Cahaya

Cahaya Cahaya membuat terang.
* Pekerja
* Pengusaha
* Pembicara
* Pengarang
* Pembelajar

RadikalismeRadikalisme (dari bahasa latin radix yang berarti “akar”) adalah istilah yang digunakan pada akhir abad ke -1...
05/11/2019

Radikalisme
Radikalisme (dari bahasa latin radix yang berarti “akar”) adalah istilah yang digunakan pada akhir abad ke -18 untuk pendukung Gerakan Radikal (sumber wikipedia).
Radikal/ ra-di-kal/ (1). secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip): perubahan yang- ; (2). amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintah); (3). maju dalam berpikir atau bertindak. Meradikalkan/ me-ra-di-kal-kan/ menjadi radikal (sumber kbbi).
Apa yang kamu pikirkan tentang Radikal dan Radikalisme?
Bagaimana menerjemahkan arti sesungguhnya Radikal dan Radikalisme dalam berbahasa yang baik, benar, tepat, sesuai dengan pemahaman dan tidak bias.
Saya bahas dalam keadaan emosi karena soal Radikalisme karena pada hari Rabu, 23 Oktober 2019. Bagian pelantikan mentri Agama. Dalam berita di media sosial detik.com pada 23 oktober 2019 ditulis, “Ke 9 Bapak Jendral Fachrul Razi sebagai menteri agama. Ini urusan (Menag) berkaitan dengan radikalisme, ekonomi umat, industri halal saya kira, dan terutama haji berada di bawah beliau”. Tulisan tersebut didapat langsung dari pernyataan langsung Presiden.
Selanjutnya dalam berita di media sosial tempo.com pada 1 November 2019 dengan wawanca langsung ditulis, “Apa definisi radikalisme menurut pemahaman Anda? Radikalisme adalah orang yang berpikir menyelesaikan ketidaksepahaman atau permasalahan dengan cara kekerasan. Kekerasan dalam bentuk apapun, itu radikal. Agama menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Jadi, kalau ada orang membawa bendera Islam, tapi bicara tentang radikal, maunya main hantam, maunya main bunug, ya udah lah, itu bukan ajaran Rasulullah itu.
Akar masalah Radikalisme jika dirunut muara awalnya yaitu Agama. Semua agama tidak mengajarkan Radikalisme. Berdasarkan data Globalregiousfutures. Jumal penduduk Indonesia pada 2010 yang beragama Islam (Muslim) sebanyak 209,12 juta jiwa atau setara 87,17 % dari total penduduk yang mencapai 239,89 juta jiwa. Banyaknya masyarakat dan potensi shaf rapat menjadi bahaya bagi musuh, baik yang didalam maupun yang diluar. Semua diadu, dikotak-kotakkan, dipecah belah menjadi banyak golongan yang kecil sehingga tidak menjadi besar dan tidak memiliki potensi kekuatan.
Jika anda ingin menulis status di beranda Facebook, maka akan keluar kata “Apa yang Anda pikirkan?”. Ide menulis ini muncul setalah mendengar seorang Presiden mengatakan kepada Menteri Agama tentang RADIKALISME. Apakah Radikalisme berhubungan erat dengan Agama, atau saling terkait, atau saling melangkapi atau bagian dari? Apakah Agama memeliki paham Radikalisme? Penduduk asli dan mayoritas adalah Islam, Apakah Radikalisme yang dimaksud adalah penduduk asli dan mayoritas?
Sampai sekarang belum terjawab? Banyak sumber berita dari yang mainstrem sampai berita pro belum menjawab secara puas maksud dan tujuan statmen tersebut walapun sudah banyak keluar berita tentang maksud dan tujuan arti Radikalisme. Sampai tulisan ini dibuat cerita pembahasa masih gantung dan akan menjadi PR yang tidak tuntas 5 tahun kedepan.
Sebuah kisah, yang saat ini tidak mencantumkan sumbernya karena dikawatirkan akan merusak tatanan sosial bermedia sosial karena kurangnnya kedewasan dan belum mampunya untuk move on sehingga terbawa perasaan (baper). Karena tulisan ini yang belum seleseai, maka kiranya perlu bantuan seorang ulama untuk dapat memberikan hadis dan peringatan kepada kita...
Barang siapa menghendaki sesuatu, seharusnya dialah yang datang. Di Masjid ini ada ruangan yang luas jika dia menginginkan hal itu. Lagi p**a, hadis lebih layak untuk didatangi, tetapi dia tidak mau mendatanginya, tegur ulama yang selama lebih dari 40 tahun terjaga shalat berjamaahnya di shaf terdepan di Masjid Nabawi.
Akhir dari cerita ini, sang khalifah pun akhirnya mendatangi sumber ilmu, ulama yang bernama Sa'id bin Musayyib. Masya Allah, umara diminta untuk datang ke pemilik kemulian, yaitu ulama. Bukan ulama mendatangi umara, apalagi ulama ingin masuk sekaligus dalam lingkaran umara.
Sungguh, ulama lebih banyak bertempat di kemuliaan dan kehormatan yang tinggi. Karena padanya ada ilmu-ilmu Allah dan Rasul-Nya...
Belum selseai masalah Radikalisme. Muncul masalah baru, menyisipkan doa menggunakan bahasa Indonesia, cadar, dan celana cingkrang!

