ARER Home Sweet Home

ARER Home Sweet Home Ar3R my home

10/04/2018

*Saatnya Kita Memahami Islam Dengan Benar*

Akhi, ukhti! ketahuilah sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengutus Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam agar kita ikuti, kita taati apa yang rasulullah ajarkan. Apa yang rasulullah sabdakan, karena itu adalah wahyu dari Allah.

Dan Allah meridhoi Islam, menyempurnakan, dan melengkapinya untukmu agar kita dapat meraih tujuan hidup kita yang utama yaitu beribadah kepada Allah dan mengikuti sunnah-sunnah rasulullah serta sunnah para sahabat.

Ingatlah wahai akhi, ukhti!, agama yang rasulullah ajarkan kepada kita sudah baik, tidak ada yang kurang. Jadi cukup kita ikuti, tingal kita copy paste. Dan jangan sekali-kali kita tuk menambah atau mengurangin apa yg rasul sudah ajarkan. Dan jangan kita hianati, jangan kita dustakan apa yang sudah rasulullah ajarkan kepada umat-Nya.

Mari kita lihat firman Allah.
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu dan telah kuridhoi Islam itu sebagai agamamu.” (QS. Al Maidah 3)

Ibnu Katsir berkata,:
“Ini adalah nikmat terbesar dari berbagai nikmat yang Allah berikan kepada umat ini. Yaitu Allah telah menyempurnakan untuk mereka agama mereka, sehingga mereka tidak membutuhkan agama yang lain dan juga tidak membutuhkan nabi selain nabi mereka, Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itulah, Allah menjadikan beliau sebagai penutup para nabi dan menjadikannya p**a sebagai nabi yang diutus kepada seluruh manusia dan jin.

Maka tidak ada yang halal melainkan apa yang dihalalkannya dan tidak ada yang haram selain apa yang diharamkannya serta tidak ada agama yang benar kecuali agama yang disyari’atkannya.”

Akhi, ukhti!, kita bisa meraih nikmat islam cara yang benar yaitu ittibah kepada Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa sallam. Dan ketahuilah… engkau belum bisa mendapatkan nikmat Islam dalam hatimu sampai engkau memahaminya dengan benar.

Pegangan utama seorang muslim/muslimah dalam memahami Islam adalah mengikuti Al Quran dan hadits. Dan allah telah menjamin akan menganugerahkan keistiqomahan kepada orang-orang yang mengikuti Al Quran dan hadist.

Wahai akhi, ukhti! renungkanlah apa yang engkau baca dengan lisanmu setiap engkau sholat maka engkau akan mendapatan jawabannya. Sesungguhnya Allah berfirman, “Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat atas mereka.” (Qs. Al Fatihah: 6-7)

Dari sini, engkau mendapatkan jawabannya, wahai akhi, ukhti! Bahwa untuk mendapatkan nikmat Islam adalah memahami Al Quran dan hadits dengan mengikuti orang-orang yang telah terlebih dahulu mendapatkan nikmat Islam.

Ibnul Qoyyyim berkata, “Siapa saja yang lebih mengetahui kebenaran serta istiqomah mengikutinya maka ia lebih pantas untuk mendapatkan ash shiraathal mustaqiim (jalan yang lurus).”

Jazakamuallah khairan.

06/04/2018

Kajian Syaikh Prof DR Abdurrozzak Bin abdul Muhsin Al Badr.

_Dosen ilmu Aqidah pasca sarjana Universitas Islam Madinah Dan pengajar tetap di Masjid Nabawi Madinah Al Munawwaroh_

*NASEHAT PAGI*
1. Rasulullah shallallahu'alayhiwassalam bersabda " berpegang teguh lah kalian diatas sunnah ku Dan sunnah khulafaurrasyidin yg mendapat petunjuk ( Abu Bakar, Umar, Utsman, Dan Ali).
Jauhilah oleh kalian perkara Baru dalam syariat, karena perkara Baru dalam syariat adalah bid'ah, setiap bid'ah itu sesat,Dan kesesatan itu dineraka.

2. Pesan Abu Bakar Ash Shiddiq
"Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Dan senantiasa lah kalian memuji Dan menyanjung Allah, Dan senantiasa lah nyinyir dalam berdoa kepada Allah.

