09/02/2015
yg pengen budidaya kroto monggo disimak...
Kroto semakin dicari banyak
orang. Campuran telur dan larva
yang dihasilkan oleh semut
rangrang ini semakin populer
karena harga jual kroto terbilang
tinggi, meskipun berfluktuatif.
Jauh sebelum permintaan
membludak, kroto didapatkan dari
perburuan di alam bebas. Lama
kelamaan keberadaan kroto
semakin langka. Budidaya kroto
dipandang sebagai jalan keluar
untuk mendapatkan kroto dalam
jumlah banyak dan kontinyu.
Tidak semua jenis semut bisa
dibudidayakan dan menghasilkan
kroto yang digunakan sebagai
pakan burung atau ikan. Semut
rangrang yang telah berhasil
dibudidayakan secara meluas
adalah jenis Oecophylla
smaragdina . Habitat semut
rangrang ini tersebar mulai dari
Asia hingga ke Australia bagian
utara.
Persiapan budidaya kroto
Dalam sistem budidaya, semut
rangrang bisa hidup dalam sarang
buatan. Sarang atau kandang
untuk semut rangrang bisa dibuat
dari paralon, bambu, toples, dan
lain sebagainya. Adapun langkah-
langkah persiapan untuk budidaya
kroto adalah sebagai berikut:
a. Menyiapkan bibit koloni
Bibit koloni untuk budidaya kroto
bisa didapat dari hasil tangkapan
di alam atau membelinya dari
petani lain. Ada kiat-kiat tersendiri
untuk mendapatkan bibit koloni
dari alam, yang akan kami uraikan
dalam tulisan terpisah.
Bila kesulitan mendapatkan bibit
koloni dari alam, kita bisa membeli
bibit kroto pada pembudidaya lain.
Bibit kroto biasanya dijual dalam
kemasan stoples atau botol plastik
bening. Harganya cukup mahal,
satu botol plastik berukuran 1 liter
harganya sekitar 150-200 ribu
rupiah.
b. Membuat kandang
Pada kesempatan kali ini kami
akan menjabarkan cara membuat
kandang kroto menggunakan
paralon. Kandang paralon lebih
praktis, fleksibel dan mudah
perawatannya. Adapun kelebihan
dari media paralon adalah sebagai
berikut:
Membuatnya mudah, tinggal
memotong paralon dengan
panjang yang sama.
Kemudian susun dalam rak,
media langsung bisa
digunakan.
Media tahan lama, bisa
untuk 5-10 tahun.
Paralon umumnya gelap
atau kedap cahaya, namun
kedua sisinya terbuka.
Lingkungan yang baik bagi
semut rangrang yang
membutuhkan intensitas
cahaya sekitar 0,01-0,06 lm/
m2 saja.
Karena bentuknya silinder,
bila disusun dengan baik
posisinya akan saling
menguatkan dan tidak
mudah berpindah.
Lebih mudah dalam
pemanenan dan
meminimalkan kematian
koloni pasca panen. Serta
mudah dibersihkan.
Berikut ini tahapan pembuatan
kandang untuk budidaya kroto:
Buat sebuah rak bersusun 2
tingkat. Rak bisa dibuat dari
mambu, kayu atau besi.
Ukuran rak disesuaikan
dengan ukuran tempat.
Letakkan setiap kaki rak di
atas wadah plastik, bisa
mangkuk atau piring arau
potongan kaleng. Berikan air
pada wadah tersebut, bisa
juga dengan memberikan
cairan oli bekas, agar cairan
tidak cepat menguap dan
kering.
Penggenangan kaki-kaki rak
dalam cairan tersebut
bertujuan untuk menghindari
kaburnya koloni semut
rangrang. Bagian-bagian rak
tidak boleh bersentuhan
dengan dinding atau benda
lainnya.
Pilih paralon berdiameter 12
cm, kemudian potong
panjang masing-masing
sekitar 50 cm, atau
sesuaikan dengan lebar rak.
Susun paralon tersebut
dalam rak, berikan daun-
daunan dalam paralon untuk
merangsang semut rangrang
membuat sarang. Langkah
selanjutnya adalah
menebarkan bibit koloni
pada kandang tersebut.
Kandang harus diletakkan di
tempat yang tenang, jauh dari
gangguan. Karena ratu semut
membutuhkan ketenangan agar
bisa bertelur dengan optimal.
