Consumeri

Consumeri Bantu kamu naik kelas di bisnis & branding. Buku, webinar, dan bootcamp praktis untuk UMKM & pebisnis kreatif.

24/05/2026

Permisi Numpang Lewat.. đź‘€

SPECIAL PAYDAY! đź’¸

Waktunya checkout buku incaran dengan diskon spesial 20% 📚🔥

Berlaku untuk min. pembelian 2 buku pilihan selama periode promo 25–26!
Gunakan Voucher INVE0526

Dapatkan semua koleksinya! promo terbatas *S&K berlaku
https://f.mtr.cool/iczywqecxd

Satu Pasar, Tiga Pendekatan Berbeda. CHAGEE membangun positioning melalui heritage dan premium experience.Teazzi menonjo...
22/05/2026

Satu Pasar, Tiga Pendekatan Berbeda.

CHAGEE membangun positioning melalui heritage dan premium experience.
Teazzi menonjolkan autentisitas rasa dan kedekatan dengan budaya teh asli.
Sementara Sancha hadir dengan pendekatan yang lebih playful, modern, dan penuh excitement.

Di industri artisan tea, kompetisi bukan hanya soal rasa.
Brand yang paling kuat adalah brand yang paling jelas identitas dan positioning-nya di benak konsumen.

Karena pada akhirnya, pasar tidak selalu memilih yang paling banyak varian produknya tetapi yang paling mudah diingat dan memiliki karakter yang kuat.

Setidaknya siapa yang punya positioning paling menarik? 👇

Follow .institute insight bisnis lainnya!
https://f.mtr.cool/wiegfaoezh




21/05/2026

ECOCARE LIHAT
PELUANG…

Saat banyak orang mulai peduli pada higienitas dan kesehatan,
selalu ada peluang baru yang muncul.

EcoCare melihat perubahan perilaku ini bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan yang terus berkembang.

Hendrik Yong (Dirut PT EcoCare Indo Pasifik Tbk 2023–Saat Ini) membagikan bagaimana EcoCare mengambil peluang lewat strategi, relevansi, dan konsistensi membangun kepercayaan konsumen.

Karena brand yang bertumbuh,
adalah brand yang mampu membaca perubahan lebih cepat.

Selengkapnya PART 1 hanya di Channel Youtube Consumeri

21/05/2026

Brand yang besar tidak langsung dipercaya pasar.

Ada proses panjang, strategi yang konsisten, dan keberanian untuk terus membangun relevansi di tengah persaingan yang berubah cepat.

Melalui EcoCare, Hendrik Yong (Dirut PT EcoCare Indo Pasifik Tbk 2023–Saat Ini) membagikan bagaimana sebuah brand bisa perlahan mulai dilirik pasar bukan hanya lewat produk, tapi juga lewat positioning, kepercayaan, dan arah bisnis yang jelas.

Karena di era sekarang,
brand bukan hanya soal dikenal…
tapi soal bagaimana tetap diingat dan dipercaya konsumen.

Selengkapnya PART 1 hanya di Channel Youtube Consumeri
https://f.mtr.cool/nevxirpdoi



19/05/2026

Kenapa Banyak Brand Gagal Jualan di Pasar Muslim?

Sukses di pasar muslim bukan cuma soal jualan produk. Yang paling penting adalah memahami value, gaya hidup, dan cara berpikir konsumennya.

Karena market muslim modern tidak hanya mencari yang “halal”, tapi juga relevan dan terpercaya.

Insight menarik ini dibahas di buku Middle Class Muslim hanya di platform e-commerce kesayangan ❤️

Efek Domino Dolar NaikDalam buku Misbehaving, pemenang Nobel Richard Thaler menjelaskan bahwa manusia tidak membaca ekon...
18/05/2026

Efek Domino Dolar Naik

Dalam buku Misbehaving, pemenang Nobel Richard Thaler menjelaskan bahwa manusia tidak membaca ekonomi seperti ekonom membaca tabel statistik.

Masyarakat memahami ekonomi lewat pengalaman sehari-hari.

Lewat harga yang mereka bayar dan biaya hidup yang mereka rasakan.

Karena itu rakyat tidak terlalu peduli pada indikator makro seperti yield obligasi atau kurs rupiah.

Yang mereka rasakan adalah harga sembako. Ongkos transportasi. Kemudian, pengeluaran rumah tangga yang terus berubah.

Di titik ini saya rasa pernyataan “orang desa tidak butuh dollar” menjadi terlalu menyederhanakan masalah.

Mungkin masyarakat desa tidak pernah memegang dollar secara langsung.