Nasehat ini adalah untuk senantiasa memuji Dan menyanjung Allah Subhanahuwata'ala serta menghadirkan rasa harap, cemas, takut, Dan penghambaan hanya kepada Allah. Dan perkataan yg paling Allah cintai adalah " Subhanallah, walhamdulillah, walaillahaillallah, wallahuakbar"

Rasa harap dan cemas adalah rukun utama dalam beribadah kepada Allah. Berharap pahala kepada Allah, kasih sayang Allah, Ridho Allah, harap agar diterima Allah Ibadah nya.
Dan cemas akan ibadah yg tertolak, cemas azab Allah, cemas akan siksa Allah. Apabila ini hadir dalam ibadah seorang hamba maka sampailah ia pada puncak kenikmatan ibadah

Allah sangat menyukai seorang hamba yg nyinyir dalam meminta kepada Nya, barang siapa yg enggan berdoa kepada Allah maka Allah murka kepadanya

3. Berkata Umar Ibn Khattab
" hisablah diri kalian sebelum kalian di hisab, timbangilah diri kalian sebelum kalian ditimbangi, berhiaslah kalian untuk pertemuan besar (pertemuan dengan Allah) yang hari itu tidak ada satupun yg bisa di sembunyikan.

Allah Berfirman " bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah melihat mereka yg mempersiapkan dirinya untuk hari Esok "

Hiasi diri kita dengan ketaqwaan dan kecintaan kita hanya kepada Allah untuk kelak hari dimana kita akan berjumpa dengan Allah subhanahuwata'ala

4. Berkata Utsman Ibn Affan
"ya anak adam, ketahuilah bahwa malaikat maut yg ditugaskan untuk mencabut nyawa mu senantiasa mengejar mu dan berada dekat dengan mu, maka dari itu persiapkanlah dirimu untuk kematian karena kematian itu tidak akan luput darimu"

Rasulullah shallallahu'alayhiwassalam bersabda " ingatlah oleh kalian pemutus kenikmatan, yaitu kematian"

Bertubatlah, karena Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum sampai ke kerongkongan.

5. Berkata Ali bin abi thalib
"hai manusia, sesungguhnya yg paling aku takuti menimpa kalian ada dua. Yaitu angan angan yg panjang dan mengikuti hawa nafsu"

_Panjang angan angan akibatnya melupakan akhirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu akibatnya jauh dari kebenaran. Ingatlah bahwa dunia ini tempatnya beramal kebaikan dan tidak ada hisab, sedangkan akhirat adalah tempatnya penghisaban Dan tidak ada lagi amalan._

Di Terjemahkan oleh Ustadz DR Aspri Rahmat Azai, MA
Masjid Raudhatul jannah - Pekanbaru

06/04/2018

KEDAHSYATAN ADZAN..

Adzan merupakan salah satu ibadah yang sangat agung dan syi'ar Islam yang sangat nampak...

Adzan berisi kalimat-kalimat mutiara yang sangat dahsyat berupa tauhid dan keimanan yang dapat MENGGETARKAN HATI DAN TELINGA hamba...

Tak ayal, Syetan lari terbirit-birit ketika mendengar suara adzan..

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ, فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيْبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُوْلُ : اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِيْ كَمْ صَلَّى
Dari Abu Hurairah berkata bahwasanya Rasulullah bersabda, “Apabila adzan dikumandangkan, syetan lari terkentut-kentut sehingga dia tidak mendengarkan adzan. Apabila adzan telah selesai, dia datang lagi. Apabila iqamat dikumandangkan, dia lari lagi, sehingga apabila iqamat telah selesai, dia (setan) datang mengganggu seorang dalam hatinya, dia membisikkan, Ingatlah ini dan ingatlah itu, suatu hal yang tidak teringat sebelumnya, hingga seorang hamba tak mengetahui lagi berapa rakaat dia shalat". (HR. Bukhori Muslim)

Seorang dokter spesialis jiwa di Almania mengatakan: "Sesungguhnya kata-kata adzan untuk memanggil kaum muslimin menuju sholat menimbulkan suatu ketentraman dan ketenangan tersendiri pada hati pasien jiwa sekalipun dia tidak memahami artinya"!!!

