Yayasan Sabilal Muhtadin

Yayasan Sabilal Muhtadin British Propolis Jakarta

Menyediakan Produk BP Group
( Suplemen Kesehatan & Kecantikan )

BismillahAlhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush sholihatSebagai ibu, orang pertama yang paling bahagia melihat kebah...
30/12/2022

Bismillah

Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimmush sholihat

Sebagai ibu, orang pertama yang paling bahagia melihat kebahagiaan Anak-Anaknya...

Sejuta kata puitis tak mampu mewakili segala asa dan rasa...

Hanya sejuta harapan yang bertahta, semoga Anak-Anakku berusaha melangkah ke surga atas ridho Allah Ta'ala...aamiin yaa mujib...

Tetapkan goalmu sendiri, karena setiap orang punya perjuangan masing-masing....

MashaaAllah Tabarokallah....

Nikmat mana yang akan aku dustakan yaa Allah?

Nikmat yang tak berbatas....💙💙

Do'a terbaik untuk my lovely

Salam....Will be present .....FACIAL AND SERUM BELGIEPRO 👉 NEW PRODUCTChannel ini di buat untuk memenuhi kebutuhan infor...
20/12/2020

Salam....

Will be present .....

FACIAL AND SERUM BELGIEPRO 👉 NEW PRODUCT

Channel ini di buat untuk memenuhi kebutuhan informasi para consumen dan pebisnis yah....

Selain untuk memenuhi kebutuhan consumer,
Juga di buka peluang bisnis sebagai agen BelgiePro

Produk :
+ BelgiePro Facial Wash
+ BelgiePro Serum.

Dengan keunggulan, BelgiePro mengandung :
+ Propolis Extract
+ Hidrolyzed Collagen
+ Hyaluronic Acid

Ini akan membuat wajah makin sehat, makin cantik, dan terlihat awet muda.

Info lebih lanjut wa.me/6282114148000

Terima kasih.
Salam sehat dan sukses
😊😍🤗😎

03/05/2018

*Ayah…Ternyata Anda Penyebab Utamanya*

Apakah Anda termasuk ayah yang berkeyakinan seperti ini ;

*_"ayah kan sudah keluar seharian sampai kadang p**ang malam mencari uang demi anak. Supaya bisa memberikan gizi yang lebih baik, menyekolahkan di tempat yang berkualitas yang biasanya mahal, memenuhi fasilitas belajar dan kehidupan anak-anak"._*

Jadi pendidikan, diserahkan ke ibunya saja.

Jika Anda tipe ayah seperti ini, terjemahan dalam rumahnya menjadi begini ;

*_ibu yang mengurusi semua semua hal tentang pendidikan baik ilmu ataupun keteladanan, kemudian pertemuan dengan ibu dianggap sudah cukup mewakili"_*

efeknya merasa tidak terlalu penting pertemuan fisik ayah dengan anaknya, dan akhirnya ayah menumpahkan kesalahan yang dilakukan anak kepada ibu yang tidak becus mendidik, tanpa merasa ada andil kesalahan ayah di sana.

Anda ayah yang seperti ini?
Jika iya jawaban Anda,
atau: mungkin,
atau: kayaknya sebagian benar tuh.

*Maka, sungguh Anda akan kehilangan anak-anak Anda di kemudian hari*. Saat anak Anda memasuki pelataran masa depannya dan Anda telah memasuki kamar usia senja. Atau bahkan lebih cepat dari itu. Berbagai tsunami masalah menghantam kenyamanan rumah Anda karena ulah anak Anda yang baru gede.

Para ayah yang dirahmati Allah, yuk kita baca nasehat ini. Nasehat yang datang dari seorang ulama ternama abad 8 H. Semoga para ayah mendapatkan petunjuk Islam tentang keayahan.

Ibnu Qoyyim rahimahullah dalam kitab (Tuhfatul maudud 1/242, MS) secara tegas mengatakan bahwa penyebab utama rusaknya generasi hari ini adalah karena ayah.

