Nurul Musthofa Management Qolbu Corp Inc.

Nurul Musthofa Management Qolbu Corp Inc. Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Nurul Musthofa Management Qolbu Corp Inc., Rembang.

29/10/2019

Kisah seorang anak
================
Seorang Anak, menelpon Ayahnya yang tinggal pisah rumah dengan ibunya.
Pagi itu, Ibunya sakit dan tidak bisa mengantar Anaknya sekolah seperti biasanya.
Jarak sekolah 1 KM dari rumahnya, dan si Anak bertubuh lemah.
Pagi itu jam 06.00 si Anak menelpon Ayahnya :
Anak : "Ayah, antarkan aku sekolah."
Ayah : "Ibumu kemana?"
Anak : "Ibu sakit Ayah, tidak bisa mengantarkanku ke sekolah, kali ini Ayahlah antarkan Aku ke sekolah."
Ayah : "Ayah tidak bisa, Ayah nanti terlambat ke kantor, kamu naik angkot saja atau ojek."
Anak : "Ayah, uang Ibu hanya tinggal 10 ribu, Ibu sakit, kami pun belum makan pagi, tak ada apa-apa di rumah, kalau Aku pakai untuk ongkos, kasihan Ibu belum makan, juga Adik-adik nanti makan apa Ayah?"
Ayah : "Ya sudah kamu jalan kaki saja ke sekolah, Ayah juga dulu ke sekolah jalan kaki.
Kamu Anak laki-laki harus kuat."
Anak : "Ya sudah, terimakasih Ayah."
Si Anak mengakhiri telpon dengan Ayahnya.
Dihapusnya air mata di sudut matanya. Lalu berbalik masuk kamar, ketika Ibunya menatap wajahnya, dia tersenyum.
Ibu : "Apa kata Ayahmu, Nak?"
Anak : "Kata Ayah, iya Ibu. Ayah kali ini yang antar Aku ke sekolah."
Ibu : "Baguslah, Nak. Sekolahmu jauh, kamu akan kelelahan kalau harus berjalan kaki.
Doakan Ibu lekas sembuh ya, biar besok Ibu bisa antar kau ke sekolah."
Anak : "Iya Ibu, Ibu tenang saja, Ayah yang antar, Ayah bilang Aku tunggu di depan Gang supaya cepat Ibu."
Ibu : "Berangkatlah, Nak! Belajar yang rajin, yang semangat."
Anak : "Iya Ibu."
Tahun berganti tahun. Kenangan itu tertanam dalam ingatan si Anak.
Dia sekolah sampai pasca sarjana dengan biaya beasiswa. Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan asing dengan gaji yang besar.
Dengan penghasilanya, dia membiayai hidup Ibunya, membantu menyekolahkan adik-adiknya sampai sarjana.
Satu hari, saat di kantor Ayahnya bertelpon.
Anak : "Ada apa Ayah?"
Ayah : "Nak, Ayah sakit. Tidak ada yang mengantarkan Ayah ke rumah sakit."
Anak : "Emang istri Ayah krmana?"
Ayah : "Sudah pergi Nak, sejak Ayah sakit-sakitan."
Anak : "Ayah, Aku sedang kerja. Ayah ke rumah sakit naik taxi saja."
