Dapur Finansial

Dapur Finansial Dapur Keuangan adalah konsultan perencana keuangan independen. Kami berkomitmen untuk memberikan lay

28/09/2022

PLN resmi membatalkan program pengalihan kompor LPG 3 kg ke kompor listrik. Langkah ini dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi. PT...

20/11/2019

Apa keuntungan dan risiko investasi saham?

Tiap investasi pasti memiliki keuntungan dan risiko. Begitu pun dengan investasi saham. Berikut keuntungan dan risiko dalam berinvestasi saham:

Keuntungan investasi saham:

1. Dividen (pembagian laba)

Dividen adalah pembagian laba yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham. Dividen itu sendiri berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan.

Ada dua jenis dividen, yaitu dividen tunai dan dividen saham:

Dividen tunai artinya perusahaan memberikan uang tunai untuk setiap lembar saham kepada pemegang saham.

Dividen saham artinya dividen yang diberikan perusahaan berupa saham, jadi jumlah saham yang dimiliki investor akan bertambah.

2. Capital gain (kenaikan harga saham)

Capital gain adalah keuntungan yang didapatkan dari kenaikan harga saham, yakni harga jual lebih tinggi dibanding harga beli.

Misalnya, kamu membeli saham A dengan harga per lembar Rp 2.000. Kemudian kamu menjualnya di angka Rp 2.500 per lembar. Berarti, kamu mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap lembar saham.

Risiko investasi saham:

1. Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, di mana investor menjual sahamnya lebih rendah dibanding harga beli.

Misalnya, kamu membeli saham B seharga Rp 2.000 per lembar. Tapi kamu menjualnya di harga Rp 1.700 per lembar. Dengan demikian, kamu akan mengalami kerugian sebesar Rp 300 per lembar.

2. Suspend

Risiko lain dari investasi saham adalah saham terkena suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kondisi tersebut membuat investor tidak dapat menjual atau membeli saham saham tersebut sampai suspensi dicabut.

20/11/2019

Bagaimana cara memilih saham yang tepat?

Ada tiga strategi memilih saham agar uangmu gak hilang cuma-cuma. Berikut ini caranya:

1. Fundamental perusahaan

Meskipun jumlah uang yang kamu investasikan kecil, tapi kamu tentu mau mendapatkan keuntungan kan. Karena itu, kamu gak bisa sembarangan memilih saham.
Nah, hal pertama yang harus kamu lihat adalah laporan keuangan atau fundamental dari perusahaan yang sahamnya akan kamu beli itu.
Kalau kamu lihat perusahaannya gak ada peningkatan omzet, profit turun terus, dan banyak utang, mending langsung banting setir deh. Pilih saham lain yang lebih prospektif dan kinerjanya lebih baik.

2. Analisa teknikal saham

Gak hanya laporan keuangannya saja yang harus kamu lihat. Kamu juga perlu mengetahui bagaimana analisa grafik saham dari perusahaan tersebut.
Kalau pergerakan naik turun sahamnya gak terlalu ekstrim, kamu bisa membeli saham di perusahaan itu. Tandanya, saham tersebut stabil dan gak rawan akan spekulasi pasar.

3. Nasihat broker atau pialang

Buat kamu para pemula yang belum tahu betul mengenai investasi saham, penting banget untuk meminta nasihat dari broker atau pialang untuk mengetahui apakah saham tersebut memiliki prospek yang bagus atau tidak.
Umumnya, broker juga akan menjelaskan mengenai fundamental dan analisa teknikal dari perusahaan yang sahamnya ingin kamu beli.
Dari situ broker akan memberikan masukan, sebaiknya kamu membeli saham tersebut atau tidak

20/11/2019

Bagaimana cara mulai belajar investasi saham?

Investasi saham memang dikenal dengan return-nya yang tinggi. Hal itulah yang kemudian membuat banyak orang tergiur untuk terjun ke dalamnya.

Tapi jangan salah. Investasi saham juga memiliki risiko yang tinggi. Makanya untuk orang awam atau pemula yang gak ngerti investasi, banyak juga yang ragu-ragu buat mulai investasi ini.

Nah, kalau kamu termasuk ke dalam kelompok orang yang takut berinvestasi saham, jangan khawatir. Berikut ini ada tips dan trik buat para investor saham pemula.

1. Ketahui profil risiko

Sebelum kamu memutuskan untuk investasi saham, ketahui terlebih dahulu profil risikomu. Apa maksudnya? Ya, kamu termasuk orang yang nekat dalam investasi atau hati-hati.
Pasalnya, jumlah saham di bursa efek itu ada banyak. Nah, biar tepat dalam memilih, kamu harus tahu dulu karaktermu seperti apa.
Kalau kamu termasuk orang yang nekat, kamu bisa memilih berinvestasi di saham-saham yang memiliki kapitalisasi pasar menengah atau kecil.
Sebaliknya, kalau kamu tipe yang hati-hati, kamu bisa memilih investasi saham BUMN dan saham-saham blue chip. Kenapa? Karena saham-saham ini pergerakannya lebih stabil dan likuid, sehingga risikonya pun lebih kecil.

