09/07/2019
INFO HAUL HABIB ABU BAKAR ASSEGHAF GRESIK
Yuks persiapan diri mulai sekarang, mulai dari pasang Niat, kosongkan jadwal , bekal, dan lain sebagainya untuk hadir Haul al-Qutub al-Habib Abu Bakar Asseghaf Gresik
Tanggal : Hari Sabtu dan Ahad,17 - 18 Agustus 2019
Tempat : Kediaman Habib Abu Bakar Asseghaf, Jalan KH Zubair 93 dan makam beliau di Masjid Jami' Alun-Alun Gresik, Jalan Wachid Hasyim.
Jam Rauhah : Bakda Ashar -Selesai
Maulid dan Haul : Bakda Subuh - Selesai
Semoga kita semua bisa menghadirinya, serta mendapat Sirr dan keberkahannya dari shohibul haul, dan mudah2an hajat kita dikabulkan oleh Alloh, baik hajat dunia maupun hajat akhirat.
Dan mudah2an kelak diakhirat kita dikumpulkan bersama beliau dan para Kaum Sholihin dan bersanding bersama Habibuna Muhammad shollallohu alaihi wa alihi wa shohbihi wasallam.
Sumber : TIM SARKUB
Dalam buku 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia, disebutkan, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf adalah Imam Al-Quthub yg tunggal.
Merupakan qiblat para auliya di zamannya. Sebagai perantara tali temali bagi para pembesar yang disucikan Allah jiwanya, bagai tiang yg berdiri kokoh dan laksana batu karang yg tegar diterpa samudera.
Juga, seorang yg telah terkumpul dalam dirinya antara Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin. Sehingga dikenal juga, Al-habib Al-Imam Abubakar bin Muhammad bin Umar bin Abubakar bin Imam (Wadi-Al-ahqaf) Al-habib Umar bin Segaf Assegaf.
Beliau dilahirkan di Besuki, Situbondo, Jawa Timur pada 16 Dzulhijjah 1285 H. Saat Dlm masih kanak2, ayahandanya tercinta telah wafat dan meninggalkannya di kota Gresik.
Kewalian beliau sudah terlihat. Karena mampu mengingat segala kejadian yg dialaminya ketika dalam usia tiga tahun dengan secara detail. Kendati begitu, neneknya Fatimah binti Abdullah Allan tak tega Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf hidup tanpa orang tua.
Akhirnya, pada 1293 H dengan ditemani seorang mulia, Assyaikh Muhammad Bazmul, berangkat ke kota asal leluhurnya, Hadramaut. Atas panggilan nenek beliau.
Di Hadramaut, kota yang bersinar dgn cahaya para auliya itu, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf kecil belajar dan ditempah para auliya terhebat di zamannya tentang Ilmu fiqih dan tasawwuf. Di antaranya, tempat tujuan pertamanya adalah kediaman seorang Allamah yg terpandang di masanya, Al-Arif billah “Al-habib syaikh bin Umar bin Seggaf.
Salah seorang dari sederetan para gurunya yg paling utama, adalah seorang arif billah yg namanya termasyhur di jagad raya ini. Guru dari para guru di zamannya, Al-Imam Al-Qutub Al-habib Ali bin Muhammad Al-habsyi RA.
Perhatian maha gurunya telah tertumpahkan pada murid kesayangannya jauh sebelum kedatangannya ke Hadramaut, ketika beliau masih berada di tanah Jawa.
Hal ini terbukti dgn sebuah kisah yang sangat menarik antara Al-habib Ali dgn salah seorang muridnya yg lain. Pada suatu hari Habib Ali memanggil salah satu murid setianya. Beliau lalu berkata “Ingatlah ada tiga auliya’ yg nama, haliah dan maqam mereka sama”.
Wali yang pertama telah berada di alam barzakh, yakni Al-habib Qutbul-Mala’ Abubakar bin Abdullah Alydrus. Kedua, engkau pernah melihatnya di masa kecilmu, yaitu Al-habib Abubakar bin Abdullah at-Attas.
Ketiga, akan engkau lihat dia di akhir usia kamu. Habib Ali pun tidak menjelaskan lebih lanjut siapakah wali ketiga yg dimaksud olehnya. Eh, ternyata Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf.