Ayah : "Kenapa kamu begitu? Siapa yang akan urus pendaftaran RS dan lainya. Apa supir taxi? Kamu Anak Ayah, masa Ayah sakit, kamu tidak mau bantu mengurus?"
Anak : "Ayah, bukankah Ayah yang mengajarkan Aku mengurus diri sendiri? Bukankah Ayah yang mengajarkan Aku bahwa pekerjaan lebih penting daripada Istri sakit dan Anak?
Ayah, Aku masih ingat, satu pagi Aku menelpon Ayah minta antarkan ke sekolahku, waktu itu Ibu sakit, Ibu yang selalu antarkan kami anak-anaknya... Yang mengurus kami seorang diri, namun Ayah katakan Aku pergi jalan kaki.
Tubuhku lemah, sekolahku jauh, namun Ayah katakan Anak laki-laki harus kuat. Dan Ayah katakan Ayah pun dulu berjalan kaki ke sekolah, maka Aku belajar bahwa karena Ayah lakukan demikian maka Aku pun harus lakukan yang sama... Saat Aku sakit pun hanya Ibu yang ada mengurusku, saat Aku membutuhkan Ayah.
Aku ingat kata-kata Ayah, Anak laki-laki harus kuat.
Ayah tahu?
Hari itu pertama kali Aku berbohong kepada Ibu, Aku katakan iya Ayah yang akan antarkanku ke sekolah, dan meminta Aku menunggu di depan Gang.
Tapi Ayah tahu?
Aku jalan kaki seperti yang Ayah suruh, di tengah jalan Ibu menyusul dengan sepeda,,, Ibu bisa tahu Aku berbohong.
Dengan tubuh sakitnya Ibu mengayuh sepeda mengantarkan Aku ke sekolah.
Ayah mengajarkanku, pekerjaan adalah yang utama, Ayah mengajarkan Aku kalau Ayah bisa maka walaupun tubuhku lemah Aku harus bisa.
Kalau Ayah bisa ajarkan itu, maka Ayah pun harus bisa."
Si Ayah terdiam... Sepi di seberang telpon.
Baru disadarinya, betapa dalam luka yang ditorehkannya di hati Anaknya.
Anak adalah didikan orang tua,
Bagaimana kita bersikap, memperlakukan mereka kita sama saja sedang mengajarkan mereka bagaimana memperlakukan kita kelak ketika tua dan renta.
Si Anak dosa?
Mungkin...
Si Anak durhaka?
Barangkali...
Yang jelas Ayahnya yang membuat Anaknya demikian.
Dan kelak orang tua membuat pertanggungjawa
bannya masing-masing kepada Sang Khaliq, Yang Punya Anugerah yang dititipkan kepada masing-masing.
Menjadi orang tua bukan karena menanam benih atau karena melahirkan.
Menjadi orang tua, karena mengasuh, mendidik, menyayangi, memberi waktu, perhatian, mengayomi, mencurahkan perhatian dan kasih sayang.
Menjadi orang tua tidak ada kata pensiun...
Finishnya hanya kematian...

