Perlengkapan toko online

Perlengkapan toko online Menjual perlengkapan buat jualan online, Buku list order, Buku olshop (pembukuan+ laporan), lakban

30/12/2016

KETAHUI CARA UNTUK MENCAPAI RESOLUSI TAHUNAN DENGAN LEBIH MUDAH DAN LEBIH CEPAT! Halo, kawan ^_^ Sambil Anda bayangkan dampak LUAR BIASA yang Anda rasakan setelah Anda praktikkan isi artikelย ย  ini,

07/12/2016

Wah wah belajar lagi, teruntuk para Online Seller nih. Monggo disimak :)

Tanya ust...
"Jika kita mempunyai bisnis, namun sistem P.O, customer bayar uang dahulu secara lunas atau DP, dan kita pihak penjual meng-adakan barang tersebut setelah uang di transfer, bagaimana hukumnya?"

Jawab Ust...
"Barang yang mau dijual itu wujudnya sudah pasti ada atau belum?"

Penanya...
"Kita pihak seller bekerjasama dengan supplier yang biasa menjual barang tersebut Ust."

Jawab Ust...
"Iya yg saya tanyakan barangnya sudah pasti ada atau belum dari pihak supplier itu. Jika barangnya belum pasti ada maka ini tidak boleh."

Penanya ...
"Terkadang barangnya tidak ready Ust, jadi harus menunggu pihak supplier meng-adakan barang dahulu."

Jawab Ust...
"Jika barangnya saja belum pasti ada maka tidak boleh. Misal antum mempromosikan barang A warna kuning, lalu antum kontak supplier ternyata di supplier lagi kosong, maknanya apa ? Maknanya saat antum mempromosikan barang, itu barangnya belum jelas ada atau tidak, maka ini yang tidak boleh, jelas ?"

--------------------------
Faedah status di kajian Ust Erwandi adalah :
Ilustrasi A
1. Ummu Ziva jual gamis sistem P.O alias Pre Order
2. lalu Ummu Ziva promo di FB. Yang mana kainnya saja belum ada di tangan Ummu Ziva
3. Namun Ummu Ziva sudah promo duluan dikarenakan sudah mempunyai jaringan kerja sama dengan pihak penjual kain.
4. Customer deal pesan gamis bahan wolvis warna marun
5. Customer membayar pesanan, baik DP atau Cash
6. Ternyata kain wolvis warna marun kosong di supplier
Dari ilustrasi A point 1 sampai 6 sudah faham ?
Baik ?
Itulah yang dinamakan mengada ngadakan barang.
Seharusnya bagaimana ?
Iluatrasi B
1. Tanya supplier ada kain apa
2. Deal beli kain di supplier
3. Kain sudah dibeli maka pihak supllier mengirim ke Ummu Ziva
4. Ummu Ziva promo dengan menyebut jenis dan warna kain yang akan ready
5. Cuatomer deal pesan
6. Customer bayar ke Ummu Ziva
Dari ilustrasi B point 1 sampai 6 itu yang betul.
---------------------------------
Morasl status :
A.
Saat kita hendak menjual barang, hendaknya beli dahulu bahannya, bayar menggunakan uang sendiri. Bukan customer kita yang disuruh modalin untuk beli bahan.
B.
Jika customer bayar dahulu namun kita belum tau, itu kain sudah pasti ada atau tidak, maknanya secara halus kita meminta customer modalin penjual ๐Ÿ˜
Mayoritas penjual adabnya seperti itu betul ?
Yuk jadilah pengusaha syar'i.
Bukan hanya dagangannya saja yang syar'i
Namun ADAB jual beli nya juga ๐Ÿ˜Š
NOTe To my self



copas dari FB Ummu Ziva

28/11/2016

CARA MUDAH MENJUAL PRODUK YANG MAHAL

Halo kawan-kawan, Kali ini Saya akan BOCORKAN salah satu tulisan Saya dalam buku komikjagojualan.com BAB Strategi Jualan Laris, Mau?

--------------------###

Dari sekian banyak keberatan, Saya yakin keberatan inilah yang paling membuat para penjual stuck.

Misalkan, Anda menemui situasi calon pembeli berkata:
"Mas, berapa harganya?."

Ketika Anda menjawabnya, mereka berkata,
"Wow, Harganya mahal banget!!"

Pernah ngalamin?

Sebenarnya, apakah yang mahal itu benar-benar "mahal"? Tergantung. Lagi-lagi, ini soal persepsi setiap orang.

