Bimbingan Haji dan Umroh Abu Afifah

  • Home
  • Bimbingan Haji dan Umroh Abu Afifah

Bimbingan Haji dan Umroh Abu Afifah Pembimbing Manasik Haji dan Umroh bersertifikat, berdomisili di Kota Palembang, Sumatera Selatan

🌺🌸🌼🌻💐🌷🌹*Jum'at Barokah: Sebuah renungan untuk Jemaah Haji yang menunggu kepulangan ke tanah air*******Bapak/Ibu, jemaah ...
20/06/2025

🌺🌸🌼🌻💐🌷🌹

*Jum'at Barokah: Sebuah renungan untuk Jemaah Haji yang menunggu kepulangan ke tanah air*

******

Bapak/Ibu, jemaah haji

Semoga Allah menjaga kita semua...

Menjelang kepulangan ke tanah air, manfaatkan sisa-sisa waktu untuk memantapkan niat dan usaha kita menjadi haji yang mabrur dan mabruroh...

Ciri utama haji yang mabrur/mabruroh, seperti yang diterangkan oleh para Ulama', adalah adanya perubahan pada diri kita menjadi hamba Allah yang soleh dan lebih soleh setelah kita kembali ke tanah air, selepas menunaikan ibadah haji...

Maka, sepatutnyalah kita selagi masih di Tanah Haram (Mekah dan Madinah) mencari jalan atau wasilah menuju kepada perubahan tersebut...

Ciri kesolehan dalam perubahan itu bukannya dalam gelar atau panggilan "Pak Haji /Bu Hajjah"...

Tanda perubahan itu bukanlah pada selalu berpakaian gamis dan berkopiah putih (kopiah haji) bagi Bapak-Bapak...

Ciri perubahan itu adalah pada amalan, perbuatan, dan ilmu kita...

Setelah pulang haji kita semakin rajin dan istiqomah sholat 5 waktu (berjemaah di Masjid bagi Bapak-bapak)...

Setelah haji, kita semakin rajin silaturahmi dan bersedekah kepada kerabat kita (paman, bibi, dll) dan kaum dhu'afa'...

Setelah haji, kita semakin rajin ikut kajian Sunnah, baik di masjid maupun di Medsos (Youtube, dll)

Setelah haji, kita rajin ikut komunitas sosial seperti bagi sembako, dll.utk dhua'afa' dan saudara yg terkena bencana...

Setelah haji, kita ikut kegiatan tahsin Qur'an atau yang sudah mahir baca Qur’an sebaiknya mengajarkan ilmunya baik di masjid maupun di rumah-rumah...

Setelah haji, kita memulai ikut berbagi ilmu dan pengalaman berhaji, misalnya di kegiatan manasik di masjid atau di rumah-rumah, seperti yang diadakan oleh KBIHU Subulussalam...

Setelah haji, kita mencari pahala jariyah dengan membantu pembangunan masjid dengan tenaga dan pikiran (ikut kepanitiaan) ataupun dengan harta...

Masih banyak sekali, Bapak/Ibu, yang akan kita agendakan demi mencapai haji yang mabrur...

Naah, di hari Jum'at ini, mari kita banyak berdoa agar Allah mudahkan kita mencari tambahan amal untuk setelah tiba di tanah air nanti...

Mari berdoa agar Allah menunjukkan mana usaha yang akan bernilai pahala jariyah setelah kegiatan haji ini...

Ibarat tamu yang ditawarkan oleh-oleh/buah tangan sebelum pulang, maka kita minta oleh-oleh kepada Sang Maha Pencipta yang mengundang kita itu berupa usaha atau amalan apa yang membuat kita semakin soleh sehingga cap haji mabrur ada pada diri kita...

Semoga Allah menerima doa kita...

Washolallohu 'ala nabiyina Muhammadin wa 'ala aalihi washohbihi ajma'in

*****
Palembang, Jum'at 24 Dzulhijjah 1446 (20 Juni 2025)

Hamba Allah

Abu Afifah




Ceramah Ustadz Syafiq Riza Basalamah kali ini mengangkat tema penting seputar tanda-tanda haji mabrur—sebuah topik yang sangat relevan bagi seluruh jamaah ha...

