Business Coach

Business Coach Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Business Coach, Professional Service, Jawa.

RUN for a friend ...Innalillahi wa innaillaihi rojiun ...RIP Pak Imam S Mahmud ..sahabat TDA, teman kami, guru kami seni...
08/12/2018

RUN for a friend ...Innalillahi wa innaillaihi rojiun ...RIP Pak Imam S Mahmud ..sahabat TDA, teman kami, guru kami senior kami semoga Khusnul Khotimah. agusali/8Des18/2.5K/13

19/10/2012

Cara Gagal Berbisnis

Bicara cara sukses berbisnis sudah banyak sekali yang menulis, bukan hanya menulis tentang cara sukses berbisnis bahkan ada trainingnya, ada pelatihannya bisa ikutin yang satu hari, dua hari atau seminggu sekalian.

Saya gak tau cara sukses berbisnis yang saya tahu tentang CARA GAGAL BERBISNIS. Karena menurut saya SUKSES BERBISNIS adalah suatu persepsi seseorang. Banyak yang bilang "bapak sukses ya bisnisnya" tapi orang itu cuma tersenyum,.. dalam hatinya bilang "matamu sukses la saya aja belum dapet apa-apa". Paling dia menjawab "terimakasih", coba di tanya lagi mendetail tentang kesuksesannya pasti dia gak mau cerita. Atau dia akan membela diri dan bercerita seolah-olah sukses kepada yang bertanya.

SUKSES BERBISNIS itu relatif, menurut anda sukses menurut saya belum, menurut anda awesome luar biasa sukses mulia, menurut saya belum apa-apa mas, jadi kesimpulannya menurut saya SUKSES BISNIS itu masalah persepsi saja, tiap-tiap orang akan berbeda.

Bahkan banyak pengusaha gak mau bilang GAGAL BISNIS, takut gagal beneran atau nanti akan gagal,.. mereka bilangnya BELUM BERHASIL,.. menurut saya kalo GAGAL ya GAGAL saja gak perlu pake kalimat lain,..

Di dunia ini ada SIANG ada MALAM, SEDIKIT ada BANYAK, ada KECIL ada BESAR, ada HITAM dan ada PUTIH ada SUKSES ada GAGAL, jadi gak usahlah takut dengan kata GAGAL, biasa saja GAGAL atau SUKSES ya biasa saja...

Kalo cara SUKSES BISNIS sudah banyak dibahas, pasti bosen bacanya ya nyuruhnya ya itu-itu aja, kerja keras, kerja lemas (sampe lemas) hehehe, banyakin ibadah, keluarin zakat sedekah, keluarin ilmu bisnis, cari partner yang ahli, nah soal cari partner yang ahli mungkin si partner yg ahli pengennya juga punya partner yg ahli juga atau modalnya banyak deh setidaknya,.. biar sama-sama ada effortnya.

Berikut cara-cara GAGAL BISNIS yg saya tahu :

1. TIDAK JUJUR

Jangan pernah anda berkata jujur kepada siapapun termasuk anak istri, partner bisnis, pelanggan/konsumen atau karyawan anda sendiri. Dengan tidak berkata anda akan di CAP sebagai tukang bohong, tukang nilep duit, tukang tipu, tukang selingkuh dll. Silahkan melakukan TIDAK JUJUR kepada orang2 yg saya sebutkan tadi, gak lama pasti bubar bisnisnya.

2. TIDAK MAU DI ATUR

Silahkan anda berbisnis dengan aturan anda sendiri, buka toko di pinggir jalan gak pake ijin RT/RW/Kelurahan atau ijin pemilik Ruko. Silahkan anda buang sampah sembarangan dari hasil bisnis anda di depan toko sebelah, silahkan anda ambil sendiri keuntungan gak mau bayar gaji karyawan, gak mau bagi-bagi partner. Niscaya paling lama 1 bulan bisnis anda bertahan.

3. PEMARAH dan PEMAAF

Nah yang ini agak beda nih. Untuk pengusaha yang sangat PEMARAH dan sangat PEMAAF, pasti ada efeknya. Untuk yang sangat PEMARAH, coba aja marahin tuh tiap hari karyawannya pasti mogok dah, coba aja juga pelanggannya di marahin "kalo beli yang banyak d**g, jangan sedikit capek saya ngelayaninnya" atau marahin si pelanggan harus beli tiap hari, gak lama dah tuh bisnis tutup. Untuk yang sangat PEMAAF, ini sebenernya bagus, tapi karena sangat PEMAAF jadi ga bagus, coba deh kalo pelanggan beli banyak ga bayar-bayar "biarin deh kasian dia" atau karyawan nyolong duit "biarin deh kasian dia dah lama gak nyolong" kalo semua pelanggan ga ada yang bayar si pemilik cuma bilang "birin deh kasian mereka", bubar dah tuh bisnis minggu depan tutup.

