Teh Jameela

Teh Jameela Teh Jameela teh kesehatan terdiri dari daun jati china, daun jati belanda, adas manis, rosemary, kemuning, bangle, kulit jeruk purut, kayu rapet dan greentea

Permanently closed.
26/08/2025

baik tikus maupun manusia—jika diberikan segala kenyamanan tanpa usaha atau tantangan, pasti akan jatuh ke dalam kehancuran internal. Fakta yang terbukti ini telah disebutkan oleh Allah SWT dalam Kitab-Nya. Allah SWT berfirman:
وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ
“Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya, niscaya mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Dia menurunkannya menurut ukuran yang Dia kehendaki.” (QS. Asy-Syura: 27)

ANAKMU BUKAN MILIKMUKarya: Kahlil GibranAnak adalah kehidupan,Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu...
25/08/2025

ANAKMU BUKAN MILIKMU
Karya: Kahlil Gibran
Anak adalah kehidupan,
Mereka sekedar lahir melaluimu tetapi bukan berasal darimu.
Walaupun bersamamu tetapi bukan milikmu,
Curahkan kasih sayang tetapi bukan memaksakan pikiranmu
karena mereka dikaruniai pikiranya sendiri.
Berikan rumah untuk raganya, tetapi tidak jiwanya,
Karena jiwanya milik masa mendatang
Yang tak bisa kau datangi
Bahkan dalam mimpi sekalipun.
Bisa saja mereka mirip dirimu, tetapi jangan pernah
Menuntut mereka jadi sepertimu.
Sebab kehidupan itu menuju kedepan, dan
Tidak tenggelam di masa lampau.
Kaulah busur,
Dan anak-anakmulah anak panah yang meluncur.
Sang Pemanah Maha Tahu sasaran bidikan keabadian.
Dia menantangmu dengan kekuasaan-Nya,
hingga anak panah itu meleset,
jauh serta cepat.
Meliuklah dengan sukacita
Dalam rentangan Sang Pemanah, sebab Dia
Mengasihi anak-anak panah yang meleset laksana kilat,
Sebaimana p**a dikasihiNya busur yang mantap.
Kahlil Gibran.

24/06/2025

21/06/2025
21/06/2025

17/06/2025

kadang

07/06/2025

Tambang di Raja Ampat: Jejak Izin dari Era Soeharto hingga Jokowi

Raja Ampat, ikon pariwisata dunia dengan kekayaan lautnya yang luar biasa, ternyata juga menyimpan konflik lama: tambang nikel yang menimbulkan polemik. Aktivitas pertambangan di wilayah ini telah berlangsung selama lebih dari dua dekade, dengan izin-izin yang diterbitkan sejak masa Orde Baru hingga pemerintahan terbaru.

🔍 Sejarah Aktivitas Tambang dan Perizinannya
✅ Era Presiden Soeharto (1998)
Pada 18 Februari 1998, PT Gag Nikel menandatangani Kontrak Karya Generasi VII. Konsorsium ini terdiri dari BHP Billiton (75%) dan PT Aneka Tambang (25%).

Wilayah konsesi seluas 13.136 hektare diberikan di Pulau Gag, Raja Ampat.

Ini menjadi tonggak awal aktivitas tambang di Raja Ampat secara legal.

✅ Era Presiden Megawati Soekarnoputri (2004)
Tahun 1999, UU No. 41 tentang Kehutanan menyatakan hutan lindung tidak boleh ditambang secara terbuka.

Namun pada 2004, Megawati mengeluarkan Keputusan Presiden No. 41/2004, yang memberikan dispensasi kepada 13 perusahaan tambang termasuk PT Gag Nikel untuk tetap beroperasi di hutan lindung karena mereka memiliki kontrak sebelum UU berlaku.

✅ Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2004–2014)
Pada masa ini, PT Gag Nikel mendapatkan Izin Lingkungan dan Persetujuan Kelayakan Usaha Tambang.

Tanggal 4 Agustus 2014, Kementerian ESDM mengeluarkan persetujuan studi kelayakan.

PT Gag Nikel juga mendapatkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) pada 2015, meskipun penerbitannya dilanjutkan di awal masa Jokowi.

✅ Era Presiden Joko Widodo (2014–sekarang)
Pada 30 Desember 2017, diterbitkan Izin Operasi Produksi melalui SK Nomor 430.K/30/DJB/2017.

