Di tengah digitalisasi yg semakin mature dan masif, menimbulkan digital fatigue. Mulai muncul kerinduan akan physical experience, khususnya Gen Z.

Lihat saja konser selalu penuh, toko buku berevolusi jadi tempat nongkrong, vinyl dan kaset mulai diburu seperti harta karun.

Menariknya, Gen Z juga semakin memilih transportasi publik untuk mobilitas sehari-hari. Rata-rata penumpang harian MRT, LRT, KRL hingga Transjakarta melonjak jutaan setiap harinya.

Di sisi lain, konsep TOD mulai menemukan hypenya. Blok M yg hampir mati kini jadi magnet baru, kawasan Harmoni - Glodok - Kota tua sudah mulai berbenah, hingga Rawamangun dg LRT nya pun mulai menggeliat.

Ini lah yg membuat OOH semakin menemukan relevansinya.
TOD menciptakan audiens yg OOH butuhkan!

Data menunjukkan, pertumbuhan belanja iklan melalui OOH baik yg konvensional maupun digital terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kenapa akan strategis bagi brand untuk beriklan?

+ Tidak ada tombol “skip ad” di halte atau di dalam bus, perhatian penumpang tidak terbagi dengan konten lain.

+ Commuter harian terekspos berulang kali per minggu, dengan waktu tunggu & perjalanan yang panjang.

+ Kehadiran di transportasi publik memberi kesan brand yang mapan dan hadir di mana-mana.
Bagaimana mengaktivasinya?

Creativity has no limit..

Carousel by consumeri.id

Pemerintah sepertinya perlu tahu. Komunikasi bukan sebatas soal menyampaikan informasi. Pada tahap lebih tinggi, komunik...
20/08/2026

Pemerintah sepertinya perlu tahu. Komunikasi bukan sebatas soal menyampaikan informasi. Pada tahap lebih tinggi, komunikasi adalah proses mempertahankan legitimasi pemerintah.

Ketika komunikasi pemerintah tidak selaras dengan ekspektasi moral publik, legitimasi akan dipertanyakan. Masyarakat menilai bukan hanya apa yang dilakukan negara, tapi apakah tindakan itu pantas dan sesuai dengan situasi.

Parade kemerdekaan dapat dibaca sebagai persoalan legitimacy signaling: setiap spectacle negara sebenarnya mengirim sinyal tentang prioritas dan nilai yang dianggap penting oleh pemerintah.

Jadi problemnya bukan sekadar tone-deaf, melainkan risiko yang lebih dalam: negara kehilangan kemampuan untuk membuat tindakannya terasa legitimate secara moral di mata rakyat.

Negara mungkin hadir secara administratif, tetapi absen secara simbolik. Dan dalam politik, jarak antara “government is doing something” dengan “people feel government understands them” bisa menjadi sangat menentukan bagi kepercayaan publik.

Carousel by consumeri.id

.MENGAPA HYPE 17 AGUSTUS TERASA BERBEDA?Bukan karena semangat kemerdekaannya hilang. Bendera tetap dipasang, lomba digel...
16/08/2026

.
MENGAPA
HYPE 17 AGUSTUS
TERASA BERBEDA?

Bukan karena semangat kemerdekaannya hilang. Bendera tetap dipasang, lomba digelar, keluarga berkumpul, dan warga merayakan bersama.

Namun cara masyarakat merayakannya kini semakin beragam.

Sebagian masih merayakan lewat kemeriahan, kebersamaan, dan perlombaan. Sebagian memilih cara yang lebih dekat dengan keseharian, ngopi, makan, nonton, jalan, liburan, atau quality time bersama keluarga.

Di sinilah brand perlu membaca perubahan perilaku konsumen.

Relevansi lahir ketika brand mampu memahami perubahan perilaku konsumen, lalu hadir dengan value yang benar-benar terasa dalam kehidupan mereka.

Karena pada akhirnya, brand yang kuat bukan hanya brand yang ikut meramaikan perayaan.

Tetapi brand yang mampu membuat momen itu terasa lebih bermakna, lebih dekat, dan lebih relevan bagi konsumennya.

