07/06/2024
Lanjut nih perihal mendidik anak part yang terakhir untuk Ayah Ibu yang memiliki anak diusia baligh
Adapun setelah masuk umur baligh, seorang pendidik tetap harus mengawasinya. Bahkan hukuman yang diberikan padanya harus naik level ketika masih melakukan atau meninggalkan hal-hal yang disebut sebelumnya. Selain itu, anak di usia baligh juga harus diajarkan dalil dan hujjah atas apa yang telah dia yakini. Tujuannya agar akidahnya selamat dari pemikiran-pemikiran yang melenceng. (Al-Baihaqi, ุดุนุจ ุงูุฅูู
ุงู 1-9 ููุจูููู- ู
ุน ุงูููุงุฑุณ ุฌ6 - Google Books , [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiah: 1971 M] jilid VI, halaman 397). Di waktu baligh ini p**a, seorang pendidik semestinya memperhatikan perkara seksual si anak, mulai dari kecondongannya untuk menikah dan lain sebagainya. Ulama salaf dahulu sangat memperhatikan hal-hal demikian.
Kesimp**an Dari paparan di atas, dapat dipahami bahwa seorang anak dididik mulai dari usia dini(0-2) dengan memenuhi segala haknya. Setelah ia berumur 2 tahun maka harus ditanamkan nilai-nilai keimanan, dipertontonkan hal-hal yang wajib dia lakukan nantinya, serta menjauhkan dia dari tindakan-tindakan yang negatif. Hal itu berlangsung hingga ia berumur 7 tahun. Di umur 7 tahun seorang pendidik harus memerintahkan dia pada sesuatu yang wajib dan melarangnya dari sesuatu yang buruk. Di saat itu p**a, ia mengajarkan anak tentang Islam lebih dalam lagi, seperti halal dan haram, memperdengarkannya lantunan Al-Qurโan, hadits Nabi, doa, zikir dan lain sebagainya. Tatkala ia berumur 10 tahun maka ia harus dipukul jika ia masih enggan melaksanakan apa yang diperintahkan atau masih melakukan hal-hal yang dilarang. Namun, sesuatu yang harus diperhatikan bahwa pukulan yang dimaksud adalah pukulan yang mendidik, bukan menyakiti dan mencederai.
Setelah ia mencapai usia baligh, dan itu ditandai dengan keluarnya sperma seorang anak melalui mimpi atau dengan ia mencapai usianya yang ke-15, maka kedua orang tua harus lebih mengawasinya, memperhatikan perkara seksualnya dan mengajarkan dalil atas apa yang ia yakini. Wallahu aโlam Muhamad
Sunandar, Alumni Universitas Al-Ahgaff
Sumber: https://islam.nu.or.id/syariah/cara-mendidik-anak-sesuai-usia-dalam-islam-uZyQK