Organik

Organik tanaman organik menyehatkan

15/05/2026
Tanam Campur vs Monokultur 🌱🌿 Tanam Campur (Tumpangsari) β€’ Sistem menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan.Contoh...
14/05/2026

Tanam Campur vs Monokultur 🌱

🌿 Tanam Campur (Tumpangsari)

β€’ Sistem menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan.

Contoh:

β€’ Jagung + buncis

β€’ Cabai + bawang

β€’ Pepaya + kangkung

Kelebihan:

βœ… Tanah lebih sehat
βœ… Mengurangi serangan hama
βœ… Panen lebih beragam
βœ… Memanfaatkan lahan lebih maksimal
βœ… Ekosistem kebun lebih seimbang

Kekurangan:

❌ Perawatan lebih rumit
❌ Butuh pengaturan jarak tanam
❌ Nutrisi bisa berebut jika salah kombinasi

🌾 Monokultur

β€’ Menanam satu jenis tanaman dalam area luas.

Contoh:

β€’ Sawah padi penuh

β€’ Kebun jagung saja

β€’ Kebun cabai saja

Kelebihan:

βœ… Mudah dirawat
βœ… Panen seragam
βœ… Cocok untuk produksi besar
βœ… Lebih mudah memakai alat pertanian

Kekurangan:

❌ Tanah cepat lelah
❌ Hama mudah meledak
❌ Ketergantungan pupuk & pestisida lebih tinggi
❌ Risiko gagal panen lebih besar

πŸ“Œ Kesimpulan

🌱 Tanam campur cocok untuk kebun organik dan lahan kecil karena lebih alami dan tahan gangguan.
🌾 Monokultur cocok untuk produksi massal tetapi perlu pengelolaan tanah yang baik agar tetap sehat.

Pencegahan Penyalin Ayam kampung
25/04/2026

Pencegahan Penyalin Ayam kampung

Waspada!!
18/04/2026

Waspada!!

Konsep pertanian terpadu seperti ini membuat biaya lebih hemat, lingkungan lebih sehat, dan hasil panen lebih maksimal.M...
19/02/2026

Konsep pertanian terpadu seperti ini membuat biaya lebih hemat, lingkungan lebih sehat, dan hasil panen lebih maksimal.
Mulai dari yang sederhana, rawat dengan konsisten, dan rasakan manfaatnya.
Bertani itu bukan soal luas lahan, tapi soal kemauan dan kreativitas. 🌱

Berikut tahapan pengomposan yang benar agar kompos cepat matang, tidak bau, dan kaya nutrisi 🌱1. Pemilahan BahanPisahkan...
23/01/2026

Berikut tahapan pengomposan yang benar agar kompos cepat matang, tidak bau, dan kaya nutrisi 🌱

1. Pemilahan Bahan

Pisahkan bahan organik:

β€’ Hijau (basah, kaya nitrogen): sisa sayur, buah, rumput segar

β€’ Coklat (kering, kaya karbon): daun kering, jerami, kertas, sekam

πŸ‘‰ Perbandingan ideal 2 coklat : 1 hijau

2. Pencacahan

Cacah bahan menjadi potongan kecil agar:

β€’ Mikroba bekerja lebih cepat

β€’ Proses penguraian lebih merata

3. Penyusunan Lapisan

Susun dalam wadah atau lubang:

β€’ Lapisan bahan coklat

β€’ Lapisan bahan hijau

β€’ Taburkan tanah/kompos jadi sebagai starter

β€’ Tambahkan aktivator (EM4/MOL) bila ada

4. Pengaturan Kelembapan

β€’ Siram secukupnya (lembap, tidak becek)

β€’ Tes kepal: diperas keluar air sedikit, tidak menetes

5. Pembalikan (Aerasi)

β€’ Aduk kompos setiap 5–7 hari

β€’ Tujuannya memberi oksigen dan mencegah bau

6. Proses Fermentasi & Pematangan

β€’ Suhu akan naik (tanda proses berjalan)

β€’ Waktu pengomposan: 3–6 minggu (tergantung bahan & perawatan)

7. Tanda Kompos Matang

βœ” Warna coklat kehitaman
βœ” Tekstur remah
βœ” Tidak berbau
βœ” Suhu normal seperti tanah

8. Penyaringan & Pemakaian

β€’ Ayak bila perlu

β€’ Kompos siap digunakan sebagai pupuk dasar atau campuran media tanam 🌿

Semoga bermanfaat...

🌱 PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN 🌱Gambar ini menunjukkan bagaimana sistem pertanian terpadu (integrated farming) bekerj...
23/01/2026

🌱 PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN 🌱

Gambar ini menunjukkan bagaimana sistem pertanian terpadu (integrated farming) bekerja secara alami dan saling terhubung.

πŸ” Ayam dilepas di sekitar tanaman, membantu mengendalikan hama sekaligus menghasilkan kotoran alami sebagai pupuk.
🐟 Kolam ikan menyediakan air bernutrisi dari sisa pakan dan kotoran ikan untuk menyuburkan tanaman.
🐐 Kambing & sapi menghasilkan kotoran yang dikumpulkan untuk pengomposan organik.
🌿 Kompos mengembalikan unsur hara penting Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K) ke dalam tanah.
🌾 Tanaman tumbuh subur tanpa pupuk kimia karena nutrisi berasal dari sistem itu sendiri.

πŸ”„ Semua saling terhubung dalam satu siklus: limbah ternak β†’ kompos β†’ tanah β†’ tanaman β†’ pakan ternak β†’ kembali ke alam.

βœ… Ramah lingkungan
βœ… Hemat biaya
βœ… Tanah makin subur
βœ… Produksi berkelanjutan

Inilah contoh pertanian masa depan yang selaras dengan alam, cocok diterapkan di pedesaan maupun skala rumah tangga.
🌍 Dari alam, oleh alam, untuk keberlanjutan.

Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya & SirsakBahan:β€’ 10 lembar daun pepayaβ€’ 10 lembar daun sirsakβ€’ 1 liter air...
23/01/2026

Cara Membuat Pestisida Nabati dari Daun Pepaya & Sirsak

Bahan:

β€’ 10 lembar daun pepaya

β€’ 10 lembar daun sirsak

β€’ 1 liter air

β€’ 1 sdt sabun cair/deterjen cair (opsional, perekat)

Cara Membuat:

1. Cuci bersih daun pepaya dan sirsak.

2. Potong kecil-kecil lalu tumbuk atau blender.

3. Tambahkan 1 liter air, aduk rata.

4. Diamkan 12–24 jam agar zat aktif keluar.

5. Saring larutan, tambahkan sabun cair (opsional), aduk rata.

Cara Pakai:

β€’ Encerkan 1:1 (1 bagian larutan + 1 bagian air).

β€’ Semprotkan ke daun (bagian atas & bawah) pada pagi atau sore hari.

β€’ Ulangi 2–3 hari sekali sampai hama berkurang.

Manfaat:

β€’ Daun pepaya efektif mengganggu hama penghisap & ulat.

β€’ Daun sirsak mengandung acetogenin yang bersifat insektisida alami.

β€’ Lebih ramah lingkungan dan aman untuk kebun organik.

23/01/2026

I Gede Sukerte Smile

Proses pupuk organik ada di sekitar lingkungan kita
19/01/2026

Proses pupuk organik ada di sekitar lingkungan kita

Address

Wirata Agung, Seputih Mataram Tengah
Bandar
34164

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Organik posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Organik:

Share