11/03/2019
Bismillah,
Bagi saya, umroh *BUKAN* soal *mampu atau tidak mampu*. Tapi soal *mau atau tidak mau*. Saya yakin Anda sudah tahu tentang ini. Kalau benar-benar niat (mau) dan dibuktikan dengan *memantaskan diri*, maka akan *dimampukan*.
Yang seperti ini sudah banyak contohnya. Ya, b-a-n-y-a-k. Miskin tapi dimampukan Allah dan diundang sama Allah. Eh, berangkat juga akhirnya. Sampai di Tanah Suci.
Sebagian orang teriak-teriak pengen berUmroh, "Mau, mau, mau," tapi enggan dan sungkan memantaskan diri.Hadir di acara sosialisasi / seminar Umroh gak pernah!! Rekening khusus, nggak ada. DP umrah, nggak ada. Paspor, nggak ada. Ikut manasik, nggak pernah. Baca buku panduan, nggak pernah. Tanya ustadz, nggak pernah.
Mohon maaf, ini *asal-asalan* namanya! Sekali lagi, *asal-asalan*!
Jadi, baiknya gimana? Yah pantaskan diri. Percayalah, Allah *BUKAN* menilai jumlah uang kita untuk mendaftar di travel Umroh. Allah menilai kesungguhan kita dalam *memantaskan diri*.
Buktikan dan tunjukkan kesungguhan itu.Hadiri Sosialisasi / seminar Umroh, Buka rekening khusus (berapapun itu). Nabung secara rutin (berapapun itu). DP ke travel umroh. Bikin paspor. Ikut manasik. Dan seterusnya... Termasuk memperbaiki amal dan sedekah ekstrim.
Lakukan apa yang bisa kita lakukan. Sisanya, biar Allah yang membereskan. Mereka yang sungguh-sungguh *memantaskan diri*, biasanya tak sampai 12 bulan, berangkat juga insya Allah.
Bukan kata orang. Ini menurut pengalaman saya dan pengelaman alumni Seminar saya. Gimana dengan Anda? Yakin? Seberapa yakin? Ayo praktekkan! Semoga berkah berlimpah.
Informasi Sosialisasi Umroh tanya *Saya*
Insya Alloh semua akan jadi lebih mudah di niatkan ibadah mendekatkan diri pada Alloh dan hanya ingin mencari Ridho Alloh
Konsultan Umroh
*Mellyana Sopyani*
WA 081809650616
Tlp 081322747296
• ● *Mulia Sejahtera bagi kita semua* ● •