21/01/2017
"Antara Kopi & Gula"
Dalam minuman 'KOPI' ada 3 unsur; Kopi, Gula & Rasa.
Jika kopi terlalu pahit
Siapa yang salah?
Gula lah yang disalahkan karena terlalu sedikit,
hingga "rasa" kopi menjadi pahit!!!
Jika kopi terlalu manis
Siapa yg disalahkan?
Gula p**a yang disalahkan karena terlalu banyak,
hingga "Rasa" kopi menjadi manis!!! Jika takaran kopi dan gula seimbang, sehingga rasa yang tercecap menjadi nikmat,
Siapa yg di puji...??? Tentu semua akan berkata:
Kopinya mantaaap.................!!!!! Kemana gula???
Dimana gula???
yang mempunyai andil membuat "rasa" kopi menjadi mantaaap!!! Itulah PEMIMPIN yang ketika "rasa" terlalu manis maka dia akan dipersalahkan!!! Itulah PEMIMPIN yang ketika "rasa" terlalu pahit maka dia p**a yang akan dipojokkan!!! Tetapi,
Ketika "rasa" mantap,
Ketika semua berprestasi,
Maka semua berkata; Ini kesuksesan kita bersama.
Mari belajar Ikhlas seperti Gula yang larut tak terlihat tapi sangat bermakna.
Gula PASIR memberi RASA MANIS pada KOPI, tapi orang MENYEBUTnya KOPI MANIS... bukan KOPI GULA... Gula PASIR memberi RASA MANIS pada TEH, tapi orang MENYEBUTnya TEH MANIS... bukan TEH GULA... ORANG menyebut ROTI MANIS... bukan ROTI GULA... ORANG menyebut SYRUP Pandan, Syrup APEL, Syrup JAMBU....
padahal BAHAN DASARnya GULA.... Tapi GULA tetap IKHLAS LARUT dalam memberi RASA MANIS... Akan tetapi apabila berhubungan dengan penyakit, barulah GULA disebut.. PENYAKIT GULA
***********
RENUNGAN :
Kadang KEBAIKAN yang Kita TANAM tak pernah disebut Orang,
Tapi sedikit saja khilaf salah dilakukan, maka akan dibesar-besarkan.
Begitulah hidup... tiada yang kebetulan dalam setiap kejadian. Setiap perbuatan akan berakibat dalam menentukan kejadian berikutnya. Seberapa besar kebaikan yang kita terima tergantung dari seberapa banyak kebajikan yang kita tanamkan.
Andaikata kita lebih banyak menerima keburukan, kesedihan, kekecawaan atau kemalangan lainnya maka introspeksi & koreksilah diri terhadap apa yang pernah kita perbuat. Apakah kita lebih banyak menyusahkan orang, memusuhi, atau menebarkan kebencian?
Ataukah kita sudah benar-benar membahagiakan orang, merangkul perbedaan, menebarkan cinta & bermanfaat bagi kehidupan?
Maka jangan sampai kita tidak menyadari perbuatan kita sendiri, dimana kita tanpa sadar menyinggung perasaan, menyakiti, atau mungkin banyak perbuatan salah & khilaf lainnya yang tanpa sengaja atau tidak kita sadari.
Andaikata tidak ada yang salah pada diri kita maka tidak akan ada yang salah terhadap kenyataan yang kita terima. Namun jika kita menderita karena tidak bisa menerima kenyataan maka sudah pasti ada yang salah dengan diri kita karena belum selaras dengan kenyataan dan kehendak alam.
Mungkin tanpa adanya keberadaan kita, dunia akan tetap berputar. Dunia hanya menyediakan ladang, tempat singgah sementara dan memberikan kesempatan bagi kita menanam kebajikan sebagai bekal hidup di alam selanjutnya. Oleh sebab itu kenalilah diri agar tau diri.
Tetap SEMANGAT memberi KEBAIKAN
Tetap SEMANGAT menyebar KEBAIKAN
Karena KEBAIKAN tidak UNTUK DISEBUT...
tapi untuk DIRASAKAN...
KEBAIKAN mendatangkan KEBAHAGIAAN
KEBURUKAN mendatangkan AZAB PENDERITAAN
Teruslah menebarkan KEBAJIKAN, karena KEBAJIKAN itu akan INDAH pada waktunya.