Namun, hidup mereka tetap terhubung dengan ekonomi global melalui harga barang sehari-hari.

Saat pupuk naik mereka merasakannya.

Saat minyak goreng mahal mereka ikut menanggungnya.

Lalu saat rupiah melemah dampaknya akhirnya tetap masuk ke dapur rumah tangga.

Carousel by
By

Saat Eksposur Buat Produk Viral?Ubi cilembu madu bukan sekadar tren biasaDi balik viralnya, ada pola tentang cara pasar ...
15/05/2026

Saat Eksposur
Buat Produk Viral?

Ubi cilembu madu bukan sekadar tren biasa
Di balik viralnya, ada pola tentang
cara pasar bekerja hari ini.

Awalnya hadir dengan positioning sehat, visual menarik, dan relatable dengan lifestyle diet.
Saat eksposur terus berulang di media sosial, familiaritas mulai terbentuk.

Lalu muncul FOMO.
Konsumen tertarik bukan hanya karena rasa,
tetapi karena produk tersebut terasa relevan.

Tren ini terus diperpanjang lewat
berbagai adaptasi,
dari yogurt hingga mozzarella.

Karena di era digital, yang viral
bukan selalu produk terbaik.
Tapi produk yang hadi di momentum
yang tepat dan diperkuat oleh eksposur.

Akankah hype sesaat atau tren jangka panjang? đź‘€

carousel

13/05/2026

Kenapa Politisi “Biasa” Bisa Lebih Populer dari yang Kerja Nyata?

Di era sekarang, publik sering menilai kesan lebih dulu sebelum kinerja. Itulah kenapa personal branding jadi senjata penting di dunia politik.

Lewat buku Personal Branding for Politician, kamu akan memahami bagaimana citra, komunikasi, dan persepsi publik bisa membentuk pengaruh besar di mata masyarakat.

l
Baca selengkapnya dalam buku “Personal Branding for Politician” dapatkan di e-commerce kesayangan ❤️

12/05/2026

“Mimpi sederhana banyak brand produknya dicari, dibeli, lalu dicintai pasar”

Tapi realitanya, banyak bisnis berhenti bukan karena produknya jelek melainkan karena kalah dikenal, kalah relevan, dan kalah membangun momentum.

Hari ini, langkah kecilnya bukan langsung viral. Kadang cukup berani belajar cara membangun FOMO yang tepat agar produk punya value, percakapan, dan alasan untuk dipilih. 🚀

Mulai dari insight kecil, bisa jadi pertumbuhan besar.

Swipe selengkapnya & ikut webinar FOMO Marketing sekarang 👇🏼
bit.ly/fomomarketing26




Gen Z Mulai Tinggalkan TWS? Yang berubah bukan teknologinya, tapi cara konsumen mengambil keputusan.Selama ini TWS lebih...
10/05/2026

Gen Z Mulai Tinggalkan TWS?

Yang berubah bukan teknologinya, tapi
cara konsumen mengambil keputusan.

Selama ini TWS lebih banyak dijual lewat simbol lifestyle dan FOMO. Kini earphone kabel kembali relevan karena dianggap lebih simpel, awet, dan lebih masuk akal.

Ini bukan soal nostalgia.
Ini tanda pergeseran dari trend-driven ke
value-driven consumption.

Saat biaya Iklan MarketplaceBagai Jadi *Pajak Baru*Marketplace dulu menjanjikan demokratisasi perdagangan digital.  Siap...
09/05/2026

Saat biaya Iklan Marketplace
Bagai Jadi *Pajak Baru*

Marketplace dulu menjanjikan demokratisasi perdagangan digital.

Siapa pun bisa berjualan dan ditemukan pelanggan dengan mudah.

Hari ini model itu mulai berubah.

Dulu:
- marketplace membantu penjual ditemukan.

Sekarang:
- penjual harus membayar untuk ditemukan.

Banyak seller mengeluh produknya nyaris tidak terlihat tanpa iklan.

Artinya visibility tidak lagi bersifat organik.

Visibility kini menjadi komoditas berbayar.

Di titik ini biaya iklan berubah menjadi “pajak baru” dalam ekonomi marketplace.

Seller tidak hanya membayar komisi dan biaya layanan.

Mereka juga harus membayar agar eksis di halaman pencarian.

Pakar platform economy Scott Galloway menjelaskan bahwa platform digital modern hidup dari *monetisasi attention*.

Traffic dan algoritma menjadi alat kontrol distribusi pasar.

Karena itu marketplace hari ini tidak sekadar menjual transaksi. Mereka menjual perhatian.

by baguszin

Address

Jalan Beton No 21 F
Jakarta
13220

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Consumeri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share