09/12/2015
Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan
Nila Moeloek mengharapkan Pramuka Saka
Bakti Husada (SBH) bisa menjadi pelopor
gaya hidup sehat bagi masyarakat di
seluruh Indonesia.
"Tujuan dibentuknya SBH untuk mewujudkan
kader pembangunan bidang kesehatan yang
dapat membantu melembagakan norma
hidup sehat," kata Nila Moeloek di Jakarta,
Rabu.
Dia menambahkan Pramuka Saka Bakti
Husada adalah kegiatan ekstra kurikuler di
bidang kesehatan yang dibentuk oleh
Kementerian Kesehatan bersama Kwartir
Nasional Gerakan Praja Muda Karana
(Kwarnas Pramuka) pada 17 Juli 1985.
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-21
pada 12 November 1985 di Magelang,
dijadikan momentum untuk meresmikan
Saka Bakti Husada.
Nila Moeloek menegaskan pentingnya peran
Gerakan Pramuka sebagai mitra potensial
pemerintah dalam pembangunan kesehatan.
"Begitu p**a Saka Bakti Husada berperan
sebagai pelopor hidup sehat bagi diri
sendiri, keluarga dan masyarakat di
sekitarnya," katanya.
Hal tersebut, tambah dia, sejalan dengan
tujuan pembangunan kesehatan, yaitu
meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan untuk memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan yang
optimal.
"Kelompok masyarakat yang paling
potensial dalam pembangunan kesehatan di
Indonesia adalah kelompok usia remaja,"
katanya.
Menkes menambahkan, beberapa kegiatan
yang dilakukan Saka Bakti Husada antara
lain kampanye PHBS di sekolah dan
lingkungan masyarakat, peningkatan
kesadaran akan bahaya tuberkulosis dan
HIV/AIDS, kampanye pentingnya imunisasi,
pengendalian vektor penyakit, hingga
pemahaman tentang obat. Selain itu, Saka
Bakti Husada juga dididik untuk tanggap
dalam situasi bencana.
Liputan6.com Situs Berita Hari Ini Indonesia Menyajikan Kabar Harian Berita Terkini dan Terbaru Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga Hingga Gosip Artis