Beliau mengatakan, *“Betapa banyak orang yang menyengsarakan anaknya, buah hatinya di dunia dan akhirat karena ia tidak memperhatikannya, tidak mendidiknya, dan memfasilitasi syahwat (keinginannya), sementara dia mengira telah memuliakannya padahal dia telah merendahkannya. Dia juga mengira telah menyayanginya padahal dia telah mendzaliminya. Maka hilanglah bagiannya pada anak itu di dunia dan akhirat. Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah ayah”.*

Bacalah kalimat yang paling bawah : Jika Anda amati kerusakan pada anak-anak, penyebab utamanya adalah *ayah*. Imam Ibnu Qoyyim ‘menuduh’ Anda semua, para ayah. Di mana penyebab utama kesengsaraan anak, buah hati ayah di dunia dan akhirat adalah ayah. Hal ini disebabkan oleh 3 hal: *tidak memperhatikan, tidak mendidik dan memfasilitasi syahwat (semua keinginnya)*.

Untuk menguatkan kalimat di atas, mari kita simak pemaparan hasil penelitian ilmuwan hari ini.

*Dr. Tony Ward dari University of Melbourne,* Australia melakukan penelitian. Dalam penyelidikannya, para periset mewawancarai 55 laki-laki yang dipenjara karena penganiayaan terhadap anak-anak dan 30 laki-laki yang dipenjara karena terlibat kasus pemerkosaan. Mereka diminta memberikan persepsi-nya terhadap hubungan mereka di masa kanak-kanak dengan ayah dan ibunya.
Sebagai perbandingan, para peneliti juga mewawancarai 32 laki-laki yang dipenjara karena kejahatan kriminal dan 30 laki-laki yang dipenjara bukan karena kekerasan atau kejahatan seksual.

Lebih lanjut, para pemerkosa dan pelaku penganiayaan anak-anak ini, rata-rata menggambarkan ayahnya bersikap “menolak” dan “kurang konsisten” ketimbang ibu mereka.
“Jelas sekali, bahwa sikap dan kebiasaan yang dimiliki para ayah memiliki pengaruh kuat terhadap pertumbuhan anak-anaknya, terutama terhadap para pelaku kejahatan seksual dan penganiayaan anak-anak. Ya, setidaknya begitulah yang terjadi terhadap para penjahat di penjara,” kata Ward. (http://www.freerepublic.com/focus/f-news/749298/posts)

*Penelitian tentang keayahan juga dilakukan oleh Melanie Mallers, asisten profesor di California State University di Fullerton*.

Dalam studi tersebut, Mallers dan rekannya meneliti 912 pria dewasa dan wanita – usia 25-74 – melalui telepon tentang tingkat stres mereka selama delapan hari

Temuan penelitian disajikan hari Kamis pada konvensi tahunan American Psychological Association di San Diego, Pria yang cenderung bereaksi negatif terhadap stres setiap hari melaporkan bahwa sebagai anak-anak
“Mereka sangat sedikit kehangatan dari ayah mereka, sedikit dukungan dan kasih sayang. Mereka tidak hadir secara fisik bagi mereka dan tidak membuat mereka merasa percaya diri,” kata Mallers.
“They weren’t involved in their lives overall (Mereka tidak terlibat dalam kehidupan mereka secara keseluruhan).”

Dua penelitian tersebut hanya menguatkan kalimat Ibnu Qoyyim yang sudah dituliskan sejak 7 abad sebelum penelitian ini dihasilkan.
Dua pelajaran penting untuk para ayah semua dari pembahasan ini:

Petunjuk para ulama tentang konsep parenting, sungguh luar biasa. Walaupun kalimat tersebut bukan wahyu, tetapi bersumber dari wahyu dan pengalaman mahal orang besar.

Seriuslah menjadi ayah. Mari kita belajar bersama untuk menjadi ayah. Karena coretan kegagalan dan kumuhnya akhlak anak, ternyata ukiran tangan kita semua….para ayah.