Pada usia 17, dgn ditemani Al-Arif billah Alhabib Alwi bin Segaf Assegaf (Dimakamkan di Turbah Kebon-Agung Pasuruan) berangkatlah beliau ke Indonesia. Adapun tujuan pertamanya adalah kota kelahirannya Besuki. Setelah tiga tahun tinggal di sana, beliau lalu berhijrah ke Gresik tahun 1305 H dalam usia 20 tahun.
Dan di kota inilah beliau bermukim. Mengingat usianya yang masih sangat muda, maka kegiatan menuntut Ilmu, Ijazah dan Ilbas masih terus dilakoninya tanpa kenal lelah.
Hingga suatu peristiwa di luar akal manusia terjadi di Jumat. Saat khatib yang menyampaikan khutbahnya, tiba2 beliau mendapat lintasan hati Rahmani dan sebuah izin Rabbaniy.
Ketika itu nuraninya berkata agar beliau segera mengasingkan diri dari manusia sekitarnya. Hatinya pun menjadi lapang untuk melakukan uzlah menjauhkan diri dari kehidupan dunia.
Seketika itu juga beliau beranjak meninggalkan Masjid Jamik Gresik langsung menuju rumah. Dan, sejak itu beliau tidak lagi menemui seorang pun dan tidak p**a memberi kesempatan orang untuk menemuinya.
Hal ini beliau lakukan tiada lagi hanya untuk mengabdikan diri dan beribadah kepada Rabbnya dgn segenap jiwa raganya, dan berlangsung sampai lima belas tahun lamanya.
Hingga tibanya izin dari Allah agar beliau keluar dari khalwatnya untuk kembali berinteraksi dgn manusia di sekitarnya. Pada saat menjelang keluar dari khalwatnya, beliau disambut gurunya Alhabib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, seraya berkata. “Aku telah memohon dan bertawajjuh pada Allah selama tiga hari tiga malam untuk mengeluarkan Abubakar bin Muhammad Assegaf”.
Habib Muhammad lalu menuntunnya keluar dan membawanya berziarah ke makam seorang wali yang tersohor dan menjadi mahkota bagi segala kemuliaan di zamannya, yakni Alhabib Alwiy bin Muhammad Hasyim RA.
Sejak itulah kediaman beliau tidak pernah sepi. Bahkan, sampai saat ini makamnya di Masjid Jamik Gresik tidak pernah sepi.
-----------
Suatu hari Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkata :
“Kelak akan ada seorang muridku yg memiliki kekeramatan sama dgnku namanya adalah Abu Bakar Assegaf.”
Akhirnya diketahui ternyata beliau adalah Sayyidina Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf wali quthub, asal Gresik.
Dikatakan bahwa maqom (kedudukan) Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Maqom puncak di mana tidak ada lagi maqom di atasnya kecuali kenabian. Hal itu telah diakui oleh para wali yg hidup sezaman dengan beliau.
Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar berkata :
“Demi fajar dan malam yg sepuluh dan yg genap dan yg ganjil. Sungguh Al-Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yg terus menggelinding (maqomnya) bahkan membumbung tinggi menyusul maqom2 para aslafnya (leluhurnya).”
Al Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad berkata :
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb Al-Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan (rahmat) ALLAH SWT.”
Al-Arif Billah Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi pernah berkata di rumah Al-Habib Abu Bakar Assegaf di kala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dgn Al-Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yg diwarnai dgn derai air mata.
Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu:
“Habib Abu Bakar ini adalah Raja Lebah (Rajanya para Wali di zamannya). Beliau adalah saudaraku di jalan ALLAH. Pandanglah beliau, karena memandang beliau adalah Ibadah.”
Al-Habib Husain bin Muhammad al-Haddad berkata :
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, beliau adalah Pemimpin Para Wali di masanya, beliau telah berada pada Maqom As-Syuhud yg mampu menyaksikan (mengetahui) hakekat dari segala sesuatu.”