27/08/2019
KETIKA RUH MENINGGALKAN JASADDulu orang tua pernah bilang,"Kalau ibu dan ayah sudah tiada nanti, selepas kebumikan, jang...
23/07/2019

KETIKA RUH MENINGGALKAN JASAD

Dulu orang tua pernah bilang,
"Kalau ibu dan ayah sudah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi..
Tunggulah 10 - 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah".
Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
p**i kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.
Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..
Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka p**ang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.
Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
"Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati".
Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, "Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah"
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.
Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.
Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
"Hai manusia" ..
Malaikat tak berkata,
"Hai ustaz, hai ustazah".
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
"Hai manusia".
"Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?"
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
"Dia itu adalah hamba Allah,
dia adalah pesuruh Allah..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah "
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
"Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?".
Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
"Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik"
Maka, kata malaikat kepada kita,
"Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin".
Maka ahli kubur tadi berkata,
"Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!",
rayu si mati pada malaikat.
Rupanya, orang mati ini mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.
"Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah." "Wahai suamiku, sholatlah".
Tapi malaikat kata,
"Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh.. Kamu tak boleh campur dengan alam dunia".
Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.
Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.
ALLAHU AKBAR.
Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUANAssalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuhﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَ...
20/07/2019

HALAL BUAT KAMI, HARAM BUAT TUAN
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺑَﺮَﻛَﺎﺗُﻪ
Adalah ulama Abu Abdurrahman Abdullah bin al-Mubarak al-Hanzhali al Marwazi ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ,
ulama terkenal di Makkah yang menceritakan riwayat ini.
Suatu ketika, setelah selesai menjalani salah satu ritual haji,
Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ beristirahat dan tertidur.
Dalam tidurnya Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bermimpi melihat dua malaikat yang turun dari langit.
Ia mendengar percakapan mereka :
“Berapa banyak yang datang tahun ini ?” tanya malaikat kepada malaikat lainnya.
“Tujuh ratus ribu,” jawab malaikat lainnya.
“Berapa banyak mereka yang ibadah hajinya diterima ?”“Tidak satupun”
Percakapan ini membuat Abdullah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ gemetar.
“Apa ?” Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ menangis dalam mimpinya.
“Semua orang-orang ini telah datang dari belahan bumi yang jauh,
dengan kesulitan yang besar dan keletihan di sepanjang perjalanan,
berkelana menyusuri padang pasir yang luas, dan semua usaha mereka menjadi sia-sia ?”
Sambil gemetar, Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ melanjutkan mendengar cerita kedua malaikat itu.
“Namun ada seseorang, yang meskipun tidak datang menunaikan ibadah haji,
tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni .
Berkat dia seluruh haji mereka diterima oleh Allah ﷻ .”
“Kok bisa”
“Itu Kehendak Allah ﷻ”
“Siapa orang tersebut ?”
“Sa’id bin Muhafah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ , tukang sol sepatu di kota Damsyiq (Damaskus sekarang)”
Mendengar ucapan itu, ulama itu langsung terbangun.
Sep**ang haji, Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ tidak langsung p**ang kerumah,
tapi langsung menuju kota Damaskus, Siria.
Sampai disana Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ langsung mencari tukang sol sepatu
yang disebut Malaikat dalam mimpinya.Hampir semua tukang sol sepatu ditanya,
apa memang ada tukang sol sepatu yang namanya Sa’id bin Muhafah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ .
“Ada, ditepi kota” Jawab salah seorang sol sepatu sambil menunjukkan arahnya.
Sesampai disana ulama itu menemukan tukang sepatu yang berpakaian lusuh,
“Benarkah anda bernama Sa’id bin Muhafah?” tanya Ulama itu
“Betul, siapa tuan?”
“Aku Abdullah bin Mubarak”
Said ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ pun terharu,
"Bapak adalah ulama terkenal, ada apa mendatangi saya ?”