Aktivitas tambang dimulai secara penuh pada 2018, berfokus pada produksi nikel di Pulau Gag.

⚠️ Kontroversi dan Penolakan
Raja Ampat merupakan kawasan konservasi yang masuk dalam Segitiga Terumbu Karang Dunia (Coral Triangle). Masuknya tambang ke wilayah ini memunculkan banyak penolakan:

Masyarakat adat menolak karena tambang dianggap mengganggu hak ulayat dan ekologi yang menjadi dasar hidup mereka.

Lingkungan rusak: Potensi kerusakan terumbu karang, sedimentasi laut, deforestasi, dan pencemaran air menjadi sorotan.

🛑 Tindakan Pemerintah
Pada Mei 2025, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan investigasi di Pulau Gag dan menemukan indikasi pelanggaran lingkungan. Izin operasional PT Gag Nikel kemudian dibekukan sementara untuk evaluasi ulang.

✍️ Kesimp**an
Jejak aktivitas tambang di Raja Ampat adalah cermin dilema antara ekonomi dan ekologi. Dimulai dari era Presiden Soeharto dengan kontrak karya, hingga Jokowi yang memberikan izin operasi produksi, tambang nikel di Pulau Gag terus menimbulkan pro-kontra.

Kini, nasib Raja Ampat tergantung pada keputusan: melanjutkan tambang dengan risiko ekologi atau mengakhiri izin demi pelestarian alam dan budaya lokal.

📚 Sumber Resmi:

1. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Laporan Inspeksi Raja Ampat, Mei 2025
2. Keppres No. 41 Tahun 2004, Presiden Megawati Soekarnoputri
3. Kontrak Karya PT Gag Nikel (1998), era Presiden Soeharto
4. Responsible Mining Indonesia, Profil dan Perizinan PT Gag Nikel
5. Kompascom – “Izin Tambang di Raja Ampat Dihentikan”, Mei 2025
6. WWF Indonesia – Coral Triangle Conservation, 2022

22/05/2025
20/05/2025

*NGAJI AI*
edisi 143 (21 Mei 2025)
---------------

HIKMAH PENDERITAAN. Dalam tubuh yang tak lagi berdaya, terbaring seorang insan yang tak sekadar menanggung sakit, melainkan memikul waktu—hari-hari panjang yang bergulir lamban, seperti butiran pasir yang jatuh satu-satu dari jam yang tak berkesudahan. Ia bukan hanya sakit dalam raga, tetapi juga sedang meniti jalan sunyi ruhani, di mana suara dunia kian menjauh, dan yang terdengar hanyalah bisikan jiwa serta gema-gema takdir yang ditiupkan lembut dari langit.

Ia bukan sekadar orang sakit. Ia adalah hamba yang dipanggil untuk diam, agar mendengar lebih jernih pesan dari Tuhannya. Ketika tangan tak lagi kuat menggenggam, dan kaki tak lagi sanggup melangkah, maka jiwa pun diajak untuk bersujud lebih dalam dari yang pernah ia sangka—bukan dengan tubuh, melainkan dengan pasrah yang sebenar-benarnya pasrah.

Dalam detik-detiknya, kadang hadir sebersit tanya, “Ya Allah, mengapa Kau pilih aku?” Namun dari tanya itu, lahir rasa yang tak bisa dijelaskan oleh kata: rasa dipilih, rasa dilihat, rasa dicintai dalam bentuk yang tak biasa.

Kesunyian yang menyelubunginya bukan kehampaan. Ia adalah selimut rahmat, tempat qalbu belajar mengenal Rabb-nya bukan melalui nikmat, tapi melalui perih. Karena justru dalam perih itulah, tirai-tirai dunia mulai terbuka, dan hijab-hijab makna tersingkap. Ia kini tahu, bahwa kesembuhan hakiki bukan kembalinya kekuatan, melainkan kembali kepada Tuhan dengan jiwa yang ridha dan diridhai.

Setiap malam, ia menatap langit-langit kamarnya yang pucat, namun di matanya itu adalah langit ketujuh. Ia berbicara diam-diam pada Tuhan—bukan memohon disembuhkan, tetapi memohon diberi makna. Ia menangis bukan karena tak tahan, tetapi karena rindu; rindu akan kedekatan yang ia rasakan hanya dalam kesendirian itu.