4. GAK MAU MENGAKUI GAGAL BISNIS

Yang ini banyak di alami pengusaha sekarang, banyak yang mikir "saya sudah bisnis 6 bulan sampai 1 tahun kok bisa ya GAGAL" ya bisa saja,... gak usah yang dibawah 1 tahun perusahaan KODAK saja yg sudah puluhan ratusan tahun bisa bangkrut,... banyak juga yg gak mengakui kegagalannya, gengsi atau gak terhormat katanya, banyak yg sudah jelas-jelas gagal gak mau di tutup dulu tetep saja melakukan kesalahan yang sama karena malu dilihat orang. Beberapa anggota TDA banyak nih seperti ini, bisnisnya dilakukan sendiri karena kesalahan sendiri banyak hutang karena hutang-hutangnya sendiri, ada seminar atau mastermind atau KMB yg diadakan TDA gak mau ikut karena alasan sendiri,.. ehhh giliran bisnisnya sudah parah, gagal baru lapor ke TDA,.. ya gak apa-apa sih kan kita sodara se komunitas hehe..
Sebenernya kalo gagal ya sudah gagal saja, tutup saja bisnisnya review dulu, kerja dulu deh sama orang, lunasin hutang-hutangnya dulu, ibarat penyakit kalo gak bisa di obatin ya di amputasi,.. ga usah gengsi,.. tetapi setelah siap mental dan modal ya harus BISNIS lagi, jangan kapok... bangkit lagi BISNISnya.. Chairul Tanjung pernah gagal bisnis, Dahlan Iskan nyuruh kita gagal dulu waktu PW 2012, banyak kok pengusaha2 TDA yang pernah gagal terus bangkit lagi,.. sukses gak setelah gagal bisnis terus bangkit lagi? wah kurang tau saya, sukses kan masalah persepsi... menurut anda Chairul Tanjung sukses gak?

Kira-kira begitulah persepsi saya kalo mau tau CARA GAGAL BERBISNIS, ... saya juga mengalami dan merasakan nikmatnya gagal, manisnya ga punya uang dan indahnya di tagih hutang.

Semoga bermanfaat

Agus Ali

26/07/2012

Banyak yang bertanya bagaimana cara menjadi pengusaha? baiknya baca ini dulu kemudian action... InsyaAllah

26/07/2012

Cara Benar Menjadi Pengusaha

Selama ini, kondisi negara kita di berbagai bidang tidak menunjukkan perubahan berarti. Kebijakan pemerintah masih simpang siur, hukum semakin tidak jelas, dan kondisi sosial kian tidak menentu. Di bidang ekonomi, tidak ada perubahan kearah yang lebih baik. PHK tetap berlangsung dan para investor asing sudah banyak yang memutuskan untuk memindahkan usahanya ke negara lain yang lebih menjanjikan.

Di sisi lain, jumlah populasi dengan usia produktif tidak bisa begitu saja menganggur. Hidup tetap harus berjalan dan penghasilan tetap mesti dicari untuk menutupi biaya hidup yang kian mahal. Berbagai ide bisnis bermunculan dan di diskusikan dalam berbagai pertemuan baik formal maupun informal. Sebagian ide tersebut memang hanya merupakan “mimpi yang indah” tetapi sebagian lagi ditanggapi dengan antusiasme yang tinggi.

Dari hal ini terlihat bahwa masyarakat kita justru merasa terpacu ketika dihadapkan pada suatu krisis yang berkepanjangan. Hasilnya adalah kreativitas cenderung meningkat pada saat situasi semakin parah, atau sering disebut dengan istilah populernya “kreatif karena kepepet”. Membuat “mimpi-mimpi indah”.

Masalahnya sekarang, bagaimanakah mewujudkan jutaan mimpi indah itu menjadi kenyataan? Apa saja faktor-faktor psikologis yang harus dimiliki calon pengusaha sehingga dapat mewujudkan mimpi indahnya tersebut?

Bagi orang-orang yang memiliki “mimpi-mimpi indah”, ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk mewujudkan mimpi tersebut. Beberapa alternatif tersebut diantaranya:

1. Menjadi Pengusaha Mandiri
Untuk menjadi seorang Calon Pengusaha Mandiri, ada 3 jenis modal utama yang menjadi syarat:
(1) Sumber daya internal yang merupakan bagian dari pribadi calon Pengusaha mis alnya kepintaran, ketrampilan, kemampuan menganalisa dan menghitung risiko,keberanian atau visi jauh ke depan.

(2) Sumber daya eksternal, misalnya uang yang cukup untuk membiayai modal usaha dan modal kerja, social network dan jalur demand/supply, dan lain sebagainya.

(3) faktor X, misalnya kesempatan dan keberuntungan. Seorang calon Pengusaha harus menghitung dengan seksama apakah ke-3 sumber daya ini ia miliki sebagai modal.

Jika faktor-faktor itu dimilikinya, maka akan merasa optimis dan keputusan untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan sebagai Calon Pengusaha Mandiri boleh mulai dipertimbangkan.