Dia juga mengatakan: "Sesungguhnya adzan menumbuhkan cahaya dan rasa optimisme pada diri pasien yang dirundung perasaan gundah, kurang percaya diri dan bosan hidup".

Yang sangat mengherankan, ternyata penelitian para dokter Almania tersebut pada awalnya menggunakan adzan sebagai percobaan padahal mereka tidak tahu bahwa itu adalah panggilan Islami berbahasa Arab dengan tujuan untuk mengajak sholat !!

Setelah ini semua, maka sangat mengherankan adanya kaum muslimin pada zaman sekarang yang malah merasa sesak dada dan merasa berisik bila mendengar suara adzan, padahal dia merasa girang bila mendengar SUARA SETAN (musik & nyanyian)..

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ >
"Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati." (QS. Az-Zumar: 45)

Hanya kepada Allah kita mengadukan semua ini...

(I'tirofat Muta'akhiroh: Masyahir wa Ghoiruhum Ya'tarifun 1/91, Muhammad bin Abdul Aziz Al-Musnid, Dar Royah, Riyadh, 1411 H. Dinukil dari Nawadir Syawarid, Muhammad Khair Ramadhan hlm. 61).

Membela Agama dengan Ilmu dan Hujjah...
----------------------------------
Ust. Abu Ubaidah -Hafidzhahullah-

17/03/2018

~ Cara Berbakti Pada Orang Tua Setelah Mereka Tiada ~

Bagaimana cara berbakti pada orang tua ketika mereka telah meninggal dunia atau tiada?

Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idi, ia berkata,

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ « نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا ».

“Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya, pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no. 3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim, juga disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dalam hadits yang lain, kita dapat melihat bagaimana bentuk berbakti pada orang tua yang telah meninggal dunia lewat berbuat baik pada keluarga dari teman dekat orang tua.

Ibnu Dinar meriwayatkan, ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma pernah berkata bahwa ada seorang lelaki Badui bertemu dengan Ibnu Umar di tengah perjalanan menuju Makkah. Kemudian ‘Abdullah bin ‘Umar memberi salam dan mengajaknya untuk naik ke atas keledainya serta memberikan sorban yang dipakai di kepalanya.

Ibnu Dinar berkata kepada Ibnu Umar, “Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu, sesungguhnya orang itu adalah orang Badui dan sebenarnya ia diberi sedikit saja sudah senang.” ‘Abdullah bin ‘Umar berkata, “Sesungguhnya ayah Badui tersebut adalah kenalan baik (ayahku) Umar bin Al-Khattab. Sedangkan saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ أَبَرَّ الْبِرِّ صِلَةُ الْوَلَدِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ

“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552)

Dalam riwayat yang lain, Ibnu Dinar bercerita tentang Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Apabila Ibnu ‘Umar pergi ke Makkah, beliau selalu membawa keledai sebagai ganti unta apabila ia merasa jemu, dan ia memakai sorban di kepalanya.

Pada suatu hari, ketika ia pergi ke Makkah dengan keledainya, tiba-tiba seorang Arab Badui lewat, lalu Ibnu Umar bertanya kepada orang tersebut, “Apakah engkau adalah putra dari si fulan?” Ia menjawab, “Betul sekali.” Kemudian Ibnu Umar memberikan keledai itu kepadanya dan berkata, “Naiklah di atas keledai ini.” Ia juga memberikan sorbannya (imamahnya) seraya berkata, “Pakailah sorban ini di kepalamu.”

Salah seorang teman Ibnu Umar berkata kepadanya, “Semoga Allah memberikan ampunan kepadamu yang telah memberikan orang Badui ini seekor keledai yang biasa kau gunakan untuk bepergian dan sorban yang biasa engkau pakai di kepalamu.” Ibnu Umar berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَبَرِّ الْبِرِّ صِلَةَ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْدَ أَنْ يُوَلِّىَ

“Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya setelah meninggal dunia.” Sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat baik (ayahku) Umar (bin Al-Khattab).

Bisa jadi p**a bentuk berbuat baik pada orang tua adalah dengan bersedekah atas nama orang tua yang telah meninggal dunia.

