Rossi Partners Investment

Rossi Partners Investment Partner anda dalam berinvestasi di Pasar Modal Indonesia. Join With Us � Bersinarlah Sebagaimana Adanya Kamu." # ❤


Cinta & Terang
Rossi Familly ❤

Cahayaperubahan.com merupakan media informasi yang didirikan pada tahun 2020 dengan sebuah misi: "mengajak orang-orang diberbagai belahan dunia untuk menjadi pribadi yang menyebarkan Energi positif setiap harinya kepada siapa dan dimanapun mereka berada." Untuk mencapai misi tersebut: kami menyediakan artikel-artikel inspirasi harian, pengembangan diri, dan motivasi untuk membantu orang-orang menj

alani kehidupan mereka dengan penuh antusias, penuh kebahagiaan, kesuksesan serta menemukan versi terbaik diri mereka disetiap harinya. Disisi lain, kami berupayah untuk menyebarkan energi positif didalam hati dan pikiran pembaca. Bersadarkan pengalaman pribadi, kami percaya bahwa kita dapat menciptakan kehidupan kita. Hal ini dimulai dari pikiran dan perasaan (emosi) kita, yang kemudian mempengaruhi perilaku kita. Ketika kita mentransformasikan pikiran kita tentang diri kita sendiri, dunia sekitar, dan masa depan, maka kita dapat mencapai impian atau visi terbesar kita. Beberapa topik seperti: Pengenalan Hukum Daya Tarik (Law of Attraction), Berita-Berita Inspirasi, Psikologi, Hubungan, Kutipan-kutipan, Kesehatan, Spiritualitas, Yoga, Meditasi, Cinta, dsb kami sajikan untuk Anda. Ingatlah bahwa: #"Setiap Hari Adalah Hari Yang Baru Untuk Memulai Kembali Hidupmu, Hari Untuk Bersinar.

02/01/2022

Create a Resolution to help you reach financial freedom.

02/01/2022

Elon Musk’s top 8 meeting rules, including walking out of a meeting that wastes your time:

1.No large meeting unless they’re of value to the entire audience, keep them short

2.Don’t have frequent meetings unless the matter is truly urgent. Resolve it, stop meeting.

3.Walk out of the meeting or drop off a call as soon as it obviously isn’t adding value. It is not rude to leave, it is rude to make someone stay and waste their time.

4.Don’t use acronyms and nonsense words for objects, software or processes.

5.Avoid any terms that require explanation, because they inhibit communication.

6.Communicate directly with individuals rather than through a chain of command.

7.Any manager enforcing chain-of-command communication will be fired.


8.Don’t follow any company rule that does not make sense

16/08/2021

lf you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.





27/07/2021

What were you told about college growing up?

If you’re like me and millions of others, you were likely told that if you wanted to get a good job, you HAD to go to college.

That’s what my poor dad would always tell me.

Even though the advice was flawed back then, at least people could afford to go to college without setting themselves back financially.

The average college debt today is $32,731.

So, instead of wasting all of that time and money on college, follow one of these five (more useful) alternatives.

1️⃣ Work To Learn

When I was younger, I decided to not go to traditional school.

Instead, I went to the Merchant Marine Academy, a military college focused on training young men and women to protect our vital marine commerce lines.

When I graduated, I could’ve taken a job making the equivalent of six figures today.

I decided not to take the job because I knew I wanted to be an entrepreneur, not an employee. Instead of taking the “good” job and salary, I took a job in sales at Xerox because I knew I needed those skills to succeed as an entrepreneur.

I learned on the job, and those sales skills have paid off more than anything I ever learned in college.

2️⃣ Try Non-Traditional Education

You don’t need a university to learn valuable skills.

Instead, you could…

✅ Take a course hosted by professionals rather than professors at your local community college
✅ Learn valuable real-world skills like computer programming or web design
✅ Attend seminars, read books, or work with a coach

Rather than spend four years wondering what you want to do, racking up debt and taking classes you’ll never use, figure out what you want to do and take specific classes that will benefit you in the future at a fraction of the cost.

3️⃣ Start Investing

If you’re going to college to make more money, why not just learn how to invest?

Instead of spending $30,000-$100,000 on college, think about how much money you could earn if you put that money into an investment instead. If you put $50k into an investment that returned just 10% per year at 20 years old, that investment would be worth well over $3 million by the time you were 65.

