Konsultan Rumah Sakit Indonesia

Konsultan Rumah Sakit Indonesia KaRSI KaRSI adalah akronim dari Konsultan Rumah Sakit Indonesia.

Prakarsa untuk mendirikan lembaga ini muncul pada tahun 2009 dari beberapa praktisi dan akademisi serta mahasiswa Magister Manajemen Rumah Sakit. Melalui serangkaian pertemuan dan diskusi yang intens serta melalui persiapan yang matang pada pertengahan Oktober 2011 secara resmi lembaga ini disahkan dihadapan notaris.

STRATEGI PEMASARAN VIRAL  RUMAH SAKIT MELALUI MEDIA SOSIAL Oleh : SAFARI HASAN,S.IP,  MMRS *)*) Manajer Humas dan  Pemas...
23/12/2015

STRATEGI PEMASARAN VIRAL RUMAH SAKIT MELALUI MEDIA SOSIAL
Oleh : SAFARI HASAN,S.IP, MMRS *)
*) Manajer Humas dan Pemasaran di Konsultan Rumah Sakit Indonesia (KaRSI)
Internet dan media sosial telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia modern termasuk bangsa Indonesia. Berdasarkan data yang dilansir oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bekerjasama dengan PusKaKom Universitas Indonesia, jumlah pengguna internet di Indonesia saat ini naik dari 71,9 juta jiwa di tahun 2013 menjadi 88,1 juta jiwa pada akhir tahun 2014. Jumlah ini mencakup sekitar 34,9 persen dari total populasi penduduk di Indonesia.
Pengguna internet di Indonesia ternyata berbanding lurus dengan jumlah pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter, instagram dan sejenisnya. Data dari WeAreSocial menunjukkan, pada bulan Januari 2015 sebanyak 72 juta orang di Indonesia sudah memiliki akun aktif di sosial media. Sebanyak 62 juta di antaranya mengakses melalui telepon selular. Dan yang lebih mencegangkan lagi, waktu yang di habiskan rata-rata oleh Penduduk Indonesia untuk melihat Facebook, Twitter, dan jejaring lainnya rata-rata hampir tiga jam sehari. Angka ini lebih tinggi dari statistik pengguna di India, China, Jepang, dan Singapura.
Sayangnya masih banyak orang yang berpikir bahwa media sosial hanyalah aktivitas sia-sia dan buang-buang waktu saja. Padahal siapa pun bisa memanfaatkan sosial media untuk mencapai tujuannya. Siapapun Anda, apakah itu institusi rumah sakit atau praktisi kesehatan bisa lebih dikenal oleh publik dengan mengemas citra diri dan mengenalkan produk melalui media sosial.
Pengertian Pemasaran Viral.
Pemasaran Viral (Viral Marketing) adalah strategi dan proses penyebaran pesan untuk mengkomunikasikan informasi suatu produk kepada masyarakat secara meluas dan berkembang melalui media tertentu. Viral marketing merupakan strategi yang digunakan untuk mendorong seseorang agar menyampaikan pesan pemasaran Anda pada orang lain. Karena caranya yang seperti metode penyebaran virus itulah maka di istilahkan sebagai viral marketing.
Istilah viral marketing dipopulerkan oleh Tim Draper dan Steve Jurvetson dari perusahaan venture capital, Draper Fisher Jurvetson pada 1997 untuk menjelaskan kesuksesan marketing Hotmail sebagai email provider.
Istilah pemasaran viral ini kurang lebih sama dengan ungkapan Jawa” gethok tular” alias “dari mulut ke mulut”. Tak bisa disangkal keajaiban promosi dari mulut ke mulut memiliki efek yang luar biasa, karena pada umumnya orang lebih percaya apa kata teman dibanding kata iklan.
Keberadaan media sosial juga berpengaruh pada strategi pemasaran viral. Strategi Pemasaran Viral melalui media sosial adalah usaha menciptakan konten (posting, tulisan, gambar, video, grafik ) yang menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk membagi (share) konten tersebut melalui jaringan sosial mereka guna mempromosikan produk/jasa.
Diharapkan, konten tersebut mampu menarik perhatian, disukai, dan dishare seluas-luasnya sehingga menghasilkan "electronic Word of Mouth" (eWoM) atau dibicarakan dan disebarkan oleh para user media sosial secara viral sehingga tercipta image positif, menumbuhkan awareness dan membangun loyalitas pelanggan.
kelebihan dan kelemahan viral marketing via sosial media
Kelebihan utama viral marketing diantaranya :
Jangkauan Internet menembus sekat ideologis dan geografis. Cukup hanya dengan menekan tombol dari gadget kita, ratusan jutaan orang di segala penjuru dunia bisa mengakses informasi yang kita bagikan.
Kecepatan penyebaran informasi melalui internet tidak tertandingi oleh media informasi lainnya. Hanya dalam hitungan detik, sebuah pesan bisa dibaca oleh banyak orang di seluruh dunia.
