Catatan Bankir

Catatan Bankir Mencerdaskan umat agar lebih bermanfaat dalam berbuat Buku-buku bermutu, baik umum dan agama

BEKERJA MENEMBUS BATAS
09/05/2024

BEKERJA MENEMBUS BATAS

KATA KATA BIJAKManusiaMemang cenderung  Lupa akan masa lalunya dimana dia berada Karena tidak menggunakan otaknyaAtas ke...
09/05/2024

KATA KATA BIJAK

Manusia
Memang cenderung
Lupa akan masa lalunya dimana dia berada
Karena tidak menggunakan otaknya
Atas kelakuan dan tindakannya

Kita sudah diam
Dan ini, kabur diam-diam
Dan melakukan hal-hal yang kejam ...

Apalagi

Miskin iman, miskin pendidikan
Di tambah dengan miskin kelakuan
Dan tidak punya otak apalagi pikiran

Di mulai dari awal
Kalo lagi ribut tuh perempuan, kerjanya
Kabur-kaburan dan ngomongnnya nggak karuan...

KOPI BELUM JADI
09/05/2024

KOPI BELUM JADI

07/12/2023

Media Barat, lagi-lagi, menyebar pemberitaan bohong atau disinformasi berkenaan dengan Iran.

Bukan sesuatu yang mengejutkan, seperti sebelumnya, pemberitaan bohong mereka tentang kasus Mahsa Amini dan hukuman mati terhadap para demonstran di Iran, yang juga sudah terbantahkan dengan telak.

Baca juga: Kasus Mahsa Amini dan Hijab: Menguak kebohongan Barat terhadap Iran

Baca juga: Cek fakta: Benarkah Iran menghukum mati 15.000 demonstran?

Kali ini, mereka pun memalsukan pernyataan seorang pemimpin tertinggi Iran, Sayyid Ali Khamenei, dalam pertemuannya dengan pemimpin Hamas di ibukota negara itu, yang menyatakan kalau Iran “Tidak akan ikut berperang atas nama Anda (Hamas),” dikarenakan “tidak memberi kami peringatan atas serangan Anda pada 7 Oktober terhadap Israel.” Sumber pemberitaan ini berawal dari Reuters yang berbasis di Inggris.

Kebohongan ini juga disebarkan oleh media-media Indonesia seperti Detik. Amat disayangkan memang, berhubung media-media mainstream Indonesia selalu menjadikan media-media Barat sebagai rujukan utama untuk pemberitaan internasional, sebagaimana yang juga dilakukannya saat pemberitaan tentang Mahsa Amini itu.

Klarifikasi pun datang langsung dari Hamas sendiri, yang telah dimuat di Al-Jazeera.

Biro Politik Hamas menyatakan:

“Kami, Hamas, dengan tegas membantah pemberitaan Reuters terkait pertemuan Ismail Haniyah dan Ayatullah Khamenei. Kami merasa menyayangkan kepada kantor berita yang menyebarkan berita tidak berdasar dan mendesak mereka untuk memastikan keakuratan pemberitaan mereka.”

Dilansir dari Liputanislam, pejabat senior Hamas Osama Hamdan menepis pemberitaan itu dan menyebutnya sebagai “kebohongan dan fitnah murni,” dan mengatakan bahwa kantor berita Inggris Reuters “telah menerbitkan kebohongan yang tidak berguna, bukan berita.”

“Semua orang mengetahui karakteristik hubungan antara Hamas dan Republik Islam Iran, serta pendirian negara ini dalam mendukung perjuangan dan resistensi bangsa Palestina, khususnya Hamas, dan mereka mengetahui pandangan Ayatullah Khamenei dalam mendukung resistensi Palestina,” terangnya.

Dia menambahkan ,“Karena itu, mengingat kebutuhan dan sifat hubungan antara kedua belah pihak, mustahil untuk mempercayai konten seperti itu,” kata Hamdan kepada kantor berita resmi Iran, IRNA.

Hamdan mengatakan, munculnya berita-berita bias tersebut memiliki dua alasan utama.