Sama halnya ketika menjelaskan soal ukuran Besar atau Kecil. Besar atau Kecil, Banyak atau Sedikit, Mahal atau Murah, itu semua akan tergantung dengan apa dibandingkan dan apa yang ada dalam persepsi setiap orang.

Misal, 100 ribu. Menurut Anda, Besar atau kecil?
Kalau pas dapat uang 100ribu, kecil....

Kalau pas disuruh sedekah 100ribu, besar...
Benar, kan? Udah ngaku aja... :p

Contoh lain, 100 juta. Menurut Anda, banyak atau sedikit?
Kalau di rekening cuma ada 1 juta, banyak....

Kalau di rekening ada 1 Milyar, sedikit....iya, kan?
Nah, sama halnya dengan persepsi: MAHAL atau MURAH.

Tergantung persepsi orang yang akan membelinya.

Pertanyaannya, Bagaimana menjual produk yang harganya mahal?

Tepatnya, bagaimana persisnya yang harus kita lakukan ketika menjual produk yang menurut calon pembeli itu mahal?

Sebelum menjawab itu, ketahui terlebih dahulu tentang 3 alasan berikut ini:

1. Calon Pembeli Tidak MAMPU Membelinya

Ini seringkali terjadi. Mereka tidak cukup memiliki uang untuk bisa membeli produk Anda. Uang di kantong mereka sedikit, kere. Bilang mahal deh, bisa jadi ini memang bukan target market ideal Anda.

2. Calon Pembeli Tidak MAU Membelinya

Biasanya alasan ini adalah alasan yang tak terucap. Alasan yang sebenarnya adalah karena mereka memang tidak ingin membeli produk Anda.

3. Produk Anda Terlalu Mahal

Pada kenyataannya, mereka bisa mendapatkan produk serupa di tempat lain dengan harga yang lebih murah. Kalau calon pembeli
bisa membeli produk yang persis sama dengan harga lebih murah dari orang lain, ini bisa jadi masalah untuk Anda. Karena mereka akan lebih memilih beli di yang lain ketimbang di Anda.

Dari 3 alasan tersebut, mana yang paling mungkin untuk bisa Anda closing?

Ya. Fokuslah pada nomor 3.

Inilah yang disebut dengan keberatan Skeptis. Mereka bisa jadi belum teredukasi dengan manfaat dari produk yang Anda jual.

Atau, mereka belum melihat, mendengar, atau merasakan perbedaan spesifik dari produk Anda dengan produk kompetitor yang sejenis.

Saran Saya, saat Anda menghadapi orang-orang yang mengalami keberatan soal harga:

Pertama, Hindari memberi informasi harga terlalu cepat. Gali dulu kebutuhan dan keinginannya. Misalnya dengan pertanyaan, "Sebelum kita diskusikan masalah harga, saya harus memastikan bahwa produk ini tepat untuk Anda. Boleh?".

atau: "Sebelum itu, Saya akan mengajukan beberapa pertanyaan. Apakah bapak berkenan?"

Kedua, Jangan sampai Anda salah bicara soal harga. Jika harga produk Anda rendah, itu TIDAK MAHAL, bukan MURAH. "Tidak Mahal", nilainya bagus. "Murah" nilainya jelek. Jika Anda ingin mengatakan "Murah", gunakan kata "Terjangkau" atau "Spesial".

Ketiga, Edukasi gila-gilaan soal benefit dari produk yang Anda jual.
Jaga hubungan berkala dengan calon pembeli. Terus edukasi, edukasi, dan edukasi.

Terakhir, Anda bisa gunakan teknik closing : TANYA BALIK

Gimana sudah kebayang kan apa yang harus Anda lakukan saat ini juga?

Okey?

Menjual produk yang mahal memang cukup menantang. Butuh
edukasi gila-gilaan dan teknik khusus ke calon pembeli. Tapi kalau
sudah closing karena memang sudah tahu caranya, itu sangat
membahagiakan, bukan?

Tidak Ada Harga yang Mahal, yang Ada Hanya Market yang Belum Teredukasi dengan Benefit yang Diberikan

Boleh SHARE sekiranya postingan ini bermanfaat ^_^

----------------###

NB: Baca PULUHAN Strategi Jualan Laris yang lain di komikjagojualan.com

25/11/2016

penting nih buat OS ๐Ÿ˜

24/11/2016
15/11/2016

Dapatkan produk ini dengan Rp42,000.00 saja! Download aplikasinya sekarang juga: http://goo.gl/dExbFu

01/11/2016

*TIPS MENULIS VIRAL*

Seminggu yang lalu sempat mengisi materi ttg menulis di suatu group ibu-ibu bisnis digital. Kali ini saya mau bagi-bagi buat semua barangkali bermanfaat, terutama yang memang menjadikan dunia digital sebagai sarana promosi dan yang emang lagi belajar nulis. *Padahal dakupun juga masih taraf belajar.