Astaghfirullahal ‘adzim, wa atubu ilaih

Sumber : parentingnawabiyah.com

Les Privat & Bimbingan BelajarKenaikan kelas baru sj dilewati oleh anak2, walau sudah belajar keras, kadang qta masih ge...
12/07/2017

Les Privat & Bimbingan Belajar

Kenaikan kelas baru sj dilewati oleh anak2, walau sudah belajar keras, kadang qta masih gelisah, deg-degan, khawatir tidak bisa mengerjakan ujian akhir. Walaubegitu tidak ada salahnya qta mempersiapkan diri, misalnya dengan belajar bersama, ikut les privat atau bimbingan belajar di sekolah/lembaga

Di sekolah qta memang sudah belajar, tetapi di rumah qta harus belajar lagi. PR adalah latihan dalam memecahkan soal.

Paling enak bila qta bisa belajar bersama, di sana qta bisa bertanya langsung tentang hal-hal yang tidak dimengerti.

Tetapi kadang belajar di sekolah pun qta merasa masih kurang. Untuk itulah qta membutuhkan pelajaran tambahan di luar jam sekolah, yang disebut les ( private / bimbel).

qta bisa mengikuti les privat, semiprivat (berkelompok), atau bimbingan belajar (bimbel) yang diadakan lembaga bimbingan belajar.

Les privat berlangsung di rumah, dengan guru les dipanggil ke rumah. Karena hanya menghadapi satu murid, guru privat punya waktu untuk menerangkan dengan lebih rinci dan jelas.

Les privat cocok untuk qta yang ingin belajar dengan suasana tenang, tidak berisik. Terutama buat kamu yang agak malu bertanya di dalam kelas. Dengan guru privat, qta bisa bertanya sepuas-puasnya.

Sama seperti les privat, les ini juga diadakan di rumah. Tetapi pesertanya lebih dari satu. Bila punya kelompok belajar, kamu bisa mengajak kelompok belajar dan memanggil guru les ke rumah.

Lebih enak lagi kalau tempat lesnya berpindah- pindah sehingga semua peserta mendapat giliran rumahnya menjadi tempat kursus.

Ada beberapa sekolah yang setiap menghadapi kenaikan kelas mengadakan bimbingan belajar (bimbel) untuk sekelas. Tidak ada keharusan ikut, kalau kamu memang memilih ikut les privat atau semiprivat.

Bimbingan belajar di kelas ini sebetulnya lebih menarik karena banyak teman, dengan guru yang sama. Karena bimbingan belajar ini di luar jam pelajaran biasa, suasananya lebih santai, maka pelajaran pun biasanya lebih mudah dicerna.

Selain bimbingan belajar yang diadakan di sekolah, sekarang banyak sekali tempat kursus yang mengadakan bimbel.

Ada keuntungan bagi teman-teman ikut bimbel, karena di bimbel selain mengulang seluruh pelajaran, qta juga diajak mengerjakan soal-soal ujian tahun-tahun sebelumnya.

Untuk menghadapi ujian akhir qta memang harus rajin latihan, tidak sering bolos bimbel, dan mencapai nilai tertentu untuk setiap try out (uji coba) yang diadakan.

Boleh santai asal tetap sopan

Les di rumah, ikut semiprivat, atau bimbingan belajar, harus qta sadari dari awal sifatnya hanya pelajaran tambahan. Berhasil tidaknya qta ikut kegiatan ini, tergantung sikap qta sendiri. Agar qta termotivasi belajar dengan tekun, siapkan sikap saat berangkat les dengan :

1. Pakailah pakaian yang sopan, tetapi nyaman agar tidak mengganggu konsentrasi.

2. Qta boleh menggunakan sepatu sandal, atau sandal yang ringan, asal bukan

sandal jepit.

3. Tetaplah hormat kepada pembimbing walau qta tidak memanggil bapak atau

ibu seperti di sekolah. Panggilan guru pembimbing biasanya kakak.

4. Berteman dengan baik dengan sesama peserta, yang biasanya dari beberapa

sekolah berbeda. Keakraban dengan sesama peserta membuat suasana belajar

lebih nyaman.