Rendahnya biaya pemasaran. Kekuatan viral marketing membuat biaya yang dikeluarkan untuk menyebarkan informasi itu sangat kecil. Misalnya Hotmail yang hanya mengandalkan modal sebesar $500.000 bisa menarik lebih dari 10 juta pengguna alamat hotmail dalam satu tahun.
Viral marketing memberikan ketenaran, dan kredibilitas secara instan pada institusi rumah sakit.
Kelemahan viral marketing:
Ketergantungan pada faktor pemicu. Tanpa pemicu yang mampu menarik minat konsumen, pesan yang disebarkan tidak akan melalui proses replikasi dan akan mati.
Pesan viral sangat susah untuk dikontrol, dengan proses replikasi yang cepat dan penyebaran yang luas, menyebabkan perusahaan atau ahli pemasaran kehilangan kontrol akan isi pesan yang disampaikan.
Contoh strategi viral marketing
1. Tentukan Target Pemasaran dan Jenis Media yang Akan Digunakan
Segmentasi atau kalangan mana yang menjadi target kita dalam memasarkan produk kita? Apakah target kita adalah pengguna media sosial yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga atau kalangan eksekutif muda yang memiliki segudang rutinitas? Target pemasaran Rumah Sakit Orthopedi tentu berbeda dengan Klinik Kesuburan.
Hal ini tentu harus kita pelajari terlebih dahulu. Pada umumnya mungkin produk layanan kesehatan dasar bisa menjangkau pasar yang lebih luas, sementara produk layanan kesehatan dengan teknologi tinggi yang memiliki tarif yang cukup mahal lebih baik difokuskan pada kalangan eksekutif muda atau keluarga dengan ekonomi memadai.
Selain memutuskan kalangan mana yang akan dijadikan target, kita juga harus fokus memilih media sosial mana yang cocok untuk memasarkan produk kita. Misalkan saja media sosial yang memiliki banyak pengguna seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Kita juga bisa menggunakan forum-forum diskusi yang sering dikunjungi oleh para pengguna internet. Jangan lupa buat link yang membuat pengguna internet merasa penasaran, misalnya berikan posting singkat di Twitter atau Instagram untuk mengarahkan para audience ke halaman yang lebih besar lagi, seperti website atau page.
2. Konten artikel atau status yang menarik perhatian
Konten yang menarik perhatian dan kreatif menjadi salah satu kunci kesuksesan pemasaran melalui media sosial. Konten yang dikemas dengan ringan namun sarat informasi kesehatan akan membuat para pengguna internet tertarik untuk selalu mengikuti informasi yang kita berikan. Pilihlah konten yang unsur viralnya (daya penyebarannya) tinggi. Pengguna media sosial akan merasa tertarik untuk membagikan informasi yang menarik.
Kesempatan yang diperoleh dari share tersebut bisa membuat pengguna internet lainnya mulai mengenal informasi terkait profil rumah sakit kita dan produk layanan kesehatan kita. Dan usahakan untuk membuat konten yang singkat, padat namun menarik agar pengguna internet tak merasa malas untuk membacanya.
3. Jalinlah Komunikasi Efektif Secara Personal
Menentukan target bisnis sudah, memilih konten dan jenis media sosial yang tepat juga sudah. Sekarang saatnya untuk memanfaatkan bantuan dari orang-orang sekitar kita. Memiliki pasien yang memiliki akun Facebook, Twitter atau media sosial lainnya merupakan hal yang positif untuk memulai hubungan komunikasi yang efektif dan personal dengan rumah sakit kita.
Coba berikan posting, tweet atau wall post secara internal agar mereka bisa lebih mengenal produk layanan kesehatan kita. Ingatkan jadwal kontrol kembali, serta berikan ucapan spesial dalam momen khusus seperti hari ulang tahun, Hari Raya dan sebagainya.
4. Pilih Personil yang Tepat
Memiliki staf yang khusus menangani Kehumasan termasuk di dalamnya media sosial atau konsultan yang menangani media sosial bukan perkara yang mudah. Staf yang aktif menggunakan media sosial setiap hari, punya gaya penyampaian yang efektif dan punya banyak followers adalah kriteria influencer yang tepat. Kita dapat bekerjasama dengan influencer tersebut untuk mempromosikan rumah sakit kita secara efektif melalui media sosial.
Penutup
Konsep pemasaran rumah sakit di Indonesia saat ini memasuki tahap baru dengan semakin maraknya penggunaan media sosial oleh masyarakat. Keberadaan media sosial di masyarakat merupakan peluang bagi praktisi dan institusi perumahsakitan dalam mendongkrak penjualan dan tingkat popularitas rumah sakit kita.