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ – رضى الله عنه – تُوُفِّيَتْ أُمُّهُ وَهْوَ غَائِبٌ عَنْهَا ، فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى تُوُفِّيَتْ وَأَنَا غَائِبٌ عَنْهَا ، أَيَنْفَعُهَا شَىْءٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ بِهِ عَنْهَا قَالَ « نَعَمْ » . قَالَ فَإِنِّى أُشْهِدُكَ أَنَّ حَائِطِى الْمِخْرَافَ صَدَقَةٌ عَلَيْهَا

“Sesungguhnya ibu dari Sa’ad bin ‘Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia. Sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sisinya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756)

Sedekah untuk mayit akan bermanfaat baginya berdasarkan kesepakatan (ijma’) kaum muslimin. Lihat Majmu’ Al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah, 24: 314.

Ada enam hal yang bisa kita simpulkan bagaimana bentuk berbakti dengan orang tua ketika mereka berdua atau salah satunya telah meninggal dunia :

• Mendo’akan kedua orang tua.

• Banyak meminta ampunan pada Allah untuk kedua orang tua.

• Memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia.

• Menjalin hubungan silaturahim dengan keluarga dekat keduanya yang tidak pernah terjalin.

• Memuliakan teman dekat keduanya.

• Bersedekah atas nama orang tua yang telah tiada.

Semoga bisa diamalkan. Selama masih hidup, itulah kesempatan terbaik kita untuk berbakti pada orang tua. Karena berbakti pada keduanya adalah jalan termudah untuk masuk surga.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Al-Qadhi Baidhawi mengatakan, “Bakti pada orang tua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat mentaati orang tua dan berusaha mendampinginya.

Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua.’ (Tuhfah Al-Ahwadzi, 6: 8-9).

Kalau orang tua kita masih hidup, manfaatkanlah kesempatan berbakti padanya walau sesibuk apa pun kita.

Wallahu waliyyut taufiq, hanya Allah yang memberi taufik.

🌹 🌹 🌹

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc حفظه الله تعالى

10/03/2018

“Ju’ilat liayal ardhu masjidan wa thahuran” (Dijadikan bumi ini sebagai masjid bagiku, dan tanahnya adalah suci).

09/03/2018

Rasa gelisah tidak akan menghilangkan kemungkinan terjadinya apa yang kau takutkan di masa depan.

Padahal rasa gelisah itu telah mencuri kebahagiaanmu di hari ini. Sehingga praktis rasa gelisah itu tidak mendatangkan manfaat sedikitpun, oleh karena itu Nabi shollallohu alaihi wasallam menuntun kita utk berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari perasaan gelisah dan bersedih.” (HR. Bukhori: 2893)

Maka, buanglah rasa gelisah dari hatimu dan tumbuhkanlah rasa tawakkal, serahkan semua urusan kepada Allah, setelah engkau melakukan usaha yang kau mampui.

Dan jangan lupa, iringilah usahamu dengan banyak berdoa. Lalu syukurilah nikmat yang ada di tanganmu. InsyaAllah rasa tenang dan bahagia akan selalu menghiasi hati Anda.

Oleh Ust. Musyaffa’ Ad Dariny.

Semoga renungan ini bermanfaat..

04/03/2018

INILAH AKIBAT SHALAT DHUHA

Banyak Orang Yang belum tahu apa akibat yang akan mereka rasakan bila rajin shalat dhuha.

Beruntung sekali anda punya kesempatan membaca tulisan dibawah ini, semoga memjadi pelajaran berharga untuk kita semua.

Seperti diungkap oleh Sayid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam bukunya Khasais al-Ummah al-Muhamadiyah tentang keutamaannya, penulis membeberkan keutamaan-keutamaan yang disediakan oleh Allah bagi hamba yang menunaikannya lengkap dengan sumber haditsnya.

Pertama
orang yang shalat Dhuha akan diampuni dosa-dosanya oleh Allah. “Barangsiapa yang selalu mengerjakan shalat Dhuha niscaya akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.” (HR. Turmudzi)

Kedua
Barangsiapa yang menunaikan shalat Dhuha ia tergolong sebagai orang yang bertaubat kepada Alah. “Tidaklah seseorang selalu mengerjakan shalat Dhuha kecuali ia telah tergolong sebagai orang yang bertaubat.” (HR. Hakim).

