22/07/2019
"Just Be Your Self"
Sadar atau tidak kata-kata ini bisa saja menjadi langkah awal kegagalan kita jika disalah artikan.
Kok bisa? Kata-kata ini sering sekali digunakan untuk membenarkan bahwa kita pantas untuk gagal.
Ketika gagal kita selalu mengatakan :
👉 “Tidak perlu mimpi ketinggian. Nanti kalau jatuh, sakit.”
👉 “Syukuri pekerjaan sekarang, meskipun gajinya kecil, toh masih bisa menghidupi istri dan anak.
👉 "Ini lebih baik daripada nganggur.”
👉 “Saya sudah ditakdirkan seperti ini, syukuri saja.”
Benarkah ini bentuk rasa syukur? Sayangnya bukan. Ini tanda bahwa kita sudah menyerah pada nasib. Kita merasa tidak pantas mendapat lebih baik. Kita merasa kalah. Ya sudah sampai begini saja.
Rasa syukur itu ketika kita mampu menerima kegagalan, tapi tidak berhenti berjuang. Kegagalan tadi kita jadikan pelajaran untuk menjadi lebih baik, bukan alasan untuk menyerah.
Allah anugerahi kita berupa potensi yang sangat besar saat kita terlahir ke dunia, tapi tidak kita gunakan secara maksimal. Seakan-akan seluruh anugerah yang diberikan oleh Allah hanya cukup untuk mencapai level begitu-gitu saja.
Seakan-akan kita tidak pantas menjadi lebih baik.
Makanya, kalau ada yang mengatakan,
“Saya tidak tahu. Saya tidak bisa. Saya hanya bisa sampai seperti ini saja. Saya sudah cukup baik sekarang. Saya tidak bisa berkembang lagi, hanya cukup seperti ini.”
Coba deh renungkan :
👉 “Benarkah kamu hanya bisa seperti itu?”
👉 “Benarkah kamu tidak bisa lebih baik lagi?”
👉 “Benarkah potensi yang kamu miliki hanya cukup untuk menjadi seperti ini?”
Renungkan!!
Tidak ingin menjadi lebih baik itu bentuk keegoisan. Kita merasa cukup hanya karena sudah mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari diri kita sendiri. Kita tidak pernah memikirkan bahwa masih banyak sekali orang di luar sana yang membutuhkan bantuan kita.
Egois sekali kan?
Kita hanya memikirkan perut sendiri, tidak memikirkan perut orang lain yang kelaparan. Kita terlalu bangga dengan pencapaian sekarang yang ternyata belum ada apa-apanya.
Ingat! Kamu bisa menjadi lebih baik. Jangan selalu berlindung pada kata-kata bijak yang bukannya mendewasakan, malah tampak sangat kekanakan.
Menerima kelemahan diri sendiri itu baik. Tapi bukan berarti kita membanggakannya dengan menyerah dan kalah.
“Just be your self.”
Jadilah dirimu sendiri. Ini bijak sekali. Jangan disalahartikan.
Dirimu sendiri yang dimaksud adalah dirimu yang selalu bergerak menjadi lebih baik, bukan dirimu yang menyerah pada kegagalan.
Tidak ada orang yang terlahir untuk gagal seumur hidupnya. Catat!
Tidak tahu, belajar. Gagal, bangkit.
*Semangat Pagi, Semangat Menjemput Rezeki* 😊✊🔥