Berikut materi yang sempat saya share di group dengan modifikasi, ada yang dikurangi n ada yang ditambahkan, berhubung anggota groupnya onlineshop jadi tulisan ini ditulis dgn tujuan ngegaet buyer lewat tulisan, enjoy! :D

---

Facebook adalah media penyebaran informasi yg sangat menyeramkan, sangat menakjubkan, karena pernah dalam satu hari tulisan saya di-share oleh 10ribu lebih pengguna Fb. Tulisan yang paling BOOM dari tulisan-tulisan saya di Fb yang berjudul: Wajib Dibaca Para Suami, tulisan ini sekarang berusia 2 bulanan dan masih hidup hingga sekarang, masih ada yang share, komen dan like. Hasil mencari di menu search Fb, tulisan ini sudah di-share lebih dari 100ribu (tepatnya saya gak tahu berapa) hingga mulai menyebar di Malaysia, tidak semuanya terhubung ke akun saya, bahkan lebih b*k yg share dari akun orang lain. Saya amati banyak online shop yang ratingnya naik karena ikut men-share tulisan ini.

Just info, pengguna produktif media sosial adalah generasi Y, adalah mereka yang lahir di rentang tahun 1981-1994. Ga mutlak sih, sebagian generasi X akhir (1965-1980) dan Gen Z awal (1995-2010) juga produktif namun minoritas. Kalau Gen X terkendala gaptek dan lebih s**a belanja konvensional, kalau gen Z terkendala finansial karena yang tertua rata2 masih pada kuliah dan bekerja tahap awal, belum banyak yang berpenghasilan. Inilah mengapa gen Y pengguna produktif media sosial. Selain sudah mapan ekonomi, mereka kebanyakan sudah berumah tangga, pasti kebutuhan utama: belanja, dan era digital saat ini mengubah pola belanja gen Y ini menjadi: onlineshopper.

Inilah sebabnya, onlineshop yang laris adalah yang target marketnya gen Y, karena mereka yang punya penghasilan yang saat ini jadi mamah-mamah muda yang sehari-hari pegang gadget sekedar cari info beli ciput yang bagus, beli popok yang murah atau beli kebutuhan yang lainnya. Makanya kita dengan mudah menemukan di media sosial pedagang mukena, pedagang baju menyusui, pedagang pernik-pernik bayi, pedagang buku-buku parenting dan buku untuk anak: itu semua kebutuhan generasi Y.

Gen Y sebagai pengguna produktif medsos juga berperan besar untuk membuat tulisan jadi viral dan tersebar.
Tulisan apa yang dis**ai gen Y? Secara garis besar, tulisan yang diminati oleh nitizen adalah:
1. Menyentuh nurani (kakek tua penjual nasi uduk, cewek cantik tukang tambal ban,dsb)
2. Kekinian (isu politik, gosip artis dsb)
3. Motherhood (tulisan ala rumah tangga pasangan muda dan parenting)

Jadi, kalau mau nulis viral ikutan 3 tema di atas. Tapi ini gak gampang, karena yang mahal adalah idenya. Beberapa penulis juga punya idealisme akan tulisannya, punya corak dan ciri khas.

Gimana nyari ide alias inspirasi?

Biasakan baca buku, sebagai umat Islam terutama memperbanyak baca Al-Qurรกn (karena begitu banyak inspirasi hikmah disana) pelajari status viral orang lain, juga perhatikan tindak-tanduk selebgram dan selebFacebook dan jangan pernah ngomongin SARA, karena ga keren sama sekali.

Masalahnya adalah, tekomu akan menuangkan isinya. Jadi, balik lagi gimana biar ngeluarin isi yang bagus? Isi dirimu dengan banyak hal yang bagus. Sikap mental yang bagus menghadapi keseharian, memandang semua hal dari sisi yang bagus walau kamu rasa gak ada bagus-bagusnya belajar untuk selalu mengambil hikmah. Karena di masa kini di tengah banyak kemudahan informasi dalam genggaaman, hal yang mahal itu adalah: hikmah dan hidayah.