Sejenak Ulama itu kebingungan, dari mana Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ memulai pertanyaannya,
akhirnya Beliaupun menceritakan perihal mimpinya.
“Saya ingin tahu, adakah sesuatu yang telah anda perbuat,
sehingga anda berhak mendapatkan pahala haji mabrur ?”
“Wah saya sendiri tidak tahu!”
“Coba ceritakan bagaimana kehidupan anda selama ini
Maka Sa’id bin Muhafah ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ bercerita.
“Setiap tahun, setiap musim haji, aku selalu mendengar :
Labbaika Allahumma labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika.
Innal hamda wanni’mata laka wal mulka. laa syarika laka ".
Ya Allah, aku datang karena panggilan Mu.Tiada sekutu bagi Mu.
Segala ni’mat dan puji adalah kepunyan Mu dan kekuasaan Mu.Tiada sekutu bagi Mu.
Setiap kali aku mendengar itu, aku selalu menangis
Ya Allah aku rindu Mekah
Ya Allah aku rindu melihat Ka'bah
Ijinkan aku datang ...
ijinkan aku datang ya Allah ...
Oleh karena itu, sejak puluhan tahun yang lalu setiap hari saya menyisihkan uang
dari hasil kerja saya, sebagai tukang sol sepatu.
Sedikit demi sedikit saya kumpulkan.
Akhirnya pada tahun ini, saya punya 350 dirham, cukup untuk saya berhaji.
“Saya sudah siap berhaji”
“Tapi anda batal berangkat haji”
“Benar”
“Apa yang terjadi ?”
“Istri saya hamil, dan sering ngidam.
Waktu saya hendak berangkat saat itu dia ngidam berat”
“Suami ku, engkau mencium bau masakan yang nikmat ini?
“Ya sayang”
“Cobalah kau cari, siapa yang masak sehingga baunya nikmat begini.
Mintalah sedikit untukku”
Ustadz, sayapun mencari sumber bau masakan itu.
Ternyata berasal dari gubug yang hampir runtuh.
Disitu ada seorang janda dan enam anaknya.
Saya bilang padanya bahwa istri saya ingin masakan yang ia masak, meskipun sedikit.
Janda itu diam saja memandang saya, sehingga saya mengulangi perkataan saya
Akhirnya dengan perlahan ia mengatakan
“Tidak boleh tuan”
“Dijual berapapun akan saya beli”
“Makanan itu tidak dijual, tuan” katanya sambil berlinang mata.
Akhirnya saya tanya kenapa ?
Sambil menangis, janda itu berkata
“daging ini halal untuk kami dan haram untuk tuan” katanya.
Dalam hati saya : Bagaimana ada makanan yang halal untuk dia,
tetapi haram untuk saya, padahal kita sama-sama muslim ?
Karena itu saya mendesaknya lagi “Kenapa?”
Sudah beberapa hari ini kami tidak makan.
Dirumah tidak ada makanan.
Hari ini kami melihat keledai mati, lalu kami ambil sebagian dagingnya untuk dimasak.
“Bagi kami daging ini adalah halal,
karena andai kami tak memakannya kami akan mati kelaparan.
Namun bagi Tuan, daging ini haram".
Mendengar ucapan tersebut spontan saya menangis, lalu saya p**ang.
Saya ceritakan kejadian itu pada istriku, diapun menangis,
kami akhirnya memasak makanan dan mendatangi rumah janda itu.
“Ini masakan untuk mu”
Uang peruntukan Haji sebesar 350 dirham pun saya berikan pada mereka.”
Pakailah uang ini untuk mu sekeluarga.
Gunakan untuk usaha, agar engkau tidak kelaparan lagi
Ya Allah … disinilah Haji ku
Ya Allah … disinilah Mekah ku.
Mendengar cerityra tersebut Abdullah bin Mubarak ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ tak bisa menahan air mata.
“Kalau begitu engkau memang patut mendapatkannya"...
Orang muslim adalah saudara bagi muslim yang lainnya,
maka ia tidak boleh menganiaya dan menyerahkannya (kepada musuh).
Barangsiapa menolong kebutuhan saudaranya,
maka Allah ﷻ akan menolongnya untuk memenuhi kebutuhannya.
Barangsiapa melepaskan suatu kesusahan dari seorang muslim (saudaranya),
maka Allah ﷻ akan menghilangkan kesusahannya dari bermacam2 kesusahan di hari qiamat.
Dan barangsiapa menutupi kekurangan seorang muslim (saudaranya),
maka Allah ﷻ akan menutup kekurangannya pada hari qiyanat.
(HR Bukhori dan Muslim)
Semoga bermanfaat
Silahkan share
Sumber :
"Dari Kitab Irsyadul Ibad ila Sabiila Rasyad."
Pengarang Syaikh zainuddin bin abdul aziz.
CATATAN :
- Dalam versi lain,
Ulama itu adalah Hasan Al-Basyri ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ , ulama mesir terkenal.
Namun ijma' lebih mempercayai ulama ini bernama Abdullah bin Mubarak ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ
karena riwayatnya yang lebih jelas. Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ lahir pada tahun 118 H/736 M.
Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ adalah seorang ahli Hadits yang terkemuka.
Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ sangat ahli di dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan,
antara lain di dalam bidang gramatika dan kesusastraan.
Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ adalah seorang saudagar kaya yang banyak memberi bantuan
kepada orang-orang miskin.
Beliau ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ meninggal dunia di kota Hit yang terletak di tepi sungai Euphrat
pada tahun 181 H/797. Allah ﷻ yang lebih tahu.
- Dalam riwayat lain tukang sepatu ini bernama Ali bin Mowaffaq ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ .
Saya memilih ibnu Muhafah, karena nama yang saya dengar dari ustaz Hussein Alatas

