22/11/2012
MARKET REVIEW
===========
1.Merkel Bantu Euro Pangkas Pelemahan. Euro berhasil memangkas kerugian terhadap Dollar AS pada hari Rabu pasca Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan optimisme bahwa kesepakatan atas pendanaan Yunani akan dapat tercapai dalam pertemuan menteri keuangan zona Euro hari Senin mendatang. Euro sempat tergelincir sebelumnya setelah para kreditur internasional gagal mencapai kesepakatan tentang bagaimana cara untuk mengurangi hutang Yunani hingga ke level yang berkelanjutan.
2. Minutes BoE Melegakan Sterling. Poundsterling menjangkau level tertinggi 2-minggu versus Greenback pada hari Rabu, dipicu oleh minutes pertemuan Bank of England yang menunjukkan kecilnya peluang pelonggaran moneter lebih lanjut dalam waktu dekat. Minutes tersebut menunjukkan hanya satu pembuat kebijakan yang menyerukan ekspansi QE. Namun para analis memperkirakan jika apresiasi Sterling masih akan terbatas mengingat QE lebih lanjut masih berpeluang dilakukan pada awal 2013. Data pinjaman sektor publik Inggris yang lebih tinggi dari estimasi juga menyoroti kekhawatiran tentang upaya pemerintah memangkas defisit.
3. Impor Jepang Melambat, Aussie Terhambat. Dollar Australia diperdagangkan melemah setelah menteri keuangan Eropa gagal menyepakati rencana pemangkasan hutang Yunani, yang meredam permintaan untuk aset ber-yield lebih tinggi. Aussie juga terbebani oleh penurunan impor Jepang, sehingga meredupkan prospek ekspor negeri kangguru. Impor Jepang, yang merupakan tujuan ekspor terbesar ke-2 Australia, merosot 1,6% dibandingkan tahun lalu pada bulan Oktober.
4. Sentimen Konsumen AS Dirundung Ketidakpastian. Sentimen konsumen di AS tertahan pada akhir November seiring berkembangnya ketidakpastian mengenai pajak negara bagian dan program belanja tahun depan, menurut survei yang dirilis hari Rabu. Indeks sentimen konsumen Thomson Reuters/University of Michigan berada pada 82.7, naik tipis dari 82.6 pada bulan sebelumnya, namun turun dari bocoran bulan lalu yaitu sebesar 84.9.
5. Bursa Saham Asia. Belum adanya persetujuan Eropa untuk mencairkan dana bailout Yunani dan kekhawatiran Fed’s Bernanke atas bahaya jurang fiskal AS membayangi kinerja bursa saham Asia. Nikkei raih level tinggi dua bulan seiring berlanjutnya pelemahan yen akibat merebaknya harapan BoJ akan mengambil tindakan yang agresif. Kospi turun 0,3% setelah pertemuan Eurogroup gagal menyetujui pencairan dana bailout untuk Yunani. Hang Seng menguat 1,4% seiring munculnya isu bahwa Cina akan menurunkan giro wajib minimum perbankan.
6. Wall Street Menguat Jelang Hari Libur Thanksgiving. Bursa saham AS ditutup naik dalam sesi perdagangan yang cukup sepi di hari Rabu menjelang hari libur Thanksgiving, setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan militant Hamas di jalur Gaza, namun sejumlah laporan ekonomi yang mix dan kecemasan mengenai Yunani membatasi gain. Bursa saham AS akan ditutup pada hari Kamis untuk hari libur Thanksgiving, dan akan kembali dibuka pada hari Jumat.
7. Emas Nantikan Kesepakatan Yunani. Harga emas bergerak dalam range sempit pada hari Rabu, berada di antara kecemasan resesi di Eropa dan AS serta permintaan safe-haven dalam kecemasan mengenai kekerasan di Timur Tengah. Emas diperdagangkan dalam range harian sebesar $8 dikarenakan pemimpin internasional gagal mencapai kesepakatan mengenai paket bantuan Yunani untuk minggu kedua, mengikis daya tarik ema sebagai alat lindung terhadap inflasi.
8. Gencatan Senjata Pangkas Gain Minyak. Minyak flat pada hari Rabu, menghapus kenaikan pada awal sesi setelah gencatan senjata antara pihak Israel dan Hamas mengakhiri pertikaian selama 8 hari pada jalur Gaza. Koreksi pada tengah hari perdagangan menambah panjang pekan yang volatile bagi harga minyak, dengan harga berfluktuasi akibat kecemasan bahwa konflik akan bertambah dapat dan menyerang negara produsen minyak dan harapan untuk gencatan senjata. Minyak sempat naik lebih dari $1.50 pasca ledakan pada bus di Tel Aviv. Namun pengumuman genjatan senjata membantu meredakan kecemasan bahwa pekan pertikaian di jalur Gaza akan meluas. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah setuju untuk melakukan gencatan senjata, menurut pemerintah Israel.