Seminar Nasional dan Workshop tentang Rumah Sakit paling spektakuler di akhir tahun 2015. Jangan sampai Anda kehilangan ...
19/10/2015

Seminar Nasional dan Workshop tentang Rumah Sakit paling spektakuler di akhir tahun 2015. Jangan sampai Anda kehilangan kesempatan emas ini untuk mendapatkan solusi atas permasalahan di rumah sakit Anda. Segera daftarkan diri Anda, demi efektivitas acara jumlah peserta dibatasi hanya 50 peserta untuk seminar dan 25 orang untuk masing-masing workshop

Strategi Pemasaran Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Melalui Media SosialOleh : Safari Hasan, S. IP, MMRSInt...
24/04/2015

Strategi Pemasaran Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Melalui Media Sosial

Oleh : Safari Hasan, S. IP, MMRS

Internet dan media sosial telah menjadi bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan manusia. Tak hanya saja, internet dan media sosial telah memengaruhi cara berbisnis.

Berbagai manfaat seperti murahnya biaya promosi, luasnya prospek area pemasaran, hingga pembentukan loyalitas konsumen membuat media sosial begitu menarik banyak minat pebisnis dengan berbagai tawaran produk dan jasanya.

Pemasaran Media Sosial (Social Media Marketing) adalah strategi, teknik, atau proses mendapatkan trafik (pengunjung) website atau perhatian melalui situs medis sosial --Twitter, Facebook, YouTube, dsb.

Program Pemasaran Media Sosial biasanya dipusatkan pada usaha menciptakan konten (posting, tulisan, gambar, video) yang menarik perhatian dan mendorong pembaca untuk membagi (share) konten tersebut melalui jaringan sosial mereka. (Wikipedia).

Ringkasnya, Pemasaran Media Sosial adalah usaha bagian pemasaran perusahaan atau humas instansi untuk membuat tulisan, gambar, video, grafik, atau posting di akun media sosial lembaga guna mempromosikan produk/jasa.

Diharapkan, konten tersebut mampu menarik perhatian, disukai, dan dishare seluas-luasnya sehingga menghasilkan "electronic Word of Mouth" (eWoM) atau dibicarakan dan disebarkan oleh para user media sosial secara viral sehingga tercipta image positif dan diharapkan akan membangun loyalitas pelanggan.

1. Tentukan Target Pemasaran dan Jenis Media yang Akan Digunakan

Segmentasi atau kalangan mana yang menjadi target kita dalam memasarkan produk kita? Apakah target kita adalah pengguna media sosial yang berasal dari kalangan ibu rumah tangga atau kalangan eksekutif muda yang memiliki segudang rutinitas? Target pemasaran Rumah Sakit Ibu dan Anak tentu berbeda dengan Klinik Kesuburan.

Hal ini tentu harus kita pelajari terlebih dahulu. Pada umumnya mungkin produk layanan kesehatan dasar bisa menjangkau pasar yang lebih luas, sementara produk layanan kesehatan dengan teknologi tinggi yang memiliki tarif yang cukup mahal lebih baik difokuskan pada kalangan eksekutif muda atau keluarga dengan ekonomi memadai.

Selain memutuskan kalangan mana yang akan dijadikan target, kita juga harus fokus memilih media sosial mana yang cocok untuk memasarkan produk kita. Misalkan saja media sosial yang memiliki banyak pengguna seperti Facebook, Twitter atau Instagram. Kita juga bisa menggunakan forum-forum diskusi yang sering dikunjungi oleh para pengguna internet. Jangan lupa buat link yang membuat pengguna internet merasa penasaran, misalnya berikan posting singkat di Twitter atau Instagram untuk mengarahkan para audience ke halaman yang lebih besar lagi, seperti website atau page.