INFO HAUL HABIB ABU BAKAR ASSEGHAF GRESIKYuks persiapan diri mulai sekarang, mulai dari pasang Niat, kosongkan jadwal , ...
09/07/2019

INFO HAUL HABIB ABU BAKAR ASSEGHAF GRESIK
Yuks persiapan diri mulai sekarang, mulai dari pasang Niat, kosongkan jadwal , bekal, dan lain sebagainya untuk hadir Haul al-Qutub al-Habib Abu Bakar Asseghaf Gresik
Tanggal : Hari Sabtu dan Ahad,17 - 18 Agustus 2019
Tempat : Kediaman Habib Abu Bakar Asseghaf, Jalan KH Zubair 93 dan makam beliau di Masjid Jami' Alun-Alun Gresik, Jalan Wachid Hasyim.
Jam Rauhah : Bakda Ashar -Selesai
Maulid dan Haul : Bakda Subuh - Selesai
Semoga kita semua bisa menghadirinya, serta mendapat Sirr dan keberkahannya dari shohibul haul, dan mudah2an hajat kita dikabulkan oleh Alloh, baik hajat dunia maupun hajat akhirat.
Dan mudah2an kelak diakhirat kita dikumpulkan bersama beliau dan para Kaum Sholihin dan bersanding bersama Habibuna Muhammad shollallohu alaihi wa alihi wa shohbihi wasallam.
Sumber : TIM SARKUB
Dalam buku 17 Habaib Berpengaruh di Indonesia, disebutkan, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf adalah Imam Al-Quthub yg tunggal.
Merupakan qiblat para auliya di zamannya. Sebagai perantara tali temali bagi para pembesar yang disucikan Allah jiwanya, bagai tiang yg berdiri kokoh dan laksana batu karang yg tegar diterpa samudera.
Juga, seorang yg telah terkumpul dalam dirinya antara Ainul Yaqin dan Haqqul Yaqin. Sehingga dikenal juga, Al-habib Al-Imam Abubakar bin Muhammad bin Umar bin Abubakar bin Imam (Wadi-Al-ahqaf) Al-habib Umar bin Segaf Assegaf.
Beliau dilahirkan di Besuki, Situbondo, Jawa Timur pada 16 Dzulhijjah 1285 H. Saat Dlm masih kanak2, ayahandanya tercinta telah wafat dan meninggalkannya di kota Gresik.
Kewalian beliau sudah terlihat. Karena mampu mengingat segala kejadian yg dialaminya ketika dalam usia tiga tahun dengan secara detail. Kendati begitu, neneknya Fatimah binti Abdullah Allan tak tega Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf hidup tanpa orang tua.
Akhirnya, pada 1293 H dengan ditemani seorang mulia, Assyaikh Muhammad Bazmul, berangkat ke kota asal leluhurnya, Hadramaut. Atas panggilan nenek beliau.
Di Hadramaut, kota yang bersinar dgn cahaya para auliya itu, Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf kecil belajar dan ditempah para auliya terhebat di zamannya tentang Ilmu fiqih dan tasawwuf. Di antaranya, tempat tujuan pertamanya adalah kediaman seorang Allamah yg terpandang di masanya, Al-Arif billah “Al-habib syaikh bin Umar bin Seggaf.
Salah seorang dari sederetan para gurunya yg paling utama, adalah seorang arif billah yg namanya termasyhur di jagad raya ini. Guru dari para guru di zamannya, Al-Imam Al-Qutub Al-habib Ali bin Muhammad Al-habsyi RA.
Perhatian maha gurunya telah tertumpahkan pada murid kesayangannya jauh sebelum kedatangannya ke Hadramaut, ketika beliau masih berada di tanah Jawa.
Hal ini terbukti dgn sebuah kisah yang sangat menarik antara Al-habib Ali dgn salah seorang muridnya yg lain. Pada suatu hari Habib Ali memanggil salah satu murid setianya. Beliau lalu berkata “Ingatlah ada tiga auliya’ yg nama, haliah dan maqam mereka sama”.
Wali yang pertama telah berada di alam barzakh, yakni Al-habib Qutbul-Mala’ Abubakar bin Abdullah Alydrus. Kedua, engkau pernah melihatnya di masa kecilmu, yaitu Al-habib Abubakar bin Abdullah at-Attas.
Ketiga, akan engkau lihat dia di akhir usia kamu. Habib Ali pun tidak menjelaskan lebih lanjut siapakah wali ketiga yg dimaksud olehnya. Eh, ternyata Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf.
Pada usia 17, dgn ditemani Al-Arif billah Alhabib Alwi bin Segaf Assegaf (Dimakamkan di Turbah Kebon-Agung Pasuruan) berangkatlah beliau ke Indonesia. Adapun tujuan pertamanya adalah kota kelahirannya Besuki. Setelah tiga tahun tinggal di sana, beliau lalu berhijrah ke Gresik tahun 1305 H dalam usia 20 tahun.
