Fita Soedarmono Gallery

Fita Soedarmono Gallery Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Fita Soedarmono Gallery, Bandung.

Bagus bangeeeet...Membantu anak pinter matematika.Coba deh ayah bunda.
20/08/2019

Bagus bangeeeet...
Membantu anak pinter matematika.
Coba deh ayah bunda.

Aplikasi belajar matematika dasar PERKALIAN ini wajib ada di komputer anda. Kenapa? Karena si buah hati yang masih sekolah di TK, SD, SMP bahkan SLTA bisa me...

19/12/2015

Bismillah....

ENERGI MEMAAFKAN

Kalau kita mendengar kata “memaafkan”, yang terlintas di benak kita adalah ada pihak lain yang harus kita maafkan. Padahal, yang kita maafkan adalah diri kita sendiri ujar Erba Sentanu.

Mekanismenya adalah, kita menerima dan mengakui bahwa seseorang telah menyakiti kita, dan kemudian kita menerima dan kemudian kita menerima dan mengakui perasaan kita ketika disakiti orang tersebut. Itulah arti sesungguhnya dari memaafkan ujar Erbe Sentanu.

Memaafkan adalah kejujuran. Jujur untuk mengakui bahwa kita merasa marah, benci, atau dendam, dan kemudian kita memaafkan perasaan-perasaan tersebut. Jadi, sebenarnya kita berurusan dengan hati kita sendiri, bukan dengan orang lain. Maka, kita harus memaafkan perasaan kita sendiri yang telah merasakan marah, benci, atau kecewa setelah disakiti orang lain.

Itulah sebabnya mengapa Nabi Muhammad SAW bersabda, musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. Jadi, yang seharusnya kita taklukkan adalah diri kita, perasaan kita sendiri, bukan orang lain.

Untuk menaklukkan alias memaafkan perasaan kita, maka yang harus dilakukan adalah menerima saja perasaan itu. Perasaan atau emosi adalah energi yang bergerak (e-motion : energy in motion). Energi bersifat mengalir, karena itu tidak bisa ditahan. Kalau ditahan, maka dia akan memupuk dan suatu saat akan memaksa keluar dengan kekuatan yang jauh lebih besar. Karena itu, energi atau emosi ini harus diterima dengan sadar, ikhlas dan tanpa penolakan.

Hanya dengan menyadari dan mengizinkan emosi tersebut hadir di dalam diri, energi ini akan menjadi netral dan kembali menjadi bagian dari diri kita. Rasa tak nyaman yang menyertainya pun akan lenyap.

Lebih dari itu, pertengkaran dan peperangan itu toh ujung-ujungnya mencari jalan untuk damai. Jadi, kenapa tidak berdamai saja dari awal??…

Bismillah....Polisi yang Menilang Sahabatnya Di sebuah kota, tinggallah seorang pemuda. Sebut saja namanya Joko. Suatu h...
11/12/2015

Bismillah....

Polisi yang Menilang Sahabatnya



Di sebuah kota, tinggallah seorang pemuda. Sebut saja namanya Joko. Suatu hari, saat sedang berkendara, ia melihat lampu lalu-lintas yang tak jauh di depannya sudah menyala kuning. Bukannya melambatkan laju mobilnya, Joko malah ‘tancap' gas. Ia tahu, lampu merah di persimpangan itu biasanya menyala cukup lama dan karenanya ia enggan menunggu.

Begitu mendekati lampu lalu-lintas, nyala lampu kuning berganti menjadi merah. Karena berniat menerobos lampu lalu-lintas, Joko pun terus melaju. Namun setelah melaju tak berapa jauh dari persimpangan, tiba-tiba terdengar suara peluit keras sekali. "Priiiiiiitttt!"

Di seberang jalan, seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti. Dengan hati terpaksa dan penuh d**gkol, Joko menepikan kendaraannya. Dari kaca spion, ia memperhatikan polisi yang mendatanginya. Wajahnya familiar.

"Ah, itu kan Andi, teman SMA-ku dulu!" Joko merasa agak lega. Ia pun turun dari mobilnya dan menyambut Andi layaknya teman lama. "Hai, Andi. Senang sekali bisa ketemu kamu lagi!"

"Halo Joko," sapa Andi. Namun, tidak ada senyuman di wajahnya.

"Maaf nih, karena aku lagi buru-buru, jadi terpaksa aku menerobos lampu merah," Joko mencoba memberikan alasan.

Andi mengangguk. "Aku bisa mengerti. Tapi sebenarnya, kami sering memperhatikan kamu melanggar lampu merah di persimpangan ini."

"Oh ya?" Joko memasang muka kurang senang. "Kalau begitu, silakan tilang saja!" Dengan kasar, Joko menyerahkan SIM-nya pada Andi. Kemudian, ia masuk ke dalam mobilnya sambil membanting pintu. Melalui sudut matanya, Joko melihat Andi menulis sesuatu di buku tilangnya. Hatinya jengkel, mengingat perlakuan teman lamanya yang dirasanya kurang simpatik itu.