Dan balik lagi ke niat, kalau semata cari follower susah sih...karena tulisan yang buat nyari follower itu impactnya juga beda, tapi kalau tulisan kita promosi produk dgn jujur dari hati kenanya juga ke hati customer kok. Loyalitas yang didapat dari customer modal usaha kita biar bisa panjang kan.

Terus, terus gimana mulai nulisnya? Jam terbang berpengaruh juga sih, sebelum nulis-nulis di medsos, saya emang s**a nulis diary. Nulis di Facebook pun baru beberapa bulan belakangan, sebelum-sebelumnya saya lebih s**a nulis blog pribadi dan curhatan instan di Instagram. Namun ternyata itu adalah sebuah latihan yang tanpa saya sadari menambah jam terbang nulis. Buat kamu yang perempuan, kamu punya modal besar buat nulis, karena perempuan itu kalo gak ngunyah ya ngomong alias gak bisa diam, harus olahraga mulut. Maka alihkan hobi ngomong itu ke nulis, karena nulis itu berbicara lewat tulisan.

Kalo tetep have no idea! Bisa ikuti tips ini:
Suatu waktu, saat kita mendapat suatu peristiwa berkesan, tahan dan tunda dulu untuk menceritakannya dengan siapapun. Coba tuliskan peristiwa yang kamu hadapi, kronologisnya lengkap dari awal sampai selesai selengkap-lengkapnya, itu salah satu bentuk latihan nulis.

Terus, gimana ada yang bilang kalo bikin status di Facebook itu harus ikhlas gak usah lihat yang like, share, komen. Well, kalo kamu sebagai pedagang online atau sebagai penulis (entah ecek2 atau pro) ya kita harus kenal respon pasar. Analoginya, masa kalo jualan mau ikhlas berapa aja yang kejual, entah laku atau enggak pokoknya ikhlas jualan, kan gak gitu kan? Atau kalo kamu penulis setelah nerbitin buku tutup mata, mau laku atau enggak pokoknya udah aja yang penting udah ikhlas nulis buku. Gak gitu kan?

Kita harus tahu, segmentasi pasar yang kita tuju dan gimana respon atau tanggapannya. Salah satu nilai ukurannya bisa dilihat dari jumlah share, like dan komen. Jadi, ngomongin ikhlas dan gak ikhlas dengan mempelajari respon konsumen itu adalah suatu hal yang berbedah!

Lalu, terakhir balik lagi niat nulis untuk apa, semoga niatnya baik selalu, menebarkan kebaikan untuk semua karena bisa jadi, tulisan kamu jadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya walau tubuh sudah menyatu dengan tanah.

by: Zarah Safeer

23/10/2016

Tiga indikator bisnis yang berkah adalah..

1. Cara berdagangnya halal dan apa yang diperdagangkannya adalah hal yang halal. Jadi, cara halal, benda atau jasanya juga halal.

2. Proses bisnisnya ahsan. Profesional, taat asas, rapi prosedur, terampil, dan jauh dari menganiaya pihak-pihak lawan kerjasama. Seperti vendor, pelanggan, hingga mitra.

3. Saat dikerjakan, membawa kepada ketataan kepada Allah. Saat beraktivitas bisnis, makin mudah ibadah, makin ingat Allah, makin lurus, makin taqwa.

Pengingat untuk diri. Dan dishare di wall agar semoga bermanfaat bagi sahabat yang lainnya.

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana
Pengajar bisnis di duakodikartika.com

06/10/2016

Dapatkan produk ini dengan Rp39,000.00 saja! Download aplikasinya sekarang juga: http://goo.gl/dExbFu

siapa yang harapannya kaya giniii.. hayoooo ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚
05/10/2016

siapa yang harapannya kaya giniii.. hayoooo ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

MENGGEMBALA MARKETSebuah komentar menarik dari Ayahanda Subiakto Priosoedarsono,"Bagi PALU, semua akan terlihat seperti ...
04/10/2016

MENGGEMBALA MARKET

Sebuah komentar menarik dari Ayahanda Subiakto Priosoedarsono,

"Bagi PALU, semua akan terlihat seperti PAKU. Begitu juga bagi seorang SALES, semua akan terlihat sebagai PROSPEK."

Komentar Ayahanda Bi ini kemudian membawa Saya pada ingatan tentang ilmu temperatur market dari Kang Dewa Eka Prayoga. Dalam berbagai seminarnya, Bro Dewa selalu menjelaskan bahwa Market terdiri dari tiga temperatur besar, yaitu : Cold Market, Warm Market dan Hot Market.