2. Tentukan tujuan investasi

Setelah kamu mengetahui profil risikomu, kemudian pikirkan juga apa tujuanmu berinvestasi saham. Apakah untuk jangka panjang, menengah, atau pendek.
Investasi saham sebaiknya dilakukan setidaknya untuk jangka menengah. Soalnya kalau jangka pendek, kamu bakal rugi bandar lantaran mesti bayar fee broker juga. Alhasil, untung gak seberapa, modal malah kepotong biaya broker. Rugi, kan?
Jangka pendek yang dimaksud di sini adalah trading harian ya. Lagipula, kamu gak mungkin kan mantengin pergerakan saham setiap saat? Emang gak kerja apa?

3. Ketahui waktu yang tepat untuk beli dan jual

Menurut hasil analisa yang dilakukan selama kurun waktu 10 tahun terakhir, waktu yang tepat untuk menjual saham adalah di bulan Mei dan beli di bulan September atau Oktober. Mengapa?
Pasalnya, pada bulan Mei banyak orang yang menjual saham karena musim liburan. Hal itu membuat harga saham turun.
Nah, karena kamu tahu siklusnya, kamu bisa menjual sahammu sebelum harga saham turun alias “nyolong start” sebelum yang lain menjual sahamnya.
Sedangkan di bulan September atau Oktober, harga saham umumnya naik. Jadi kamu bisa membeli saham sebelum waktu itu atau saat harga saham masih rendah.
Dengan begitu, kamu jadi tahu kan kapan waktu yang tepat membeli saham?

4. Jumlah investasi

Setelah mengetahui waktu yang tepat untuk investasi, jangan keburu nafsu dulu membeli saham dengan jumlah besar. Apalagi kalau kamu adalah investor pemula yang masih meraba-raba. Kamu tentu gak mau kan gigit jari karena bangkrut?
Kini kamu sudah bisa bermain saham dengan modal hanya Rp 2 juta. Bahkan, ada sekuritas kecil yang menawarkan investasi saham untuk mahasiswa dengan modal Rp 500 ribu saja,loh.
Baiknya kamu menginvestasikan 5 persen saja dari kekayaanmu. Setelah kamu mengerti cara bermain saham, baru deh dinaikkan jumlah investasinya secara berkala.

23/10/2018

Perbedaan Menabung dan Investasi:
Tabungan
1. Kebutuhan mendadak
2. Likuiditas tinggi
3. Resiko lebih kecil
4. Pengembalian kecil: hanya bunga
5. Dalam jangka panjang nilainya akan berkurang karena tergerus oleh inflasi

Investasi:
1. Kebutuhan jangka panjang
2. Likuiditas rendah (butuh waktu untuk mencairkan)
3. Resiko lebih besar
4. Pengembalian besar: bisa dapat capital gain atau deviden
5. Dalam jangka panjang nilainya bertambah

23/10/2018

Kelemahan Tabungan:
Dalam jangka panjang nilai tabungan itu berkurang

Penyebab nilai tabungan berkurang
- Pajak- PPh berlaku untuk tabungan dan deposito
- Komisi/fee (Biaya administasi bank) yang kita bayar ke bank karena sdh membantu menyimpankan uang kita.
- Inflasi

23/10/2018

Apa itu Investasi?
Aktivitas menempatkan dana pada satu atau lebih jenis asset dalam jangka waktu tertentu dengan harapan untuk mendapatkan pengembalian dan penghasilan tambahan yang lebih tinggi.

Apakah menabung termasuk dalam Investasi? Bukan karena kalau menabung lebih untuk menyimpan uang kita untuk mmenuhi kebutuhan harian atau kebutuhan jangka pendek dan tabungan sangat ideal untuk antisipasi kebutuhan darurat yang muncul seperti k.ecelakaan atau opname RS

Pertimbangan Likuiditas
Apa itu Likuiditas? Tingkat kemudahan pencairan dana sehubungan dengan seberapa cepat dan berapa biaya yang diperlukan untuk mencairkan dana.

Tabungan mempunyai tingkat likuiditas yang sangat tinggi Karena bisa dicairkan kapan saja dan dimana saja.

Kelebihan lain Tabungan adalah dijamin oleh pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan sehingga uang tabungan aman.

23/10/2018

Bagaimana cara memperbesar Asset adalah dengan cara mengalokasikan Kekayaan Bersih kita sebagai Tabungan atau Ditempatkan dalam Instrumen Investasi yang lain yang tentunya bisa berikan pengembalian yang lebih besar.

23/10/2018

Pada prinsipnya kita harus mencari cara Bagaimana untuk memperbesar Nilai Asset yang kita miliki agar Nilai kekayaan bersih yang kita miliki juga semakin besar.

23/10/2018

Asset: Segala sesuatu yang dimiliki (uang/barang)

Liabilitas adalah Kewajiban atau hutang2 yang harus dibayar

Kekayaan Bersih adalah Nilai Asset yang kita miliki dikurangi dengan Hutang2 yang harus dibayar.

Address

Wisma Angkasa Pura, Kota Baru Bandar Kemayoran
Kemayoran
10610

Telephone

+6281282518844

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Dapur Finansial posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share