Start learning about investing now.

4️⃣ Start A Business

Most people go to college to get a job.

Some of the most successful people either skipped college altogether or ended up dropping out because they knew they could start a business and make way more money than they would as an employee.

If wealth is your goal, you don’t want to be an E or an S in the CASHFLOW Quadrant; you want to be a B.

5️⃣ Serve Your Community

Helping others is not only good for your soul but also good for your financial future.

If you aren’t spending all that time in class, you can instead spend it working in your community and helping others.

You’ll learn a lot.

These five options are great alternatives for anyone who’s thinking about whether or not college is right for them.

If you’re considering embarking on your own financial journey of success, I want to help you with everything you need right now to be successful.

My friend Anik Singal is hosting an on-demand workshop where he’ll share the simple steps to follow to quickly build a profitable online business…

In this workshop, he’ll give you 10 action steps you can take today, share a 7-day launch plan and show you 5 ways to monetize your new business.

Success can rarely be predicted.

Instead, you must determine whether you’ll be successful or not.

You must work hard to earn success.

You must look in the mirror each day and determine what you will be and how you’ll shape the world.

Today I want you to step up, believe in yourself, and start your journey to financial freedom.
Click Here To Sign-Up! -->
https://edu.lurn.com/SH2b

Knowledge is the new money.
Click Here to Sign-Up! -->
https://edu.lurn.com/SH2b

10/04/2021

05/04/2021
15/03/2021

The great theoretical physicist, the father of the general theory of relativity which is considered to be one of the two pillars of modern physics, 1921 Nobel Prize winner in Physics, one of the greatest contributors in the Philosophy of Science, Dr Albert Einstein was born on this very day in the year 1879 in Ulm, in the Kingdom of Württemberg in the German Empire. After 137 years of the birth of this genius, his contribution to the world of science and to the world in general still remains unmatched..

Happy birthday Albert Einstein...🎂🎂🎂

27/02/2021

Menghitung Potensi Keuntungan Bisnis Energi Terbarukan

Dalam dunia bisnis ada dua jenis resiko; resiko bisnis dan resiko keuangan. Resiko bisnis adalah jenis resiko yg terjadi karena perilaku operasi dari bisnis itu sendiri seperti resiko operasi tambang atau resiko operasi drilling. Sehebat apapun keahlian manusia dalam mengelola, resiko kegiatan drilling di industri minyak dan gas (migas) tetap tinggi. Seperti itulah DNA bisnisnya.

Resiko keuangan adalah jenis resiko terkait dengan bagaimana sebuah perusahaan mengelola portfolio utang mereka. Berbeda dengan resiko bisnis, resiko keuangan dapat diatur tergantung dari kecakapan tim manajemennya.

Bagaimana risiko dan potensi keuntungan bisnis renewable energy (energi terbarukan/ET) yang kini sedang jadi pusat perhatian di seluruh dunia?

Investasi di ET mempunyai resiko bisnis yang rendah karena kontraknya jangka panjang. Sehingga banyak institusi keuangan mau mendanai proyek ET. Lain halnya dengan eksplorasi migas yang memiliki resiko bisnis sangat tinggi.

Selain probabalitas keberhasilan eksplorasi hanya sekitar 20%, harga migas juga tergantung dari dinamika pasar dan percaturan politik dunia. Ini mengakibatkan hanya sedikit institusi keuangan yang mau mendanai eksplorasi di migas.

Karena bisnis ET adalah bisnis beresiko rendah, maka tingkat pengembalian modalnya juga rendah. Sebaliknya bisnis migas dengan tingkat resiko tinggi memberikan tingkat pengembalian modal yang lebih besar.

Apakah perusahaan migas siap berinvestasi di bisnis ET yang menawarkan margin keuntungan atau return on investment (ROI) yang lebih rendah?

Sebuah study di Amerika menyimpulkan bahwa cost of capital utk bisnis migas berada di sekitar 7%, sementara untuk perusahaan utility dan power disekitar 4%. Selain cost of capital yang tinggi, perusahaan migas berharap return on investment mereka sekitar 3.9% diatas cost of capital, sementara perusahaan utility dan power bisa menerima ROI sekitar 2.3% diatas cost of capital mereka.