Di antara ucapan Al Quthb Al-Habib Abu Bakar Assegaf adalah :
“Jika seorang wali meninggal, mereka pasti mengangkat seseorang untuk menggantikannya, mewarisi hal (keadaan)nya dan menduduki kedudukannya. Jika pengganti yg terpilih belum memiliki kemampuan itu untuk menerima hal tersebut, mereka menitipkan hal tsb kepada salah seorang wali sebagai wakil sampai sang pengganti mampu untuk membawa sirr tersebut.
Kadang2 Allah mengujinya dgn menggerakkan lisan masyarakat yang mengganggu harga dirinya, mencela dan menyakitinya sehingga keadaannya menjadi sempurna dan menjadi mampu membawa sirr tsb. Saat itulah mereka berikan warisannya.”
Diriwayatkan bahwa beliau mengalami suatu penyakit yg parah hingga tampak bekas hitam di dada beliau. Hal ini dikarenakan beliau adalah Penyandang Bala’ bagi umat manusia. Beliau berkata, “Apa yg kalian lihat menimpa diriku sebenarnya bukanlah musibah, itu adalah kenikmatan di atas kenikmatan, aku merasakan kesenangan dan kelezatan dengannya. Sedangkan rintihan, keluhan yg kalian dengar dariku hanyalah sesuatu yang manusiawi, pengakuan atas kelemahanku dan kebutuhanku kepada Allah SWT. Sekarang aku menikmati dua kesenangan. Nikmat sabar dan syukur”
Beliau juga berkata,
“Saat aku sakit, Al-Musthofa SAW datang menjengukku dan aku dalam keadaan sadar (yaqodhoh).
Aku berpelukan dgn Beliau SAW di tempat ini (sambil menunjuk tempat yg biasa beliau duduki).
Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam juga pernah datang ke tempat ini setelah sholat Ashar dan aku dalam keadaan terjaga.
"Aku sedang duduk di atas sajadah, tiba2 Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam datang diapit dua orang lain.
Salah seorang di antara mereka berkata :
“Kenalkah kau orang ini?”
Katanya seraya menunjuk orang yang di tengah.
“Tidak,” Jawabku.
“Beliau adalah kakekmu, Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam,” Kata orang itu.
Para auliya’ bersepakat bahwa Maqom Ijtima’ (bertemu) dgn Nabi SAW dalam waktu terjaga, adalah sebuah maqam yg melampaui seluruh maqom yg lain. Hal ini tidak lain adalah buah dari mutaba’ah dzohir batin beliau terhadap sunnah2 Nabi SAW.
Beliau juga pernah berkata, “Aku adalah Ahlud darak, barang siapa yg memohon pertolongan ALLAH melaluiku, maka dgn izin ALLAH aku akan membantunya, barang siapa yg berada dalam kesulitan lalu memanggil2 namaku maka aku akan segera hadir di sisinya dengan izin ALLAH.”
Ijazah beliau :
Dalam acara rutinan rauhah 3 Jumadal Ula, 1355 H. Pada acara rauhah di Kediaman beliau di Gresik, al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf menuntun orang2 yg hadir di acara tersebut dengan kalimat jalalah berikut ini:
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻮْﺟُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺯَﻣَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺒُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﺬْﻛُﻮﺭْ ﺑِﻜُﻞِّ ﻟِﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑْ ﺑِﺎْﻻِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻫُﻮَ ﻓِﻰ ﺷَﺄْﻥ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﻣِﻦْ ﺯَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺎِﻳْﻤَﺎﻥْ
ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥْ ، ﻳَﺎ ﻗَﺪِﻳْﻢَ ﺍﻟْﺎِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻛَﻢْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻥْ ،
ﺍِﺣْﺴَﺎﻧُﻚَ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢْ , ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥْ ،
ﻳَﺎ ﺭَﺣِﻴﻢُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤﻦْ , ﻳَﺎ ﻏَﻔُﻮﺭُ ﻳَﺎ ﻏَﻔَّﺎﺭْ ، ﺍِﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ
ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴﻦْ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ .
Setelah beliau menuntun hadirin dgn dzikir di atas beliau bercerita:
”Sesungguhnya ada seorang laki2 yg sholeh dia adalah al-Qodhi Abdullah al-Baghdadiy. Dia berkata : “Aku pernah melihat Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam di dalam mimpi dan beliau terlihat pucat sekali lalu aku berkata kepada Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam : “Kenapa engkau wahai Nabi, wajah engkau pucat sekali ?”