Carousel by consumeri.id

.ZODIAK DAN STRATEGILIMITED EDITIONData Dukcapil tentang zodiak Indonesia sebenarnya membuka ide menarik untuk limited e...
09/08/2026

.
ZODIAK
DAN
STRATEGI
LIMITED EDITION

Data Dukcapil tentang zodiak Indonesia sebenarnya membuka ide menarik untuk limited edition.

Selama ini limited edition biasanya dibangun dari momentum seperti Ramadan, Natal, kolaborasi, atau tren budaya.

Padahal, tanggal lahir adalah identitas personal yang dimiliki hampir semua konsumen.

Bayangkan brand meluncurkan Cancer Edition, Ta**us Collection, atau Gemini Series sesuai periode ulang tahun konsumen.

Ini bukan hanya mengganti kemasan semata. Ini memberi konsumen sesuatu yang terasa “dibuat untuk saya.”

Dalam psikologi konsumen, kelangkaan dapat membuat produk dipersepsikan lebih spesial, unik, dan bernilai.

Di sinilah prinsip *scarcity* yang banyak dibahas Robert Cialdini menjadi relevan: sesuatu yang terbatas cenderung terasa lebih berharga.

Tetapi kekuatan ide ini bukan hanya pada kelangkaannya.

Ia juga memanfaatkan need for uniqueness, keinginan konsumen untuk mengekspresikan identitas dirinya melalui apa yang mereka konsumsi.

Karena itu, sebuah brand parfum bisa membuat “Your Zodiac Scent”, brand kopi membuat Zodiac Series, atau e-wallet membuat birthday rewards berdasarkan zodiak.

Bahkan 12 zodiak bisa dijadikan 12 chapter produk sepanjang tahun, sehingga limited edition berubah menjadi mesin kalender marketing.

Jadi, data Dukcapil tidak harus berhenti sebagai konten “zodiak mana yang paling banyak”.

Brand bisa mengubahnya menjadi alasan untuk membuat konsumen merasa produknya memang dibuat untuk mereka.

by Bagus Zidni Ilman Nafi
Carousel by consumeri.id

.Cina Tidak Pernah B E R K O M P E T I S IMereka MenghancurkanBeberapa tahun lalu, banyak orang menganggap mobil listrik...
22/07/2026

.
Cina Tidak Pernah
B E R K O M P E T I S I
Mereka Menghancurkan

Beberapa tahun lalu, banyak orang menganggap mobil listrik Cina hanya alternatif yang lebih murah.

Hari ini, banyak brand Cina justru memimpin pertumbuhan di berbagai pasar dunia, sementara banyak pemain lama mulai tertekan.

Awalnya saya mengira, ini hanya soal inovasi dan harga yang kompetitif.

Setelah membaca buku terbaru Ram Charan, saya melihat penjelasan yang lebih fundamental.

Ia menyebutnya 90% Model.

Gagasannya sederhana, namun di saat bersamaan mengganggu karena mengerikan. Intinya Cina tidak hanya menjadi yang terbaik, mereka membangun kapasitas produksi hingga mampu memasok hampir seluruh kebutuhan dunia. 90% kebutuhan dunia.

Ketika kapasitas itu tercapai, harga berubah menjadi senjata.

Kompetitor dipaksa memilih antara menjual rugi atau keluar dari pasar.

Dalam perspektif ini, Cina tidak sedang berkompetisi.

Cina sedang mengubah struktur persaingan itu sendiri.

Itulah sebabnya banyak industri, dari tekstil hingga kendaraan listrik, menghadapi tekanan yang sama.

Saya jadi memahami bahwa kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan pesaing.

Kemenangan terbesar adalah membuat pesaing tidak lagi memiliki ruang ekonomi untuk bertahan.

by Bagus Zidni Ilman Nafi
Carousel by consumeri.id

.Posisi Duduk Wapresdan Bagaimana Publik Membaca SimbolSejujurnya, publik barangkali tidak terlalu tertarik pada alasan ...
22/07/2026

.
Posisi Duduk Wapres
dan Bagaimana Publik Membaca Simbol

Sejujurnya, publik barangkali tidak terlalu tertarik pada alasan teknis di balik perubahan posisi duduk Wakil Presiden dalam Sidang Kabinet terbaru.