Melihat data data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan. Pertama, perusahaan migas yang mengalihkan sebagian bisnisnya ke ET harus rela dengan ROI lebih rendah. Kedua, jika perusahaan migas belum siap dengan return yang rendah, maka hanya sebagian kecil investasi mereka yang akan dialihkan ke bisnis ET.

Lalu, kenapa di banyak negara seperti di Eropa banyak perusahaan migas besar mulai memperbesar bahkan mengalihkan fokus bisnisnya ke ET? Apakah semata mata karena ingin melihat bumi lebih bersih, sementara profit mereka terganggu. Atau ada faktor lain yang memaksa mereka untuk migrasi ke bisnis energi terbarukan? Simak ulasan kami berikutnya.

27/02/2021

Mencermati Investasi Tesla di Amerika Part 3 (Penutup)

Sahabat FB dan IG, sebagai penutup dari rangkaian tulisan mengenai Tesla, berikut adalah sedikit analisa mengapa akhirnya Elon Musk memilih India sebagai tempat produksi dan pengembangan aset kendaraan listriknya.

Menarik untuk menduga bahwa Tesla membangun manufacturing plant dan technology centre-nya di Silicon Valley karena kebutuhan akan tiga hal : sumber daya manusia yg sangat terampil di bidang IT dan engineering, technology chips yang mutakhir, dan venture capitalist (pemodal) yang berani mendanai proyek start up yang beresiko tinggi.

Kalau Tesla ingin mengembangkan technology centre-nya di luar Amerika Serikat (AS), secara logika mereka akan mencari kota yang ekosistemnya mendekati apa yang ditawarkan oleh Silicon Valley. Dua kota di dunia yang yang mendekati persyaratan ini adalah Tel Aviv di Israel dan Bangalore di India.

Sebelum Tesla memutuskan untuk membuka technology centre di Bangalore, perusahaan automotive seperti Mercedes-Benz, Great Wall Motors, General Motors, Continental, Mahindra & Mahindra, Bosch, Delphi and Volvo sudah lebih dulu berada di kota ini. Selain perusahaan-perusahaan yang cukup mapan ini, banyak start-up EV yang bermunculan di Bangalore dengan mengambil manfaat dari ekosistem yang sudah terbangun dengan baik.

Selain Bangalore di India, Israel juga punya ekosistem seperti Silicon Valley di California yang diberi nama Silicon Wadi. Inilah salah satu kota tempat berkumpulnya talenta-talenta terbaik di bidang IT di dunia. Perusahaan seperti Intel, IBM, Google, Facebook, Hewlett-Packard, Philips, Cisco Systems, Oracle Corporation, SAP, BMC Software, Microsoft, dan Motorola mendirikan technology centre-nya di kota ini.

Untuk membangun daya tarik investor, Tel Aviv dan Bangalore memulainya dengan keunggulan di bidang sumber daya manusia. Teknologi IT yang berkembang dan masuknya para pemodal adalah hasil dari kerja keras para talenta yang berkualitas tinggi. Mereka bisa membuktikan bahwa hasil kerja mereka tidak kalah dari talenta yang berasal dari AS. Kepercayaan ini tidak dibangun dalam hitungan bulan tapi puluhan tahun.

Pertanyaan selanjutnya kenapa Tesla mendahulukan Bangalore bukan Tel Aviv? Tidak ada yang tahu alasan pastinya, namun kami menduga ada beberapa alasan.

Pertama, dengan mendahulukan Bangalore, Tesla tidak saja mendapatkan ekositem IT terbaik tapi juga bisa mendapatkan akses pasar yang sangat besar. India adalah negara dengan jumlah penjualan mobil ke-empat terbesar di dunia setelah China, AS dan Jepang.

Kedua, biaya tenaga kerja yang lebih murah dibandingkan dengan Tel Aviv. Biaya hidup di Tel Aviv sekitar 3 kali lebih tinggi dibandingkan dengan Bangalore. Rata-rata gaji pegawai juga 3 kali lebih tinggi di Tel Aviv. Biaya hidup di Tel Aviv lebih tinggi dari London, Sydney, dan Berlin. Biaya hidup di Bangalore bahkan lebih rendah dari Jakarta.

Bagaimana pengaruh dari network dari kedua bangsa ini? Tidak bisa dipungkiri bahwa keduanya punya jejaring yang sangat kuat. Banyak CEO dibidang IT keturunan India dan banyak pemilik modal keturunan Israel.