Dibalik Donor DarahMalam ini setelah donor untuk membantu proses persalinan. Do'akan semoga Ibu dan Anaknya Allah SWT be...
11/10/2019

Dibalik Donor Darah
Malam ini setelah donor untuk membantu proses persalinan. Do'akan semoga Ibu dan Anaknya Allah SWT berikan kelancaran. Cerita ini dimulai kembali untuk mengingatkan kisah lama tentang kejadian yang telah lalu. Dikenang untuk cerita, sebagai syiar atau mengingat kebaikan kembali memori serta melatih kemampuan menulis yang sudah jarang. Are you ready!
Kala itu masih menjadi remaja, bersama remaja Masjid Al-Iman Dusun Pati Desa Sidodadi Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan sosial yang awam dan belum banyak yang paham dengan manfaat donor darah. Secara medis donor darah baik, karena darah yang didonorkan berganti menjadi darah baru yang banyak manfaat. Silahkan baca google untuk lebih spesifik manfaat, kebanyakan jika dijelaskannya disini.
Sekitar tahun 2017 bulan februari kegiatan itu berlangsung, yang dialamatkan di Masjid. Tepatnya di pelataran Masjid. Posisi Masjid saat itu sedang dilakukan renovasi bagian samping, coba untuk di dalam Masjid bagian belakang, namun karena ada sesuatu hal yang tidak bisa dijelaskan akhirnya tetap tidak bisa dilakukan di Masjid. Kegiatan anak Remaja Masjid tapi tidak dilakukan di masjid, jangan tanya saya mengapa tidak bisa! Tanya saja si Bambang (nama umum dalam Negari +62).
Singkat cerita, sebenarnya panjang namun disingkat. Akhirnya kegiatan itu dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 1 Sidodadi dengan segala upaya yang ditempuh. Kondisi sekolah cukup baik yang perlu adanya pembersihan lanjutan karena akan menjadi tempat bersih dan bebas dari debu. Disapu, dipel, dipel, dipel, dipel, & dipel kembali sampai berasa di rumah sendiri.
Oh ya, pesan moralnya ketinggalan. Cuma mau ngasih tau aja kalau Ibnu Sina, yaitu bapak kesehatan dunia penemu golongan darah itu orang Islam yang paham isi Al-Qur'an & Al Hadits. Kebayang ga kalau dulu Ibnu Sina itu mainnya ga di Masjid, sepertinya ga mungkin beliau main jauh dari Masjid. Sebenarnya konsep itu yang mau saya lakukan, mendekatkan remaja dengan Masjid. Tapi memang sulit mengajak orang kemasjid, musuhnya setan iblis dan para komplotannya. Kalau ada yang nanya yang donorkan orang tua, ya biar orang tua melihat kegiatan remaja Masjid ini positif loh buat anaknya. Sepakat ya sampai sini Masjid bukan hanya tempat Ibadah Ritual, tapi bisa juga tempat pendidikan, sarana kesehatan, ekonomi umat, dan sosial yang pastinya. Kalau Islam hanya mengajarkan Ibadah ritual, seperti Allah SWT ga akan mengutus manusia mulai nabi Muhammad SAW buat mengatur kegiatan di bumi. Dan satu lagi, jangan memarahi anak yang bermain di masjid karena itu cara mereka belajar untuk mencintai Masjid.
Lanjut ya setelah hari pelaksanaan kegiatan donor darah tiba, paginya sudah di panggil dengan hansip dan babinkamtibmas dan entah dari mana. Masalahnya yaitu izin kegiatan karena lokasinya terbuka dan kegiatan ini kegiatan masyarakat. Masyaallah, saya ga kepikiran sampai situ. Karena awalnya hanya lokasi kegiatan di kompleks Masjid jadi meluas. Lelah sangat, banyak sekali kendalanya hidup di masyarakat ini. Tapi ya sudah kepalang tanggung, paling mentok kegiatan dibubarkan saya pasrah. Alhamdulillah karena pamong dan sesepuh yang turun tangan masalah izin beres. Tapi disitu saya banyak belajar agar tidak baper, karena di masyarakat bener banyak salah dikit ya tetep salah yang terpenting tetep senyum dan memberikan pelayanan terbaik. Sebenarnya masalah seperti ini biasa kalau tidak ada motif politik yang belum dewasa.
Lanjut, masuk dalam sesi donor ya. Saat itu karena donor masih awal saya masuk golongan pertama yang ikut donor. Sudah ikut donor, mencari pendonor darah yang di targetkan 30 kantong akhirnya tercapai. Kalau ga salah sampai 35 kantong. Tapi selama saya 3 x mengikuti pelaksanaan donor baru kali itu 7 orang pendonor pingsan. Angkat-angkut dalam keadaan lelah tetap dilakukan. Yang terakhir adik saya 2 x, jadi beban tersendiri membuat yang lain semakin takut untuk donor. Saya hanya membatin, ini salah cara pengambilan darah atau memang pendonor yang belum siap karena mereka banyak yang pertama kali. Saya positif thinking kalau ini baru pertama jadi banyak yang belum terbiasa.
Semakin banyak yang pingsan semakin saya khawatir besok akan banyak kecaman dan tidak mungkin akan berlanjut kegiatan ini. Namanya manusia banyak yang merasa kuat namun lemah, apalagi pas bertemu mantan. Loh kok, arahnya ke perasaan. Saat yang pingsan sudah siuman, ngobrol-ngobron ternyata banyak yang belum sarapan dan malamnya begadang. Sudah dibilang ama Bang Haji Rhoma kalau begadang itu tiada artinya.
Sebenarnya banyak cerita perih dan sedih yang mau disampaikan, tapi sudahlah alam bawah sadar melawan untuk menceritakan sisi positifnya saja. Kalau cerita sedih dan perih nanti jadi terkesan curhat. Padahal Allah SWT sangat membenci hambanya yang mengeluh ke sesama manusia. Apa lagi agar hanya dapat like or komen.
Akhir cerita ada babinkamtibmas baik yang mensyiarkan lewat koran kegiatan positif itu agar banyak di tiru oleh yang lainnya. Dan satu hal yang buat saya terharu, hingga saat ini telah terdapat data para pendonor yang bisa dimanfaatkan apabila ada warga yang sakit kekurangan darah. Ya semoga menjadi Pahala Passive Income buat saya dan Tim di Remaja Masjid.
Cukup sekian ya, waktu semakin larut malam di tempat yang jauh dari lokasi kejadian membuat saya selalu merindu. Apalagi setelah saya sudah bukan Remaja, sekarang proses menjadi pemuda. Pemuda dengan karakter santai yang berharap masuk surga tanpa hisab. Aamiin Aamiin Ya Robbal Alamin. Akhir-akhir ini saya mencari kegiatan baru untuk tetap menjaga deket dengan Masjid. Tentunya karena Masjid rumah Allah SWT. Dan saya hanya mencari Ridho Allah NYA.

Maha bener Allah dengan segala Rahmatnya, kami hamba yang lemah tanpamu, dan tunjukkan kami segala sesuatu yang bener di...
21/09/2019

Maha bener Allah dengan segala Rahmatnya, kami hamba yang lemah tanpamu, dan tunjukkan kami segala sesuatu yang bener disisimu...

10/09/2019

Bencana kerusakan otak pada bagian yang membedakan antara manusia dan binatang.

MahaOmbaknya BesarLautnya LuasLangitnya TinggiPemandangannya Indah.Tapi yang Maha Besar, Maha Luas, Maha Tinggi, dan Mah...
06/08/2019

Maha
Ombaknya Besar
Lautnya Luas
Langitnya Tinggi
Pemandangannya Indah.
Tapi yang Maha Besar, Maha Luas, Maha Tinggi, dan Maha Indah itu hanya Allah, SWT... Karena sesungguhnya hanya orang-orang yang berpikir dan bertakwa yang mampu mengerti.

14/06/2019

Rayu

Melihat rembulan di kala siang,
Iya itu dirimu yang tetap terang bersinar.
Melihat mentari di kala malam,
Iya itu dirimu yang terus terang bersinar.

Apa yang anda Pikirkan?Gapen alias ga penting. Saya donasikan waktu saya sebanyak 15 menit untuk menulis dan membahas ma...
25/04/2019

Apa yang anda Pikirkan?
Gapen alias ga penting. Saya donasikan waktu saya sebanyak 15 menit untuk menulis dan membahas masalah ini. Ga penting tapi ini serius.
Judulnya berhubungan dengan DC, LL, dan Tribun News (TN) dalam konten YouTube. Ini konten lanjutan sebelumnya yang menjadi trending 1 di YouTube. Jadi itu drama meminta maaf, garis bawahi positifnya bersikap meminta maaf. Drama dalam arti kejadian rekayasa kamera, karena hanya mereka dan tim yang tau sesungguhnya.
Back to konten YouTube DC, LL, dan TN. Yang mau saya bahas yaitu TN. TN menurut saya adalah salah satu Pers nasional yang memiliki kredibilitas yang diakui. Mundur kebelakang, dulu fungsi Pers sebagai aspek Demokrasi yang mengontrol sehingga kapasitas dan kapabilitas teruji.
Detik ini subscribe DC yaitu 4,284,619 sedangkan TN yaitu 620,963. Tanpa membandingkan saya sudah terlihat jelas. Dulu kalau mau terkenal harus lewat media kenapa sekarang terbalik. Dalam unggahan konten DC di bahas menentang TN. Sederhananya Personal melawan Perusahaan. Menang mana, tunggu saja akhirnya.
Terlepas dari itu semua yang ingin saya sampaikan yaitu hanya satu hal. Konten YouTube yang menjadi tranding dengan topik ya seperti itu. Menonton termasuk dalam kategori hobi sedangkan konten apa yang dipilih itu soal selera. Konten tersebut menjadi tranding karena banyak yang menonton, dan yang menonton seperti itulah selera mereka. Atau mau di balik, karena adanya seperti itulah jadi mau tidak mau tertonton.
Titik temunya yaitu, ada yang membuat tayangan dan ada yang menikmati tayangan. Yang buruk yang menikmati tayangan sampai kebawa perasaan. Saya menyesal melihat tayangan tersebut, tapi saya tidak ingin hal tersebut terulang.
Sebaiknya untuk kreatornya komposisi tayangan diupayakan yang edukatif dan untuk pemirsanya diupayakan mencari konten yang inspiratif. Hal sederhana, lucu, dan becanda untuk mencari hiburan di YouTube sangat perlu, tapi coba cari yang benar-benar jangan alay dan receh.
Beri aku 10 pemuda maka aku guncangkan dunia, beri aku 10 Chanel YouTube maka aku tranding.

CIRI-CIRI ORANG YANG KELIHATAN SHOLEH TAPI PEMIKIRANNYA MASIH SEKULEROleh : Prof. Dr-Ing. H. Fahmi AmharOrang itu, subha...
21/04/2019

CIRI-CIRI ORANG YANG KELIHATAN SHOLEH TAPI PEMIKIRANNYA MASIH SEKULER

Oleh : Prof. Dr-Ing. H. Fahmi Amhar

Orang itu, subhanallah, begitu sholehnya.
Tak pernah ia ketinggalan sholat shubuh di masjidnya. Puasa Dawud juga selalu dikerjakannya. Istri dan putri-putrinya juga memakai jilbab dengan anggunnya. Taddarus Qur'an, ya setiap hari minimal satu juz dibacanya. Menghafal Qur'an bahkan salah satu obsesinya. Dia juga gemar bersedekah ke siapa saja. Atau silaturahmi ke para Ulama dan orang-orang tua.
Shalawat dan dzikir sering menghias bibirnya. Kalau pilih makanan, halal itu nomor satu baginya. Dan pergi umrah menjadi ritual tahunannya. Ya, orang itu begitu sholehnya.
Namun dia menganggap perbankan ribawi tak usah dilarang negara; toh bank syariah sudah dibolehkan, biarlah semuanya saling berlomba.

Soal HPH, konsensi tambang atau sejenisnya itu bukan urusan ulama; biarlah semua diserahkan kepada para ahlinya.
Ulama juga tidak usah ribut soal hutang luar negeri yang terus berbunga, kalau perlu datangkan pakar dari IMF atau Bank Dunia.
Dia juga menganggap pelacuran di berbagai kota bukan urusannya; toh negara belum mampu memberikan solusi pada para PSK-nya; yang penting dia tidak terlibat, apalagi menikmatinya.
Kalau soal pornografi, ulama silakan menjaga umatnya saja; tidak usah ribut-ribut, apalagi mendemo televisi dan media.
Dia juga menganggap wajar miras ditawarkan di hotel bintang lima; kan ada turis asing atau non muslim yang menikmatinya; yang penting bukan di minimarket di dekat rumahnya.
Dia bahkan menganggap hukuman hudud dan qishash itu tidak perlu ada, karena hukuman yang sekarang ini sudah lebih adil begitu rupa.
Maka ternyata, orang sholeh itu bisa sekuler juga.
Seolah-olah Qur'an yang dia baca, itu hanya untuk individu saja, sama sekali tidak berlaku untuk masyarakat, apalagi negara.
Kita yang selama ini salah duga, seolah-olah, yang sekuler itu pasti fasik lah orangnya. Padahal antara kesalehan individu dan kesalehan sosial, ya inilah bedanya.
Orang sholeh yang sebenarnya tidak pernah membedakan ayat tentang puasa: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS. Al Baqarah: 183),
dengan ayat tentang qishaash atas pembunuhan berencana: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pemaafan dari saudaranya, hendaklah (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi maaf) membayar (diyat) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik (p**a).
Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Rabb kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampui batas sesudah itu maka siksa yang sangat pedih baginya." (QS. Al Baqarah: 178)
Dia tidak membeda-bedakan ayat, karena semua adalah perintah-Nya. Dan Dia Yang Maha Tinggi lebih tahu tentang segalanya.[]

22/03/2019

Quality Time & My Time
Quality Time yaitu Waktu yang berkualitas. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan atau mengesankan waktu terbaik dalam kebahagiaan. Seperti waktu bersama pasangan, waktu bersama keluarga, atau waktu bersama dalam suasana kegembiraan. Sedangkan My Time yaitu waktu saya. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan atau mengesankan kegiatan yang sedang dilakukan dalam menikmati sesuatu hingga lupa waktu.
Dulu Bapak saya pernah mengatakan, 1/3 hidup kamu itu hanya dihabiskan oleh tidur. Saat itu dengan sedikit ketidak percayaan saya ingin membantah. Tapi setelah saya pikir-pikir memang iya. Dalam 1 hari ada 24 jam, manusia normal tidur untuk istirahat 8 jam. Jadi sudah tidak terbantahkan 1/3 hidup hanya dihabiskan oleh tidur.
Masuk ke bahasan 2/3 waktu. Sisa 2/3 waktu manusia itu dihabiskan 1/3 untuk bekerja. Sepakat ya bekerja, ya walaupun kerja tidak setiap hari. 1/3 lagi untuk berinteraksi dengan keluarga, bahkan kurang dari 1/3 waktu dihabiskan untuk keluarga. Waktu berharga bersama keluarga ini yang banyak orang sebut sebagai Quality Time.
Mau bahas panjang tapi singkat aja. Waktu bekerja yang banyak orang sampai menggadiakan kesehatan dan mengorbankan waktu bersama keluarga karena sibuk. Sudahlah itu cerita lama yang menjadi bahasan sampai pensiun. Kalau sudah pensiun dan sudah tidak produktif baru sadar akan waktu yang sangat berharga.
Kembali ke Quality Time dan My Time. Banyak orang kurang menyadari bahkan terlena oleh kehidupan dunia. Quality Time hanya dianggap waktu berharga bersama keluarga, dan My Time hanya dianggap waktu santai. Coba deh di bedah lagi masalahnya.
Kita lahir ke di dunia ini dalam kesendirian dan akan kembali dengan kesendirian. Keluarga sangat penting tapi jangan korbankan keluarga untuk kepentingan sesaat. Menyadari keluarga sangat penting, bekerja untuk keluarga juga sangat penting dan menikmati hidup itu lebih penting.
Kelak yang akan dipertanyakan bukan Quality Time bersama keluarga, tapi digunakan untuk apa saja. Jawaban itu yang harus dipersiapkan agar tidak menyesal. Manajemen waktu sangat penting, saya pernah ambil pelatihan itu tapi semua bersifat teoritis yang hanya dilakukan tanpa memperhatikan aspek hati. Hanya bagi-bagi waktu seperti seorang anak yang berhasil melakukan tugas sekolah.
Sesungguhnya Quality Time yaitu waktu terbaik dalam hidup. Dalam hidup semua berkualitas, dari bangun tidur melakukan aktifitas bahkan sampai tidurpun harus berkualitas. Kalau kita hanya berfokus pada Quality Time bersama keluarga, sedikit sekali waktunya. Sama saja kita dipaksa untuk melakukan hal yang lain atau bahasanya My Time itu hanya milik keluarga.
Sendi kehidupan itu panjang rantai, keluarga memang yang pertama, pekerjaan kita anggap kedua ya, sosial lainnya kita anggap ketiga. Kalau kita berpikir seperti itu kita yang akan tersiksa dengan interaksi yang kita batasi sendiri.
Sekali lagi saya katakan setiap waktu berkualitas dan itu waktu milikmu. Jangan tersandera dengan batasan seolah waktu berkualitas itu waktu dengan keluarga. Bukan mau menyamakan keluarga dengan hal lain tapi lebih cara memanfaatkan waktu agar setiap detik berkualitas.
Kalau sudah setiap detik berkualitas, mau dalam keadaan sosial, keadaan bekerja bahkan terlebih dalam keadaan bersama keluarga akan sangat berkualitas. Belajar dari manusia paling mulia yaitu Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Beliau adalah seorang Suami, dengan istrinya yang lebih dari 1, seorang ayah yang memiliki banyak anak, seorang kakak yang memiliki banyak cucu, seorang sahabat yang sangat dirindukan, seorang kepala negara yang memegang puncak kepemimpinan tertinggi, seorang pemegang pembendaharaan negara, panglima perang dalam memimpin jihad, dan yang terpenting yaitu Rosul yang banyak umatnya dan safaatnya dinantikan di akhirat kelak.
Kalau sudah sesibuk, mungkinkah Baginda Rasulullah akan mengatakan Quality Time bersama keluarga. Impossible!!! Karena pada dasarnya setiap waktumu adalah berkualitas, waktu yang digunakan untuk berinteraksi dengan Maha Kuasa-lah yang sangat amat berkualitas. Interaksi sosial, bekerja, dan terutama keluarga harus didasari pada ibadah agar tidak menjadi sia-sia.
Sekali lagi bahasan Quality Time dan My Time terbaik yaitu tentang Ibadah kepada sang Maha Pencipta. Soal interaksi dunia itu hanya soal pembagian waktu saja. Hanya jangan terlena dengan dunia. Sebelum saya tutup karena sudah malam, saya suguhkan 2 Surat untuk renungan kita semua.
“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku” (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56).
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

22/03/2019

Nulis dikit sembari nunggu hujan.
Pesta adalah sebuah acara sosial yang dimaksudkan terutama sebagai perayaan dan rekreasi. Demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka.
Kalau konteksnya Pesta Demokrasi, harusnya ya menyesuaikan. Banyak orang norak yang datang ke acara Pesta. Bisa jadi karena salah undangan, salah hadir, salah kostum, salah tempat, salah obrolan, salah teman, salah datang, dan macam-macam deh.
Namanya juga Pesta, butuh kemeriahan, kebahagiaan, dan suasana persaudaraan.
Jadi aneh kalau Pesta isinya gaduh, menghujat, atau malah nambah musuh.
Ada pertahana ada oposisi. Semuanya temen, cek aja kalau ga percaya. Mereka ketemu saling pelukan, cipika-cipiki, dan ngobrol hangat. Ga serukan kalau Pesta sendirian. Kalian aja yang dibuat riweh dengan seolah-olah ini kompetisi saling menjatuhkan. Padahal berlomba-lomba dalam kebaikan kan seru. Jangan datang ke Pesta dengan keadaan Norak juga yaa... Please

30/11/2018

Inspirasi Diri
Waktu kecil melihat tayangan televisi super hero seperti ultraman, power ranger, dragon ball, dan film-film lainnya membuat terinspirasi untuk menjadi seperti mereka. Walaupun sesungguhnya itu semua hanya cerita fiksi yang bersifat membangun karakter kepahlawanan, menolong sesama, dan bisa berbuat baik.
Beranjak masuk sekolah sudah bergeser dari yang inspirasinya film kartun menjadi seorang yang memiliki pekerjaan yang baik. Inpirasi berubah menjadi seorang dokter, seorang polisi, seorang guru dan hal-hal lain yang baik yang tetap bersandar pada membangun karakter yang baik. Walaupun saat itu belum terpikirkan akan menjadi apa kelak.
Semakin besar dan semakin bertambah umur inspirasi mulai berganti. Saat ini lebih dominan mencari seorang yang berperan dan berpengaruh dalam hidupnya. Inspirasi ini mulai didapat pada orang tua , dimana seorang anak akan melihat bahwa keberhasilan orang tuanya mendidiknya.
Semakin tinggi lagi inspirasi semakin berganti dan berubah-ubah. Mengikuti kelas seminar sukses, membaca buku orang sukses, menonton film orang-orang sukses, bertemu dengan orang-orang sukses diluar sana akan banyak merubah pola pikir dan sikap. Seketika apa yang sebenarnya diharapkan dalam prosesnya?
Jauh sebelumnya itu semua manusia memiliki takdirnya yang sudah ditentukan oleh sang pencipta. Namun tidak jarang seseorang menyadari apa yang membuatnya menjadi hal yang sangat diinpirasikan. Sesungguhnya inspirasi itu perlu dan menjadi acuan tapi jangan menjadi.
Menginginkan bolah, tapi jangan menyerupai. Maka dikelan istilah KW 1, KW 2, KW, 3, KW Super dan lain-lain. Kehidupan orang yang menjadi landasan inspirasi ada beberapa hal yang tidak jauh dari kesuksesan memimpin. Pemimpin hebat banyak menginspirasi contoh Soekarno. Siapa yang tidak kenal putra sang fajar, proklamator, inisiator, dan pujangga bersahaja.
Kembali lagi ke diri sendiri. Mungkinkah saya, kamu, atau kita menjadi seperti seorang yang diinspirasikan. Jawabannya tidak. Dibawahnya mungkin melebihi bahkan lebih mungkin jika berpikir mampu. Jadi semua hal yang menginpirasi dalam hidup dari hal kecil bahkan besar, dari yang tidak nampak sampai terlihat, dari yang mengetahui sampai tidak tau menjadi dasar dan landasan untuk menjadi lebih baik dan membawa dampak baik.
Menjadi suami yang membahagiakan istri-istrinya, menjadi kepala keluarga yang dirindukan anak-anaknya, menjadi kepala negara yang menjadikan rakyatnya makmur, menjadi pemegang kendali keuangan yang mensejahterakan masyarakatnya, menjadi pemegang keamanan yang mengayomi semuanya, menjadi pemuka agama yang sangat dirindukan umatnya, menjadi pengusaha yang selalu sama-sama menguntungkan, menjadi Rahmatan Lil Al-Amin. Bahkan seorang yang bukan dari golongannya dan tidak mengenal membukukan dalam karya Michael H. Hart. Beliau adalah baginda nabi Muhammad.
Saat ini tidak perlu mencari inspirasi hebat yang jauh, cukup baca tentang sejarah dan mencoba mempraktekkan apa saja yang ada pada baginda akan banyak membawa perubahan dalam hidup. Bukan berarti tidak punya karakter untuk meniru tapi mencontoh sifatnya adalah kebaikan. Seseorang akan selalu mempunyai karakter yang berbeda namun tetap memiliki akhlak mulia. Salam Rindu Sholawat atas Nabi.

Address

Pahoman
Bandar

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Cahaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share