31/08/2021
Di penghujung bulan kemerdekaan ini, kami ingin melakukan kilas balik peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 10 Agustus serta Hari Orangutan Sedunia 19 Agustus.
HKAN 2021 mengusung tema “Bhavana Satya Alam Budaya Nusantara” yang bermakna Memupuk Kecintaan pada Alam dan Budaya Nusantara. Hari peringatan ini menjadi momen strategis sebagai upaya mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keanekaragaman hayati, kawasan konservasi dan lingkungan hidup.
Sedangkan Kampanye hari Orangutan Sedunia mempromosikan konservasi orangutan yang terancam punah serta mendorong kesejahteraan habitatnya.
Hutan Indonesia merupakan rumah bagi 3 spesies orangutan yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).
Ketiga spesies ini berstatus “critically endangered” atau satu tingkat di bawah kepunahan menurut The International Union for Conservation of Nature (IUCN). Namun, Orangutan Tapanuli adalah yang paling kritis sebab jumlahnya paling sedikit dan hanya terdapat di Ekosistem Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara.
Orangutan adalah spesies yang berperan besar dalam kelangsungan ekosistem hutan dan kehidupan. Mereka spesies payung ideal yang menghabiskan sebagian besar waktunya bergerak di kanopi hutan untuk mencari sumber makanan.
Perilaku ini secara alamiah membantu penyebaran biji buah-buahan di hutan dan meregenerasi hutan. Dengan melestarikan orangutan, secara bersamaan kita melestarikan p**a ekosistem hutan.
Kelestarian orangutan membutuhkan usaha bersama dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Maka dari itu, mari kita dukung segala upaya untuk konservasi orangutan, Bantu orangutan hidup bebas bersama keluarganya !