5. Usahakan tidak sering membolos, tetap mempertahankan semangat belajar.

6. Suasana kelas memang lebih santai, tidak seserius belajar di sekolah.

gabung dg U-MY Private #
private /semi private / bimbel #
chat wa only 0821.1414.8000 #

Hallo Ayah Bunda,Memiliki jiwa entrepreneur atau jiwa kewirusahaan akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mand...
11/11/2016

Hallo Ayah Bunda,
Memiliki jiwa entrepreneur atau jiwa kewirusahaan akan membuat anak tumbuh menjadi anak yang lebih mandiri dan tidak bergantung pada orang lain, mampu berpikir kreatif dan inovatif, serta lebih menghargai apapun yang dimilikinya.

Alangkah baiknya bila jiwa kewirausahaan dimiliki anak sejak dini untuk membantu mereka menjalani seluruh kehidupannya. Lantas bagaimana caranya? Yuk temukan jawabannya dalam seminar “Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Anak untuk Mencapai Kemandirian Finansial” bersama Ibu Evi Junita, M.Psi, Psikolog (Psikolog Anak) dan Ibu Eni Purnawati (Praktisi Homeschooling), pada hari Senin, 21 November 2016, di Gd. Dibaleka dinas pendidikan kota Depok. HTM Rp. 50.000 (sesi edukasi, sesi diskusi, sertifikat, snack, dan seminar KIT). Daftarkan diri anda via whatsapp di nomor 08111182412
Yuk ikutan.....

"Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, nis...
16/08/2016

"Wahai orang-orang yang beriman ! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan didalam majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat". Q.S Al-Mujadalah ayat 11

29/03/2016

90% konflik dan masalah antara orangtua dg anak, berasal dari cara penyampaian & nada suara yang kurang tepat.
Akibatnya ?
Terjadilah ketegangan kecil antara orangtua – anak yang bisa memicu masalah lebih besar lagi dan memunculkan perilaku negatif pada anak.
Maksud baik orangtua dimaknai salah dan tidak ditangkap dengan baik oleh anak.
Anda pernah mengalami hal-hal semacam itu ?
U-May Privat membuka "Parenting Class" tentang "komunikasi efektif". Selama ini kami kemas dlm "Parenting Class Online"
Nah...kali ini Anda tidak perlu keluar rumah dan Anda bisa belajar bersama pasangan Anda tentang komunikasi efektif secara online bersama kami.
manfaatkan kesempatan ini !
Mau tahu banyak apa yang akan anda dapatkan dari pembelajaran parenting class online ini ?
Yuuk...gabung di "parenting class online", kita berbagi pengalaman, berbagi solusi dan berbagi manfaat. quota kelas 30 orang. Inbox ya yg berminat

KISAH NYATAJika Sang Ibu Hobi Menyumpahi Buah HatinyaSahabat...Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari seorang ib...
27/03/2016