Yang lebih menarik, bagi saya, adalah mengapa publik langsung membacanya sebagai sinyal politik.

Murray Edelman dalam The Symbolic Uses of Politics memberi eksplanasi yang sangat kuat.

Menurut Edelman, mayoritas warga tidak mengalami politik melalui kebijakan. Mereka melalui simbol.

Sebagian besar orang tidak pernah membaca notulensi rapat kabinet atau dokumen resmi pemerintah.

Yang mereka lihat adalah foto, gestur, urutan berdiri, posisi duduk, dan ekspresi para pemimpin.

Karena itu, simbol sering kali membentuk persepsi lebih cepat daripada substansi.

Dalam politik, satu frame visual dapat mengalahkan seribu halaman laporan.

Saya melihat kasus ini sebagai pengingat bahwa komunikasi politik tidak pernah hanya soal apa yang diucapkan.

Ia juga tentang apa yang diperlihatkan kepada publik.

Itulah mengapa protokol kenegaraan mengatur setiap detail visual dengan sangat cermat.

Sebab dalam politik, persepsi tentang kekuasaan sering kali dibangun melalui simbol, jauh sebelum dijelaskan dengan laporan.

Carousel by consumeri.id

.LAGU DAN NATION BRANDING Saya mengamati, ada saatnya sebuah lagu berhenti menjadi milik musisi. Lalu berubah menjadi mi...
15/07/2026

.
LAGU DAN NATION BRANDING

Saya mengamati, ada saatnya sebuah lagu berhenti menjadi milik musisi. Lalu berubah menjadi milik sebuah bangsa.

Itulah yang sedang terjadi pada Wonderwall milik Oasis.

Setiap kali Inggris menang di Piala Dunia 2026, ribuan suporter menyanyikannya hingga lagu itu menjadi ritual kemenangan bersama.

Fenomena ini bukan yang pertama dalam dunia olahraga.

Liverpool memiliki You’ll Never Walk Alone, Italia pernah mengangkat Seven Nation Army sebagai simbol kemenangan, sementara Inggris sendiri lebih dulu menjadikan Sweet Caroline sebagai soundtrack euforia sepak bola.

Polanya selalu sama: lagu tidak dipilih karena liriknya, namun karena terus hadir dalam momen-momen emosional yang diingat bersama.

Semakin sering sebuah lagu mengiringi kemenangan, semakin kuat ia melekat pada identitas kolektif sebuah bangsa.

Pada titik itu, musik berhenti menjadi hiburan dan berubah menjadi simbol.

Brand sebuah negara akhirnya tidak hanya dibangun oleh bendera, bahasa, atau kuliner, tetapi juga oleh soundtrack yang mampu membangkitkan memori kolektif.

Itulah mengapa mendengar intro Wonderwall hari-hari ini membuat banyak orang langsung membayangkan tribun penuh suporter Inggris yang bernyanyi bersama.

Dalam branding, asosiasi yang paling kuat bukan dibangun oleh iklan. Melainkan oleh ritual yang diulang berkali-kali.

Dan mungkin, tanpa pernah direncanakan, Oasis baru saja menciptakan salah satu aset nation branding paling kuat yang dimiliki Inggris.

Sayangnya hari ini Inggris kalah oleh Argentina. Sungguh sial. Saya benci Messi.

by Bagus Zidni Ilman Nafi
Carousel by consumeri.id

.SPEED of TRUST MANDEK?Saya melihat polemik TNI yang menjaga rumah Jaksa Febrie ini tidak hanya soal ‘pengamanan’. Peris...
10/07/2026

.
SPEED of TRUST MANDEK?

Saya melihat polemik TNI yang menjaga rumah Jaksa Febrie ini tidak hanya soal ‘pengamanan’.

Peristiwa itu terjadi ketika Polri menemukan banyak barang bukti dugaan pencucian uang terkait kasus batu bara.

Publik juga disuguhi temuan uang di kafe Cipete dan penggeledahan vila di Sentul.

Kombinasi peristiwa ini membuat perhatian masyarakat tertuju pada *relasi antar-institusi negara.*

Dalam The Speed of Trust, Stephen M.R. Covey menulis, ketika trust tinggi, biaya turun dan kecepatan meningkat.

