14/09/2018
Yusuf.tv
BERJUMPA DENGAN ALLAH
Siapa yg ingin berjumpa dg Rabb-nya dlm keadaan diridhai, maka hendaknya dia memurnikan aqidah (dg tidak berbuat syirik) & menebarkan sunnah (dg beramal saleh yg sesuai tuntunan Sunnah).
Syaikh as-Sa’di -rahimahullah- mengatakan,
“Maksud ayat ini (QS. al-Kahfi [18]: 110) adalah katakan wahai Muhammad kepada orang² kafir & selain mereka, bahwa aku adalah manusia seperti kalian, aku bukan sesembahan, aku bukan sekutu dlm kerajaan Allah, aku tdk tahu ilmu gaib, aku pun tdk memiliki kekuasaan seperti Allah. Sesungguhnya aku manusia seperti kalian, aku hanyalah salah satu hamba Rabb-ku.
Diwahyukan kepadaku bahwa sesembahan kalian hanyalah sesembahan yg satu, hanya saja aku diberi kelebihan dibanding kalian, aku diberikan wahyu yg Allah berikan kepadaku.
Wahyu yg membawa berita yg paling agung yaitu bahwa sesembahan kalian hanyalah sesembahan yg satu, tiada sekutu bagi-Nya, tdk ada satu pun selain Dia yg berhak diibadahi walau seberat biji sawi.
Aku menyeru kalian untuk beramal dg sesuatu yg bisa mendekatkan diri kalian kepada-Nya sehingga kalian medapatkan pahala dari-Nya & terhindar dari azab-Nya.
Oleh karena itu, Allah kemudian berfirman,
“Barang siapa mengharap perjumpaan dg Rabb-nya, maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh” yaitu amalan yg sesuai dg syariat Allah.
“Dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dlm beribadah kepada Rabb-nya” yaitu janganlah dia merasa riya dlm amalannya. Bahkan, hendaknya dia beramal ikhlas mengharapkan wajah Allah semata.
Maka ayat ini menggabungkan keterangan tentang amalan yg ikhlas & mengikuti sunnah Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-. Amalan seperti itulah yg akan diterima dan pelakunya akan mendapatkan ganjaran.
Adapun amalan yg tdk ikhlas atau tdk sesuai sunnah, maka itu hanyalah kerugian di dunia & akhirat bagi pelakunya. Dia tdklah mendapatkan kedekatan dari Sang Maula & dia juga tiada mendapat keridhaan-Nya”.
(lihat Taisir al-Karim ar-Rahman)
www.muslim.or.id