“Pertama, kubu resistensi di Gaza telah berhasil memberikan tekanan pada rezim Zionis, dan semua orang telah menyadari besarnya kejahatan entitas Zionis dan serangannya terhadap perempuan, anak-anak dan warga sipil yang tidak berdaya. Kedua, hal ini menunjukkan efektivitas dan efisiensi kubu resistensi dalam menyerang musuh, tentara dan mesin perangnya,” paparnya.

Hamdan menambahkan, “Publikasi berita-berita tersebut juga merupakan upaya untuk menghancurkan citra resistensi dan Poros Resistensi, karena pengaruh resistensi di kawasan pasti semakin meningkat, dan menimbulkan kekhawatiran besar bagi rezim Israel dan pendukungnya, sehingga memaksa mereka menggunakan segala cara untuk menyebarkan berita palsu.”

Hamdan juga mengatakan bahwa satu-satunya hal yang ingin dia katakan tentang “pertemuan positif” antara Haniyeh dan Ayatullah Khamenei adalah bahwa hal itu terjadi “sebagai kelanjutan dari hubungan yang baik dan berbeda antara Hamas dan Republik Islam Iran.”

Komandan Pasukan Quds Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Brigjen Esmail Qaani juga memastikan kepada pemimpin sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, Mohammad Al-Daif, ihwal solidaritas Poros Resistensi dengan pejuang Palestina.

“Saudara-saudara Anda di poros al-Quds dan kelompok resistensi bersatu dengan Anda, dan mereka tidak akan membiarkan musuh mencapai tujuan kotornya di Gaza dan Palestina,” ungkap beliau.

Poros Perlawanan mengacu pada aliansi Iran, Suriah dan kelompok-kelompok anti-Israel di Lebanon, Irak, Yaman dan berbagai tempat lain, yang menyerang sasaran-sasaran Israel dan AS dalam beberapa pekan terakhir sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Jenderal Qaani memuji Operasi Badai al-Aqsa yang dilakukan pejuang perlawanan Palestina pada 7 Oktober, yang membuat Israel lengah dan menghancurkan mitos superioritas militer dan intelijen Israel.

“Anda menciptakan sebuah epik besar yang disebut Badai al-Aqsa, yang dicapai dengan pertolongan Allah, dan dilakukan oleh para pejuang suci Brigade al-Qassam dan resistensi di Gaza,” katanya.

Dia juga menegaskan, “Palestina dan wilayahnya setelah Badai al-Aqsa tidak akan sama seperti sebelumnya.”

Qaani menambahkan, “Anda dengan jelas menunjukkan kelemahan dan kerapuhan Rezim Zionis yang merebut kekuasaan, dan Anda menunjukkan dengan cara yang praktis dan tegas bahwa rezim tersebut lebih lemah dari jaring laba-laba.”

Aliansi Palestina-Iran

Keterlibatan Iran sebagai pendukung perlawanan Palestina adalah fakta yang sudah lama diketahui secara luas. Iran selama empat dekade secara konsisten mendukung perlawanan Palestina dengan dana, persenjataan, logistik dan teknologi. Hal yang tak pernah dilakukan negara muslim manapun di dunia. Hamas atau para pejuang Palestina sudah sering mengungkapkan secara terbuka tentang jasa-jasa Iran tersebut, bahkan juga warga Palestina sendiri, dan menyampaikan terima kasih serta pujiannya kepada Iran.

Iran sebenarnya siap saja untuk ikut berperang secara langsung melawan Israel bersama Hamas. Hanya saja situasi yang ada tidaklah memungkinkan dan sama saja bunuh diri, setidaknya saat ini, sebagaimana penjelasan dalam tulisan ibu Dina Sulaeman. Sama konyolnya dengan sebagian orang Indonesia yang suruh-suruh pemerintah untuk kirim pasukan TNI ke Palestina. Seolah-olah perang dapat dilangsungkan begitu saja seenteng tawuran antar warga kampung atau anak sekolah.