2. Mencari Partner Usaha dengan “MIMPI” yang sama.

Jika 1 atau 2 jenis sumber daya tidak dimiliki, seorang calon Pengusaha bisa mencari partner/rekanan untuk membuat mimpi-mimpinya menjadi kenyataan. Rekanan yang ideal adalah rekanan yang memiliki sumber daya yang tidak dimilikinya sendiri sehingga ada keseimbangan “modal/sumber daya” di antara mereka. Umumnya kerabat dan teman dekatlah yang dijadikan prospective partner yang utama sebelum mempertimbangkan pihak lainnya, seperti beberapa jenis institusi finansial diantaranya bank.

Pilihan jenis Partner punya resiko tersendiri. Resiko terbesar yang harus dihadapi ketika berpartner dengan teman dekat adalah dipertaruhkannya persahabatan demi bisnis. Tidak sedikit keputusan bisnis mesti dibuat dengan profesionalisme dan menyebabkan persahabatan menjadi retak atau bahkan rusak.

Jenis mitra bisnis lainnya adalah anggota keluarga; risiko yang dihadapi tidak banyak berbeda dengan teman dekat. Tapi, bukan berarti bermitra dengan sahabat atau keluarga tidak bisa dilakukan. Satu hal yang penting adalah memperhitungkan dan membicarakan semua risiko secara terbuka sebelum kerjasama bisnis dimulai sehingga jika ada konflik yang tidak dapat dihindarkan, maka sudah kebayang bagaimana cara menyelesaikannya sejak dini sebelum menghancurkan bisnis itu sendiri.

Partner Usaha lain yang lebih netral adalah bank terutama jika modal menjadi masalah utama. Pinjaman pada bank dinilai lebih aman karena bank bisa membantu kita melihat secara clear apakah bisnis kita itu akan mengalami hambatan. Bank yang baik wajib melakukan inspeksi dan memeriksa studi kelayakan (feasibility study) yang kita ajukan.

Penolakan dari bank dengan alasan “tidak feasible” bisa merupakan feedback yang baik, apalagi jika kita bisa mendiskusikan dengan bagian kredit bank mengenai elemen apa saja yang dinilai “tidak feasible”.

Bank juga bisa membantu kita untuk memantau kegiatan usaha setiap tahun dan jika memang ada kesulitan di dalam perusahaan, bank akan mempertimbangkan untuk tidak meneruskan pinjamannya. Ini merupakan “warning” dan kontrol yang bisa menyadarkan kita untuk segera berbenah.

Calon Pengusaha yang “memaksakan” bank untuk memberi pinjaman tanpa studi kelayakan yang obyektif dan benar akhirnya sering mengalami masalah yang lebih parah. Agunan (jaminan) disita, perusahaan tidak jalan, dan hilanglah harapan untuk membuat mimpi indah menjadi kenyataan.

Kejadian seperti ini sudah sangat sering terjadi, dalam skala kecil maupun skala nasional. Pinjaman seringkali melanggar perhitungan normal yang semestinya diterapkan oleh bank sehingga ketika situasi ekonomi tidak mendukung, sendi perekonomian mikro dan makro pun turut terbawa jatuh.

3. Menjual Mimpi Ke (Calon) Pengusaha Lain atau Pemilik Modal

Jika teman atau sahabat yang bisa diajak bekerjasama tidak tersedia (entah karena kita lebih menghargai hubungan kekerabatan atau persahabatan atau karena memang mereka tidak dalam posisi untuk membantu) dan tidak ada agunan yang bisa dijadikan jaminan untuk memulai usaha anda, ada cara lain yang lebih drastis, yaitu menjual ide atau mimpi indah itu kepada pemilik modal.

Kesepakatan mengenai bagaimana bentuk kerjasama bisa di lakukan antara si pemilik modal dan penjual ide. Bisa saja pemilik modal yang memodali dan penjual ide yang menjalankan usaha itu, bisa juga penjual ide hanya menjual idenya dan tidak lagi terlibat dalam usaha itu. Jalan ini biasanya diambil sesudah cara lainnya tidak lagi memungkinkan sedangkan ide yang kita miliki memang sangat layak diperhitungkan.

Ketiga cara di atas bisa dipikirkan sebelum seseorang mengambil keputusan untuk menjadi Pengusaha. Kalo ga di pikir secara mendalam, pengalaman pahit akan menjadi makanan Calon Pengusaha. Banyak usaha yang akhirnya gulung tikar sebelum berkembang, jangan pernah tergiur untuk jadi cepat kaya atau pakai cara gila menjadi pengusaha, nanti bisa GILA beneran karena bangkrut. Contohnya, usaha Kafe Tenda yang dulu rame-rame di didirikan sekarang gulung tikar, kemanakah pengusaha-pengusaha kafe tenda itu who knows hanya Allah yang maha tahu.

10/07/2012

Berbisnis itu seperti menanam pohon, kita tanam bijinya di dalam lubang yang cukup dan diberikan pupuk kita sirami tiap hari, kita perhatikan pertumbuhannya jangan sampai ada hama, kita sayangi dan doa kan supaya menjadi pohon yang kuat dan besar kelak

Address

Jawa

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Business Coach posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Business Coach:

Share