2. Konten artikel atau status yang menarik perhatian

Konten yang menarik perhatian dan kreatif menjadi salah satu kunci kesuksesan pemasaran melalui media sosial. Konten yang dikemas dengan ringan namun sarat informasi kesehatan akan membuat para pengguna internet tertarik untuk selalu mengikuti informasi yang kita berikan. Pilihlah konten yang unsur viralnya (daya penyebarannya) tinggi. Pengguna media sosial akan merasa tertarik untuk membagikan informasi yang menarik.

Kesempatan yang diperoleh dari share tersebut bisa membuat pengguna internet lainnya mulai mengenal informasi terkait profil rumah sakit kita dan produk layanan kesehatan kita. Dan usahakan untuk membuat konten yang singkat, padat namun menarik agar pengguna internet tak merasa malas untuk membacanya, ya.

3. Jalinlah Komunikasi Efektif Secara Personal

Menentukan target bisnis sudah, memilih konten dan jenis media sosial yang tepat juga sudah. Sekarang saatnya untuk memanfaatkan bantuan dari orang-orang sekitar kita. Memiliki pasien yang memiliki akunnFacebook, Twitter atau media sosial lainnya merupakan hal yang positif untuk memulai hubungan komunikasi yang efektif dan personal dengan rumah sakit kita.

Coba berikan posting, tweet atau wall post secara internal agar mereka bisa lebih mengenal produk layanan kesehatan kita. Ingatkan jadwal kontrol kembali, serta berikan ucapan spesial dalam momen khusus seperti hari ulang tahun, Hari Raya dan sebagainya.

4. Carilah Personil yang Tepat

Memiliki staf yang khusus menangani Kehumasan termasuk di dalamnya media sosial atau konsultan yang menangani media sosial bukan perkara yang mudah. Staf yang aktif menggunakan media sosial setiap hari, punya gaya penyampaian yang efektif dan punya banyak followers adalah kriteria pengelola social media yang tepat. Kita bisa juga bekerjasama dengan lembaga konsultan terpercaya untuk mempromosikan rumah sakit kita secara efektif melalui media sosial.

Ingin informasi lebih lanjut terkait pelatihan, pendampingan dan konsultasi di bidang pemasaran rumah sakit dan pelayanan kesehatan lainnya, hubungi kami di www.konsultanrumahsakitindonesia.com

21/04/2015

MENGENAL AKREDITASI RUMAH SAKIT

Pengertian Akreditasi Rumah Sakit adalah suatu proses dimana suatu lembaga independen baik dari dalam atau pun luar negeri, biasanya non pemerintah, melakukan assesment terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan.

Tujuan dan Manfaat Akreditasi Rumah Sakit diantaranya :
1. Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit yang bersangkutan karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
2. Proses administrasi, biaya serta penggunaan sumber daya akan menjadi lebih efisien.
3. Menciptakan lingkungan internal RS yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien.
4.Mendengarkan pasien dan keluarga.
5. menghormati hak-hak pasien serta melibatkan merek adalah proses perawatan.
6. Memberikan jaminan, kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.

Penyelenggara akreditasi

KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) merupakan lembaga resmi yang ditunjuk dan berwenang untuk melakukan survei verivikasi dan survei akreditasi, untuk selanjutnya memutuskan predikat Akreditasi yang tepat untuk suatu Rumah Sakit. Sebagai lembaga independen pelaksana akreditasi rumah sakit yang bersifat fungsional dan nonstruktural, KARS bertanggung jawab kepada Menteri Kesehatan RI.

Apa yang harus di Akreditasi di RS ?

Akreditasi RS versi 2012 terdapat 15 bab/kelompok kerja (Pokja), 323 standar dan 1218 elemen penilaian (EP), antara lain: Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Sasaran Millenium Development Goals (MDGs), Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK), Asesmen Pasien (AP), Pelayanan Pasien (PP), Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB), Manajemen Penggunaan Obat (MPO), Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI), Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan (TKP), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)

Bagaimana proses penilaian Akreditasi di RS ?
Proses penilaian akreditasi meliputi :

A. Sumber data :

Wawancara : Pada pimpinan RS – Pada staf RS – Pada pasien dan keluarga (minimal 4)Observasi : Fasilitas, alat, prosedur tindakan, dllKelengkapan dokumen : Kebijakan/SK, pedoman, standar prosedur operasional (SOP)/Protap, bukti pelaksanaan kegiatan, program kerja, laporan harian, laporan bulanan/harian, dll.

