Agribisnis Indonesia

Agribisnis Indonesia pelestarian budidaya tanaman buah

25/01/2019
08/07/2018

Ever wonder how the horticultural industry meets the growing demand of vegetables around the globe? Conventional farming techniques require the farmers to grow their crops all by themselves under the scorching sun or even in the middle of a windy day. This is may not the most effective method and wi...

23/06/2018
05/05/2018

RNI Gandeng PTPN III Perkuat Bisnis Teh 30 April, 2018 bantolo Perkebunan 0 Agrofarm-Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Mitra Kerinci dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sebagai anak perusahaan PTPN III (Persero) melakukan penadatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama...

Siaran PersKementerian Pertanian RIGenjot Ekspor, Kementan Gandeng BATAN untuk Lakukan IradiasiJakarta (3 Mei 2018) - Ke...
05/05/2018

Siaran Pers
Kementerian Pertanian RI

Genjot Ekspor, Kementan Gandeng BATAN untuk Lakukan Iradiasi

Jakarta (3 Mei 2018) - Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian tanda tangani nota kesepahaman kerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) terkait pemanfaatan iradiasi dibidang karantina untuk memacu ekspor produk pertanian dalam negeri.

“Beberapa negara tujuan seperti Amerika, India, Vietnam dan Pakistan sudah mempersyaratkan teknik iradiasi untuk komoditas pertanian yang akan masuk ke negaranya” kata Banun Harpini, Kepala Barantan setelah tandatangani MoU bersama Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), BATAN di Kantor Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Banun menjelaskan, bahwa dengan semakin ketatnya larangan penggunaan insektisida kimia untuk mengendalikan serangga dan mikroba dalam pangan, maka iradiasi merupakan alternatif yang efektif untuk melindungi pangan dari kerusakan akibat serangga serta sebagai tindakan karantina untuk produk pangan segar.

Menurutnya, sistem iradiasi yang dilakukan untuk memenuhi persyaratan phytosanitary dari negara tujuan memiliki empat keunggulan dibandingkan dengan teknik lain diantaranya memiliki waktu aplikasi cepat, tidak meninggalkan residu kimia, dapat diaplikasikan pada komoditas yang telah dikemas dan tidak merusak kualitas komoditas.

Menurut Banun, target terdekat adalah terkait protokol SPS mangga ke Australia yang sudah ditandatangani pada bulan Februari. Sebelumnya, Barantan dan BATAN telah melakukan riset terbatas terkait teknik iradiasi sehingga diharapkan bisa menjamin ekspor mangga perdana pada musim panen bulan September dan Oktober 2018 mendatang.

Selain mangga, Barantan melalui Balai Uji Terap Teknik dan Metoda Karantina Pertanian juga telah melakukan penelitian teknik iradiasi pada beberapa jenis buah dan sayuran segar, seperti bawang merah, kedelai, dan alpukat, hasilnya bahwa pengunaan teknik iradiasi sebagai perlakuan karantina dengan dosis yang sesuai dan aman dapat memperpanjang daya simpan berbagai jenis buah dan sayuran segar dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Oleh karena itu Banun terus mendorong teknik tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa teknit iradiasi sudah sejalan dengan ketetapan International Plant Protection Convention (IPPC) tentang perlakuan iradiasi untuk keperluan karantina (International Standard for Phytosanitary Measures, ISPM No. 18 (2003): Guidelines for the use of irradiation as a phytosanitary measure, dan ISPM No. 28 (2007): Phytosanitary treatments for regulated pests).

Djarot Sulistio Wisnubroto, Kepala BATAN menyebutkan bahwa teknik ini aman dan sudah diuji oleh Kementerian Kesehatan. Menurutnya, saat ini Indonesia memiliki tiga radiator yang ada di Cikarang, Pasar Jumat dan Serpong. “Yang buatan Indonesia kita namakan Iradiator Gamma Merah Putih. Tekniknya mudah, buah-buahan dimasukkan kedalam iradiator, kemudian sinar gamma yang ada di bawah air akan muncul dan menyinari buah-buahan, waktu yang dibutuhkan sesuai jenis buahnya, setelah selesai kemudian masuk lagi, begitu seterusnya” tuturnya.

MoU tersebut merupakan concern bersama kedua institusi, termasuk adanya keinginan untuk meningkatkan akselerasi ekspor dan daya saing produk pangan petani Indonesia yang memenuhi persyaratan keamanan pangan dan SPS. Banun juga berharap, melalui kerjasama tersebut, BATAN dapat memberikan keringanan biaya perlakuan untuk eksportir dalam rangka mendorong dan menunjang akselerasi ekspor produk pangan dan pertanian Indonesia di pasar internasional.

Narasumber :
Ir. Banun Harpini, MSc.
Kepala Badan Karantina Pertanian,Kementerian Pertanian RI

11/09/2017
09/09/2017
25/08/2017

7 Tahapan Cara Menanam Kangkung Hidroponik di Baskom.

keterangan selanjutnya liat di gambar ya,,,,,
like and share.....

02/05/2017

Umumnya, albumin tambahan biasa didapatkan dari ikan gabus kėtika protėin yang diproduksi olėh tubuh (hati) kita ini mėmbutuhkannya dalam ju...

24/04/2017

Tėntu tėlah anda kėtahui sėndiri bukan, bahwa mėnanam dėngan cara mėnanam hidroponik sėdėrhana di pėkarangan mėmbutuhkan waktu sėrta pėngėrt...

Address

Jalan Lintas Timur Unit 2
Bandar
O1

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Agribisnis Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share