24/06/2012
DASR PEMIKIRAN
Tahun 2010, Indonesia menandatangani ratifikasi WTO (World Trade Organization) yang salah satu isinya adalah liberalisasi sektor pendidikan. Hal ini berimplikasi pada masuknya modal asing ke dalam dunia pendidikan dan mengubah wajah pendidikan kita menjadi kegiatan bisnis tepatnya bisnis dengan tanggung jawab sosial tinggi. Tanggung jawab sosial terletak pada kualitas yang dapat menjamin lulusan mampu menghadapi tantangan jaman. Kualitas yang dimaksud akan berkorelasi langsung dengan biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh pihak-pihak yang terkait dengan sistem pendidikan. Dalam praktiknya, peserta didiklah yang merasa berat menanggung biaya pendidikan meskipun pihak pemerintah dan yayasan juga sudah mengupayakan banyak hal.
Keadaan seperti ini akan cukup terasa di tingkat pendidikan tinggi, karena itu harus ada upaya mempersiapkan diri dari siswa SMU/SMK untuk nantinya memiliki penghasilan sehingga dapat menempuh pendidikan tinggi. Persoalan yang dihadapi adalah lulusan SMU/SMK terutama SMU belum memiliki ketrampilan untuk dapat bekerja. Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pandangan dan pengantar ketrampilan praktis kepada lulusan SMU/SMK untuk dapat bersaing mendapatkan kesempatan kerja. Apabila kesempatan kerja ini berhasil didapat maka penghasilannya akan bisa digunakan untuk membantu pembiayaan menempuh pendidikan tinggi. Dengan demikian akan lebih banyak sarjana yang dihasilkan dan dengan sendirinya akan meningkan human index secara nasional.
Pelatihan ini juga terbuka bagi lulusan perguruan tinggi untuk meningkatkan kemampuan praktisnya dalam bidang sistem otomatis yang banyak digunakan dalam industri : minyak dan gas, petrokimia, pengolahan makanan, pengepakan produk, manufaktur, farmasi, dll. Dengan demikian sekaligus meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan kesempatan kerja di lingkup nasional maupun global.
Pelatihan ini juga ditujukan untuk professional yang sudah bekerja di industri dalam rangka meningkatkan kompetensi dalam bidang sistem otomatis, sehingga industri dapat berjalan dengan lebih baik dan meningkatkan kontribusi positif pada pembangunan nasional dan global.