13/10/2026
Proporsional antara usaha dan tawakal
disinggung oleh Al-Ghazali seperti yang dikutip oleh Al-Mubarakfuri dalam kitab Tuhfat al-Ahwadzi juz 7, halaman 8 sebagai berikut:
وَقَدْ يُظَنُّ أَنَّ مَعْنَى التَّوَكُّلِ تَرْكُ الْكَسْبِ بِالْبَدَنِ وَتَرْكُ التَّدْبِيرِ بِالْقَلْبِ وَالسُّقُوطُ عَلَى الْأَرْضِ كَالْخِرْقَةِ الْمُلْقَاةِ أَوْ كَلَحْمٍ عَلَى وَضْمٍ وَهَذَا ظَنُّ الْجُهَّالِ فَإِنَّ ذَلِكَ حَرَامٌ فِي الشَّرْعِ
Artinya: "Muncul banyak prasangka bahwa tawakal bermakna tidak membutuhkan usaha secara fisik, penguatan sikap optimis dalam hati, dan turun ke lapangan untuk berusaha seperti kain yang dilemparkan dan daging yang ditaruh di wadah. Ini adalah prasangka orang-orang bodoh karena hal itu dilarang oleh agama."