KISAH NYATA
Jika Sang Ibu Hobi Menyumpahi Buah Hatinya
Sahabat...
Sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari seorang ibu yang jengkel atas kenakalan atau kesalahan anak-anaknya melaknat atau menyumpahi mereka. Baik dengan kata-kata yang kotor (tidak pantas) ataupun do’a yang tidak baik. Sehingga sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Sang ibu tidak pernah merasa bersalah ataupun berdosa atas perbuatannya tersebut. Sambil bersungut-sungut dan mengumpat ia pun berlalu, meninggalkan buah hatinya dalam keadaan menangis.
Memang profesi sebagai ibu rumah tangga mempunyai tugas yang seabrek-abrek, ibarat pekerja ibu mempunyai jam kerja yang tidak terbatas tidak seperti layaknya wanita karir kantoran yang mempunyai jadwal kerja antar 6-8 jam. Selepas itu ia bisa beristirahat dengan tenang. Sedangkan bagi ibu yang memiliki anak haruslah menjaga mereka 24 jam, belum melayani suami, memasak, mengurus rumah, menggosok pakaian, dan lain-lainnya duh capeknya!!!
Beruntunglah para ibu yang suaminya menyediakan khadimah atau pembantu di rumah untuk meringankan tugasnya. Bagaimana bila sang suami tidak mampu? Tentu dialah yang harus menyelesaikan tugas itu sendirian, dan biasanya bila sang ibu kelelahan kondisinya sangatlah labil sedikit saja buah hatinya melakukan hal-hal yang menurutnya tidak sewajarnya, maka terkadang tidak dapat mengontrol emosinya. Jadi buntut-buntutnya keluarlah cercaan, cacian, makian, laknat dan sumpah yang tidak baik kepada anak-anak mereka. Ironisnya sang ayah yang mendengar terkadang hanya diam saja. Lalu bagaimana sebenarnya islam memandang hal ini??
Memang jauhnya seseorang dari din yang mulia ini akan menyeret mereka dalam dosa dan maksiat bahkan terkadang mereka secara tak sadar telah menzhalimi hamba-hamba-Nya. Karena itu wajiblah bagi semua muslim dan juga muslimah mempelajari agama ini agar mereka terhindar dari apa yang di haramkan Allah dan mengerjakan apa yang di perintah-Nya.
Karena itu wahai ukhti-ukhti muslimah tetaplah semangat dalam menuntut ilmu syariat agar Allah selalu membimbingmu.
Islam melarang orangtua melaknat anak-anak mereka, bukan hanya itu kitapun dilarang menyumpahi diri kita sendiri ketika kita marah karena sesungguhnya kita tidak mengetahui kapan saatnya perkataan ataupun do’a (baik maupun buruk) yang kita ucapkan akan di kabulkan.
Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu anhu, dia menceritakan bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam telah bersabda:
”Janganlah kalian menyumpahi diri kalian, dan jangan p**a menyumpahi anak-anak kalian dan harta kalian, kalian tidak mengetahui saat permintaan (do’a) dikabulkan sehingga Allah akan mengabulkan sumpah itu” (HR.Muslim)
Hadits diatas menjelaskan bahwa ada waktu-waktu baik yang didalamnya akan dikabulkan doa, karena itu hadits ini melarang kita untuk menyumpahi diri, putera-puteri kita, dan harta kekayaan kita, supaya sumpah itu tidak bertepatan dengan waktu pengabulan do’a sehingga selamat dari bahaya.
Tetapi sayangnya sebagaimana paparkan di atas banyak dari kaum ibu yang melaknat dan menyumpahi anak-anak mereka. Mereka beralasan bahwa sebenarnya mereka tidak bermaksud demikian. Padahal sebagaimana kita ketahui alasan tersebut tidak dapat diterima karena larangannya telah jelas dan tegas.
Mendapati pengalaman yang bisa dijadikan ibrah bersama, kisah nyata yang patut untuk dijadikan renungan bersama bagi para ibu-ibu.
Tak jauh lokasinya dari rumah ana pada waktu itu ada tetangga ana mendapati seorang anak laki-laki yang kira-kira berusia 9 tahun ditemukan tewas tersambar petir. Dus, berdatanganlah semua orang untuk melihatnya tak lama kemudian datanglah sang ibu yang menangis terisak-isak kemudian menjerit karena tidak mengira anaknya telah mati.
