25/02/2020
BBTN: Weak Earnings
BBTN mencatatkan laba bersih yang negatif di 4Q19, sebesar -Rp592 miliar (3Q19: -Rp505 miliar; 4Q18: +Rp1,4 triliun) setara dengan laba bersih 2019 sebesar Rp209 miliar (-92,5% YoY) jauh dibawah estimasi (PANS: 14,7%; Cons: 12,7%) karena:
(1) perlambatan kredit
(2) kenaikan cost of fund (CoF)
(3) peningkatan provisi mengantisipasi PSAK 71 serta
(4) meningkatnya NPL. Secara komposisi, kredit non-subsidi melambat signifikan ke Rp80,6 triliun, +3,7% YoY (2018: +12,2% YoY) dan kredit konstruksi juga melambat, tercatat sebesar Rp29,5 triliun, +0,67% YoY (2018: +12,3% YoY). NPL di 2019 mengalami kenaikan ke 4,8% (2018: 2,8%) disebabkan oleh kenaikan di:
(1) non-subsidi ke 3,9% (2018: 2,8%)
(2) konstruksi di 18,7% (2018: 7,05%).
Namun kami memperkirakan kualitas aset akan membaik di tahun ini, didorong oleh:
(1) perubahan struktur dan tambahan SDM untuk perbaikan kualitas aset
(2) penjualan collateral di segmen properti melalui rumahmurahbtn.co.id serta
(3) fokus kredit ke low risk segment. Kami melihat Presiden Direktur yang baru, akan menjadi katalis dan sentimen positif kedepannya, namun kami masih akan melihat kinerja di jangka pendek untuk melihat tren perbaikan performa.
Sehingga kami masih merekomendasikan HOLD dengan TP: Rp2.000, karena:
(1) likuiditas yang ketat, dengan LDR yang lebih tinggi dibandingkan ke sektor perbankan serta
(2) tren pertumbuhan kredit yang melambat di segmen properti.
Untuk penjelasan lebih lengkap dapat dibaca melalui Aplikasi POST Mobile 4. Kemudian Pilih Menu - News & Research - In-Depth Analysis.
Sumber : Tim Research Panin Sekuritas