27/08/2020
๐ฐ๏ทฝ
KHUSYU' SHOLAT
Khusyuโ merupakan ruh shalat. Sehingga nilai pahala kita dalam shalat, diukur sesuai kadar khusyu kita ketika shalat.
Dari Ammar bin Yasir radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅูููู ุงูุฑููุฌููู ููููููุตูุฑููู ููู
ูุง ููุชูุจู ูููู ุฅููุงูู ุนูุดูุฑู ุตููุงูุชููู ุชูุณูุนูููุง ุซูู
ูููููุง ุณูุจูุนูููุง ุณูุฏูุณูููุง ุฎูู
ูุณูููุง ุฑูุจูุนูููุง ุซูููุซูููุง ููุตูููููุง
"Ketika seseorang selesai dari shalatnya, pahala yang dia dapatkan hanya 1/10 shalatnya, atau 1/9 atau 1/8 atau 1/7 atau 1/6 atau 1/5 atau ยผ atau 1/3, atau setengahnya"
[HR. Abu Daud 796 dan dishahihkan al-Albani]
Ibnu Abbas mengatakan,
ูููุณู ููููู ู
ููู ุตูููุงุชููู ุฅููููุง ู
ูุง ุนูููููุชู ู
ููููููุง
"Kamu tidak mendapat pahala dari shalatmu selain apa yang kamu renungkan dari shalatmu"
[Takhrij ahadits al-Ihya, az-Zain al-Iraqi, 1/309]
Lalu bagaimana jika shalatnya tidak khusyu? Misal, memikirkan keluarganya ketika shalat, apakah shalatnya harus diulangi?
Ulama berbeda pendapat mengenai hukum khusyu dalam shalat.
Jumhur ulama mengatakan, hukumnya anjuran dan tidak wajib. Karena mustahil seseorang bisa khusyu dengan sempurna dalam shalatnya.
Diantara dalilnya adalah hadis dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฅุฐุง ููุฏู ููุตูุงุฉ ุฃุฏุจุฑ ุงูุดููููุทูุงูู ูููููู ุถูุฑูุงุทูุ ุญุชู ูุง ูุณู
ุน ุงูุชููุฃูุฐููููุ ูุฅุฐุง ููุถูู ุงููุฏุงุก ุฃูุจูุ ุญุชู ุฅุฐุง ุซููููุจู ุจุงูุตูุงุฉ ุฃุฏุจุฑุ ุญุชู ุฅุฐุง ูุถู ุงูุชููุซููููุจูุ ุฃูุจู ุญุชู ููุฎูุทูุฑู ุจูู ุงูู
ุฑุก ูููุณูุ ูููู ุงูุฐูููุฑ ูุฐุงุ ุงูุฐูููุฑ ูุฐุงุ ููู
ูุง ููู
ู ูููููู ููุฐูููุฑู ุ ุญูุชููู ููุธูููู ุงูุฑููุฌููู ูุงู ููุฏูุฑูู ููู
ู ุตููููู
"Ketika adzan dikumandangkan, setan menjauh dari masjid sambil terkentut-kentut, hingga dia tidak mendengar adzan. Setelah adzan selesai, dia datang. Ketika iqamah, dia menjauh. Ketika iqamah selesai, dia datang, lalu membisikkan hati hamba yang sedang shalat, โIngat iniโฆ ingat ituโฆโ padahal sebelumnya dia tidak ingat. Hingga seseorang lupa dan tidak tahu berapa jumlah rakaat yang telah dia kerjakan dalam shalatnya"
[HR. Bukhari 608 dan Ahmad 8139]
Dala