05/10/2017
CANGKIR KEHIDUPAN
Berawal dari tanah liat yang mungkin sering diinjak-injak, kemudian "sepesang tangan" datang merangkulnya untuk menjadikannya bahan dasar sebuah cangkir.
Tanah pun dilemparkan ke sebuah "alat", kemudian mulailah ia diputar-putar, ditempa, dipukul-pukul, dipanggang dengan suhu yang sangat panas, didinginkan dengan suhu yang juga sangat ekstrem.
Tidak berhenti sampai disitu, ia pun masih harus diukir, diberi warna, dipanaskan bahkan dengan suhu yang lebih tinggi lagi, baru kemudian didinginkan kembali.
Seandainya saja bakal cangkir itu diizinkan untuk bisa merasakan apa yang terjadi pada dirinya.
Bisa jadi ia akan menjerit, menangis, atau bahkan melarikan diri. Atau justru tetap bertahan, menghadapi segala rintang yang ada. Kita takkan tahu "jalan" mana yang akan diambilnya.
Satu hal yang pasti, "tahap demi tahap" yang dilalui itu, mulai mendekat pada garis "akhir". Waktu pun menjadi sahabat setia untuk perjalanan sang cangkir.
Begitu panjangnya rangkaian PROSES untuk menjadi sesuatu yang berbeda, sesuatu yang jauuh lebih berharga.
Proses Meraih Impian memang bukanlah sesuatu yang mudah. Tetapi adalah sebuah keniscayaan bahwa perjalanan akan ada akhirnya. Dan Hasil tidak akan pernah mengkhianati Usaha.
Maka mari kita bersama-sama "Berproses Dengan Indah" :)
I SHARE 'COZ I CARE 😍😍😍