02/07/2025
ππππ¨ππ πΌπ‘ππ πππ’ πππ’
Alif Lam Mim,
Rahsia langit yang berbisik,
Alif Lam Mim,
3 huruf yang berdiri sendiri,
Tanpa makna yang tersurat,
Tanpa tafsir yang mutlak,
Hanya Allah yang mengetahui.
Justeru disanalah tetap keindahannya,
Bahawa tidak semua yang indah harus dimengerti,
Tidak semua rahsia harus dipecahkan,
Ada yang cukup diterima dengan hati,
Diimani dengan pasrah,
Dicintai tanpa harus sepenuhnya difahami,
Betapa sering kita ingin segalanya difahami,
Memaksa takdir agar berbicara,
Mendesak kehidupan agar memberi jawapan,
Tetapi diawal wahyu Allah mengajar,
Sesuatu yang lebih dalam dari sekadar makna,
Ada hal-hal yang hanya bisa diterima dengan iman,
Ada jawapan yang hanya akan datang diwaktu yang tepat,
Ada perjalanan yang harus ditempuh dengan ketundukan,
Maka Alif Lam Mim,
Bukan sekadar rangkaian huruf,
Ia adalah pesan lembut dari langit,
Percayalah,
Meski kau tak selalu mengerti,
Alif,
Awal yang harus dijalani,
Lihatlah Alif,
Tegak berdiri,
Kuat seperti seorang yang menjejakkan kaki di awal perjalanan,
Dia tidak ragu,
Dia tidak bertanya,
Hanya melangkah dengan keberanian.
Dalam hidup,
Kita selalu dihadapkan dengan awal yang penuh tanda tanya,
Kita tidak tahu apa yang menunggu kita didepan,
Kita tidak tahu apakah langkah kita benar.
Tetapi seperti Alif,
Kita harus berani berdiri,
Bahkan ketika dunia belum memberi kepastian,
Kerana keyakinan adalah awal dari segala.
Lam,
Pelenturan dalam perjalanan,
Lalu ada Lam,
Huruf yang melengkung,
Seakan mengajar bahawa hidup tidak selalu lurus,
Ada liku-liku yang harus dilewati,
Ada lengkungan yang membawa kita kearah yang tidak terduga,
Lam,
Mengajar bahawa ada waktu untuk tegar seperti Alif,
Tetapi ada p**a saat Untuk tunduk
Untuk bersabar
Untuk menerima
Kerana tidak semua pertanyaan perlu jawapan saat ini,
Tidak semua doa harus dikabulkan segera,
Ada keindahan dalam menunggu,
Ada kemuliaan dalam berserah,
Mim,
Pulang ke pangkuan,
Dan akhirnya ada Mim,
Huruf yang melingkar sempurna,
Seperti lingkaran yang membawa kita kembali ke titik asal,
Seperti ombak yang berlailri ke pantai,
Hanya untuk kembali ke laut,
Seperti angin yang berhembus ke segala arah,
Tetapi pada akhirnya menemukan jalan di tengah,
Ingin mengajarkan segala sesuatu pada akhirnya akan p**ang,
Tak ada perjalanan yang sia-sia,
Tak ada kehilangan yang benar-benar hilang,
Apa yang pergi,
Jika memang ditakdirkan untukmu,
Akan kembali dalam bentuk yang lebih indah,
Dan apa yang tak kembali,
Mungkin memang ditakdirkan untuk menjadi bahagian daripada perjalanan,
Bukan tujuan.
Alif Lam Mim,
Cintanyang tidak perlu dimengerti,
Alif Lam Mim,
Bukan sekadar huruf,
Ia adalah bisikan lembut dari langit,
Mengajar kita untuk percaya meski tak selalu mengerti,
Seperti hidup yang penuh rahsia,
Tetapi selalu memiliki makna,
Seperti doa yang tak selalu mendapat jawapan,
Tetapi selalu didengar,
Seperti cinta yang tak selalu bisa dimiliki,
Tetapi tetap indah untuk dirasakan.
Maka berjalanlah seperti Alif,
Berani memulakan meski tak tahu ke mana arah yang membawa,
Hadirlah hidup seperti Lam,
Sabar menerima setiap liku dan perubahan,
Dan akhirnya,
Pulanglah seperti Mim,
Dengan hati yang utuh dan jiwa yang tenang,
Kerana pada akhirnya,
Semua pertanyaan akan terjawab dihadapan-Nya,
Dan disitulah kita akan memahami,
Bahawa setiap langkah,
Setiap air mata,
Setiap pencarian,
Semuanya telah membawa kita lebih dekat kepadaNya,
Pada akhirnya,
Kita akan sampai,
Pada akhirnya kita akan p**ang,
Dan dihadapanNya kita akan menyedari,
Bahawa perjalanan ini selalu berada dalam pegangan kasihNya.
Karya asal: Prof Nadirshah Husin
Salam hormat,
Ir. Ts. Zuhair Hasan