Syar'i Pelangi Muslimah

Syar'i Pelangi Muslimah Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Syar'i Pelangi Muslimah, Business service, Jalan Sungai Raya Dalam Komp. Sejahtera Indah, Pontianak.

16/10/2015

Bagaimanapun, Aku Mencintaimu

Saat itu Senin pagi, dan seorang pria akan pergi ke kota untuk mencari pekerjaan yang lebih layak.

Sebelum berangkat, ia telah berbicara kepada istrinya tentang apa yang akan ia lakukan. Sepanjang hari ia merasa gugup dan ragu, apakah ia akan mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi dari pekerjaan yang sedang ia jalani saat ini yaitu bekerja sebagai pengayuh becak. Hingga akhirnya, di sore hari, ia berhasil diterima kerja di sebuah pabrik elektronik dengan gaji yang cukup memadai.

Suami yang gembira ini p**ang ke rumah dan mendapati meja makan yang telah ditata dengan indah serta lilin yang menyala. Ia mencium aroma makanan pesta, dan menduga pasti seseorang di pabrik elektronik tadi telah menelpon ke rumah dan memberitahu istrinya. Ia pun mencari istrinya dan mendapatinya di dapur, dengan penuh semangat ia menceritakan rincian dari kabar gembiranya. Mereka berpelukan dan meloncat kegirangan.

Di sebelah piringnya, ia menemukan catatan yang ditulis “Selamat Sayang ! Aku tahu kau akan berhasil hari ini ! Makan malam ini untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu.”

Kemudian dalam perjalanan ke dapur untuk membantu istrinya menyiapkan makanan penutup, ia melihat sebuah kartu yang lain jatuh dari kantong istrinya, ia memungut dan membacanya “Jangan khawatir karena tidak mendapat perkerjaan baru yang lebih layak sayang, bagaimanapun juga kau sebenarnya pantas mendapatkannya ! Makan malam ini untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu.”

Refleksi Hikmah :

Bagi seorang suami, hal yang terpenting bagi dirinya ketika dalam menjalani sebuah bahtera keluarga adalah rasa cinta, dan kasih sayang yang ia dapatkan dari istrinya. Karena setiap hal yang ia lakukan, pekerjaan yang ia tunaikan, tak lain dan tak bukan hanyalah sebuah pengorbanan untuk keluarganya, yaitu istri dan anak - anaknya.

Jika anda adalah seorang lelaki yang belum mempunyai istri, jangan kau butakan kedua matamu hanya untuk melihat seorang wanita dari sisi kecantikannya saja. Ada banyak wanita cantik di bumi ini. Tak akan puas seorang lelaki jika mencari wanita berdasar kecantikannya saja. Manusia akan menjadi tua, dan keelokan paras pun tak lama lagi akan sirna.

Paras bukan sebuah nilai, karena hanya akhlak mulia sang istri yang bisa membahagiakan seorang suami. Dan cara terbaik untuk mendapat seorang wanita ber-akhlak mulia adalah dengan menjadikan diri seorang lelaki sebagai calon suami yang elok perilakunya, sopan santun dalam perkataannya.

