04/09/2026
Saat membahas risiko laboratorium, banyak orang langsung terpikir pada alat yang rusak atau tidak berfungsi.
Padahal, risiko di laboratorium jauh lebih luas dari itu.
Risiko juga bisa muncul dari:
๐น ketidakberpihakan, misalnya ada tekanan yang memengaruhi objektivitas
๐น personel, seperti kurang kompeten, kurang teliti, atau belum berwenang
๐น sampel, misalnya tertukar, rusak, atau penanganannya tidak sesuai
๐น metode, seperti penggunaan metode yang belum sesuai atau belum diverifikasi
๐น data, termasuk salah input, salah perhitungan, atau kehilangan data
๐น pemasok, misalnya bahan, reagen, atau layanan dari pihak luar yang tidak sesuai
๐น lingkungan, seperti suhu, kelembapan, kebersihan, atau gangguan lain yang memengaruhi hasil
Karena itu, pengelolaan risiko tidak cukup hanya fokus pada peralatan.
Laboratorium perlu melihat seluruh proses agar potensi masalah bisa dikenali lebih awal dan hasil tetap dapat dipercaya.
Kalau di laboratorium Anda, risiko terbesar saat ini apa?