Medan (Kemenag) --- Menunaikan ibadah haji merupakan impian umat Islam, tak terkecuali pasanagn suami istri (Pasutri) Fa...
19/05/2025

Medan (Kemenag) --- Menunaikan ibadah haji merupakan impian umat Islam, tak terkecuali pasanagn suami istri (Pasutri) Fadli Hariadi dan Arbainah. Uang yang ditabung dari hasil berjualan pisang goreng selama 20 tahun mengantarkan mereka tahun ini ke Tanah Suci.

Pasutri Asal Serdang Bedagai (Sergai) ini tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 14 Embarkasi Medan (KNO 14). Fadli sangat bersyukur akhirnya bisa menunaikan ibadah haji setelah 12 tahun menunggu.

“Sebelumnya saya bersama istri mendaftar haji dengan menyetorkan Rp25 juta per orang untuk mendapatkan nomor porsi. Alhamdulillah penantian panjang menjadi Tamu Allah bisa terwujud,” ujarnya di Medan, Sabtu (17/5/2025).

Ia berbagi cerita bahwa profesi berjualan pisang goreng di pinggir jalan Desa Sialang Buah Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai ditekuninya sejak 2005. “Setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai pukul 4 sore saya berjualan bersama istri. Setiap hari kami jualan tidak ada hari libur, jika merasa lelah kami baru libur,” ungkapnya.

Suami istri yang memiliki dua anak ini rutin menyisihkan uang sebagai tabungan untuk berangkat haji. Sedikit demi sedikit uang hasil penjualan pisang goreng dikumpulkan untuk tabungan haji.

“Pendapatannya tidak menentu Pak, terkadang ramai, namun juga terkadang sepi. Namun kami menjalaninya dengan penuh kesabaran karena rezeki sudah diatur Allah SWT,” ucapnya.

S**a duka berjualan pisang goreng juga disampaikan Arbainah. “Saat anak kami masih bayi, saya bersama suami memasang kain gendong dan mengayunkan anak kami di ranting sebatang pohon di dekat kami berjualan. Saat itu tempat berjualan kami masih berupa tenda bongkar pasang,” kata Ardiah.

“Anak kami besar-besar di jalan lah Pak,” ungkap Arbainah sambil tersenyum.

Pasutri ini berharap diberi kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dengan mendapat predikat sebagai haji mabrur. Di tanah suci nanti, Pasutri ini ingin mendoakan keluarga yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji agar bisa menunaikan Rukusan Islam kelima.

Melalui kisah Pasutri ini kisa bisa mengambil Pelajaran bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika kita bekerja keras diiringi doa dan kesabaran, jika Allah SWT berkehendak segala jalan akan dimudahkan.

Menunaikan ibadah haji merupakan impian umat Islam, tak terkecuali pasanagn suami istri (Pasutri) Fadli Hariadi dan Arbainah. Uang yang ditabung dari hasil berjualan pisang goreng selama 20 tahun mengantarkan mereka tahun ini ke Tanah Suci.

19/05/2025

Kalau niat yang kuat demi ibadah, Allah akan memudahkan...

Sekali lagi video ini membuktikan bahwa naik haji adalah bukan karena melihat isi kantong, atau melihat saldo tabungan, tapi NIAT yang kuat...

Dengan niat dan tekad, Allah akan memudahkan kita mendapatkan panggilannya...

Allah akan menghilangkan keyakinan, kemiskinan, sehingga dia dikukuhkan rezekinya untuk bisa berhaji...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.”



Niat dan tekad yang kuat bersepeda dari Indonesia menuju Mekah untuk ibadah haji
26/04/2025

Niat dan tekad yang kuat bersepeda dari Indonesia menuju Mekah untuk ibadah haji

24/04/2025
30/03/2025

Address


Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Bimbingan Haji dan Umroh Abu Afifah posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your business to be the top-listed Business?

Share