31/12/2024
Permulaan Baru
Baru. Kata yang indah. Segar. Sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Sebuah permulaan.
Apakah ini yang kamu cari? Untuk dijadikan baru?
Yesaya 43:18-19 (TB) mengatakan: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu,
dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru,
yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?”
Nabi Yesaya menulis kitab Yesaya sekitar 700 tahun sebelum kedatangan Yesus. Bagian ini ditulis untuk orang-orang Ibrani yang ditawan di Babel, yang sangat ingin dibebaskan. Mereka ditawan secara fisik. Mereka juga ditawan secara rohani. Dosa—kesalahan dan kekeliruan yang menjadi sumber pemisah antara manusia dan Tuhan—berkuasa di hati manusia dan tidak ada seorang pun yang dapat menaklukkannya. Tapi jalan keluarnya sudah mulai terlihat.
Bagian terakhir ayat ini mengatakan: “Aku hendak membuat jalan di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara.”
Bagi umat manusia yang tersesat dalam dosa dan terpisah dari Allah, tidak ada jalan keluar bagi mereka. Namun, Allah membuka jalan dengan mengutus Putra-Nya, Yesus, sebagai korban sempurna dan penakluk dosa yang tidak dapat diatasi sendirian oleh manusia. Baru. Dia datang untuk membuat segala sesuatu menjadi baru.
Yesus adalah jalan di padang gurun. Dia adalah aliran sungai di padang belantara. Dialah jalan saat tiada jalan.
Ketika Anda merasa hancur karena dosa, terjebak dalam kecanduan yang tidak dapat Anda hindari, terbebani oleh godaan, atau frustrasi karena kegagalan, Anda tidak perlu berusaha lebih keras. Anda perlu dijadikan baru. Anda membutuhkan jalan keluar. Anda membutuhkan Dia.
Hari ini, Anda dapat dijadikan baru oleh Yesus. Anda tidak perlu menunggu. Anda tidak perlu mencoba membersihkan dosa Anda sendiri. Transformasi Anda dapat dimulai hari ini—dan itu dimulai dari Yesus.