Tak berapa lama, Andi mengetuk kaca jendela mobilnya. Joko membuka kaca jendela sedikit, mengambil surat tilang yang diselipkan melalui celah sempit itu, dan melemparnya begitu saja ke atas dashboard mobil. Andi tertegun melihat kelakuannya itu. Tapi, ia segera kembali ke posnya tanpa berkata apa pun.

Setelah tiba di tempat tujuan, sebelum turun dari mobil, Joko mengambil surat tilangnya. Tiba-tiba, ia menyadari SIM-nya terselip di situ. Dan kertas yang dikiranya surat tilang ternyata adalah secarik surat untuknya.

"Kenapa aku tidak ditilang?" Sambil terheran-heran, ia segera membaca isi surat Andi.

"Halo Joko, dulu, aku punya seorang anak perempuan. Sayangnya, dia sudah meninggal, tertabrak seorang pengemudi yang ngebut menerobos lampu merah. Mungkin kamu berpikir pelanggaran lalu lintas sebagai hal remeh. Namun bagiku, pelanggaran semacam ini adalah hal besar yang bisa mempengaruhi kehidupan orang lain. Jadi, aku harap kamu hati-hati dalam berkendara. Semoga selamat sampai di tujuan. Salam, Andi."

Joko terhenyak. Air mata penyesalan bercampur kesedihan menetes dari matanya. Segera, ia memutar kendaraannya untuk kembali ke pos polisi di persimpangan tadi. Ia harus meminta maaf pada sahabatnya sekaligus berterima kasih karena telah mengingatkannya. Kali ini, ia mengemudikan kendaraannya dengan lebih cermat dan hati-hati.

---------------------------------------------------------------

Manusia diciptakan berbeda-beda. Dengan menyadari hal itu, kita pun sepatutnya menyadari bahwa sering kali p**a kita memiliki pandangan yang berbeda terhadap sesuatu hal. Seperti pada kisah ilustrasi di atas, kesukaan Joko untuk menerobos lampu merah yang baginya "menyenangkan" justru merupakan sebuah bencana bagi Andi karena pengalamannya yang pahit.

Karena kita tidak hidup seorang diri di dunia ini, kita seharusnya bersedia memperhatikan dan mempertimbangkan penilaian dan pengertian orang lain. Dengan sikap yang penuh kehati-hatian ini, hidup yang kita jalankan akan bermakna lebih baik dan berharga bagi diri kita sendiri juga orang lain di sekitar kita.

Bismillah.....
11/12/2015

Bismillah.....

Bismillah....
10/12/2015

Bismillah....

Gambar-gambar ini lewat di beranda....  karena ngalamin sendiri.Apakah ayah dan bunda pernah mengalami sesi-sesi seperti...
10/12/2015

Gambar-gambar ini lewat di beranda.... karena ngalamin sendiri.
Apakah ayah dan bunda pernah mengalami sesi-sesi seperti ini dengan ananda tercinta???? :-)
Pengalaman yang akan selalu membuat kita tersenyum saat mengingatnya.

MANISNYA PERMEN MASIH TERASA DI LIDAHSeorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang men...
10/12/2015

MANISNYA PERMEN MASIH TERASA DI LIDAH

Seorang lelaki tua terbaring lemah di sebuah rumah sakit. Seorang pemuda datang menengoknya setiap hari dan menghabiskan waktu berjam-jam bersama lelaki tua itu. Pemuda itu menyuapinya, membersihkan badannya, dan membimbingnya berjalan-jalan di taman, lalu membantunya kembali berbaring. Pemuda itu baru pergi setelah merasa bila lelaki tua itu sudah bisa ditinggal.

Suatu ketika perawat yang datang memberi obat dan memeriksa kondisi orang tua itu berkata, “Bapak punya anak yang berbakti. Setiap hari ia datang untuk mengurus Bapak. Sungguh beruntung ya, Pak.”
Lelaki tua itu memandang perawat itu sejenak, lalu memejamkan kedua matanya. Dengan nada sedih, lelaki tua itu berkata, “Saya berangan-angan, seandainya ia adalah salah seorang anak saya. Ia adalah anak yatim yang tinggal di lingkungan tempat tinggal kami. Dulu sekali, saya melihatnya menangis di rumah ibadah, setelah kematian ayahnya. Saya pun membujuknya, menghibur, dan membelikan permen untuknya. Setelah itu saya tidak pernah lagi berbincang dengannya.

Kemudian ketika ia tahu kalau saya dan istri hanya tinggal berdua saja, ia pun berkunjung setiap hari untuk memastikan kami baik-baik saja. Ketika kondisi fisik saya mulai menurun, ia mengajak saya dan istri saya tinggal di rumahnya, lalu secara rutin membawa saya ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan.

Saya pun pernah bertanya padanya, ‘Nak, mengapa engkau menyusahkan diri untuk mengurus kami?’ Sambil tersenyum anak itu menjawab, ‘Manisnya permen masih terasa di mulut saya, Pak.’”