Lalu Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam menjawab : “Di malam ini telah meninggal 1.500 orang dari ummat-KU, dua dari mereka meninggal dalam keadaan iman dan sisanya meninggal tanpa membawa iman (su’ul khotimah).”
Aku berkata lagi kepada Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam : “lalu apa kiat2 dari engkau untuk orang2 yg bermaksiat agar mereka meninggal dengan membawa iman?” Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam berkata: “Ambilah kertas ini dan baca shalallahu a’laihi wa sallam, siapa orang membacanya dan membawanya lalu dia memindah dari satu tempat ke tempat yg lain ( menyebarkan dan mengajarkan ) maka termasuk dari golongan-KU dan akan meninggal dalam keadaan membawa iman, akan tetapi siapa orang yg telah mendengarkannya dan dia tidak membacanya, tidak menyebarkannya maka dia lepas dari aku dan akupun lepas darinya.” Seketika itu aku langsung terbangun dari tidurku dan aku lihat kertas tersebut yg telah ada di genggamanku ternyata di dalamnya berisi tulisan yg penuh barokah, tulisan tersebut adalah :
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻮْﺟُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺯَﻣَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺒُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﺬْﻛُﻮﺭْ ﺑِﻜُﻞِّ ﻟِﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑْ ﺑِﺎْﻻِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻫُﻮَ ﻓِﻰ ﺷَﺄْﻥ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﻣِﻦْ ﺯَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺎِﻳْﻤَﺎﻥْ
ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥْ ، ﻳَﺎ ﻗَﺪِﻳْﻢَ ﺍﻟْﺎِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻛَﻢْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻥْ ،
ﺍِﺣْﺴَﺎﻧُﻚَ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢْ , ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥْ ،
ﻳَﺎ ﺭَﺣِﻴﻢُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺎﻥْ , ﻳَﺎ ﻏَﻔُﻮﺭُ ﻳَﺎ ﻏَﻔَّﺎﺭْ ، ﺍِﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ
ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴﻦْ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ .
Berkah beliau semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang2 yang husnul khotimah dan kelak dikumpulkan bersama sayyidi ahlil jannah Rasulullah shalallahu alaihi wa Wasallam. Aamiin…
https://kicaunews.com/
ﺍَﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔَ ﺇﻟَﻰ ﺭُﻭْﺡِ ﺣَﺒِﻴْﺒِﻨَﺎ ﻭَ ﺷَﻔِﻴْﻌِﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﻭَ ﺇﻟَﻰ ﺁﻟِﻪٖ ﻭَ ﺃﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَ ﺃﺯْﻭَﺍﺟِﻪٖ ﻭَ ﺃَﻭْﻻَﺩِﻩٖ ﻭَ ﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻪِ ﻭَ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﻭَ ﺇﻟﻰ ﺭﻭﺡ ( Habib Abubakar Assegaf Gresik) ﻭَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻳُﻌْﻠِﻲْ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻨَﺎ ﺑِﺄَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَ ﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَ ﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَ ﺍﻟْﺎٓﺧِﺮَﺓ
Lahumul Faatihah...
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ ۞ ﺃَﻟﺤَﻤﺪُ ﻟِﻠّﻪ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ ۞ ﺃﻟﺮَّﺣﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ ۞ ﻣﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِﻳﻦ ۞ ﺇﻳّﺎﻙَ ﻧَﻌﺒُﺪُ ﻭَ ﺇﻳّﺎﻙَ ﻧَﺴﺘﻌِﻴﻦ ۞ ﺇﻫﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁ ﺍﻟﻤُﺴﺘَﻘِﻴﻢ ۞ ﺻِﺮَﺍﻁَ ﺍﻟَﺬِﻳﻦَ ﺃﻧﻌَﻤﺖَ ﻋَﻠﻴﻬﻢ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻤَﻐﻀُﻮﺏِ ﻋَﻠﻴْﻬِﻢ ﻭَﻻَ ﺍﻟﻀَّﺎﻟِّﻴﻦ ۞ ﺁﻣِﻴﻦ
copas