Setelah beberapa waktu kemudian ana mendengar bahwa sebab kematian anaknya tersebut adalah akibat dari sumpah si ibunya sendiri yang pada waktu ketika ia marah ia menyumpahi anaknya agar tersambar petir. waliyyadzu billah…akhirnya sumpahnya tersebut dikabulkan Allah dan menyesallah sang ibu dengan penyesalan yang teramat mendalam. Nasi sudah menjadi bubur…..
Kisah lainnya yang tak jauh berbeda juga masih sama terjadi…. Seorang anak laki-laki berusia kira-kira 7 tahun ditemukan tewas tenggelam di sungai. Peristiwa ini belumlah lama terjadi kira-kira 4 bulan yang lalu kejadiannya pun demikian anak tersebut terkena sumpah ibunya.
Ibunya yang marah mendoakan kematian bagi anaknya tersebut. Dalam hujan gerimis anak itupun keluar bermain dengan kawan-kawannya ketika dia berjalan ditepian sungai malang kakinya tergelincir tenggelamlah ia kedalamnya. Kawan-kawannya tak kuasa menolongnya mereka berusaha mencari pertolongan orang dewasa, akhirnya sang anakpun terangkat ke tepi akan tetapi dia telah meninggal karena terlalu banyak menelan air sungai dan meraunglah sang ibu…..dengan ucapan bahwa dia tidak bersungguh-sungguh menyumpahi anaknya….semua orang yang hadir hanya lah terhenyak… ya … kiranya sumpah dan laknat telah menjadi budaya bagi kaum ibu-ibu kita. Sehingga sangatlah disesalkan anak-anak mereka menjadi korban.
Sungguh sangat tragis dan menyedihkan jauhnya kita dari agama ini membuat kita terjerumus dalam kesalahan yang fatal. Semoga Allah membimbing kita semua dan mengampuni dosa-dosa kita.
Sebenarnya banyak tips yang bisa di pelajari oleh para ibu rumah tangga agar mereka mampu mengontrol emosi mereka ketika marah.
Ketika ibu marah, ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita dan ingatlah bahwa anak tidaklah langsung tumbuh menjadi dewasa, kita juga dulunya anak-anak yang terkadang nakal dan menjengkelkan orangtua kita.
Tarik nafas dalam-dalam dan santai (relaks) diam sejenak pandang anak dengan wajah yang lain dari biasanya tunjukkan ketidak sukaan kita akan ulah mereka, bila ibu ingin melotot atau merenggutkan muka maka lakukanlah agar anak takut
Bila kedua cara diatas belum bisa menguasai emosi ibu segeralah ucapkan istighfar bila ibu ingin mengeraskan suara maka lakukanlah sehingga anak mendengar ucapan ibu, dan ingat ucapan istighfar itu akan terekam dalam otak anak-anak kita sehingga ketika mereka marah atau melakukan kesalahan secara otomatis mereka akan meniru kita
Sebagaimana yang penulis jelaskan diatas bahwa kondisi seseorang mudah marah terkadang karena kelelahan, kerjakanlah pekerjaan rumah tangga apa yang ibu sanggup jangan memaksakan diri, tidurlah segera ketika anak-anak tidur sehingga ibu mempunyai waktu untuk beristirahat, dan tentu saja kerjasama antara suami istri sangat penting sekali dalam rumah tangga. Berilah pengertian kepada suami mengapa ibu tidak bisa menyelesaikan tugas rumah tangga ibu dengan penjelasan yang baik dan cara yang hikmah insya Allah suami ibu akan mengerti. Sehingga kebiasaan yang buruk menyumpahi anak ketika marah insya Allah akan berkurang sedikit demi sedikit.
Jangan lupa berdo’alah kepada Allah agar Dia Yang Maha Kuasa merubah kebiasaan buruk ini sesungguhnya hati Ibu dalam genggaman-Nya. Insya Allah, kita tidak akan senang lagi menyumpahi anak-anak kita ketika marah.
Wallahu’alam bisshawwab.
Sumber: – 30 Larangan Wanita, Amr bin Abdul Mun’im, Pustaka Azzam-, Dudung.net

Website pribadi Dudung Abdussomad Toha. Disini anda bisa menemukan berbagai macam informasi mulai dari Perkembangan Teknologi Informasi, Dunia Islam, Al Quran Online, Remaja dan Informasi menarik lainnya

28/01/2016

Beda jaman, beda generasi, beda gaya hidup, beda pola pikir, membuat pengasuhan dan pendidikan anak tidak dapat mengandalkan naluri ataupun pengetahuan seadanya. Dibutuhkan ilmu, pemahaman, dan kecakapan agar anak-anak kita menjadi shaleh dan cerdas. #

Address

Anekaelok

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Sabilal Muhtadin posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share