10/10/2015

Kisah sepotong roti

Berbuat baik pada sesama sudah menjadi kewajiban
bagi setiap umat manusia. Tidak peduli apapun
agama yang dianut, kita harus memperlakukan orang
lain dengan baik jika ingin diperlakukan baik p**a.
Buah perbuatan baik seringkali tidak hanya berupa
pahala bagi seseorang, bahkan ketika masih di dunia
perbuatan yang dilakukan dapat kembali padanya
dengan cara yang tidak diduga-duga.
Seperti dalam kisah berikut ini. Perbuatan baik yang
dilakukan secara konsisten dan sabar ternyata
memberikan hikmah luar biasa pada seorang wanita.
*****
Ada seorang wanita yang membuat roti untuk
makanan keluarganya setiap hari. Setiap harinya,
wanita ini membuat roti ekstra untuk diberikannya
pada orang lain yang kebetulan melewati rumahnya.
Dia meletakkan roti itu pada jendela rumahnya untuk
siapa saja yang ingin mengambil roti tersebut.
Setiap hari, ada orang yang sudah bungkuk datang
dan mengambil roti itu. Tetapi, bukannya
mengucapkan terima kasih dan menunjukkan
keramahan, pria itu malah menggerutu sejumlah
kata yang selalu dia ucapkan setiap hari. Beginilah
kira-kira ucapannya: "Perbuatan burukmu akan tetap
bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali
kepadamu."
Hal ini berlangsung secara terus-menerus, hari demi
hari. Pria bungkuk itu selalu datang dan mengambil
roti seraya mengatakan sesuatu dengan
mengucapkan, "Perbuatan burukmu akan tetap
bersamamu, perbuatan baikmu akan kembali
kepadamu." Wanita itu merasa sebal
dengannya,"Bukannya berterima kasih..," katanya
dalam hati.
'Setiap hari pria itu mengatakan hal yang sama, apa
maksudnya?' pikir wanita itu.Suatu hari, tiba-tiba dia
memiliki keinginan untuk menyingkirkan pria
bungkuk itu. Dia berniat membuat roti dengan racun
di dalamnya. Tetapi, ketika akan meletakkannya pada
jendela, dia gemetar dan tersadar. "Apa yang telah
aku lakukan?" katanya. Roti itu akhirnya dibakarnya
habis dan dia menggantinya dengan roti biasa.
Seperti hari-hari sebelumnya, pria itu datang lagi dan
tetap mengatakan hal yang sama, tidak menyadari
peperangan batin dalam wanita itu.
" "Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu,
perbuatan baikmu akan kembali kepadamu." "
Putra wanita itu pergi merantau jauh dari tempat
tinggalnya. Dan sudah berbulan-bulan dirinya tak
mendapatkan kabar tentang keberadaan putranya itu.
Wanita ini terus berdoa agar putranya diberi
keselamatan dan dapat kembali padanya.
Malam itu, pintu rumahnya diketuk dari luar, wanita
itu pun membuka pintu rumahnya dan terkejut
melihat sang anak berdiri dihadapannya. Anaknya itu
terlihat sangat kurus dan lemah, rupanya dia
kelaparan.
Sang anak menatap ibunya dan berkata,"Ibu, ini
keajaiban. Ketika aku masih jauh dari sini, aku
kelelahan dan pingsan. Aku mungkin akan mati
kelaparan, tetapi pada saat itu ada orang bungkuk
datang melintas dan memberiku sebuah roti,"
ungkap sang anak. Pria itu berkata," Ini yang aku
makan setiap hari. Hari ini aku harus memberikannya
padamu karena kamu lebih membutuhkannya
daripada aku."
Kemudian seketika wajah ibunya memucat dan
tersandar di tembok.Dia teringat akan roti beracun
yang hampir saja dia berikan pada orang bungkuk itu
pagi tadi. Andai saja dia memberikannya pada orang
bungkuk itu, tentu anaknya lah yang akan dia racuni
dengan tangannya sendiri. Akhirnya dia menyadari
arti kata yang selalu diucapkan pria bungkuk
itu,"Perbuatan burukmu akan tetap bersamamu,
perbuatan baikmu akan kembali kepadamu."

09/10/2015

Sudah sholat jumat?
Sudah update status?
Waah.. Jangan-jangan jadi riya?

Hehe.. Tiati lho gaes.. Riya itu bisa menghapus
amalan yg qt kerjakan dan tar malah jadi dosa.
Apa sih riya?
Riya adalah sswtu hal kebaikan yg qt lakukan dan
mmbuat org lain melihat kebaikan qt. Pamer lah
istilahnya. Agar orang trsanjung dan memuji qt.
Riya itu dapat mengakibatkan amalana berguguran
dan mnggantinya dg dosa. Nahlo.. Kenapa dosa?
Ya soalnya riya itu merupakan sifat orang2 munafik.
Nih haditsnya yah.
"Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah,
dan Allah akan mmbalas tipuan mereka. Dan apabila
mereka berdiri utk sholat mereka bediri dg malas.
Mereka bermaksud riya (dg sholat) di hadapan
manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah
kecuali sedikit sekali" (Qs. An Nisaa' : 142)
By

09/10/2015

When Someone See A Woman With Niqab

Ribet amat sih?
Ga panas apa?
Fanatik bgt
Berlebihan deh,ini kan indonesia
Hii teroris
Islam aliran apa sih
Terkekang bgt hidupnya ky dipenjara
When someone see a woman with hijab, plus make up,plus high heels, & all that branded clothes & bag,

Cantiknyaa
Kereeen
Duuuh so stunning
Ya Allah udh cantik,berhijab&shalihah lagi
Trnyta berhijab itu ttp bisa bebas berekspresi ya
Sering kan dear denger istilah2 sprti ini?
Pakai jilbab lengkap dgn cadar sprti istri nabi itu katanya hidupnya sprti dipenjara.
Namun,berhijab modis stylist itu katanya walau berhijab tp ttp bebas berekspresi.