Keputusan investasi Tesla yang memilih India tentu bisa menjadi pembelajaran. Bahwa seluruh negara kini terus berlomba memberikan daya tarik kepada investor. Indonesia memiliki natural resources yang luar biasa dan potensi human resources yang tidak kalah di dunia. Tapi memastikan bahwa kedua aset strategis itu bisa membentuk sebuah ekosistem yang memberikan daya tarik bagi investor, tentu menjadi tantangan yang tidak mudah dibangun dalam sekejap. Insyaa Allah.

27/02/2021

Mencermati Investasi Tesla di Amerika Part 2

Sahabat FB dan IG, terima kasih atas antusiasme dan banyaknya respon terhadap tulisan kami sebelumnya terkait investasi Tesla. Kali ini kita akan lanjutkan diskusinya.

Suatu hari kami mendapat undangan untuk berkunjung ke technology centre yang didirikan perusahaan electric vehicle (EV) dari luar Amerika Serikat di Silicon Valley, California.

Sewaktu datang kesana, kami sangat terkejut karena tidak ada tanda-tanda bahwa ini adalah technology centre untuk sebuah perusahaan automobile. Bagaimana tidak, selama kunjungan, kami tidak menemukan tim yang merancang bodi, suspensi, steering systems dan brakes.

Yang kami temui adalah sebuah kantor dengan berbagai rangkaian elektronik dengan integrated circuit chips yang paling mutakhir dengan ditopang oleh programmer-programmer handal dan tentu ditambah dengan komponen motor listrik.

Apakah perusahaan EV tidak lagi peduli dengan aerodinamika dari sebuah mobil? Atau mungkin tidak peduli lagi dengan kekuatan rangka bodi untuk keselamatan dan kenyamanan penumpangnya. Termasuk mungkin tidak peduli lagi dengan kelincahan manuver dari sebuah mobil, sehingga tidak terlihat menjadi bagian dari suatu technology centre bidang automobile.

Pengamatan kami, strategi perusahaan EV dengan membangun technology centrenya di Silicon Valley itu tidak terlalu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Tesla di awal pendiriannya. Tesla tidak mendirikan technology centre dan juga manufacturing plant-nya di Detroit Michigan yang sudah menjadi the centre of excellence dari industri otomotif di AS selama lebih dari satu abad. Tapi mereka mendirikannya di Sillicon Valley.

Secara pasti tidak ada yang tahu kenapa Elon Musk memilih Silicon Valley untuk mendirikan Tesla. Namun kami menduga Tesla membutuhkan sejumlah aspek strategis untuk membangun produknya, diantaranya, pertama, talenta-talenta terbaik di bidang Information Technology dengan working culture yang sudah teruji menghasilkan teknologi yg merubah peradaban manusia seperti Google, Apple dll.

Kedua, Technology Chips paling mutakhir yang bisa didapat dengan bekerja dalam ekosistem yang sudah terbentuk di Silicon Valley.

Ketiga, Venture Capitalist yang secara terukur mau mendanai ide-ide breakthrough dan juga berani untuk berinvestasi di perusahaan startup yang beresiko tinggi

Lalu apa bedanya teknologi mobil motor bakar dengan motor listrik? Secara garis besar, teknologi mobil listrik hanya mengganti sekitar 30% dari komponen mobil motor bakar, sisanya (70%) komponennya sama. Jadi teknologi yang 70% sudah tersedia dengan sangat matang, sehingga mungkin tidak memerlukan riset yang lebih dalam lagi.

Elon Musk sangat cerdas untuk tidak bermain di komponen yang 70%, tapi dengan mengembangkan yang 30%, sehingga dia akan sulit dikejar oleh kompetitor yang baru mau masuk ke teknologi EV.

Patut diduga strategi Tesla itu juga dibaca oleh perusahaan EV asing yang mendirikan technology centre-nya di Sillicon Valley. Mereka kemudian membawa hasil riset itu ke negara asalnya untuk dikembangkan lebih lanjut. Saat ini negara bersangkutan ikut terjun dan berkompetisi langsung dalam pengembangan teknologi EV, bukan menunggu.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa Tesla akhirnya memilih berinvestasi di India? Kita lanjutkan diskusinya di edisi berikutnya.

Address

Ruteng

Telephone

+6282342367094

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rossi Partners Investment posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share