Dari kisah tersebut bisa kita ambil pembelajaran bahwa :

Orang yang baik hatinya pasti akan mendapatkan imbalan yang baik p**a dari Sang Pencipta. Maka, jangan memikirkan untung/rugi ketika mempunyai kesempatan untuk membantu orang yang perlu bantuan. Lakukan saja perbuatan baik secara spontan, dengan hati yang tulus dan ikhlas karena hukum Tuhan tidak pernah salah. Apa yang kita tanam pasti akan kembali kepada kita p**a, bahkan berkelimpahan.

kisah ini saya ambilkan dari status seorang teman ===Saya : pak,krupuk berapa hrgnya?Bpk : 3000 masSaya : beli 3 ya pakB...
09/12/2015

kisah ini saya ambilkan dari status seorang teman ===

Saya : pak,krupuk berapa hrgnya?
Bpk : 3000 mas
Saya : beli 3 ya pak
Bapak itu berdiri dan meraba2 letak tas pinggang nya..
Saya : Astagfirullah... Ternyata bapak itu buta ( hati)

Saya liat bapak itu cm bengong. .

Saya : ini uangnya pak.
Bpk : 3 ya. Jd 9000
Saya : iya
Bpk : uangnya brp?
Saya : X0. 000
Bpk ; bntr ya kembalian nya

Bpk itu sibuk membongkar uang di tas nya..nyaris d kluar smua. .d tangannya

Bpk : Ambil saja mas kembaliannya.
Saya : Seketika itu sayapun terkejut mendengar perintah dari si Bpk.
Dlm hati, "gw kan cuma pengen tau gmn cara bpk itu balikin kembalian...ga serius ambil kembali nya..."

Saya : Lalu secara spontan saya bertnya kpd bpak itu.
pak. Klo saya kasih uangnya 2000 terus saya ambil kembali nya 10rb. Bpk kan ga tau. Trs nanti bpk rugi d**g?
Bpk : Gusti Allah ga akan salah alamat kasih rejeki mas. Klo sekarang saya harus rugi, saya yakin Gusti Allah pasti lg nyiapin rejeki lain buat saya..
Saya : Subhanaallah, gemetar hati mendengarnya ������
bpk : udh ambil kembali nya?
Saya : ga usah pak.. hari ini. .Allah kirim rejeki untuk bpk..
Bpk : Terima kasih mas
Saya : sama2.. Bpk hati2 ya..

Dari status facebook akun Abdurrahman bin Auf

Bismillah....KISAH TEMPAYAN RETAKSeorang tukang air memilik dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujun...
09/12/2015

Bismillah....

KISAH TEMPAYAN RETAK

Seorang tukang air memilik dua tempayan besar, masing-masing bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan yang dibawa menyilang pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan satunya lagi tidak.
Tempayan yang utuh selalu dapat membawa air penuh, walapun melewati perjalanan yang panjang dari mata air ke rumah majikannya. Tempayan reta itu hanya dapat membawa air setengah penuh. Hal ini terjadi setiap hari selama dua tahun. Si tukang air hanya dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si tempayan utuh merasa bangga akan prestasinya karena dapat menunaikan tugas dengan sempurna. Di pihak lain, si tempayan retak merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya ia dapat berikan.

Setiap Orang Memilik Kekurangan

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak berkata kepada seorang tukang air, “Saya sungguh malu kepada diri saya sendiri dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya” “mengapa?” Tanya tukang air, “mengapa kamu merasa malu?” “Saya hanya mampu selama dua tahun ini, membawa setengah porsi air dari yang seharusnya saya dapat saya bawa. Adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacatku itu, saya telah membuat mu rugi.”

Si tukang air merasa kasihan kepada si tempayan retak, dan dalam belas kasihannya, ia menjawab, “Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan.” Tuhan sanggup memakai kelemahan kita untuk maksud yang indah.

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan dan itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia kembali merasa sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor dan kembali dan kembali tempayan retak itu meminta maaf kepada si tukang air atas kegagalannya. Si tukang air berkata kepada tempayan itu, “Apakah kamu tidak memperhatikan adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisi mu? Tapi tidak ada bunga di sepanjang jalan di disi tempayan lain yang tidak retak itu?” Itu karena aku selalu menyadari akan cacatmu dan aku memanfaatkannya. Aku telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisi mud an setiap hari jika kita berjalan p**ang dari mata air, kamu mengairi benih-benih itu. Selama dua tahun ini, aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu untuk dapat menghias meja majikan kita. Tanpa adanya kamu, majikan kita tidak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang.”

Setiap orang memiliki cacat dan kelemahan sendiri. Kita semua adalah tempayan retak, namun jika kita mau, Allah akan menggunakan kekurangan kita untuk maksud tertentu. Dimata Allah yang bijaksana, tak ada yang terbuang percuma. Jangan takut akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu dapat menjadi sarana keindahan....

Ketahuilah dalam kelemahan kita kita menemukan kekuatan kita.



Address

Bandung
40133

Telephone

089623680794

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Fita Soedarmono Gallery posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Fita Soedarmono Gallery:

Share