Dan di kota inilah beliau bermukim. Mengingat usianya yang masih sangat muda, maka kegiatan menuntut Ilmu, Ijazah dan Ilbas masih terus dilakoninya tanpa kenal lelah.
Hingga suatu peristiwa di luar akal manusia terjadi di Jumat. Saat khatib yang menyampaikan khutbahnya, tiba2 beliau mendapat lintasan hati Rahmani dan sebuah izin Rabbaniy.
Ketika itu nuraninya berkata agar beliau segera mengasingkan diri dari manusia sekitarnya. Hatinya pun menjadi lapang untuk melakukan uzlah menjauhkan diri dari kehidupan dunia.
Seketika itu juga beliau beranjak meninggalkan Masjid Jamik Gresik langsung menuju rumah. Dan, sejak itu beliau tidak lagi menemui seorang pun dan tidak p**a memberi kesempatan orang untuk menemuinya.
Hal ini beliau lakukan tiada lagi hanya untuk mengabdikan diri dan beribadah kepada Rabbnya dgn segenap jiwa raganya, dan berlangsung sampai lima belas tahun lamanya.
Hingga tibanya izin dari Allah agar beliau keluar dari khalwatnya untuk kembali berinteraksi dgn manusia di sekitarnya. Pada saat menjelang keluar dari khalwatnya, beliau disambut gurunya Alhabib Muhammad bin Idrus Alhabsyi, seraya berkata. “Aku telah memohon dan bertawajjuh pada Allah selama tiga hari tiga malam untuk mengeluarkan Abubakar bin Muhammad Assegaf”.
Habib Muhammad lalu menuntunnya keluar dan membawanya berziarah ke makam seorang wali yang tersohor dan menjadi mahkota bagi segala kemuliaan di zamannya, yakni Alhabib Alwiy bin Muhammad Hasyim RA.
Sejak itulah kediaman beliau tidak pernah sepi. Bahkan, sampai saat ini makamnya di Masjid Jamik Gresik tidak pernah sepi.
-----------
Suatu hari Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi berkata :
“Kelak akan ada seorang muridku yg memiliki kekeramatan sama dgnku namanya adalah Abu Bakar Assegaf.”
Akhirnya diketahui ternyata beliau adalah Sayyidina Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf wali quthub, asal Gresik.
Dikatakan bahwa maqom (kedudukan) Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Maqom puncak di mana tidak ada lagi maqom di atasnya kecuali kenabian. Hal itu telah diakui oleh para wali yg hidup sezaman dengan beliau.
Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar berkata :
“Demi fajar dan malam yg sepuluh dan yg genap dan yg ganjil. Sungguh Al-Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yg terus menggelinding (maqomnya) bahkan membumbung tinggi menyusul maqom2 para aslafnya (leluhurnya).”
Al Habib Alwi bin Muhammad Al-Haddad berkata :
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthb Al-Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan (rahmat) ALLAH SWT.”
Al-Arif Billah Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi pernah berkata di rumah Al-Habib Abu Bakar Assegaf di kala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dgn Al-Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yg diwarnai dgn derai air mata.
Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu:
“Habib Abu Bakar ini adalah Raja Lebah (Rajanya para Wali di zamannya). Beliau adalah saudaraku di jalan ALLAH. Pandanglah beliau, karena memandang beliau adalah Ibadah.”
Al-Habib Husain bin Muhammad al-Haddad berkata :
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, beliau adalah Pemimpin Para Wali di masanya, beliau telah berada pada Maqom As-Syuhud yg mampu menyaksikan (mengetahui) hakekat dari segala sesuatu.”
Di antara ucapan Al Quthb Al-Habib Abu Bakar Assegaf adalah :
“Jika seorang wali meninggal, mereka pasti mengangkat seseorang untuk menggantikannya, mewarisi hal (keadaan)nya dan menduduki kedudukannya. Jika pengganti yg terpilih belum memiliki kemampuan itu untuk menerima hal tersebut, mereka menitipkan hal tsb kepada salah seorang wali sebagai wakil sampai sang pengganti mampu untuk membawa sirr tersebut.
