09/05/2020
Houtman Zainal Arifin pensiun sebagai seorang Vice President, posisi tertinggi di Citibank Indonesia. Padahal, ia pertama masuk Citibank sebagai seorang pembantu atau Office Boy. Hal ini tentu sangat mengejutkan. Kisah ini adalah sebuah kisah nyata. Pada tahun 1950an, ia lulus SMA dan merantau ke Jakarta dengan niat untuk menjadi orang sukses dan kaya
Tapi Houtman harus menelan pil pahit bahwa sukses harus diraih dengan menanggung malu, menahan gengsi, kerja keras, dan memanfaatkan waktu dengan optimal. Ia akhirnya merambat naik dari posisinya sebagai OB, dengan banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya
Selama 19 tahun, ia merangkak dari posisi sebagai OB kemudian menjadi tukang fotokopi. Pada saat memfotokopi berbagai dokumen, ia membaca dan mempelajari isinya. Ia pun tertarik untuk mengetahui istilah-istilah perbankan seperti Letter of Credit, Bank Guarantee, Kliring, dan lain sebagainya
Suatu hari, Houtman menawarkan bantuan pada karyawan bank yang bekerja sampai malam mengurus administrasi. Ia mendapat tugas untuk membubuhkan cap pada berbagai dokumen. Dengan ancaman dipecat bila salah, Houtman yang sangat berhati-hati lalu mengerjakan pekerjaan itu hingga berjam-jam lamanya, namun ia berhasil dengan baik
Kebaikan hatinya untuk meringankan tugas orang lain ini, membuka kesempatan untuk Houtman belajar banyak hal dalam waktu yang cepat. Ia pun dis**ai karena teliti, rajin, dan s**a menolong
Kisahnya banyak bertebaran dimana-mana, inspiratif bagi kita yang sering mengeluh dengan keadaan dan lingkungan tempat kita bekerja
Beliau telah tiada tahun 2012 silam, tetapi semangatnya masih terus menginspirasi kita sampai dengan saat ini