Ketiga
Orang yang menunaikan shalat Dhuha akan dicatat sebagai ahli ibadah dan taat kepada Allah. “Barangsiapa yang shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka dia ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka dia diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis dia sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

Keempat
Orang yang istiqamah melaksanakan shalat Dhuha kelak ia akan masuk surga lewat pintu khusus, pintu Dhuha yang disediakan oleh Allah. “Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pintu bernama pintu Dhuha. Apabila Kiamat telah tiba maka akan ada suara yang berseru, ‘Di manakah orang-orang yang semasa hidup di dunia selalu mengerjakan shalat Dhuha? Ini adalah pintu buat kalian. Masuklah dengan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala.” (HR. At-Thabrani).

Kelima
Allah menyukupkan rezekinya. “Wahai anak Adam, janganlah engkau merasa lemah dari empat rakaat dalam mengawali harimu, niscaya Aku (Allah) akan menyukupimu di akhir harimu.” (HR. Abu Darda`).

Keenam
Orang yang mengerjakan shalat Dhuha ia telah mengeluarkan sedekah. “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR Muslim).

Setelah Baca Tulisan Diatas Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Dhuha ?

Shalat Dhuha mempunyai kedudukan mulia. Disunnahkan untuk kita kerjakan sejak terbitnya matahari sampai menjelang datangnya shalat dzuhur.
Syukron ...siapapun yg menulis Pertama tulisan ini semoga kita bisa mengambil pelajaran dan kita amalkan dikeseharian kita.

SEMANGAT SHALAT DHUHA

02/03/2018

Bismillah...

RENUNGKANLAH TENTANG MEREKA
◾◾🌄◾◾🌄◾◾


👤 Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
rahimahullah berkata :

‎وكلما غفل قلبك واندمجت نفسك في الحياة الدنيا فاخرج الى القبور وتفكر في هؤلاء القوم

Setiap kali hatimu lalai dan terlarut dalam kehidupan dunia, keluarlah engkau menuju kuburan.

‎وتفكر في هؤلاء القوم

Dan renungkanlah tentang mereka-mereka ini (para penghuni kubur).

‎الذين كانوا بالأمس مثلك على الأرض يأكلون ويشربون ويتمتعون

Kemarin mereka seperti dirimu berada diatas bumi, mereka makan, minum dan bersenang-senang.

‎والآن أين ذهبوا

Dan sekarang kemana mereka pergi.?

‎ صاروا الآن مرتهنين بأعمالهم

Sekarang mereka tergadaikan dengan amalan-amalan mereka (di dalam kubur).

‎لم ينفعهم إلا عملهم كما أخبر بذلك النبي عليه الصلاة والسلام أنه قال

Tidak bermanfaat bagi mereka kecuali amalan-amalan mereka, sebagaimana hal itu dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam :

‎يتبع الميت ثلاثة : ماله وأهله وعمله ، فيرجع اثنان ويبقى واحد ، يرجع أهله وماله ، ويبقى عمله

“Akan mengiringi mayit tiga perkara, Hartanya, keluarganya dan amalannya. Maka akan kembali p**ang dua perkara dan akan tinggal bersamanya satu perkara. Yang akan kembali p**ang keluarganya dan hartanya, dan akan tinggal bersamanya amalannya.”
(HR. Bukhori, Muslim)

‎ففكِّر في هؤلاء القوم

🖍 Maka renungkanlah tentang mereka-mereka ini..

________________________

📚 Syarh Riyadhus Shalihin 3/473

24/02/2018

*👤 WASPADAPADAI TEMANMU ...!!🔥*

✍Shahib adalah seseorang yang menyertai kawannya dalam keseharian. Ia bisa jadi tetangga, rekan belajar, atau teman seperjalanan. Seorang shahib adalah yang bersikap baik kepada Anda. Punya perhatian agar kawannya senantiasa berbuat baik. Allah menyebut Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم di hadapan Quraisy dengan sebutan shahib.

وَمَا صَاحِبُكُم بِمَجْنُونٍ
“…Dan tidaklah temanmu (Muhammad) adalah orang yang gila.” (At-Takwir]: 22).

Peran pertemanan sangat vital dalam Islam.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل
“Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah, 927)

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemaksiatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.

