20/01/2020
Bagaimana “Psycho-Hacking” Meningkatkan Omzett Restoran Anda?Apa kesamaan dari resto yang saya sebut berikut ini?
McD
Richeese Factory
Rocket Chicken
Chicken Crush
SS
Olive Chicken
Ayam Gobyos
Anda benar. Semuanya pake warna merah dan/atau kuning. Kenapa? Karena warna merah dan kuning itu bikin laper. Ga cuma itu..
Warna merah juga membuat kita merasa terburu-buru. Makanya, pelanggan ga pengen lama-lama di restoran. Pengennya langsung ngabisin makanan terus pergi. Ini bagus bagi pemilik resto. Artinya? Kursinya bisa gantian dipake pelanggan berikutnya.
Salah satu kunci meningkatkan omzet resto Anda adalah dengan membuat pengunjung cepet makan dan cepet pergi. Memilih warna merah dan kuning hanyalah salah satunya. Apalagi cara lainnya?
Dengan menciptakan tata ruang yang bikin orang males duduk lama di situ. Misalnya…
Jangan pake kursi yang ada sandarannya. Sehingga orang fokus untuk makan. Begitu makan selesai, dia males ngobrol-ngobrol. Inilah yang membedakan kursi di fast food dengan kursi di kafe atau restoran fine dining.
Tentu sah-sah saja sediakan kursi bersandar di resto Anda. Tapi jangan banyak-banyak. Kecuali Anda mendesain rumah makan Anda untuk keluarga yang ingin spend waktu lama di resto. Misalnya, terintegrasi dengan pemancingan.
Bagaimana dengan pencahayaan?
Di gerai McD, lampu dibikin terang. Di kafe dan resto fine dining, dibikin remang-remang. Lalu, suaranya?
Resto untuk relaksasi, biasanya nyetel musik santai. Mungkin alunan jawa, sunda, atau malah musik klasik. Sedangkan di McD, apa yang Anda dengar di sana?
Keriuhan petugas melayani pembeli. Suara dapur. Sreng..sreng...sreng! Apa artinya bagi bawah sadar Anda?
McD rame. Laris manis. Suara orang masak membuat perut Anda keroncongan. Apalagi aroma bumbunya. Jadi, secara ringkas…
1) Pilih warna merah dan kuning
2) Pastikan lampu terang
3) Perdengarkan keriuhan melayani pembeli, keriuhan dapur
4) Aroma masakan tercium terus menerus
5) Pilih kursi tanpa sandaran
Adalah 5 tips psyco-hacking yang cocok bila Anda ingin membuat warung makan yang “cepat”. Pesan, makan, pulang. No ngobrol-ngobrol. No nongkrong-nongkrong. No numpang wifi.
Bila yang Anda jual justru aura santai, tempat ngopi-ngopi, nongki-nongki, tinggal lakukan sebaliknya. Berikan suasana temaram, suasana syahdu, waitres berjalan elegan, dan kursi yang nyaman.
Contoh nyata:
Roti O dan Rotiboy. Bila Anda seperti saya, Anda sering terjebak pengen beli roti mereka cuma karena nyium baunya yang enak. Kadang baru lewat aja udah nyium baunya, terus pengen mampir. Dari baunya, saya udah terbayang kelezatannya. Bukan begitu?
Waroeng SS. Warung legendaris ini memaksimalkan sisi audio hacking nya. Silakan ke sana siang hari. Lalu, besok ke sana lagi untuk malam hari. Anda akan dengerin playlist lagu yang berbeda-beda.
Oya, satu lagi.
Kalau Anda main di kuliner, jangan lupakan aspek pendengaran. Kalau makanan Anda crispy tentu ga masalah.
Kalo belum? Sediakan KRUPUK. Ada pembeli tertentu yang merasa kurang kalo ga ada kriuk-kriuk. Pastikan Krupuk yang Anda sediakan selalu renyah. Jangan melempem.
Ga s**a krupuk? Sediakan camilan crunchy lainnya. Entah emping, potato chips, dan lainnya.
Sudah ya. Bahas makanan bikin laper!
Jurus-jurus Psycho-hacking seperti ini ada di bukunya mas Bondan Satria Nusantara. jadi, mending baca dan praktekkan ..
Mas Bondan adalah Kreator iklan yang sudah menghasilkan berbagai konten iklan kreatif, menjual tanpa harus berbual pada calon customer