14/02/2018
INILAH NASEHAT HOS TJOKROAMINOTO TENTANG SOSIALISME (PKI)
muslimin nusantara
Berbicara tentang kebangkitan Komunisme di Indonesia, maka kurang lengkap bagi kita bila belum membaca Nasehat HOS Tjokroaminoto yang telah memberikan nasehatnya kepada Umat Islam kala itu tentang siapa sesungguhnya Sosialisme yang diusung oleh Barat itu?
Salah besar bila ada yang mengkaitkan HOS Tjkroaminoto adalah penganut Sosialisme Islam dan mengajarkan tentang Sosialisme Islam ala Tjokroaminoto yang menyimpang dari Islam. Hal ini adalah upaya profokatif kolonial untuk mendeskreditkan Pejuang Islam Nusantara.
Bila kita memahami kronologis Sejarah, maka kita akan memahami bahwa justru HOS Tjokroaminoto adalah orang pertama yang "menjadi korban" atas hadirnya Faham Sosialisme (PKI) ke Indonesia.
Hadirnya Faham Sosialisme yang dibawa oleh Sneevliet seorang Sosialis asal Belanda dengan cara menginfiltrasi dengan mendekati kader-kader SI cabang Semarang yaitu Semaun dan Darsono telah merusak organisasi Syarikat Islam (SI) hingga Syarikat Islam harus terbelah menjadi dua, SI Merah dan SI Hijau.
Terbelahnya SI menjadi dua kubu, SI Merah dan SI hijau adalah ujian terbesar bagi HOS Tjkroaminoto selaku Pemimpin Syarikat Islam yang sedang berupaya membangun persatuan Umat Islam di Nusantara.
Untuk menyikapi perpecahan di tubuh SI akibat gerogotan Sosialis itulah HOS Tjkroaminoto sebagai Pemimpin yang visioner, harus turun gunung mengeluarkan tulisan khusus tentang bagaimana Kelemahan Faham Sosialisme Barat itu, agar semua anggota Syarekat Islam tidak goyah pendiriannya kepada ajaran Islam dan meninggalkan Sosialisme yang dibawa oleh orang Kafir Belanda yang sempat menggoyang organisasi Syarekat Islam.
Dalam pemaparan historisnya tentang Sosialisme, HOS Tjokroaminoto membeberkan bahwa Faham Sosialisme secara historisnya adalah gagasan yang diusung oleh Karl Mark seorang yang berlatar belakang keluarga Yahudi tulen dan seorang Pembenci Islam.
Dalam pemaparan selanjutnya, HOS Tjokroaminoto memberikan Nasehat dan meluruskan betapa dangkalnya pemahaman Sosialisme dalam pengertian Barat.
Dalam uraiannya, HOS Tjokroaminoto Tokoh yang dijuluki oleh Belanda sebagai Raja Jawa tanpa Mahkota itu menjabarkan bagaimana cara pandang Islam yang memiliki cara pandang sendiri diluar cara pandang Isme-isme yang ada, baik Sosialisme ataupun Kapitalisme.
Baik Sosialisme ataupun Kapitalisme, keduanya itu tak layak disandingkan dengan Islam. Karena antara Sosialisme dan Kapitalisme itu adalah Sparing Partner yang keduanya dibuat oleh orang-orang Yahudi yang jelas telah tertulis dalam Al Qur'an sebagai orang-orang pembenci Islam.
Islam memiliki cara pandang yang lebih dalam dari Sosialisme Barat dan lebih Luas dari cara Pandang Kapitalisme.
Karena Islam yang diajarkan oleh Nabi dan para Sahabat Mulianya itu adalah ajaran yang paling agung dan paling paripurna bagi kaum Muslimin. Tak ada yang lebih layak kita anut selain Islam.
Simaklah bagaimana penjabaran HOS Tjokroaminoto tentang Sosialisme dan Kapitalisme yang keduanya kalah paripurna dengan ajaran Islam, yang kami kutip dari bukunya berjudul Islam dan Sosialisme berikut ini:
"Kapitalisme berawal dari benih (orang-orang) pemakanan Riba' (bunga), dan telah menyebabkan kerusakan dan kebinasaan dunia serta perikemanusiaan. Islam yang dengan keras melarang praktek riba', dengan kata lain Islam memerintahkan untuk mencegah munculnya Kapitalisme dan berusaha memeranginya sampai ke akar-akarnya. Bukankah Islam ini lebih mendalam daripada Sosialisme barat?
NASEHAT HOS COKROAMINOTO UNTUK PENGANUT FAHAM SOSIALISME:
Dalam buku yang ditulis sekitar tahun 1920 ini HOS Tjokroaminoto telah meramalkan kegagalan ideologi sosialisme di barat yang konsepnya ditemukan oleh Karl Marx, karena Sosialisme di Barat dimulai dari tampuk atas yaitu Pemerintahan.
HOS Tjokroaminoto menilai bahwa Faham Sosialisme Barat tak akan mencapai makna sejatinya menjadi seorang sosialis itu sendiri, karena Faham Sosialisme barat tak mengenal Agama. Padahal agama itu adalah pondasi seseorang untuk berbuat baik dalam sosialnya (Berakhlakul Karimah).
Sosialisme sejati hanya bisa dibangun bila manusia mampu menundukkan egoistisnya. Bagaimana egoistis dapat dicegah bila tanpa Agama? Dan bagaimana mungkin akhlak personal ini bisa dibangun tanpa dasar Agama?
Hanya dengan Islam, Manusia dapat mencapai makna sosialis sejatinya karena konsep ajaran Islam, yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para Sahabat dan Khulafa Rasyidin memiliki tujuan yang jelas; yaitu hidup semata-mata untuk Allah saja, dan Allah SWT memerintahkan manusia menegakkan keadilan dengan Hukum Syariah.
Hukum Syariah yang ada dalam ajaran Islam adalah untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat, terutama dalam kehidupan berkeluarga, inilah makna sosialisme sejati.
HOS Tjokroaminoto juga menjelaskan dalam buku yang singkat ini betapa pentingnya umat Islam untuk menggali kehidupan Islam, demi kejayaan hidup di dunia dan di akhirat
Dan diakhir tulisan beliau berpesan bahwa bila ingin mendapatkan kehidupan Sosialisme yang sejati, maka umat harus memiliki dua hal yaitu: "Agama (Ad Dienul Islam) dan Ilmu".