Kadang2 Allah mengujinya dgn menggerakkan lisan masyarakat yang mengganggu harga dirinya, mencela dan menyakitinya sehingga keadaannya menjadi sempurna dan menjadi mampu membawa sirr tsb. Saat itulah mereka berikan warisannya.”
Diriwayatkan bahwa beliau mengalami suatu penyakit yg parah hingga tampak bekas hitam di dada beliau. Hal ini dikarenakan beliau adalah Penyandang Bala’ bagi umat manusia. Beliau berkata, “Apa yg kalian lihat menimpa diriku sebenarnya bukanlah musibah, itu adalah kenikmatan di atas kenikmatan, aku merasakan kesenangan dan kelezatan dengannya. Sedangkan rintihan, keluhan yg kalian dengar dariku hanyalah sesuatu yang manusiawi, pengakuan atas kelemahanku dan kebutuhanku kepada Allah SWT. Sekarang aku menikmati dua kesenangan. Nikmat sabar dan syukur”
Beliau juga berkata,
“Saat aku sakit, Al-Musthofa SAW datang menjengukku dan aku dalam keadaan sadar (yaqodhoh).
Aku berpelukan dgn Beliau SAW di tempat ini (sambil menunjuk tempat yg biasa beliau duduki).
Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam juga pernah datang ke tempat ini setelah sholat Ashar dan aku dalam keadaan terjaga.
"Aku sedang duduk di atas sajadah, tiba2 Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam datang diapit dua orang lain.
Salah seorang di antara mereka berkata :
“Kenalkah kau orang ini?”
Katanya seraya menunjuk orang yang di tengah.
“Tidak,” Jawabku.
“Beliau adalah kakekmu, Sayidina Al-Faqih Al-Muqoddam,” Kata orang itu.
Para auliya’ bersepakat bahwa Maqom Ijtima’ (bertemu) dgn Nabi SAW dalam waktu terjaga, adalah sebuah maqam yg melampaui seluruh maqom yg lain. Hal ini tidak lain adalah buah dari mutaba’ah dzohir batin beliau terhadap sunnah2 Nabi SAW.
Beliau juga pernah berkata, “Aku adalah Ahlud darak, barang siapa yg memohon pertolongan ALLAH melaluiku, maka dgn izin ALLAH aku akan membantunya, barang siapa yg berada dalam kesulitan lalu memanggil2 namaku maka aku akan segera hadir di sisinya dengan izin ALLAH.”
Ijazah beliau :
Dalam acara rutinan rauhah 3 Jumadal Ula, 1355 H. Pada acara rauhah di Kediaman beliau di Gresik, al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf menuntun orang2 yg hadir di acara tersebut dengan kalimat jalalah berikut ini:
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻮْﺟُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺯَﻣَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺒُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﺬْﻛُﻮﺭْ ﺑِﻜُﻞِّ ﻟِﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑْ ﺑِﺎْﻻِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻫُﻮَ ﻓِﻰ ﺷَﺄْﻥ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﻣِﻦْ ﺯَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺎِﻳْﻤَﺎﻥْ
ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥْ ، ﻳَﺎ ﻗَﺪِﻳْﻢَ ﺍﻟْﺎِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻛَﻢْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻥْ ،
ﺍِﺣْﺴَﺎﻧُﻚَ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢْ , ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥْ ،
ﻳَﺎ ﺭَﺣِﻴﻢُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤﻦْ , ﻳَﺎ ﻏَﻔُﻮﺭُ ﻳَﺎ ﻏَﻔَّﺎﺭْ ، ﺍِﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ
ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴﻦْ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ .
Setelah beliau menuntun hadirin dgn dzikir di atas beliau bercerita:
”Sesungguhnya ada seorang laki2 yg sholeh dia adalah al-Qodhi Abdullah al-Baghdadiy. Dia berkata : “Aku pernah melihat Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam di dalam mimpi dan beliau terlihat pucat sekali lalu aku berkata kepada Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam : “Kenapa engkau wahai Nabi, wajah engkau pucat sekali ?”