Allah memerintahkan untuk berteman dengan orang-orang baik dan shalih. Karena teman seperti itu akan membantu dan mendorong kita berbuat baik. Berbeda dengan teman buruk, akibat buruk paling rendah mereka akan membuat waktu kita habis sia-sia tanpa berguna. Bahayanya terbesarnya, berteman dengan mereka bisa merusak iman dan agama kita, sehingga akan bersama mereka di akhirat kelak.

الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين
"Hari itu para sahabat akan saling bermusuhan. Kecuali orang-orang yang bertakwa." (az-Zukhruf: 67)

Hanya orang bertakwa yang akan berteman sampai surga. Saling membantu dalam kebaikan, bertemu dan berpisah karena Allah. Persahabatan bukan sebatas hubungan di dunia, namun ia juga akan menentukan posisi kita di akhirat kelak.
Karena itu Al-Qur’an dan Sunnah sangat-sangat melarang berteman dengan mereka yang buruk dan jahat.
Allah berfirman,

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
“Wahai Muhammad tabahkanlah dirimu bersama orang-orang yang tekun beribadah kepada Allah baik pagi maupun sore, demi mencari keridhaan-Nya. Jangan alihkan perhatian kamu dari orang-orang yang tekun beribadah, hanya karena kamu menginginkan kesenangan hidup dunia. Janganlah kamu taat kepada orang-orang yang lalai mengingat Allah dan mengikuti hawa nafsunya. Usaha mereka itu past sia-sia ( Al-Kahfi: 28)

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari, 5534 dan Muslim, 2628)

Dihari kiamat ada orang-orang yang menyesali keberadaannya karena dulu salah memilih teman didunianya.
Allah berfirman :

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلاً يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَاناً خَلِيلاً لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولاً
“ Dan ingatlah ketika orang-orang zalim menggigit kedua tanganya seraya berkata : “Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama Rasul. Kecelakaan besar bagiku. Kiranya dulu aku tidak mengambil fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Qur’an sesudah Al Qur’an itu datang kepadaku. Dan setan itu tidak mau menolong manusia” (Al-Furqan: 27-29)

Syah bin Syuja' al-Kirmani berkata :
مَنْ صَحِبَكَ وَوَافَقَكَ عَلَى مَا حُيِبُّ وَخَا لَفَكَ فِيْمَا يَكْرَهُ فَإِنَّمَا يَصْحَبُ ه‍‍َوَاهُ، وَمَنْ صَحِبَ ه‍‍َوَاهُ فَهُوَ يَطْلُنُ رَاحَةَ الدُّنْيَا
"Barangsiapa yang berteman denganmu dan menyepakatimu dalam perkara yang disukainya saja, dan menyelisihimu dalam perkara yang dibencinya, pada hakikatnya dia hanya berteman dengan hawa nafsunya dia sendiri. Orang yang berteman dengan hawa nafsunya, pada hakikatnya dia hanya mencari kesenangan dunia." (Shifatu Ash-Shafwah, IV/68)

Menurut Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, ada dua belas kriteria sahabat yang baik untuk dijadikan teman :
1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.
Wallohu a'lam

🍃Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

•┈┈•••✦✿✦•••┈┈•

24/02/2018

'' ❍ MENJADI MATA-MATA ''

Berkata Ibnu Hibban:”

الواجب على العاقل لزوم السلامة بترك التجسس عن عيوب الناس، مع الاشتغال بإصلاح عيوب نفسه ؛ فإن من اشتغل بعيوبه عن عيوب غيره أراح بدنه ولم يُتعب قلبه، فكلما اطلع على عيب لنفسه هان عليه ما يرى مثله من أخيه، وإن من اشتغل بعيوب الناس عن عيوب نفسه عمي قلبه وتعب بدنه وتعذر عليه ترك
عيوب نفسه.

📚 روضة العقلاء: (131)

Wajib bagi orang yang berakal, berupaya untuk mencari jalan keselamatan, dengan tidak memata-matai manusia dengan mencari-cari kesalahannya, tetapi hendaklah ia menyibukkan diri dengan membenahi aib-aib yang ada dalam dirinya.