Disinilah pemahaman seorang sales harus baik. Bahwa tidak semua orang kemudian siap untuk membeli produk kita. Market harus diajak perlahan untuk masuk ke tahap demi tahap, hingga kemudian membeli. Proses ini Saya namakan sebagai sebuah penggembalaan market. Sehingga sales adalah seorang penggembala yang menggembala market hingga siap untuk membeli.

*****

Di tahapan pertama, kita akan berhadapan dengan Cold Market. Sebuah bagian pasar, dimana mereka belum tahu apalagi tertarik dengan produk kita. Pada fase ini, market sama sekali belum mengetahui tentang produk kita sama sekali.

Maka, tidak pantas jika kita kemudian langsung menjuali segmen ini secara sporadis. Penolakan dan penghindaran pasti terjadi, karena market tidak tahu sama sekali tentang apa yang sebenarnya Anda tawarkan.

Bahkan, hubungan emosi pun menjadi penting. Sangat wajar jika kita sulit berjualan ke sosok yang benar-benar tidak mengenal kita. Maka penting kemudian untuk berkenalan dengan COLD market ini setahap demi setahap. Baik mengenalkan produk maupun mengenalkan diri.

Maka, aktivitas utama pada fase ini adalah membangun awareness market atas produk. Sebuah pekerjaan yang membuat pasar mengetahui siapa kita dan apa produk yang mau kita jual.

*****

Pada tahapan kedua, sebagian COLD Market mulai bergerak ke WARM market. Dari yang semula dingin, kemudian menghangat. Market mulai mengetahui produk Anda, apa benefitnya dan berbagai informasi pendukung lainnya.

Di titik ini, komunikasi dengan market akan terjalin intens dan terbuka. Di titik ini, market biasanya mulai banyak bertanya, bahkan menyampaikan keberatan : bisa tentang harga, spesifikasi hingga kualitas. Itu bagus, karena adanya keluhan adalah bukti bahwa market mulai tertarik dengan produk Anda.

Ini mirip dengan kehidupan berumah tangga, seseorang yang mengajukan komplain ke pasangannya berarti dia menginginkan kebaikan bagi pasangannya. Ketika seseorang sudah DINGIN, maka yang terjadi adalah PEMBIARAN. Tidak akan ada komplain.

Di tahap inilah seorang sales harus memiliki sales script yang baik. Seorang sales harus memiliki prediksi pertanyaan dari customer dan kemudian menyiapkan jawaban jitunya.

Contoh :
- kok mahal sih?
- benar bu mahal, karena kami ingin memberikan kualitas yang terbaik.

Di tahap ini juga, seorang sales harus benar-benar melakukan edukasi kepada warm market.

*****

Setelah warm market terus menerus diedukasi, maka warm market akan berubah menjadi HOT market. Saya mendefinisikan, hot market adalah bagian pasar yang siap membeli produk Anda. Tinggal colek, langsung transfer. Kurang lebih begitu

Hot Market adalah bagian pasar yang sudah memutuskan untuk membeli. Mereka sangat memiliki alasan untuk membeli. Mereka memahami bahwa produk Anda memang bagus. Layak dibeli. Dan mereka mampu untuk membeli.

Maka pada tahapan ini, yang paling krusial adalah operasi penjualan. Saya memberi istilah dengan : The Flawless Sales Operation, atau operasi penjualan tanpa cacat.

Ketika market sudah panas ingin membeli, kanal penjualan harus siap, barang harus tersedia, layanan personal harus aktif, tim harus mensupport semua proses jual beli. Sehingga pasar yang sudah HOT ini dapat terlampiaskan syahwat membelinya. Ini penting. Jangan sampai syahwat market menurun karena operasi penjualan tidak siap menangani customer.

*****

Akhirul kalam, semoga tulisan ini dapat membantu para sales, para pebisnis, para affiliate, untuk kemudian menggembala marketnya dengan sabar.

Gembalalah marketmu menuju padang rumput HOT market. Ketika mereka sudah sampai hot market, disanalah letak kesuksesan seorang marketer dan sales : creating transaction.

Rendy Saputra
CEO KeKe Busana

(tulisan tersebut di atas dipost oleh: http://bit.ly/gurudewa)

Merasa bermanfaat? Share ya.

Address

Bandung
402363

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Perlengkapan toko online posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Perlengkapan toko online:

Share