Lalu Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam menjawab : “Di malam ini telah meninggal 1.500 orang dari ummat-KU, dua dari mereka meninggal dalam keadaan iman dan sisanya meninggal tanpa membawa iman (su’ul khotimah).”
Aku berkata lagi kepada Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam : “lalu apa kiat2 dari engkau untuk orang2 yg bermaksiat agar mereka meninggal dengan membawa iman?” Nabi Muhammad shalallahu a’laihi wa sallam berkata: “Ambilah kertas ini dan baca shalallahu a’laihi wa sallam, siapa orang membacanya dan membawanya lalu dia memindah dari satu tempat ke tempat yg lain ( menyebarkan dan mengajarkan ) maka termasuk dari golongan-KU dan akan meninggal dalam keadaan membawa iman, akan tetapi siapa orang yg telah mendengarkannya dan dia tidak membacanya, tidak menyebarkannya maka dia lepas dari aku dan akupun lepas darinya.” Seketika itu aku langsung terbangun dari tidurku dan aku lihat kertas tersebut yg telah ada di genggamanku ternyata di dalamnya berisi tulisan yg penuh barokah, tulisan tersebut adalah :
ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻮْﺟُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﺯَﻣَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺒُﻮﺩْ ﻓِﻲْ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﺬْﻛُﻮﺭْ ﺑِﻜُﻞِّ ﻟِﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑْ ﺑِﺎْﻻِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﻛُﻞَّ ﻳَﻮْﻡٍ ﻫُﻮَ ﻓِﻰ ﺷَﺄْﻥ
ﻟَﺎ ﺍِﻟَﻪَ ﺍِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﺍَﻟْﺄَﻣَﺎﻥْ ﻣِﻦْ ﺯَﻭَﺍﻝِ ﺍﻟْﺎِﻳْﻤَﺎﻥْ
ﻭَﻣِﻦْ ﻓِﺘْﻨَﺔِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥْ ، ﻳَﺎ ﻗَﺪِﻳْﻢَ ﺍﻟْﺎِﺣْﺴَﺎﻥْ
ﻛَﻢْ ﻟَﻚَ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺇِﺣْﺴَﺎﻥْ ،
ﺍِﺣْﺴَﺎﻧُﻚَ ﺍﻟْﻘَﺪِﻳﻢْ , ﻳَﺎ ﺣَﻨَّﺎﻥْ ﻳَﺎ ﻣَﻨَّﺎﻥْ ،
ﻳَﺎ ﺭَﺣِﻴﻢُ ﻳَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺎﻥْ , ﻳَﺎ ﻏَﻔُﻮﺭُ ﻳَﺎ ﻏَﻔَّﺎﺭْ ، ﺍِﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ
ﻭَﺍَﻧْﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﺮَّﺍﺣِﻤِﻴﻦْ
ﻭَﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ .
Berkah beliau semoga kita dimasukkan ke dalam golongan orang2 yang husnul khotimah dan kelak dikumpulkan bersama sayyidi ahlil jannah Rasulullah shalallahu alaihi wa Wasallam. Aamiin…
https://kicaunews.com/
ﺍَﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔَ ﺇﻟَﻰ ﺭُﻭْﺡِ ﺣَﺒِﻴْﺒِﻨَﺎ ﻭَ ﺷَﻔِﻴْﻌِﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﻭَ ﺇﻟَﻰ ﺁﻟِﻪٖ ﻭَ ﺃﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَ ﺃﺯْﻭَﺍﺟِﻪٖ ﻭَ ﺃَﻭْﻻَﺩِﻩٖ ﻭَ ﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻪِ ﻭَ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻪِ ﺍﻟْﻜِﺮَﺍﻡِ ﺻَﻠّﻰ ﺍﻟﻠّٰﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَ ﺳَﻠَّﻢَ ﻭَ ﺇﻟﻰ ﺭﻭﺡ ( Habib Abubakar Assegaf Gresik) ﻭَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻠّٰﻪَ ﻳُﻌْﻠِﻲْ ﺩَﺭَﺟَﺎﺗِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻭَ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻨَﺎ ﺑِﺄَﺳْﺮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَ ﺃَﻧْﻮَﺍﺭِﻫِﻢْ ﻭَ ﻋُﻠُﻮْﻣِﻬِﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦِ ﻭَ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَ ﺍﻟْﺎٓﺧِﺮَﺓ
Lahumul Faatihah...
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠّٰﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴْﻢ ۞ ﺃَﻟﺤَﻤﺪُ ﻟِﻠّﻪ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦ ۞ ﺃﻟﺮَّﺣﻤٰﻦِ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ ۞ ﻣﺎﻟِﻚِ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِﻳﻦ ۞ ﺇﻳّﺎﻙَ ﻧَﻌﺒُﺪُ ﻭَ ﺇﻳّﺎﻙَ ﻧَﺴﺘﻌِﻴﻦ ۞ ﺇﻫﺪِﻧَﺎ ﺍﻟﺼِّﺮَﺍﻁ ﺍﻟﻤُﺴﺘَﻘِﻴﻢ ۞ ﺻِﺮَﺍﻁَ ﺍﻟَﺬِﻳﻦَ ﺃﻧﻌَﻤﺖَ ﻋَﻠﻴﻬﻢ ﻏَﻴْﺮِ ﺍﻟﻤَﻐﻀُﻮﺏِ ﻋَﻠﻴْﻬِﻢ ﻭَﻻَ ﺍﻟﻀَّﺎﻟِّﻴﻦ ۞ ﺁﻣِﻴﻦ

copas

02/07/2019
memori
25/06/2019

memori

rutinan
25/06/2019

rutinan

Address

Rembang
67152

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Nurul Musthofa Management Qolbu Corp Inc. posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share