Kandang budidaya kroto akan
lebih baik bila ditempatkan di
ruangan tertutup.
c. Menebarkan bibit koloni
Setelah rak dan p**a paralon untuk
kandang selesai disiapkan,
langkah selanjutnya adalah
meletakkan koloni semut
rangrang. Paralon merupakan
media budidaya kroto yang sangat
praktis. Tidak seperti toples atau
media lainnya yang harus
dipersiapkan, media paralon
cukup disusun diatas rak,
langsung bisa digunakan.
Biasanya bibit koloni dijual dalam
toples atau dalam botol plastik.
Untuk memindahkannya pada
media paralon, cukup potong
botol plastik atau buka toplesnya
dan letakkan di atas tumpukan
paralon.
Kemudian sediakan pakan dan air
gula di sekitar sarang tersebut.
Semut rangrang dengan
sendirinya akan berkeliaran dan
mulai masuk dalam tumpukan
paralon untuk bersarang. Setelah
semut kerasan tinggal di kandang,
selanjutnya tinggal memberikan
perawatan rutin agar koloni
menghasilkan kroto dengan
maksimal.
Pemberian pakan
Jenis-jenis pakan budidaya kroto
diantaranya ulat, jangkrik,
belalang, cecak dan hewan kecil
lainnya. Bisa juga disajikan daging
ayam yang telah direbus agar
tidak membusuk dan berbau. Atau,
berikan tulang-tulangan,
pemberian tulang sapi atau
kambing harus dipecahkan sampai
sumsumnya keluar. Pakan
tersebut berfungsi sebagai asupan
protein dan lemak bagi kroto.
Selain protein, budidaya kroto
membutuhkan sumber gula. Di
alam, semut rangrang
mendapatkan asupan karbohidrat
dari gula, biasanya berupa nektar
yang dihasilkan kutu daun seperti
aphid. Dalam budidaya kroto
karbohidrat disediakan dengan
memberikan gula pasir yang
dilarutkan dalam air.
Cara memberi makan koloni semut
rangrang adalah sebagai berikut:
Gunakan tatakan, bisa dari
piring plastik atau wadah
lain yang bentuknya ceper.
Letakan bahan makanan
dalam wadah tersebut,
misalnya ulat hongkong,
belatung, daging ayam atau
tulang belulang. Wadah
diletakkan pada rak
disamping sarang semut.
Apabila menggunakan pakan
hidup yang bisa melompat,
misalnya jangkrik.
Hendaknya lumpuhkan
terlebih dahulu agar tidak
kabur. Atau bisa juga
dimasukkan langsung pada
sarang semut.
Sebagai sumber gula,
gunakan tatakan kecil untuk
tempat air yang telah
dicampur dengan gula pasir.
Larutkan 1-2 sendok gula
pasir pada sekitar 200 ml air
bersih. Biasanya air larutan
gula akan habis dalam 2-3
hari, tergantung pada jumlah
koloni.
Pemanenan kroto
Kapan kroto mulai bisa dipanen?
jawabannya, secara teoritis telur
semut rangrang mempunyai daur
15-20 hari. Mulai dari telur-larva-
hingga menjadi semut.
Pemanenan bisa dilakukan setelah
sarang semut terlihat penuh
dengan telur atau kroto yang
berwarna putih. Pada media atau
sarang yang telah stabil,
selanjutnya kroto bisa dipanen
setiap 15-20 hari.
Pada awal budidaya, sebaiknya
bibit koloni dibiarkan berkembang
biak sehingga populasi semutnya
bertambah. Setidaknya hingga 6
bulan pertama tidak dipanen
terlebih dahulu. Kemudian setelah
6 bulan, pemanenan bisa
dilakukan 2 kali setiap bulannya.
Atau bisa diatur menjadi setiap
hari dengan mengkombinasikan
jumlah sarang dan siklus panen.
Tahap melakukan pemanenan
adalah sebagai berikut:
Siapkan wadah berupa
baskom atau ember plastik.
Siapkan juga saringan dari
kawat ram, letakkan dalam
baskom tersebut.
Gunakan sarung tangan
karet untuk menghindari
gigitan semut.
Ambil media atau sarang
dan tumpahkan isinya ke
dalam baskom yang sudah
diberi saringan kawat ram.
Kroto akan jatuh ke dasar
baskom sedangkan
semutnya akan tersaring.
Bersihkan media paralon
dan letakkan kembali kawat
ram yang berisi semut pada
rak.
sumber : wartaagro.com
agro, agri