B. Cara penilaian :

Tim penilai (surveyor) akan berada di RS selama ± 3 hari yang terdiri dari 3 orang (manajemen, medis dan keperawatan)Pimpinan RS mempresentasikan program peningkatan mutu dan keselamatan pasien RSDilanjutkan telaah dokumen, telaah rekam medik tertutup dan telaah rekam medik terbuka serta survey lapangan,Penilaian lapangan ditekankan pada telusur pasien untuk di wawancarai/ observasi langsung atas pelayanan kesehatan yang telah/sedang/akan diterima pasien.Dalam waktu yang bersamaan, kelengkapan dokumen akreditasi juga di observasi dan ditanyakan pada jajaran staf dan pimpinan RS.Temuan atas ketidaklengkapan dokumen/ kekurangan mutu pelayanan harus diperbaiki saat itu setelah mendapat rekomendasi surveyor.Telusur lingkungan terhadap fasilitas rsTelusur KPSPresentasi FMEA, Pedoman Praktik Klinis/Clinical Pathways, Risk Manajemen Dan IKP (Insiden Keselamatan Pasien)Wawancara PimpinanExit Conference

Presentasi Tim Konsultan KaRSI  ke jajaran Komisaris dan Direksi PT. Prima Medika Bhakti Bersama dalam rangka rangkaian ...
13/12/2014

Presentasi Tim Konsultan KaRSI ke jajaran Komisaris dan Direksi PT. Prima Medika Bhakti Bersama dalam rangka rangkaian kegiatan penyusunan studi kelayakan dan master plan pendirian rumah sakit.

Tim Konsultan KaRSI menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Klinik dan Workshop Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis Kli...
13/12/2014

Tim Konsultan KaRSI menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Klinik dan Workshop Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis Klinik dan Rumah Sakit dalam rangka Musyawarah Kerja Wilayah 2 BSMI Jawa Timur di Kediri tanggal 29-30 Desember 2014

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis, Pelatihan Manajerial dan Kepemimpinan serta Membangun Komitmen ...
13/12/2014

Pelatihan dan Pendampingan Penyusunan Rencana Strategis, Pelatihan Manajerial dan Kepemimpinan serta Membangun Komitmen Bersama antara jajaran manajemen dan karyawan RS Wava Husada Kepanjen Malang, tanggal 2-5 Desember 2014 bersama

Tim Konsultan KaRSI menjadi narasumber workshop Pengelolaan Klinik dalam rangka Musyawarah Kerja BSMI wilayah Jawa Timur...
26/12/2013

Tim Konsultan KaRSI menjadi narasumber workshop Pengelolaan Klinik dalam rangka Musyawarah Kerja BSMI wilayah Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tanggal 25-26 Desember 2013

Program pendampingan : "Membangun komitmen jajajaran manajemen RSI Madinah Ngunut Tulungagung dalam mensukseskan program...
15/12/2013

Program pendampingan : "Membangun komitmen jajajaran manajemen RSI Madinah Ngunut Tulungagung dalam mensukseskan program Layanan Prima" bersama dr. Arif Surjadi, MMRS

FGD Pendampingan Penyusunan Renstra RSIA Citra Sehat Tulungagung bersama Safari Hasan, S.IP, MMRS dan dr. Ana Herawati, ...
14/12/2013

FGD Pendampingan Penyusunan Renstra RSIA Citra Sehat Tulungagung bersama Safari Hasan, S.IP, MMRS dan dr. Ana Herawati, MMRS

Ayo nambah ilmu dan wawasan plus refreshing mau? .... buruan ikut!!!
27/10/2013

Ayo nambah ilmu dan wawasan plus refreshing mau? .... buruan ikut!!!

Simulasi penerapan SOP pada Pelatihan Layanan Prima di RSI Madinah (26/09/13)
29/09/2013

Simulasi penerapan SOP pada Pelatihan Layanan Prima di RSI Madinah (26/09/13)

Address

Jln. Ursa Minor 20 Malang
Malang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Konsultan Rumah Sakit Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Konsultan Rumah Sakit Indonesia:

Share