Baby Holic

Baby Holic dunia anak kesayangan

04/02/2014

Tips Mengatasi Masalah Konstipasi Pada Bayi (1-12 Bulan)
Memberikan lebih banyak cairan seperti air putih, susu atau jika bayi berusia di atas empat bulan, dapat diberikan jus buah yang diencerkan.

Olahraga. Cobalah melakukan exercise atau olah raga kecil dengan cara menekuk lutut bayi ke arah perutnya secara lembut beberapa kali, sehingga hal tersebut akan membantu bayi untuk mengeluarkan feses.
Memandikan bayi dengan air hangat. Mandi dengan menggunakan air hangat akan membuat bayi merasa nyaman.
Mengoleskan lotion atau baby oil di daerah sekitar a**s bayi. Dengan mengoleskan lotion atau baby oil maka daerah di sekitar a**s bayi akan menjadi lebih lembut dan tidak terasa kaku.
Setelah bayi mulai makan padat, berikanlah lebih banyak makanan yang berserat dari buah dan sayuran. Mulailah membiasakan anak menyukai makan sayur dan buah yang kaya serat alami sejak bayi, agar kelak mereka sadar bahwa semua itu sangat berguna menjaga kesehatan tubuh.

10/01/2014

Bukan hal yang aneh jika bayi Anda gumoh sesaat setelah disusui. Namun bukan berarti hal itu bisa dibiarkan begitu saja. Atasi dengan tepat agar bayi tidak gumoh sehabis disusui.

Di awal-awal kehidupannya, bayi sering memuntahkan sebagian ASI yang ditelannya. Normalnya, fenomena gumoh ini akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia bayi, yakni di usia 12–16 minggu.

Kenali penyebabnya. Penyebab terjadinya gumoh pada bayi memang bisa bermacam-macam. Di antaranya adalah:
Volume lambung bayi masih kecil, sementara susu yang ditelan bayi melebihi kapasitas lambung. Ini penyebab paling umum. Masalahnya makin menjadi karena bayi senang menggeliat. Padahal, gerakan ini membuat tekanan dalam perut tinggi, sehingga jadi gumoh. Sebenarnya, gumoh masih normal sepanjang jumlah cairan yang keluar dan masuk seimbang.
Klep penutup lambung bayi belum sempurna. Dari mulut, susu akan masuk ke saluran pencernaan atas, baru kemudian ke lambung. Nah, di antara kedua organ tersebut terdapat klep penutup lambung. Pada bayi, klep ini biasanya belum sepenuhnya berfungsi sempurna. Akibatnya, kalau ia langsung ditidurkan setelah disusui, dan juga menggeliat, susu akan keluar dari mulut. Untuk mengurangi gumoh, berikan susu sedikit demi sedikit.
Menangis berlebihan. Tangis seperti ini membuat udara yang tertelan juga berlebihan, sebagian isi perut bayi akan keluar. Memang, bisa jadi bayi Anda menangis karena tidak bisa menelan susu dengan sempurna. Kalau sudah begini, jangan teruskan pemberian ASI. Bisa-bisa, susu malah masuk ke dalam saluran napas dan menyumbatnya.
Cegah dan atasi. Sebetulnya, gampang kok membuat bayi tidak gumoh.
Posisi menyusu musti pas. Pastikan seluruh bibirnya menutup puting susu serta daerah berwarna hitam di sekitarnya (aerola). Dengan begitu, kemungkinan udara yang masuk dan tertelan selama menyusu bisa diperkecil.
Kalau gumoh berlebihan, tengkurapkan bayi. Udara yang terperangkap di lambung akan lebih mudah keluar. Juga, masuknya cairan ke paru-paru bisa dicegah.
Jangan langsung banyak minum. Lebih baik, bayi minum sedikit-sedikit, disendawakan, lalu minum lagi. Dengan cara ini, udara tidak sempat “mampir” ke lambung.
Bila bayi gumoh terus secara berlebihan, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk dicarikan penyebabnya. Bisa jadi, bayi menderita alergi.

08/01/2014

Tersedak, mungkin bagi sebagian besar orang dewasa menganggap hal ini biasa dan wajar, kalau memang saat itu kita makan terlalu lahap dan keburu dikejar waktu. Tapi bagaimana jadinya kalau hal ini justru terjadi pad si baby?

Tersedak bahkan bisa menyebabkan kematian pada seorang bayi. Karena itu, pastikan ia makan benar-benar dalam pengawasan Anda, sehingga utnuk mengatasi hal ini agar tidak terjadi, lakukan:

1. Berikan si baby makanan yang lembut dan mudah larut. Hindari untuk memberi kacang, stik biskuit, keripik, atau makanan-makanan yang susah dicerna oleh bayi.
2. Pastikan si baby memiliki alergi terhadap makanan tertentu atau tidak.
3. Buatkan ia makanan secukupnya, dan jangan menyimpan makanan sisanya. Karena sisa makanan bisa menjadi sarang bakteri.
4. Jangan memanaskan makanan dengan suhu terlalu tinggi. Makanan yang terlalu panas bisa melukai mulut si baby.
5. Jangan memilih makanan yang rendah lemak, usia bayi Anda masih membutuhkan lemak untuk tumbuh kembangnya.
6. Jangan meletakkan sereal atau bubur yang semi-solid pada botol si baby. Selain membuat bayi mudah tersedak, tidak baik juga untuk pertumbuhan gigi si baby.
7. Jangan memberi makan pada si baby saat berada dalam mobil. Guncangan mobil ketika berjalan bisa menyebabkan ia tersedak.
8. Jangan lupa untuk selalu membersihkan gigi dan gusinya dengan lap basah, setiap kali makan makanan yang lengket

04/01/2014

Pertambahan berat badan (BB) saat hamil sangat penting, sebab merupakan pertanda kehamilan berjalan dengan baik dan janin tumbuh dan berkembang di dalam rahim.

Penyebaran pertambahan BB saat hamil adalah ke:
Berat janin: 2,5 – 3,5 kg
Plasenta: + 0,5 kg
Cairan: 0,5 – 1 kg
Darah: + 2 kg
Cairan tubuh: + 1,5 kg
Rahim: 0,5 – 1 kg
Payudara: + 0,5 kg
Cadangan lemak: + 3,5 kg
Pertambahan BB saat hamil sebaiknya cukup, tidak lebih atau kurang.
Bila BB sebelum hamil normal, pertambahan BB yang dianjurkan 9-12 kg.
Bila BB sebelum hamil berlebih, pertambahan BB yang dianjurkan 6-9 kg.
Bila BB sebelum hamil kurang, pertambahan BB yang dianjurkan 12-15 kg.
Bila mengandung bayi kembar, pertambahan BB biasanya lebih banyak, tergantung jumlah bayi yang dikandung.
Pertambahan BB per trimester kehamilan sebagai berikut:
Trimester I : 1-2,5 kg / 3 bulan
Trimester II : pertambagan berat badan rata-rata 0,35 – 0,4 kg/minggu.
Trimester III: pertambagan BB 1 kg/bulan. Namun pada trimester ini penambahan BB janin rata-rata 200 gram/minggu. Mulai minggu ke-28 hingga akhir kehamilan, BB Anda hanya akan bertambah sebanyak 4-5 kg.

Address

Kadipiro Banjarsari
Surakarta
57136

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Baby Holic posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share