27/04/2014
KISAH UANG Rp 1.000 & Rp 100.000 Uang Rp 1.000 dan Rp 100.000 sama-sama terbuat darikertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh BankIndonesia (BI).Ketika bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bankdan beredar di masyarakat, 4 bulan kemudian merekabertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan; Yang Rp 100. 000bertanya kepada Rp 1.000, ; 'Kenapa badan kamu begitulusuk, kotor dan bau amis? Rp 1.000 menjawab, 'Karenaaku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan dari tukang becak, tukang sayur,penjual ikan dan ditangan pengemis.' Lalu Rp 1.000 bertanya balik kepada Rp 100.000, 'Kenapakamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?'Dijawabnya, 'Karena begitu aku keluar dari Bank,langsung disambut perempuan cantik, dan beredarnyapun di restoran mahal, di mall dan juga hotel-hotelberbintang serta keberadaan ku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet.' Lalu Rp 1.000 bertanya lagi,'Pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?'Dijawablah, 'Belum pernah'Rp 1.000 pun berkata lagi, 'Ketahuilah walaupun akuhanya Rp 1.000, tetapi aku selalu mampir di seluruhtempat ibadah, dan ditangan anak-anak yatim piatu dan fakir miskin bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan.Aku tidak dipandang bukan sebuah nilai, tetapi adalahsebuah manfaat.' Akhirnya menangislah Rp 100.000karena merasa besar, hebat, tinggi tetapi tidak begitubermanfaat selama ini. Jadi bukan seberapa besarpenghasilan kita, tetapi seberapa bermanfaat penghasilan kita pakai untuk ke jalan yang benar.Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan !!