01/11/2016
*TIPS MENULIS VIRAL*
Seminggu yang lalu sempat mengisi materi ttg menulis di suatu group ibu-ibu bisnis digital. Kali ini saya mau bagi-bagi buat semua barangkali bermanfaat, terutama yang memang menjadikan dunia digital sebagai sarana promosi dan yang emang lagi belajar nulis. *Padahal dakupun juga masih taraf belajar.
Berikut materi yang sempat saya share di group dengan modifikasi, ada yang dikurangi n ada yang ditambahkan, berhubung anggota groupnya onlineshop jadi tulisan ini ditulis dgn tujuan ngegaet buyer lewat tulisan, enjoy! :D
---
Facebook adalah media penyebaran informasi yg sangat menyeramkan, sangat menakjubkan, karena pernah dalam satu hari tulisan saya di-share oleh 10ribu lebih pengguna Fb. Tulisan yang paling BOOM dari tulisan-tulisan saya di Fb yang berjudul: Wajib Dibaca Para Suami, tulisan ini sekarang berusia 2 bulanan dan masih hidup hingga sekarang, masih ada yang share, komen dan like. Hasil mencari di menu search Fb, tulisan ini sudah di-share lebih dari 100ribu (tepatnya saya gak tahu berapa) hingga mulai menyebar di Malaysia, tidak semuanya terhubung ke akun saya, bahkan lebih b*k yg share dari akun orang lain. Saya amati banyak online shop yang ratingnya naik karena ikut men-share tulisan ini.
Just info, pengguna produktif media sosial adalah generasi Y, adalah mereka yang lahir di rentang tahun 1981-1994. Ga mutlak sih, sebagian generasi X akhir (1965-1980) dan Gen Z awal (1995-2010) juga produktif namun minoritas. Kalau Gen X terkendala gaptek dan lebih s**a belanja konvensional, kalau gen Z terkendala finansial karena yang tertua rata2 masih pada kuliah dan bekerja tahap awal, belum banyak yang berpenghasilan. Inilah mengapa gen Y pengguna produktif media sosial. Selain sudah mapan ekonomi, mereka kebanyakan sudah berumah tangga, pasti kebutuhan utama: belanja, dan era digital saat ini mengubah pola belanja gen Y ini menjadi: onlineshopper.
Inilah sebabnya, onlineshop yang laris adalah yang target marketnya gen Y, karena mereka yang punya penghasilan yang saat ini jadi mamah-mamah muda yang sehari-hari pegang gadget sekedar cari info beli ciput yang bagus, beli popok yang murah atau beli kebutuhan yang lainnya. Makanya kita dengan mudah menemukan di media sosial pedagang mukena, pedagang baju menyusui, pedagang pernik-pernik bayi, pedagang buku-buku parenting dan buku untuk anak: itu semua kebutuhan generasi Y.
Gen Y sebagai pengguna produktif medsos juga berperan besar untuk membuat tulisan jadi viral dan tersebar.
Tulisan apa yang dis**ai gen Y? Secara garis besar, tulisan yang diminati oleh nitizen adalah:
1. Menyentuh nurani (kakek tua penjual nasi uduk, cewek cantik tukang tambal ban,dsb)
2. Kekinian (isu politik, gosip artis dsb)
3. Motherhood (tulisan ala rumah tangga pasangan muda dan parenting)
Jadi, kalau mau nulis viral ikutan 3 tema di atas. Tapi ini gak gampang, karena yang mahal adalah idenya. Beberapa penulis juga punya idealisme akan tulisannya, punya corak dan ciri khas.
Gimana nyari ide alias inspirasi?
Biasakan baca buku, sebagai umat Islam terutama memperbanyak baca Al-Qurรกn (karena begitu banyak inspirasi hikmah disana) pelajari status viral orang lain, juga perhatikan tindak-tanduk selebgram dan selebFacebook dan jangan pernah ngomongin SARA, karena ga keren sama sekali.
Masalahnya adalah, tekomu akan menuangkan isinya. Jadi, balik lagi gimana biar ngeluarin isi yang bagus? Isi dirimu dengan banyak hal yang bagus. Sikap mental yang bagus menghadapi keseharian, memandang semua hal dari sisi yang bagus walau kamu rasa gak ada bagus-bagusnya belajar untuk selalu mengambil hikmah. Karena di masa kini di tengah banyak kemudahan informasi dalam genggaaman, hal yang mahal itu adalah: hikmah dan hidayah.
Dan balik lagi ke niat, kalau semata cari follower susah sih...karena tulisan yang buat nyari follower itu impactnya juga beda, tapi kalau tulisan kita promosi produk dgn jujur dari hati kenanya juga ke hati customer kok. Loyalitas yang didapat dari customer modal usaha kita biar bisa panjang kan.
Terus, terus gimana mulai nulisnya? Jam terbang berpengaruh juga sih, sebelum nulis-nulis di medsos, saya emang s**a nulis diary. Nulis di Facebook pun baru beberapa bulan belakangan, sebelum-sebelumnya saya lebih s**a nulis blog pribadi dan curhatan instan di Instagram. Namun ternyata itu adalah sebuah latihan yang tanpa saya sadari menambah jam terbang nulis. Buat kamu yang perempuan, kamu punya modal besar buat nulis, karena perempuan itu kalo gak ngunyah ya ngomong alias gak bisa diam, harus olahraga mulut. Maka alihkan hobi ngomong itu ke nulis, karena nulis itu berbicara lewat tulisan.
Kalo tetep have no idea! Bisa ikuti tips ini:
Suatu waktu, saat kita mendapat suatu peristiwa berkesan, tahan dan tunda dulu untuk menceritakannya dengan siapapun. Coba tuliskan peristiwa yang kamu hadapi, kronologisnya lengkap dari awal sampai selesai selengkap-lengkapnya, itu salah satu bentuk latihan nulis.
Terus, gimana ada yang bilang kalo bikin status di Facebook itu harus ikhlas gak usah lihat yang like, share, komen. Well, kalo kamu sebagai pedagang online atau sebagai penulis (entah ecek2 atau pro) ya kita harus kenal respon pasar. Analoginya, masa kalo jualan mau ikhlas berapa aja yang kejual, entah laku atau enggak pokoknya ikhlas jualan, kan gak gitu kan? Atau kalo kamu penulis setelah nerbitin buku tutup mata, mau laku atau enggak pokoknya udah aja yang penting udah ikhlas nulis buku. Gak gitu kan?
Kita harus tahu, segmentasi pasar yang kita tuju dan gimana respon atau tanggapannya. Salah satu nilai ukurannya bisa dilihat dari jumlah share, like dan komen. Jadi, ngomongin ikhlas dan gak ikhlas dengan mempelajari respon konsumen itu adalah suatu hal yang berbedah!
Lalu, terakhir balik lagi niat nulis untuk apa, semoga niatnya baik selalu, menebarkan kebaikan untuk semua karena bisa jadi, tulisan kamu jadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya walau tubuh sudah menyatu dengan tanah.
by: Zarah Safeer