Sebuah negara yang mendeklarasikan perang, bukan perkara sembarangan, tidak hanya harus melalui sengkarut tekanan di negaranya sendiri, tapi juga komunitas internasional. Aturan Internasional hanya melegitimasi dilakukannya aksi perang atas dasar self-defence. Itulah mengapa kelompok-kelompok bersenjata Palestina dinyatakan legal per hukum internasional untuk melawan Israel, karena dianggap sebagai resistensi di dalam sebuah kuasa pendudukan. Wajar jika Iran hanya mampu sebatas memberikan dukungan secara militer maupun finansial kepada Palestina yang notabene dianggap sah berhadapan secara face-to-face dengan Israel di medan tempur. Tentu yang dijajah yang sudah sepatutnya angkat senjata.

Yang perlu dicatat, sebuah negara tidak berhak turun langsung untuk ikut bertempur di negara lain tanpa undangan atau izin dari pemerintahan negara yang bersangkutan. Jika seenaknya seperti itu malah bisa digugat karena sudah melakukan intervensi. Sementara Hamas atau kelompok perlawan Palestina lainnya memang sama sekali belum pernah mengajukan permintaan kepada Iran untuk membantu langsung Palestina melawan Israel di medan tempur. Toh, Israel selama ini juga belum mampu menyingkirkan Hamas dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina lainnya yang masih tetap tangguh bertahan, berkat dukungan Iran juga.

Bila negara-negara Arab saja, yang padahal bertetanggaan dengan Palestina, tidak mau mengirim senjata ke Palestina, boro-boro berperang langsung melawan Israel, tentu sangat konyol kalau Iran harus mengirim pasukan ke yang jauhnya 1500 km dari Tehran. Belum sampai ke Palestina, pesawat Iran tentu sudah ditembak jatuh oleh negara-negara Arab sekutu Israel, atau pasukan yang pangkalan militernya di Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, Yordania, Turki, dan Mesir.

BAGIKAN INI:
TwitterFacebook

RELATED

05/12/2023

Mau jalan-jalan ke mana nih yang enak dan banyak kulinernya

YUK KITA SEDEKAHBuatTeman-temanYang punya keinginanUntuk memberikan bantuan....Langsung ajaTransaksi lewat QRIS ya....  ...
27/09/2023

YUK KITA SEDEKAH

Buat
Teman-teman
Yang punya keinginan
Untuk memberikan bantuan....

Langsung aja
Transaksi lewat QRIS ya....


INGAT YA CAPRES, BUKAN CAWAPRESPresiden PKS: Anies Rasyid Baswedan Itu Capres Bukan Cawapres
28/08/2023

INGAT YA CAPRES, BUKAN CAWAPRES

Presiden PKS: Anies Rasyid Baswedan Itu Capres Bukan Cawapres

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menegaskan Anies Baswedan diusung untuk menjadi calon presiden (Capres) bukan calon wakil presiden (Cawapres) di Pilpres

Simak video ini...Bagaimana mungkin pemimpin yg gadai kekayaan negara yg Harusnya hak Rakyat kayak gini dibilang pemimpi...
14/08/2023

Simak video ini...

Bagaimana mungkin pemimpin yg gadai kekayaan negara yg Harusnya hak Rakyat kayak gini dibilang pemimpin terbaik dalam sejarah Indonesia...

Makanya sejenis Abu Janda, PSi, dan Ade Armando merapat kesana... Duitnya pasti kenceeng....

Para poliTIKUS & calon2 pemimpin, Jangan terus tipu & bohongin Rakyat lahhh, jangan manfaatkan kebodohan & kemiskinan Rakyat utk keuntungan kalian dan cukong2 oligarchy kalian...

Prabowo Subianto kembali mengenang saat awal dirinya masuk ke pemerintahan Presiden Jokowi.

07/08/2023

Nggak salah tuh... Finalis Miss Universe Indonesia pake difoto Body Check, terus fotonya aman nggak tuh....

Address

Tangerang

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Catatan Bankir posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share