Ketika trust rendah, biaya naik dan proses melambat.

Karena itu, trust adalah modal terpenting sebuah negara.

Polisi membutuhkan trust untuk menegakkan keamanan.

Kejaksaan membutuhkan trust untuk menegakkan keadilan.

TNI membutuhkan trust untuk menjaga legitimasi sebagai institusi pertahanan yang profesional.

Bagi saya, persoalan terbesar dari polemik ini bukan siapa yang paling kuat.

Pertanyaan pentingnya adalah apakah publik masih percaya bahwa semua institusi bekerja untuk kepentingan yang sama?

Sebab ketika trust hilang, setiap tindakan dibaca sebagai intrik, setiap keputusan dicurigai sebagai kepentingan, dan negara perlahan kehilangan kohesinya.

Carousel by consumeri.id

.ENDORSEMENT MENJADI BOOMERANG Ada asumsi yang selama ini jarang dipertanyakan: bahwa menggandeng nama besar sama dengan...
08/07/2026

.
ENDORSEMENT
MENJADI BOOMERANG

Ada asumsi yang selama ini jarang dipertanyakan: bahwa menggandeng nama besar sama dengan membeli aman.

Followers-nya jutaan. Engagement-nya tinggi. Wajahnya sudah dikenal luas. Selama bertahun-tahun, logika ini bekerja, brand tinggal pasang wajah populer, dan penjualan mengikuti.

Tapi ada perbedaan besar antara popularitas dan penerimaan.

Popularitas bisa diukur dari angka. Penerimaan tidak.

Dan boikot Teazzi adalah pengingat bahwa keduanya adalah hal yang berbeda. Nagita Slavina tetap dikenal luas, tetap punya basis penggemar besar, tetap jadi sorotan media.

Tapi begitu namanya dipasang di menu Teazzi, yang muncul bukan antrean pembeli, melainkan ajakan boikot.

Di situlah celah mulai terlihat.

Bukan karena Nagita kurang populer, tapi karena jarak antara seberapa dikenal dirinya dan seberapa diterima dirinya sebagai simbol, ternyata jauh lebih besar dari yang disangka.

Sebab dikenal luas tidak sama dengan disukai. Dan disukai belum tentu berarti diterima untuk mewakili sebuah brand.

Endorsement yang kuat bukan soal seberapa besar nama itu diketahui orang. Tapi seberapa aman makna yang menempel di nama itu untuk dipinjam brand lain.

Carousel by consumeri.id

.Ronaldo vs MessiGrind vs GiftCristiano Ronaldo dan Messi sama-sama legenda, meski begitu personal brand mereka dibangun...
07/07/2026

.
Ronaldo vs Messi
Grind vs Gift

Cristiano Ronaldo dan Messi sama-sama legenda, meski begitu personal brand mereka dibangun di atas fondasi yang berbeda.

+ Messi merepresentasikan gift: talenta luar biasa yang terasa seperti anugerah.

+ Ronaldo merepresentasikan grind: keyakinan bahwa kehebatan adalah hasil dari disiplin yang terus diulang.

Dalam branding, orang tidak hanya mengagumi siapa yang terbaik, mereka juga memilih cerita yang paling dekat dengan dirinya.

Sebagian besar orang tidak merasa bisa menjadi Messi.

Namun, mereka merasa bisa bangun lebih pagi, berlatih lebih keras, dan bekerja lebih disiplin seperti Ronaldo.

Karena itu, Ronaldo tidak sekadar menjual prestasi, melainkan menjual kemungkinan.

Ia mengubah kerja keras menjadi identitas yang dapat dipinjam jutaan orang.

Itulah mengapa kekalahan tidak otomatis melemahkan personal brand-nya.

Brand yang dibangun di atas proses lebih tahan lama daripada brand yang hanya bertumpu pada hasil.

Messi menginspirasi kekaguman, sementara Ronaldo menggerakkan tindakan.

Pada akhirnya, gift membuat orang bertepuk tangan. Sementara itu, dan di sisi yang lain, grind membuat orang percaya, “Nek kae iso ya aku iso.”

by Bagus Zidni Ilman Nafi
Carousel by consumeri.id

Address

Jalan Beton No 21 F
Jakarta
13220

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Consumeri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share