Siapapun yang fokus untuk selalu mengintrospeksi aib dan cela pada dirinya dan tidak heboh mencari-cari aib orang lain, akan merasa nyaman diri dan tenang hati.

Tiap kali ia mendapati aib pada dirinya maka akan mudah baginya memaklumi aib yang dilakukan saudaranya.

Sebaliknya barang siapa yang menyibukkan diri mencari-cari aib orang, dengan melupakan aib dirinya maka akan butalah mata hatinya, letih tubuhnya dan berat baginya meninggalkan aib dirinya.

——–

01/02/2018

::: JAGALAH SHALATMU :::
Salah satu dari Shalatmu akan menjadi shalat terakhir dalam hidupmu. dan setelah menunaikannya engkau pasti akan berpisah dengan dunia.
Maka jagalah shalatmu, perbaiki seluruhnya, karena engkau tak tahu manakah diantara shalat shalat itu yang akan menjadi shalat terakhirmu.
(Syaikh Ali Musthafa Thantawi rahimahullah )

📢✋🏻🌹💐 WASIAT UNTUK YANG TERASING KARENA BERPEGANG DENGAN SUNNAH✍🏻 Wasiat Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah"اعلــم أ...
27/01/2018

📢✋🏻🌹💐 WASIAT UNTUK YANG TERASING KARENA BERPEGANG DENGAN SUNNAH

✍🏻 Wasiat Imam Abdullah bin Mubarak rahimahullah

"اعلــم أي أخــي أن المــوت كرامــة لكــل مسلــم لقــي الله علــى السنــة فإنــا لله وإنــا إليــه راجعــون

Ketahuilah wahai saudaraku. Sesungguhnya kematian itu adalah suatu kemuliaan bagi seorang muslim yang berjumpa dengan Allah di atas As-Sunnah. Maka sesungguhnya kita adalah milik Allah, dan sesungguhnya kita semua akan kembali kepada-Nya.

فإلــى الله نشكــو وحشتنــا وذهــاب الإخــوان وقلــة الأعــوان وظهــور البــدع.

Hanya kepada Allah kita mengadukan keterasingan kita, menjauhnya saudara, sedikitnya penolong dan munculnya bid'ah.

وإلــى الله نشكــو عظيــم مــا حــل بهــذه الأمــة مــن ذهــاب العلمــاء وأهــل السنــة وظهــور البــدع.

Dan hanya kepada Allah kita mengadukan betapa besarnya musibah yang menimpa umat ini, dari meninggalnya para ulama dan ahlus sunnah, dan munculnya bid'ah.

● Dan aku ucapkan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibrahim At-Taimi:

اللهــم اعصمنــي بدينــك وبسنــة نبيــك مــن الاختــلاف فــي الحــق ومــن اتبــاع الهــوى ومــن سبــل الضلالــة ومــن شبهــات الأمــور ومــن الزيــغ والخصومــات."

Ya Allah, jagalah aku dengan agama-Mu, dan dengan sunnah nabi-Mu, dijaga dari berbagai perselisihan dalam menetapi kebenaran, dijaga dari mengikuti hawa nafsu dan jalan-jalan kesesatan, dari tersamarnya perkara dan dari kesesatan dan permusuhan.

[Al-I'tisham karya Asy-Syathibi 2/57]

📚 Sumber || http://t.me/sahabiette

⚪ W S I

•┈•◎❅❀❦❖🌹🌻❤🌻🌹❖❦❀❅◎•┈•
📮 *ʍʊtιaʀa ռasɛɦat ʍʊsʟιʍaɦ* https://t.me/MutiaraNasehatMuslimah
📮 *ʊռtaιaռ ғaաaιɖ* https://t.me/UntaianFawaid
📮 *MUTIARA HADITS*
https://t.me/HaditsMutiara
💠 ʄք : https://www.facebook.com/MutiaraNasehatMuslimah/
📱 աa : 0812-9119-9009 aɖʍιռ

تعلم العقيدة الصحيحة.... ‏قال العلامة الفوزان : عالج الفتور في طلب العلم بالجد والاجتهاد ومصاحبة المجدين والمجتهدين

Address

Jalan Raya Laswi Gang Ranca Baru Cipicung
Baleendah
40375

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when ARER Home Sweet Home posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to ARER Home Sweet Home:

Share