Dalam sakitnya, ia menyadari bahwa tubuh ini fana, dunia ini lalai, dan waktu adalah utusan Tuhan yang sabar. Maka ia pun mulai melepaskan, satu demi satu: ambisi, gengsi, bahkan ketakutan. Yang tertinggal hanyalah hati yang mengarah pada Nur Ilahi, yang kini terasa dekat seperti napas yang ia hembuskan pelan-pelan.

Dan bila ajal datang, ia tak akan lari. Ia telah berdamai. Ia telah mencinta. Ia telah menemukan kehidupan dalam sakit yang menanggalkannya dari dunia.

“Wahai Tuhan, jika sakit ini adalah panggilan-Mu, maka ajarilah aku untuk menyambutnya dengan hati seorang kekasih, bukan sekadar hamba yang terpaksa.”

Demikianlah suasana batin orang yang diuji menahun dalam sakit, menurut pandangan Islam yang batinnya telah merasuk dalam jiwa: bahwa derita bukanlah hukuman, tetapi madrasah para kekasih Tuhan.

*وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُوٓا۟ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ*
_“Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.’”_
> (QS. Al-Baqarah: 155–156)

Firman itu bagai embun di padang gersang. Ia pun belajar meneguk sabar, seteguk demi seteguk, meski pahit di awal, manis di ujungnya. Di tengah rasa yang meradang, ia temukan ketenangan yang tak bisa diberikan oleh obat, melainkan hanya oleh keyakinan bahwa Tuhan tidak sedang menjauh, justru sedang menggenggam lebih erat.

Ia menunduk, bukan karena kalah, tapi karena sadar: segala daya telah ditanggalkan, hanya tawakkal yang masih tersisa sebagai perisai jiwa. Ia pun memeluk sabda suci itu:

*وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ*
_“Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Allah (menjadi penolong) baginya.”_ (QS. At-Thalaq: 3)

Dalam peluk ayat-ayat ini, hatinya mulai terjaga dari segala bisikan gelap: dari amarah pada takdir, dari dengki pada yang sehat, dari lelah yang ingin menyerah. Ia memilih sujud batin, menyerahkan derita menjadi doa, dan airmata menjadi dzikir.

Ia tahu, penyakitnya tak hanya mengikis tubuh, tetapi juga mengikis dosa. Maka ia pun bersyukur dalam bahasa yang hanya dimengerti para pencinta Ilahi:

*مَا يُصِيبُ ٱلْمُؤْمِنَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حَزَنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ*
_“Tidaklah seorang mukmin tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, gangguan, atau kesempitan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.”_ (HR. Bukhari dan Muslim)

Sakit itu kini bukan lagi beban, tetapi cermin—untuk melihat betapa fana tubuh, betapa kekal jiwa. Ia mulai mengisi hari-harinya bukan dengan hitungan kesembuhan, tetapi dengan harap agar wafatnya nanti dalam keadaan husnul khatimah.

Dan jika suatu malam, ruhnya dijemput, maka ia telah menyiapkan satu permohonan dalam sujudnya yang paling lirih:

*رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّي مِن لَّدُنكَ سُلْطَـٰنًا نَّصِيرًا*
_“Ya Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, serta berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong.”_(QS. Al-Isra’: 80)

Dan ia pun menutup matanya… bukan sebagai orang kalah, tapi sebagai pejuang sunyi yang p**ang dalam damai. (ADS)

19/05/2025



*_Caurettan Diri!!~~~🖋️_*
______________🫧💞📚

*_Sahabat Fillah ~~~_*
Hiduplah secara mandiri, karena disitu terdapat kebahagiaan. Kebahagiaan tanpa kemandirian adalah kebahagiaan yang rapuh.

Hidup mandiri meskipun pada awalnya terasa memberatkan, tapi kemandirian sebenarnya adalah gaya hidup yang menyenangkan.

✿❁࿐❁✿✿❁࿐❁✿
________📚💞🫧

*Celupkan diri kita kedalam lingkungan yang bisa membuat kita mandiri, dan bergantunglah hanya kepada Allah SWT semata bukan kepada yang lain, dan ikuti petunjuk Allah (Al Qur'an) dengan benar sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah, insyaallah hidup akan membawa keberkahan.*

🌸📚~~~🖌️

11/05/2025

10/05/2025

Address

Jalan Tamansari No. 1
Bandung
40116

Telephone

+6281977723469

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Teh Jameela posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to Teh Jameela:

Share