Coba pikir lagi,
Yg berniqab,kalo mau keluar rumah
1. pake jilbab(gamis longgar)enakeuuun
2. khimar,no tutorial,simple.
3. niqab
4. kauskaki
5. Jalan ditempat umum,ga risih digoda laki2&ga dinikmati kecantikannya
6. Ga perlu cape menjaga hati agar tidak ujub,riya&takabbur krna tak ada yg memuji.
7. Bnyk yg sinis&menggibah,kalo ikhlas bs menggugurkan dosa
8. Bisa langsung dipake shalat.Simple😻
9. Pulang kerumah tinggal lepas jilbab dll.
Yg berhijab dgn brbagai macam style kalo mau keluar rumah,
1. 5-45menit untuk mix&match pakaian&accessories,
2. 5-45menit untuk make up,muka penuh make up-ga enakeun.
3. 5-45menit untuk pk kerudungnya,bnyk tutorial,ribet.
4. Kepala pusing krna menahan beban berat punuk unta,
5. Kaki pegel2 krn pake heels.
6. Celana ketat,ga sehat,bisa merusak rahim,ga enakeun.
7. Sulit menjaga hati untuk tidak ujub,riya&takabbur saat banyak org yg memuji,
8. Stiap jalan2 hrs OOTD alias ga bisa menikmati hidup,yg harusnya punya bnyk waktu untuk nikmati pemandangan/makanan,tp wktu tersita untuk ambil foto dgn angle terbaik&butuh bnyk waktu untk edit.
9. mau shalat,ribet buka hijab&cari mukena.
10. Pulang kerumah,hapus make up,buka pentul sana sini,kepala pusing,kaki pegel,nyiksa diri.

Nah,jadi siapa yg hidupnya sprti dipenjara,dear?^^
Dipenjara sesaat didunia OLEH syariat Islam,berhadiah surga, ini mah lebih dari worth it😍
Tapi,dipenjara OLEH dunia berhadiah siksa mah naudzubillah😭 didunia sengsara,di akhirat apalagi😭
Semoga qt termasuk kdlm orang2 yg sami'na wa 'athona, kami dengar&kami taat ya dear :')

Repost ig angellafransisca

09/10/2015

Ini Jalan Hijrahku

Jangan malu dengan hijab yang kamu kenakan..
Jangan malu dengan gamis yang kamu kenakan..
Jangan malu dengan jilbab lebar yang kamu kenakan.. .

Sebab dimataNya, pakaian terbaik seorang perempuan itu..
Auratnya tertutup bukan terbungkus..
Bajunya longgar tidak membentuk lekukan tubuh.. .

Jangan sedih jika mereka mengatakanmu kuno..
Jangan sedih jika mereka mengatakanmu gak gaul..
Jangan sedih jika mereka mengatakanmu kayak ibu2 / nenek2..
Jangan sedih jika mereka mengatakanmu tak cantik.. .

Sungguh, bukan penilaian mereka yang kamu ikuti..
Tetapi penilaian Rabb-mu yang harus dan wajib kamu ikuti.. .

09/10/2015

Suamiku sayang...

Kita adalah jiwa yang saling berbeda
Watak yang tak sama
Dan terkadang pandangan yang saling berseberangan.

Sempat hampa dalam hati karena tiada berteman
Walau banyak yang menyapa tapi hati tetap merasa hampa

Ternyata Allah Maha Baik
Dia bertemukan aku padamu untuk melangkah bersama

Kau ajarkan ku banyak hal
Dan kita saling berbagi banyak cerita
Kala air mata mengalir
Kau sapa aku dengan penuh canda

Kau ajarkan aku untuk selalu berserah diri
Berdoa dan berprasangka baik terhadap Allah
Hingga aku bisa menerima segala ketentuan-Nya
Dengan penuh rasa ikhlas.

Kau ajak aku melangkah pada ketaatan
Kau rangkul aku berhijrah dari keterbelakangan ilmu
Belajar agama bersamamu
Dan berlomba meraih ridha-Nya

Ku cintai kau karena ALLAH

09/10/2015

Wanita adalah kunci kebaikan suatu umat.

Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi
manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah
suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita
itu rusak, maka akan rusak p**alah generasi tersebut.
Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah
pengemban amanah pembangun generasi umat ini.
Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita
yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang
menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia
menjalankan sunnah rasul-Nya.
Copas....

09/10/2015

Memasak
Begitu pentingnya memasak hingga tak jarang kita jumpai banyak orang yang terkagum-kagum dengan seseorang yang menguasai bidang ini. Pun seorang istri yang pintar masak.

Dengan keahliannya tersebut akan membuat suaminya betah di rumah dan malas membeli makan di luar. Masakan yang enak bisa menjadi salah satu perekat cinta seorang suami kepada istrinya. Bahkan memasak untuk menyenangkan suami bisa menjadi ladang pahala jika diniatkan untuk ibadah kepada Allah.

Karena salah satu ciri istri shalihah adalah berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memenuhi semua hal yang dis**ai suaminya selama tidak dalam bermaksiat kepada Allah.

Sebagai seorang muslimah kita diamanahkan untuk bertanggung jawab atas rumah kita dan menyiapkan makanan kepada semua orang yang ada di dalamnya.

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin, seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya, wanita adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR. Bukhari)

Dengan begitu, seorang muslimah akan ikut mengecap pahala yang Allah berikan kepada mereka, di mana sebenarnya kita sudah ikut membantu amal perbuatan mereka.

09/10/2015

KAMU EDISI YANG MANA?

Loh, Dek ! Itu foto profilnya pake hijab. Kok, upload foto yg gak pake hijab?"
"Itu kan foto dirumah, kak ! Malah dikamar. Kalo keluar saya pake kok hijabnya.
GagalPahamFungsiHijab

Kamu kenapa nggak pake Hijab ?"
"Aku orangnya gerahan, Kak."
LupaPanasNeraka

Dek, kapan kamu mau pake hijab ?"
"Nanti kak, Kalo sudah berkeluarga. Kalo berhijab sekarang, nanti gak ada cowok yang s**a"
NggakNgertiyangSholehDatangKarenaApa

Kamu cantik, Kenapa gak pake hijab ?"
"Justru itu kak. Hijab mengurangi kadar kecantikan saya" (Aaa matee, gemeter saya nulis yang ini )
UjubMembabibuta ?

Teman kamu sudah pake hijab semua loh ! Kamu kapan ?"
Pengen sih, tapi tempatku bekerja melarang memakai hijab.
AmnesiaRezekiDariSiapa

Kita pake hijab, yuk !
"Ah, entarlah, nunggu siap. aku belum siap !"
AmnesialzroilDatangnyaTibatiba"

Astargfirullahaladzim...

09/10/2015

Berhenti Menjadi Wanita Karir Demi Taat Pada Suami

Sore itu sembari menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar. Kulihat seseorang yang berpakaian rapi, berjilbab dan tertutup sedang duduk disamping
masjid. Kelihatannya ia sedang menunggu seseorang juga. Aku mencoba menegurnya dan duduk disampingnya, mengucapkan salam, sembari berkenalan.

Dan akhirnya pembicaraan sampai p**a pada pertanyaan itu. “Anti sudah menikah?”.

“Belum ”, jawabku datar.

Kemudian wanita berjubah panjang (Akhwat) itu bertanya lagi “kenapa?”

Pertanyaan yang hanya bisa ku jawab dengan senyuman. Ingin kujawab karena masih hendak melanjutkan pendidikan, tapi rasanya itu bukan alasan.

“Mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya.

“Menunggu suami” jawabnya pendek.

Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya
kuberanikan juga untuk bertanya “Mbak kerja di mana?”

Entah keyakinan apa yang membuatku demikian yakin jika mbak ini memang seorang wanita pekerja, padahal setahu ku, akhwat-akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.

“Kenapa?” tanyaku lagi.

Dia hanya tersenyum dan menjawab “karena inilah PINTU AWAL kita wanita karir yang bisa membuat kita lebih hormat pada suami” jawabnya tegas.

Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya tersenyum.

Saudariku, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah hanya ingin didatangi oleh laki-laki yang baik-baik dan sholeh saja.

“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari dan es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Kamu tahu kenapa ?
Waktu itu jam 7 malam, suami saya saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah p**ang. Setibanya dirumah, mungkin hanya istirahat yang terlintas dibenak kami wanita karir. Ya, Saya akui saya sungguh capek sekali ukhty. Dan kebetulan saat itu suami juga bilang jika dia masuk angin dan kepalanya pusing.

Celakanya rasa pusing itu juga menyerang saya. Berbeda dengan saya, suami saya hanya minta diambilkan air putih untuk minum, tapi saya malah berkata, “abi, pusing nih, ambil sendirilah !!”.

Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23.30 saya terbangun dan cepat-cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan p**asnya. Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah
bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya (kami memang berkomitmen untuk tidak memiliki khodimah)?

Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.

Astagfirullah, kenapa abi mengerjakan semua ini?

Bukankah abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.

Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air putih saja saya membantahnya.

Air mata ini menetes, air mata karena telah melupakan hak-hak suami saya.”

Subhanallah, aku melihat mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.

“Kamu tahu berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600-700 rb/bulan. Sepersepuluh dari gaji saya sebulan.

Malam itu saya benar-benar merasa sangat durhaka pada suami saya.

Dengan gaji yang saya miliki, saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya dengan ikhlas dari lubuk hatinya.

Setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata “Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho”, begitulah katanya.

Saat itu saya baru merasakan dalamnya kata-kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong dan durhaka pada nafkah yang diberikan suami saya, dan saya yakin hampir tidak ada wanita karir yang selamat dari fitnah ini”

“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah-mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu sering begitu susah jika tanpa harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya”

Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara. “Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini. Saya sedih, karena orang tua, dan saudara- saudara saya justru tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Sesuai dugaan saya, mereka malah membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan yang lain.”

Aku masih terdiam, bisu mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.

“Kak, bukankah kita harus memikirkan masa depan ? Kita kerja juga kan untuk anak-anak kita kak. Biaya hidup sekarang ini mahal. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan. Nah kakak malah pengen berhenti kerja. Suami kakak pun penghasilannya kurang. Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai-santai aja di rumah.

Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak, Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal, sepertinya suami kakak itu lebih s**a hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali mengalir, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat.

“Anti tau, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya menangis bukan karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, Demi Allah bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya sudah DIPANDANG RENDAH olehnya. Bagaimana mungkin dia meremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membangunkan saya untuk sujud dimalam hari ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata-kata lembutnya selalu menenangkan hati saya ?

Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, saat itu orang tersebut
belum mempunyai pekerjaan ?

Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah di hadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan ?

Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya.

Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak-hak suami saya. Saya berharap dengan begitu saya tak lagi membantah perintah suami saya. Mudah-mudahan saya juga ridho atas besarnya nafkah itu.

Saya bangga dengan pekerjaan suami saya ukhty, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya, karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan seperti itu.

Disaat kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tetapi suami saya, tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal. Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya.

Suatu saat jika anti mendapatkan suami seperti suami saya, anti tak perlu malu untuk menceritakannya pekerjaan suami anti pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya, dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku.

Dan dia mengambil tas laptopnya, bergegas ingin meninggalkanku. Kulihat dari kejauhan seorang laki-laki dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm, meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, wanita itu meninggalkanku.

Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho.

Ya Allah….
Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling berkesan dalam hidupku.
Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..Subhanallah..Walhamdulillah..Wa Laa ilaaha illallah…Allahu Akbar

Semoga pekerjaan, harta dan kekayaan tak pernah menghalangimu untuk tidak menerima pinangan dari laki-laki yang baik agamanya.
KisahMuslim

Temukan berbagai tips memaksimalkan penampilan hijabmu dengan barang-barang yang tidak pernah terpikirkan.. hanya di San...
11/12/2014

Temukan berbagai tips memaksimalkan penampilan hijabmu dengan barang-barang yang tidak pernah terpikirkan.. hanya di SandZa Hijab Trainer Pontianak.

Address

Jalan Sungai Raya Dalam Komp. Sejahtera Indah
Pontianak

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Syar'i Pelangi Muslimah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share